
Suara pintu didobrak mulai terdengar, dimana saat ini empat orang pria membawa senjata api mulai memasuki sebuah tempat yang gelap dan pandangan mereka hanya dibantu dengan penerangan dari senter yang mereka bawa. Dengan perlahan dan ujung pistol mereka menghadap kearah depan, saat ini pria-pria tersebut mulai mencari target yang harus mereka habisi.
“Periksalah dengan detail di setiap ruangan” kata seseorang yang memimpin kelompok tersebut.
Mereka mulai menelusuri setiap ruangan yang ada pada apartemen yang mereka masuki. Memang karena unit apartemen itu cukup luas, jadi mereka membutuhkan waktu untuk menelusuri seluruh tempat dari apartemen mewah yang mereka masuki tersebut.
“Cih... dimana dirinya?” kata Pemimpin kelompok tersebut sekali lagi, karena memang mereka tidak menemukan tanda-tanda bahwa ada kehidupan lain selain mereka ditempat ini.
“Apakah orang yang kita suruh mengawasi gerak-gerik target memberikan informasi yang salah?” tanya salah satu dari mereka setelah sudah memeriksa seluruh area apartemen mewah itu dan tidak mendapati target yang harus mereka habisi.
“Tetapi orang yang mengawasi tempat ini berkata bahwa target baru pulang dari tempat kerjanya dan langsung masuk kedalam kediamannya ini” balas salah satu dari mereka kembali.
Memang gerak-gerik Zen sudah diawasi oleh salah satu anggota mereka, sehingga informasi tentang Zen yang seharusnya ada di apartemennya sudah mereka ketahui. Namun anehnya, keberadaan Zen saat ini tidak berhasil mereka temukan.
“Apakah apartemen ini mempunyai ruang rahasia bos?” kata seseorang lagi yang menganggap pastilah apartemen ini mempunyai sebuah ruangan rahasia dan target yang mereka incar sedang bersembunyi didalamnya.
“Cepatlah periksa sekali lagi dengan detail seluruh area apartemen ini.” Kata pemimpin mereka dan kelompok itu mulai berpencar untuk mencari sebuah ruangan yang menurut mereka tersembunyi itu.
Namun saat asik memeriksa ruangan apartemen Zen dengan detail, tiba-tiba saja suara sirine mulai terdengar dan membuat kelompok pria yang membobol apartemen Zen ini langsung terkejut saat mendengar suara tersebut.
“Mengapa ada suara sirine, bukankah kita sudah memasangkan penghambat jaringan di gedung ini agar para penghuni didalamnya tidak bisa berkomunikasi keluar” kata salah satu dari mereka dan mulai menengok kearah keluar jendela dari balik apartemen Zen tersebut.
“Cih... para pemadam kebakaran cepat sekali sampai. Batalkan, ayo kembali” kata pemimpin kelompok tersebut dan mulai memimpin anak buahnya untuk keluar dari sana.
Mereka masih tetap waspada saat beranjak dari sana dan saat ini mereka sudah berada di koridor dan bersiap memasuki lift yang akan membawa mereka turun. Namun anehnya, saat mereka sudah sampai didepan pintu lift dan menghubungi rekannya yang bertugas mengontrol jaringan listrik gedung ini, lift tersebut masihlah mati dan tidak bisa digunakan.
“Apakah kalian bisa mendengarkan suaraku. Cepatlah hidupkan daya dari lift kembali. Kami akan turun sekarang!” kata salah satu dari mereka melalui sebuah alat komunikasi, namun dirinya tidak mendapatkan jawaban apapun.
Karena tidak mendapatkan jawaban, mereka memutuskan untuk turun menggunakan tangga darurat. Karena jika mereka tidak cepat keluar dari sini, operasi yang mereka lakukan akan ketahuan dan merusak semua rencana yang telah mereka buat.
Tetapi saat mereka sudah siap untuk turun melalui tangga darurat, mereka mulai mendengar beberapa langkah kaki yang akan naik dari bawah. Tentu saja mereka mulai menengok kebawah asal suara tersebut dan amat terkejut setelah melihat beberapa anggota kepolisian sedang menaiki tangga darurat dari gedung ini.
__ADS_1
“Sial polisi” kata salah satu mereka.
“Berhenti!” teriak seorang wanita yang memimpin anak buahnya dan bersiap mengejar orang-orang yang terlihat membawa senjata api pada diri mereka.
Namun saat beberapa anggota polisi itu mulai mengejar, ternyata pria-pria itu mulai menembaki mereka. Tentu saja para polisi itu langsung bersembunyi dibalik tangga yang mereka lewati untuk menghindari peluru yang datang kearah mereka.
“Sial, mengapa para polisi ada ditempat ini. Dan juga dimana si brengsek Tio itu” kata pemimpin dari kelompok yang sedang menembaki beberapa polisi yang menghadang perjalanannya.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang Kapten?” tanya salah satu dari mereka yang mulai mengisi ulang peluru senjata yang dibawanya.
“Kita harus mencari tempat persembunyian dulu” balasnya dan memimpin mereka untuk kembali menuju unit apartemen Zen.
Melihat tembakan yang mengarah kearah para polisi yang masih bersembunyi itu sudah reda. Akhirnya seorang wanita yang memimpin mereka mulai menengok dan memastikan keberadaan orang-orang yang membawa senjata api tersebut.
“Ayo kejar mereka!” teriak wanita yang merupakan Santi dan memimpin bawahan yang dibawanya ketempat ini. Setelah melihat kelompok yang menembak mereka tadi sudah melarikan diri.
Sebelumnya Santi memang disibukan untuk memeriksa kembali detai-detail penting dalam semua bukti yang dirinya terima untuk menelusuri kejadian dari kasus yang sedang dia selidiki. Namun tiba-tiba saja salah satu bawahannya mulai menghubunginya.
“Gangguan, apakah kalian sudah memeriksanya?” tanya Santi kembali.
“Itu dia Kapten, aku tidak bisa menghubungi Hans yang berjaga didalam apartemen tersebut” balas bahannya itu kembali.
“Cih... terus laporkan apa yang terjadi di sana kepadaku, karena aku akan segera menuju ke sana. Dan hubungi pemadam kebakaran karena mungkin ada orang yang terjebak didalam lift dari apartemen tersebut” kata Santi yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan memanggil dua orang anak buahnya untuk mengikutinya.
Entah mengapa perasaan Santi berkata bahwa kejadian yang terjadi pada apartemen yang dimana Zen tinggal, akan menunjukan sebuah bukti yang dapat menyelesaikan semua permasalahan yang sedang dia selidiki itu.
Dan disinilah dirinya berada, bersama empat orang anak buahnya setelah Santi bertemu dengan Hans anak buahnya yang setia mengawasi beberapa orang yang berada dipusat pengontrol listrik dari gedung ini.
Setelah meringkus dua orang yang sengaja menyabotase listrik gedung ini, Santi memutuskan untuk bersama anak buahnya memeriksa orang-orang yang naik pada lantai atas dari gedung ini atas informasi yang diberikan anak buahnya itu.
“Sial, mengapa mereka harus memotong semua jaringan listrik gedung ini?” kata Hans yang saat berjalan mengikuti rekannya dengan perlahan didalam kegelapan untuk menuju unit apartemen Zen yang dimasuki kembali oleh orang-orang yang menembaki mereka tadi.
__ADS_1
“Keluarlah, kalian sudah dikepung.” Begitulah teriak Santi setelah dirinya tiba di pintu apartemen dari Zen.
Walaupun pintu apartemen yang dimasuki kelompok tersebut terlihat sudah dirusak, tetapi Santi tidak ingin gegabah dan memasuki tempat itu dengan segera, karena pasti orang-orang yang menembaki mereka tadi sudah bersiap menembak mereka jika mereka memasuki apartemen tersebut.
“Keluarlah!” teriak salah satu bawahan Santi kemudian.
“Tenanglah, kita hanya harus memastikan bahwa mereka tidak keluar dan menunggu tim bantuan yang akan segera tiba” kata Santi yang masih setia mengawasi tempat itu dan tidak membiarkan orang-orang didalamnya untuk keluar apalagi melarikan diri.
Walaupun Santi belum menemukan penghambat jaringan di gedung ini, tetapi sebelum dirinya masuk kearah gedung apartemen Palm Suite ini, dirinya sempat meminta bantuan dari beberapa pihak untuk membantunya karena perasaannya berkata bahwa ada sesuatu yang cukup besar terjadi pada tempat ini.
“Baiklah Kapten, jadi kita pasti-” Namun perkataan bawahannya itu terhenti setelah sebuah timah panas langsung mengenai tubuhnya setelah terdengar suara tembakan.
Bawahannya itu langsung tergeletak dilantai dan Santi langsung bergegas mendekati dirinya untuk menghentikan pendarahan dari bawahannya itu. Santi lalu mulai menengok asal suara tembakan tersebut dan tidak mempercayai dengan apa yang dirinya lihat saat ini.
“Apa yang anda lakukan senior!”
***********
Halo semuanya, Author pemula disini.
Author hanya ingin mengucapkan selamat tahun baru kepada kalian semua. Semoga pada tahun yang baru ini kalian tetap sehat dan sukses selalu.
Lalu Author pemula ini juga tidak lupa berterima kasih kepada kalian semua yang sudah baca tulisan pemula ini bahkan mendukungnya. Jadi Terima kasih untuk kalian semua karena kalian membuat author pemula ini bersemangat untuk Update.
Dan pesan terakhir dari author, yaitu jagalah kesehatan apalagi dalam kondisi seperti ini, karena author melihat sendiri teman dekat author menjadi korban dalam pandemi yang tak kunjung selesai ini.
Jadi, di tahun yang baru ini semoga kalian selalu sehat dan selalu bisa melakukan apa yang kalian inginkan dan semoga pandemi ini cepat berakhir.
Sekian perkataan singkat dari Author pemula ini. Jadi selamat tahun baru semua.....
AciaRhel
__ADS_1