
Semua hal yang ingin disampaikan kepada Vero dan Bibi Leni tentang keberadaan dari sosok suaminya dan seluruh keluarganya bisa dikatakan berakhir. Semua penjelasan mereka akhirnya bisa diterima dengan baik oleh kedua orang tersebut.
Tentu awalnya Vero merasa semua hal yang dirinya alami tadi merupakan sebuah karangan fiksi yang dirinya dengar. Namun, dengan semua hal yang sudah dibuktikan kepada dirinya tadi, akhirnya dirinya mulai menerima semua kenyataan tentang Zen dengan baik.
Awalnya dirinya merasakan kesal karena Zen sepertinya mempunyai banyak sekali yang dirinya sembunyikan kepadanya, sebelum akhirnya hampir semuanya sudah terbongkar. Tetapi, setelah mendengar semua penjelasannya akhirnya Vero sudah mulai paham dengan alasan yang dilakukan oleh pria itu terhadapnya.
“Nah... ini rancangan pakaian pengantin yang akan kamu gunakan nanti” ucap salah satu Istri dari saudara suaminya yang saat ini bersama-sama dengannya menunjukan rancangan pakaian yang akan dirinya gunakan.
Vero dan seluruh Istri dari saudara Zen bisa dikatakan sudah berkumpul bersama dan mendiskusikan berbagai hal. Tentu sebagai pihak wanita dari keluarga yang besar ini, mereka mulai saling bercengkrama bersama diantara semua pihak yang saat ini sudah disatukan menjadi sebuah keluarga.
Termasuk saat ini, yang dimana mereka mulai menunjukan kepada Vero hasil rancangan pakaian yang dibuat oleh salah satu dari mereka, yang akan digunakan pada berbagai acara yang akan berlangsung beberapa hari nanti, dan akan digunakan oleh Vero dalam berbagai acara tersebut.
“Wah... ini sangat indah, Kak” ucap Vero yang sangat terpukau dengan beberapa pakaian yang sudah ditampilkan dihadapannya.
“Hahh... sudah kubilang jangan panggil kami Kakak. Karena bisa dibilang, kamulah yang menjadi Kakak kami dalam hubungan keluarga ini” balas salah satu dari mereka yang menjawab perkataan Vero tadi.
Dalam status tentu saja Vero akan menjadi pihak tertinggi dari seluruh pihak yang berada ditempat ini. Karena bisa dikatakan dirinya menikahi sosok yang paling tua dari keluarga tersebut. Jadi wajar, jika dirinya akan dianggap paling tinggi statusnya dalam hubungan keluarga tersebut.
Namun Vero merasa bahwa dirinya harus memanggil mereka dengan sebutan itu. Karena bisa dikatakan, umur mereka dan dirinya bisa dikatakan terpaut diatasnya bakan jauh dari dirinya. Jadi, dirinya tidak akan menggunakan statusnya yang menjadi suami dari Kakak Ipar mereka dan menanggap mereka sebagai Kakaknya saja.
Apalagi dirinya merasa sangat amat canggung jika beberapa pihak yang seharusnya lebih tua dari dirinya, memanggilnya dengan sebutan Kakak. Jadi, dirinya memutuskan untuk menggunakan tingkat umur untuk menjelaskan status dirinya di keluarganya ini.
“Sudah kukatakan. Kalian lebih tua dari diriku, jadi aku akan memanggil kalian dengan sebutan Kakak” balas Vero yang menyahuti perkataan mereka.
“Cih... baiklah. Kalau begitu, aku akan menjelaskan fungsi masing-masing dari pakaian yang akan aku berikan kepadamu” ucap salah satu dari mereka, yang akhirnya mulai menerima saja perkataan dari Vero.
Istri dari saudara Zen bisa dikatakan beberapa dari mereka merupakan seorang perancang busana. Bahkan mereka mempunyai brand terkenal atas hasil rancangannya itu yang terkenal di seluruh dunia, dan dipastikan beberapa pihak berusaha dengan keras untuk bisa mendapatkan rancangan dari mereka.
Maka dari itu, hasil yang ditunjukan kepada Vero saat ini bisa dikatakan sangatlah elegan dan indah, karena semua dress yang ditunjukan kepada dirinya merupakan hasil rancangan mereka sendiri dan akan diberikan kepada Vero yang notabennya merupakan keluarga baru mereka.
__ADS_1
Karena seperti yang diketahui, mereka tidak pernah sama sekali mendesain sebuah pakaian khusus kepada beberapa pihak, kecuali keluarga mereka sendiri. Maka dari itu, Vero merasa sangat amat terhormat bisa menggunakan hasil desain dari perancang busana terkenal di dunia ini.
“Ini dress yang akan digunakan untukmu dalam pawai perkenalan dirimu di Kerajaan ini” ucap Elyna Istri dari Ramiel, yang mulai menunjukan dress putih yang anggun kepada Vero.
Berbagai Dress sudah ditunjukan kepada Vero, dan dipastikan dress-dress itu mempunyai fungsi kapan untuk digunakan. Seperti halnya dress yang sedang dijelaskan kepada Vero, yang akan digunakan untuk pawai Kerajaan keesokan harinya.
Lalu ada Dress yang khusus untuk digunakan sebagai pelantikan Vero yang akan diangkat menjadi Permaisuri pertama dari Kerajaan ini, lalu Dress yang akan dirinya gunakan untuk pesta atau resepsi yang akan digelar sesudahnya dan masih banyak lagi.
Vero sangat mengagumi semua hal yang sudah dibuatkan kepada dirinya oleh keluarga barunya itu. Namun satu hal yang sedikit mengganggunya, karena selain dress yang sudah dibuat khusus untuk dirinya, beberapa pakaian lagi juga sudah dibuatkan secara khusus untuk dirinya juga.
Pakaian kantor, pakaian sehari-hari, pakaian pesta, bahkan sampai pakaian dalam dan lingerie juga sudah dibuatkan khusus untuk dirinya. Maka dari itu, Vero merasa sedikit canggung disaat diberikan beberapa pakaian seperti itu oleh para saudara barunya tersebut.
“Hm... wajar saja kamu masih canggung, karena sepertinya kamu belum melakukannya bukan?” tanya salah satu kakak-kakaknya yang berada di sana, yang memperhatikan raut wajah Vero yang masih merasa malu-malu diperlihatkan pakaian-pakaian seksi itu kepada dirinya.
“B-Bukan aku yang tidak mau, Kak. Tetapi, suamiku selalu menolaknya” balas Vero yang mengerti maksud perkataan Kakaknya itu.
Bisa dikatakan, Vero sudah memberikan beberapa sinyal kepada Zen bahwa dirinya bersedia melanjutkan hubungan mereka lebih lanjut, dengan berhubungan seperti pasangan suami istri pada umumnya setelah hubungan mereka sudah benar-benar berkembang kearah seperti itu.
Namun disisi lain, semua saudarinya yang berada di sana sangat mengerti apa yang sedang Vero alami karena mereka tahu alasannya. Karena, mereka juga pernah mengalaminya dan bisa dikatakan Zen pasti tidak ingin terjadi sesuatu kepada sosok Istrinya tersebut.
“Tentu saja suaminya menolaknya, karena tubuhmu belum siap untuk melakukannya” Dan begitulah perkataan yang Vero dengar dari mulut salah satu saudari barunya yang berada di sana.
Seperti yang sudah diketahui, akan ada sesuatu yang masuk kedalam tubuh Vero disaat dirinya akhirnya benar-benar sudah sampai pada tahap itu hubungannya dengan suaminya. Namun, tubuh Vero masihlah belum siap sehingga mereka belum melakukannya.
Dan hal itulah yang saat ini mulai dijelaskan oleh seluruh saudarinya yang berada di sana, tentang apa yang terjadi terhadap dirinya, yang dimana Zen menolak untuk berhubungan badan dengan dirinya hingga saat ini dan membuat Vero cukup kebingungan dengan tingkahnya itu.
“Iya... bahkan saat nanti kamu hamil, kamu akan merasakan sesuatu yang lebih parah. Seperti halnya Kakakmu Levia dan Elyna” ucap salah satu dari mereka kembali.
Bisa terlihat, wanita yang dibicarakan itu terlihat sedikit lemas atas kondisi mereka. Karena bisa dikatakan mereka sedang mengandung saat ini. Jadi, Vero saat ini mulai paham sepenuhnya tentang apa yang terjadi, dan mengapa suaminya itu hingga saat ini belum menyentuhnya.
__ADS_1
“Tetapi kamu bisa tenang, karena sepertinya tubuhmu sedikit lagi bisa menyesuaikan semua hal agar hubunganmu bisa berlanjut ketahap itu” ucap salah satu dari mereka lagi, yang mengakhiri perkataan mereka dalam menjelaskan berbagai hal kepada Vero.
“Benarkah?” tanya Vero dan mendapatkan anggukan dari semua saudarinya.
“Iya, maka dari itu kami sudah mempersiapkan berbagai hal agar kamu siap menghabiskan malam panas dengan suamimu itu” ucap salah satu dari mereka lagi yang sudah menunjukan berbagai lingerie yang sudah dirancang olehnya.
Awalnya Vero sedikit canggung atas percakapan yang sedang terjadi itu. Namun karena seluruh saudarinya seakan membawa percakapan itu dengan cara yang menyenangkan, akhirnya dirinya bisa ikut dalam obrolan itu dengan sangat tenang.
"Tapi Vero, kami sangat tidak menyangka bahwa kamulah sosok yang akan dinikahi oleh Kak Zen" dan begitulah perkataan yang dilontarkan oleh salah satu saudarinya yang membuat Vero cukup bingung mendengar perkataannya itu.
Kesenangan dari obrolan yang dirinya lakukan kepada saudari barunya itu tidak bertahan cukup lama, karena sebuah kenyataan baru akhirnya dirinya dengar. Tentu dirinya cukup terkejut mendengarnya, dan saat ini menuntut mereka agar menjelaskan permasalahan itu lebih detail lagi.
Karena seperti yang diketahui, desas-desus yang paling populer tentang kekasih dari Zen, bisa dikatakan nama Vero tidak pernah muncul sama sekali dalam desas-desus tersebut. Bahkan seperti yang diketahui, dua orang selain dirinya yang bisa dikatakan lebih diketahui sosok mereka oleh seluruh saudari barunya yang berada di sana.
“Angel?” ucap Vero yang mendengar nama wanita lain yang disebutkan oleh salah satu saudarinya.
“Ya... kami kira, hubungan Kak Zen akan berakhir dengan wanita yang bernama Angel” balas salah satu dari mereka kembali.
Seperti yang diketahui, wanita yang namanya tersebar memiliki hubungan khusus dengan Zen pertama kali adalah Angel. Jadi, seluruh pihak yang merupakan keluarga dan bawahan dari Zen menganggap dirinya akan menjadi pasangannya kelak.
Bahkan beberapa dari mereka sudah mempersiapkan berbagai hal untuk Angel, karena wanita itu diketahui semakin dekat dengan sosok Zen. Bahkan Zen sendiri sampai mengkonsultasikan hubungannya dengan Kileni pada saat itu, tentang surat yang dirinya terima dari Angel.
Jadi wajar, jika mereka semua menanggap bahwa hubungan pertama dari Zen akan berakhir dengan wanita yang bernama Angel, karena semua hal yang sudah terjadi antara wanita itu dengan Zen dan semua itu sudah diketahui oleh semua pihak yang berasal dari keluarga besar dari Zen.
“Lalu, bagaimana dengan Kana?” tanya Vero kembali yang juga mendengar nama wanita lain pada percakapan tersebut.
“Ah... Kalau dirinya, merupakan salah satu Istri dari Zen yang berasal dari neraka dan entah mengapa bisa ikut turun bersama dirinya ke dunia ini” balas mereka kembali.
Kana tentu menjadi pihak kedua yang mereka kira akan memiliki hubungan dengan Zen. Karena seperti yang diketahui, Zen sampai menggunakan tempat yang paling berharga di Neraka untuk menyembuhkan sosoknya yang bisa dibilang melemah akibat terlepas dari sebuah segel.
__ADS_1
Dan sekali lagi, kenyataan itu yang akhirnya membuat Vero sangat amat terkejut, dan ingin segera mencari keberadaan suaminya dan meminta penjelasan secara langsung tentang wanita-wanita itu kepada dirinya. Karena bisa dibilang, dirinya baru mendengar kenyataan itu secara langsung.
“Lalu, apakah ada wanita yang lain?”