Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dan Selesai Juga


__ADS_3

Sebuah tempat yang sangat panas, saat ini mulai dimasuki oleh Zen yang memang merasakan sesuatu ditempat ini. Tentu dirinya tidak menyangka bahwa apa yang terjadi ditempat ini sudah selesai sepenuhnya, sehingga saat ini dirinya mulai memasuki kembali tempat yang sangat panas itu.


Tentu Zen memasuki tempat ini sendirian, karena bisa dikatakan jika dirinya mengajak beberapa pihak ketempat ini selain bawahannya, bisa dipastikan mereka akan langsung tersiksa berada didalam tempat ini, karena kondisi yang terjadi disini sangatlah tidak terbayangkan jika ada pihak yang berani memasukinya.


Hingga akhirnya sebuah altar yang dirinya buat satu tahun yang lalu, saat ini mulai menyambut sosok Zen yang mulai mendekat kearahnya. Dengan langkah kaki santainya, Zen saat ini akhirnya tiba tepat pada sebuah bola cahaya yang memang dirinya letakan pada altar tersebut, untuk menyerap semua energi negatif dari tempat ini.


"Akhirnya selesai juga. Aku bahkan tidak menyangka bahwa sudah setahun yang lalu aku menempatkan dirimu disini" ucap Zen yang mengambil sebuah mutiara rubah yang merupakan inti kehidupan yang dirinya letakkan disana.


Zen tentu memeriksanya sekali lagi apakah memang inti yang ada pada tangannya itu sudah pulih sepenuhnya. Hingga akhirnya, senyum pada wajah Zen langsung mengembang karena bisa dikatakan apa yang berada ditangannya saat ini sudah sangat amat sempurna, dan tinggal menempatkannya kembali pada tubuh Istrinya.


"Baiklah, sekarang tinggal mengeluarkan tubuhmu" ucap Zen yang mulai membuka ruang hampa miliknya dan mulai mengeluarkan tubuh rubah kecil yang dirinya simpan di dalamnya.


Memang Zen hendak langsung membangkitkan Kana saat itu juga. Namun dirinya ingat bahwa mereka masih ada didalam neraka dan dipastikan Kana akan tersiksa nantinya jika dirinya membangkitkan dirinya ditempat ini. Maka dari itu, Zen saat ini memasukan tubuhnya kembali bersama inti kehidupan yang sudah sempurna menyerap energi negatif dari tempat ini.


"Baiklah, bawa aku keluar" ucap Zen kepada bawahannya agar dirinya dengan segera di keluarkan dari tempat ini.


Hingga sebuah kabut hitam saat ini mulai muncul pada ruang keluarga dari kediaman Zen, yang dimana saat ini Zen akhirnya mulai muncul dari sana, setelah dirinya keluar melewati kabut hitam yang diciptakan oleh bawahannya itu membawanya kembali ketempat ini.


Tentu dengan kemunculan Zen disana, semua Istrinya langsung mendekatinya dan menanyakan keadaannya. Karena seperti yang diketahui, Zen meminta izin kepada mereka bahwa dirinya akan menjemput Kana di Neraka, karena masa penyerapan energinya sudah berakhir sepenuhnya.


"Bagaimana Zen?" tanya Vero yang memimpin Saudari-saudarinya dalam menyambut Zen saat ini.

__ADS_1


"Sabar. Aku akan membangkitkan dirinya terlebih dahulu" ucap Zen yang saat ini mulai mengeluarkan tubuh rubah dari Kana dan mutiara rubah miliknya.


Zen saat ini sudah memegang sebuah mutiara rubah dan Kana, sehingga dirinya sudah siap untuk memasukannya kedalam tubuh Kana, agar dapat mengembalikan sosoknya yang memang saat itu sedang kehabisan energi akibat dikeluarkan dari sebuah segel secara paksa.


Hingga akhirnya inti yang berbentuk seperti kelereng itu, saat ini mulai bercahaya dengan cukup terang sebelum Zen memasukannya kedalam wujud rubah dari Kana, yang masih tertidur didalam karena mutiara yang menjadi penopang kehidupannya tidak berada didalam tubuhnya.


Tubuh menggemaskan dari rubah kecil berekor sembilan yang sedang tidur itu, akhirnya mulai menyatu dengan mutiara rubah yang Zen tempatkan kembali kedalam tubuh dari wujud Kana. Hingga akhirnya, dirinya dan inti rubah miliknya mulai menyatu dan tubuhnya saat ini mulai bercahaya dengan terang setelah penyatuan tersebut.


Sebuah sosok humanoid akhirnya mulai nampak dari bayangan cahaya yang terus bertumbuh besar itu. Apalagi bisa dilihat dengan perlahan tubuh Kana mulai sedikit demi sedikit terbentuk, hingga akhirnya wujudnya mulai sempurna sepenuhnya sebelum akhirnya cahaya itu dengan perlahan mulai menghilang dari tubuhnya.


Sosok wanita dengan telinga seperti kucing yang berada di kepalanya dan memiliki ekor yang berjumlah sembilan ekor pada bagian belakang tubuhnya, saat ini mulai muncul dihadapan beberapa pihak yang melihatnya setelah tubuhnya sudah kembali seperti semula.


Dengan kimono yang melekat dengan elegan pada tubuhnya, dengan perlahan kelopak mata dari Kana akhirnya mulai terbuka sedikit demi sedikit, dan langsung menatap wajah Zen yang muncul pada pandangannya disaat dirinya sudah membuka sepenuhnya kelopak matanya.


Rasa rindu yang sangat amat sangat dirinya rasakan kepada sosok suaminya itu, akhirnya terbayar juga setelah Kana dapat memeluk sosok Zen kembali, setelah sekian lama dirinya tidak pernah bertemu kembali dengan sosok Zen.


Sudah berjuta-juta tahun lamanya dirinya menantikan semua ini, hingga akhirnya semua terbalaskan setelah akhirnya Zen sudah mendekap dengan erat tubuhnya, untuk membalas pelukan dari Kana yang memang sangat merindukan sosok Zen.


"Suamiku" dan begitulah ucapan Kana kembali yang semakin mengeratkan pelukannya dan mulai melepaskan rindunya atas pelukannya itu.


"Selamat datang kembali Kana. Senang kamu bisa kembali" dan begitulah ucapan Zen yang saat ini dengan lembut mengusap punggung dari Kana yang terlihat sedang menangis haru atas kejadian ini.

__ADS_1


Bahagia tentu saja, apalagi tidak ada satu hal apapun lagi yang bisa memisahkan Kana untuk hidup bersama suaminya kembali. Hingga tanpa sadar, dirinya mulai menatap beberapa wanita yang memang sedang menatap kegiatannya dengan Zen yang masih berpelukan itu.


"Suamiku, siapa mereka?" tanya Kana yang mulai bertanya tentang sosok-sosok wanita yang saat ini menatapnya.


"Ah... mereka Istri-istriku dan saudarimu yang baru" Balas Zen atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Kana.


Namun setelah Zen berkata seperti itu, sebuah aura hitam yang pekat saat ini langsung keluar dari tubuh Kana. Kuku pada lengannya juga sudah mulai memanjang lalu berubah menjadi runcing dan tajam, seakan dirinya bersiap untuk menerkam beberapa wanita yang saat ini bisa dikatakan sebagai Istrinya yang lain dari suaminya itu.


Melihat tingkah dari Kana tentu Zen langsung menghalangi tingkah Istirnya itu yang ingin menyerang Istrinya yang lain. Apalagi bisa dilihat dengan jelas, Kana sepertinya akan menyerang mereka jika sosoknya tidak dihalangi oleh Zen yang saat ini masih memegang tubuhnya untuk menghalangi langkahnya.


"Apa yang kamu lakukan, Kana?" tanya Zen yang saat ini mencoba menenangkan Kana.


Istri Zen yang lain, bahkan juga mulai ketakutan merasakan aura mengintimidasi dari Kana yang seakan ingin membunuh mereka ditempat itu, sehingga mereka mulai menjauhi sosok Kana yang terlihat sangat amat marah melihat keberadaan mereka ditempat ini.


"Lepaskan aku suamiku. Aku akan menghabisi orang-orang yang hanya memanfaatkan statusmu saja mulai saat ini" ucap Kana yang terlihat semakin emosi dan bersiap untuk menyerang sosok mereka.


"Tenanglah, sekarang situasinya sudah berbeda, Kana." dan begitulah Zen kembali mencoba menenangkan sosok Kana yang terlihat sangat murka tersebut.


Kenangan masa lalu Kana memang sangatlah menyedihkan. Karena dengan mata kepalanya sendiri, dirinya menyaksikan Istri-istri dari Zen dulu hanya memanfaatkan sosoknya saja. Bahkan mereka dulu yang menyegelnya pada sebuah lukisan segel dan berakhir terkurung selama berjuta-juta tahun lamanya sebelum diselamatkan oleh Zen.


Maka dari itu, dirinya seakan merasa trauma dengan kejadian itu dan akan menghabisi sosok-sosok yang memang hanya memanfaatkan status dari Zen dalam menjalani kehidupan mereka, karena Kana bisa dibilang tidak ingin kejadian yang pernah dirinya alami itu akan terulang kembali.

__ADS_1


"Sudahlah, kamu harus tenang dulu biar aku bisa menjelaskan semuanya"


__ADS_2