Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Disembunyikan


__ADS_3

Amaterasu saat ini mulai merasa frustasi disaat dirinya sedang menyelidiki sesuatu. Karena memang, hingga saat ini apa yang sedang dirinya selidiki itu tidak membuahkan hasil apapun, walaupun bisa dikatakan berbagai markas Vampire yang dirinya temukan bisa dikatakan cukup banyak.


Entah bagaimana, walaupun semua markas Vampire bisa dirinya temukan, tetapi keberadaan vampire yang selama ini dicari keberadaannya di negara ini, sampai saat ini tidak ditemukan oleh dirinya. Karena memang, bisa dikatakan mereka mampu menyembunyikan diri mereka dengan sangat baik dan sangat susah untuk ditemukan.


Bahkan, dirinya mulai merasa frustasi karena apapun yang dirinya lakukan selama ini seakan sia-sia, dalam mencoba menemukan pihak yang saat ini keberadaan mereka sangat meresahkan. Apalagi, bisa dikatakan keadaan di dunia ini semakin kacau karena perbuatan mereka belakangan ini.


“Ya... kami hanya menemukan para korban saja, Dewi Amaterasu. Dan seperti markas yang lain, kita tidak menemukan apapun” ucap bawahannya, setelah dirinya memeriksa sebuah tempat, yang dimana para Vampire gunakan untuk mengambil darah manusia ditempat tersebut.


“Baiklah, lakukan seperti biasa” balas Amaterasu kemudian, yang merasa frustasi karena kali ini, dirinya kembali menemukan sebuah kegagalan.


Memang informasi yang diberikan Zen, merupakan informasi yang sangat amat tepat. Bahkan dari semua informasi yang dirinya berikan, bisa dikatakan semuanya bisa dikatakan benar. Namun sayangnya, informasi tersebut seakan selalu terlambat untuk sampai ditangannya.


Zen juga sebenarnya sangat bingung, karena dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk mempercepat dirinya mendapatkan sebuah informasi, dari sebuah organisasi yang saat ini bersembunyi dengan amat sangat baik dari hadapannya.


“Baiklah, Dewi. Lalu, apakah kita akan langsung kembali menuju Kerajaan? Karena pertemuan antara Dewa Shinto akan dimulai sebentar lagi” ucap Bawahannya itu kembali, yang mengingatkan Amaterasu tentang jadwal yang harus dirinya hadiri sebentar lagi.


“Tentu, setelah kita menyelesaikan semua permasalahan ditempat ini, kita akan lang-” Namun Amaterasu yang akan menjawab perkataan bawahannya, langsung mengehentikan tindakannya setelah dirinya merasakan sesuatu.


Tentu bawahannya yang menunggu jawaban dari dirinya juga bingung mengapa Dewi yang dirinya layani itu menghentikan perkatannya, dan saat ini seakan sedang serius merasakan sesuatu yang saat ini tiba-tiba saja muncul dan membuat Amaterasu terkejut merasakannya.


Dengan tatapan yang saat ini memandang kearah kejauhan, Amaterasu saat ini mencoba sekali lagi merasakan apa yang dirinya rasakan itu lebih intens. Namun sayangnya, sepersekian detik kemudian, apa yang dirinya rasakan itu tiba-tiba menghilang.


“Ada apa Dewi Amaterasu?” tanya bawahannya, yang ingin mengetahui mengapa Dewi yang dirinya layani itu bertindak sangat aneh saat ini.


“Aura Kedewaan Shinto” gumam Amaterasu kemudian, yang mengkonfirmasi apa yang baru saja dirinya rasakan. Walaupun saat ini dirinya sudah tidak bisa merasakan aura itu lagi, karena sudah menghilang sepenuhnya.


Amaterasu memang sangat terkejut merasakan sebuah aura yang tiba-tiba saja bisa dirinya rasakan. Apalagi aura itu sangat tidak asing untuk dirinya rasakan, bahkan dirinya bisa langsung mengenali aura yang baru saja dirinya rasakan tersebut.


Karena memang, Aura tersebut sudah dicari olehnya dan semua Dewa Shinto yang berusaha dengan keras menemukan aura yang sempat dirinya rasakan itu. Bahkan, dirinya sangat terkejut saat dirinya berhasil merasakan keberadaan aura yang keberadaannya tidak jauh dari tempatnya saat ini.


“Cepat buatlah sebuah robekan ruang untukku” perintah Amaterasu kemudian, kepada bawahannya saat itu juga.


Tentu Amaterasu ingin mengetahui letak dimana asal dari aura tersebut berada, karena memang dirinya ingin menemukan sosok yang mengeluarkan aura yang dirinya kenal tersebut. Apalagi dirinya langsung memerintahkan bawahannya untuk membukakan sebuah celah ruang untuk menuju sebuah tempat tertentu.

__ADS_1


Maka dari itu, bawahannya yang saat ini masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi, langsung saja menuruti perintah Dewi yang dilayani olehnya. Karena bisa dikatakan dirinya menganggap bahwa ada sesuatu yang penting untuk dilakukan olehnya, sehingga dirinya langsung menuruti perintah yang diberikan kepadanya.


Dan disinilah mereka berdua berada, menatap sebuah punggung dari seorang pria yang juga berada di sana. Tentu Amaterasu awalnya terkejut mengapa pria itu bisa berada ditempat ini, namun dirinya akhirnya paham karena mungkin dirinya juga merasakan aura yang dirasakan olehnya tadi.


“Oh... kamu sudah datang?” ucap Zen yang menyambut kedatangan dari Amaterasu pada sebuah area toilet dari sebuah rumah sakit tempatnya berada saat ini.


“Apa yang terjadi disini, Zen?” tanya Amaterasu kemudian.


“Aku tidak tahu. Aku hanya datang karena merasakan sebuah aura yang aneh, dan disinilah aku berada” ucap Zen yang mulai berbalik dan menghadap kearah sosok Amaterasu, yang saat ini sedang menunjukan ekspresi seakan sedang mencari sesuatu.


Memang Zen dengan sengaja langsung memindahkan kedua sosok yang sedari tadi berseteru ditempat ini, agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh pihak yang saat ini sudah berada ditempat dirinya berada, dan mencari keberadaan salah satu pihak yang berseteru ditempat tersebut.


Apalagi Zen berusaha untuk melindungi orang yang dicari oleh Amaterasu, karena dirinya tahu mungkin pihak tersebut tidak ingin, bahkan belum mau menerima tentang jati diri dari dirinya sendiri. Dan juga, Zen belum tahu niat sebenarnya dari pihak yang berada dihadapannya, tentang sosok yang baru saja dirinya sembunyikan keberadaannya tadi.


“Lalu, apakah kamu tahu kemana perginya pihak yang mengeluarkan aura tersebut, Zen?” tanya Amaterasu penuh harap, karena dirinya sangat berharap Zen setidaknya mempunyai informasi dari sosok yang sedang dicarinya tersebut.


“Aku tidak tahu. Bahkan auranya seakan tiba-tiba menghilang, saat aku sudah berada disini. Jadi, aku tidak bisa melacak kepergiannya dan menemukannya” Ucap Zen beralasan.


Mendengar jawaban dari Zen, Amaterasu langsung kembali merasa frustasi saat ini. Karena sebenarnya, dirinya bisa menemukan seseorang yang sudah lama dicari oleh kaumnya, namun saat ini kembali hilang saat dirinya berhasil merasakan keberadaanya.


“Sepertinya sudah terjadi pertarungan disini, Dewi Amaterasu” ucap bawahan dari Amaterasu kemudian, saat menemukan bekas-bekas pertarungan yang terjadi ditempat ini.


“Hahh... apakah mereka bertarung ditempat ini?” gumam Amaterasu kemudian, yang juga sudah memperhatikan keadaan sekitar dari tempatnya berada.


Zen yang melihat itu, saat ini berusaha bersikap seperti biasa saja saat ini. Karena memang, bisa dikatakan kehancuran yang terjadi ditempat ini, memang sengaja dirinya buat untuk mengecoh pihak Dewa Shinto yang sedang berada dihadapannya.


Apalagi, pihak yang dicari oleh pihak Amaterasu, tidak melakukan dengan sengaja saat menunjukan jati dirinya kepada mereka tadi. Karena memang dirinya mengalami kecelakaan dan kebetulan Zen dengan cepat membereskan permasalahan tersebut dan berhasil menyembunyikan kembali keberadaannya.


“Apa yang kamu lakukan?” namun sedang asik memperhatikan keadaan tempat ini, mereka dikejutkan dengan seorang wanita yang tiba-tiba masuk kedalam toilet tempat mereka berada.


“Tunggu, bukankah ini toilet untuk Wanita, mengapa kamu bisa berada ditempat ini?” tanya wanita itu kepada Zen yang saat ini masih berdiri dengan kikuk ditempatnya.


Memang Amaterasu dan anteknya masih menggunakan mode kamuflase mereka dan membuat wanita itu tidak bisa melihat keberadaan mereka. Namun berbeda dengan Zen yang saat ini terlihat seperti seorang pria yang sedang berada di toilet khusus perempuan.

__ADS_1


“Ah... maafkan saya Bu. Saya memang tidak kuasa menahan sakit perut yang saya alami tadi. Jadi saya asal masuk saja saat menemukan sebuah toilet” ucap Zen membela diri.


Sebenarnya perkataan Zen tidak sepenuhnya dipercayai oleh wanita tersebut. Karena memang, perilaku pria itu seakan aneh. Karena saat dirinya masuk tadi, dirinya bisa melihat Zen yang sedang memperhatikan setiap sudut dari toilet wanita tempat dimana dirinya berada saat ini.


“Cih... yasudah kalau begitu, cepatlah keluar. Karena saya ingin menggunakan toilet ditempat ini” ucap wanita itu dan membuat Zen akhirnya mulai beranjak dari sana.


Toilet yang dimana tempat kejadian itu berlangsung, memang bisa dikatakan cukup luas. Karena memang didalamnya terdapat beberapa bilik toilet dan wastafel didalamnya. Jadi, wajar saja jika beberapa pihak menggunakan tempat itu secara bersamaan.


Zen sendiri saat ini akhirnya mulai keluar dari tempat dimana dirinya berada, karena keberadaannya sudah diusir tadi. Amaterasu dan anteknya juga sudah mengikuti dirinya, setelah sang Dewi itu sudah mengembalikan seperti semula kondisi dari toilet tempat mereka berada tadi.


“Apakah kamu benar-benar tidak mengetahui keberadaan pihak yang mengeluarkan aura yang kamu rasakan tadi, Zen?” tanya Amaterasu kembali, yang sebenarnya sangat berharap bahwa pria itu dapat memberikannya sebuah petunjuk apapun kepada dirinya.


“Aku tidak tahu. Apalagi kamu lihat sendiri, bahwa aku juga baru tiba ditempat tersebut.” ucap Zen beralasan.


Memang Amaterasu bisa merasakan jejak kekuatan Zen tadi. Jadi dirinya langsung mempercayai perkataannya dan tidak menganggap pria itu sedang berbohong kepadanya. Jadi, Amaterasu hanya mengangguk saja mendengar pernyataannya.


Apalagi, keberadaan Zen yang tidak menggunakan mode kamuflasenya sehingga dirinya dianggap aneh oleh seorang wanita tadi, membuat alasan yang dirinya berikan semakin valid. Karena memang, Zen terlihat seakan menuju tempat tersebut secara terburu-buru setelah merasakan sebuah aura yang berasal dari sana.


“Tetapi, bisa dibilang aku bisa mengetahui aura tersebut. Aura tersebut berasal dari seorang Demi-God. Lalu jika keberadaan dirimu ingin menemukannya, bisa dipastikan dirinya merupakan Demi-God dari faksi Dewa tempat kamu berasal, bukan?” ucap Zen kembali, yang ingin mengetahui asal-usul dari Kelly yang sebenarnya.


Memang bisa saja dirinya bertanya identitas dari sosok Kelly kepada Ibunya. Apalagi, memang sepertinya Ibunya sangat mengenal identitas dirinya dan dipastikan akan menjawab semua pertanyaannya. Namun, Zen saat ini ingin mendengar jawaban dari sisi wanita yang saat ini berada dihadapannya.


“Hahh... Ya, bisa dikatakan dirinya berasal dari Faksi Dewa milikku” ucap Amaterasu yang menjawab perkataan dari Zen.


Alasan itulah yang membuat Amaterasu sangat ngotot mencari keberadaan dari orang yang mengeluarkan aura yang dirinya rasakan tadi. Karena memang, bisa dikatakan pihak yang mengeluarkan aura tersebut, merupakan salah satu keluarga kandungnya.


“Lalu, apakah dirinya merupakan anakmu?” tanya Zen kembali, yang berusaha membuat dirinya seakan tidak mengetahui apapun saat ini.


"Tentu saja bukan!" ucap Amaterasu yang terkejut mendengar perkataan dari Zen kepadanya itu.


Tentu Amaterasu mengerti mengapa pria itu bisa berfikiran seperti itu. Karena memang, dirinya terlihat sangat ingin mengetahui keberadaan dari sosok yang dicarinya tadi. Jadi, Amaterasu menganggap bahwa reaksi yang diberikan Zen tadi, merupakan sebuah reaksi yang sangat wajar terhadapnya.


"Lalu, mengapa kamu sangat ngotot mencarinya?" tanya Zen kembali.

__ADS_1


"Karena bisa dikatakan, sosok yang mengeluarkan aura tersebut merupakan sepupuku"


__ADS_2