
Waktunya perpisahan saat ini mulai terjadi bagi beberapa pihak. Yang pertama tentu saja Axillia dan Ottavia yang akan berpisah dan saat ini mereka akan menjalani kehidupan masing-masing mulai sekarang, karena saat ini sudah tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tetap bersama.
Mengharukan memang melihat kedua orang tersebut saling berpamitan apalagi mulai sekarang mereka tidak akan lagi hidup bersama-sama lagi. Apalagi bisa dikatakan mereka sudah hidup besama-sama selama ini, dan bisa dikatakan cukup berat untuk berpisah satu sama lainnya
Memang sudah hampir ratusan tahun mereka bersama hidup berdua, membuat perpisahan itu cukup mengharukan. Walaupun bisa dikatakan mereka nantinya akan sering bertemu, karena Ottavia kembali bersama suaminya, dan Axillia akan menjadi Istri dari Zen.
Jadi, di masa depan bisa dipastikan mereka akan sering bertemu dimasa depan, bahkan mereka akan menjadi saudara yang sebenarnya dimasa depan, karena status dari Axillia yang akan menikahi Kakak dari suaminya yang membuat mereka akan menjadi sebuah keluarga.
Tetapi tetap saja, saat ini mereka akan berpisah dan akan menjalani kehidupan mereka masing-masing, dan saat ini mereka mulai saling melepaskan kepergian dari sosok yang selama ini memang selalu tinggal bersama-sama, hingga akhirnya mereka akan berpisah hari ini untuk kembali kepada kehidupan mereka masing-masing.
"Terima kasih sekali lagi, Kak" ucap Azrael yang merasa sangat berterima kasih kepada Kakaknya Zen, karena dirinya menepati janji yang dirinya janjikan untuk menemukan Istrinya.
"Kakak yang berterima kasih kepada dirimu, Azrael. Karena kesalahan saudara Kakak yang membuat kamu terpisah dengan Istrimu, tetapi kamu tidak memendam perasaan dendam kepada kami" ucap Zen kepada adiknya itu.
Memang selain sifat alami adiknya itu yang merupakan seorang yang sangat baik, ada beberapa hal yang memang membuat Azrael memaafkan kejadian yang sudah terjadi terhadap Istrinya dan membuat mereka berpisah karena permasalahan yang mereka alami karena ulah dari adik Zen.
Memang Azrael tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Lust pada saat itu bukanlah perbuatan yang disengaja. Maka dari itu dirinya bisa memaafkan perbuatan dari saudaranya itu walaupun cukup susah melakukannya, karena dirinya masih merasa sakit hati tentang kepergian Istrinya selama ini.
"Tapi, Kak. Kakak harus menjelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi. Karena aku tahu Lust tidak sengaja melakukan sesuatu yang menimpa Istriku dan membuat akhirnya kami berpisah" ucapnya kepada sosok Zen.
Memang banyak yang disembunyikan oleh Zen hingga saat ini. Namun masalahnya, jika dirinya memberitahukan semuanya bukan tepat pada waktunya, keputusannya kelak akan terpengaruh oleh adik-adiknya yang bisa dipastikan tidak akan berfikiran yang sama dengan dirinya.
Bisa dilihat sendiri bagaimana bisa Azrael memaafkan adiknya atas permalasahan besar yang ditimbulkan oleh adiknya tersebut. Apalagi bisa dikatakan permasalahan itu sangatlah besar menurut Zen, dan tidak sepatutnya Azrael dengan mudah memaafkan adiknya.
Karena jika Zen yang mengalami sebuah kejadian seperti itu, dipastikan tanggapan yang dirinya berikan atas permasalahan tersebut akan sangat berbeda, karena Zen notabennya seorang pihak yang berada didalam sisi keburukan.
__ADS_1
Jadi, saat ini dirinya ingin menyembunyikan semua hal yang masih dirinya sembunyikan rapat-rapat, agar keputusan dan rencana yang sudah dirinya buat, tidak akan terganggu dengan keputusan naif dari adik-adiknya yang bisa dikatakan mempunyai pandangan berbeda dalam menyikapi sebuah permasalahan.
"Tunggulah. Nanti akan aku jelaskan semua hal yang selama ini aku sembunyikan. Yang bisa aku beritahukan saat ini adalah, bahwa aku sedang melaksanakan perintah Ayah yang diberikan kepada diriku untuk diselesaikan. Jadi, beritahu semua saudaramu untuk bersabar, dan percayalah kepada diriku" ucap Zen kepada adiknya tersebut.
Azrael hanya mengangguk saja mendengar perkataan dari Zen. Apalagi walaupun Kakaknya itu tetap bersikeras tidak memberitahukannya apapun, dirinya paham bahwa Kakaknya tidak akan melakukan sesuatu yang sangat buruk kedepannya.
Hal itu terbukti saat Kakaknya menjelaskan sedikit tentang apa yang terjadi dari kalimatnya tadi, yang menjelaskan bahwa memang ada sesuatu yang belum ingin dirinya beritahukan kepada Azrael bahkan Kakak-kakaknya, dan masih bersikeras untuk menyembunyikannya.
Tentu perkataan tadi sudahlah cukup bagi Azrael yang bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Maka dari itu dirinya hanya mengiyakan perkataan Kakaknya saja, dan akan mengikuti instruksinya saja mulai saat ini untuk bersabar dan menantikan semua hal yang akan dijelaskan oleh Kakaknya nanti.
"Kalau begitu, aku akan kembali dan memberitahukan kabar bahagia ini kepada Kakak-kakakku yang lain, bahwa Istriku sudah kembali, Kak" dan begitulah pamit Azrael yang sudah tidak sabar untuk membawa pulang Istrinya.
Zen hanya mengangguk menjawab perkataan dari Azrael hingga mereka saling berpelukan satu sama lainnya untuk melepaskan kepergian mereka yang akan berpisah. Ottavia juga mulai memeluk Zen saat ini setelah dirinya selesai berpamitan kepada Axillia sebelum dirinya juga akan kembali mengikuti Suaminya untuk pulang.
"Terima kasih Kakak Ipar. Terima kasih" ucap Ottavia yang sangat berterima kasih kepada sosok Zen.
Jadi setelah dipertemukan dan diyakinkan oleh Zen, akhirnya permalasahan yang selama ini dirinya anggap salah bisa dirinya selesaikan dengan sosok Suaminya, dan saat ini mereka bisa kembali bersama dan mulai saat ini akan hidup kembali dengan situasi rumah tangga yang hangat seperti kehidupan awal pernikahan mereka.
"Lain kali jika ada masalah, jangan melarikan diri, oke." dan begitulah nasihat akhir dari Zen kepada kedua pasangan tersebut.
Dan begitulah mereka mulai berpisah dengan pasangan yang seakan dimabuk cinta kembali, yang saat ini sudah memasuki kabut putih yang diciptakan oleh seorang malaikat dan membawa mereka menuju Vatikan, atau tempat dimana mereka akan tinggal dan menghabiskan waktu bersama kembali berdua sebagai sepasang keluarga.
"Sepertinya kita juga akan berp-"
"Gawat Zen!" namun belumlah Zen yang juga akan berpamitan dengan Ha Rin, dirinya saat ini mulai dikejutkan dengan suara dari wanita itu yang saat ini mendekat kearahnya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Zen yang melihat raut wajah dari Ha Rin yang terlihat terkejut tersebut.
Bisa dilihat Ha Rin cukup terkejut melihat layar ponsel yang sedang dirinya pegang. Apalagi sebuah artikel yang sedang dirinya baca membuat dirinya cukup terkejut melihatnya, dan juga memang bisa dikatakan pemberitaan tentang dirinya dalam artikel tersebut sangat cepat menyebar dan menjadi heboh saat ini.
"Pemberitaan tentang kita sedang berkencan saat ini mulai tersebar dengan luas" ucap Ha Rin yang menunjukkan sebuah artikel yang dibacanya.
Tentu saat ini Zen melihat sebuah foto dari Ha Rin yang sedang melakukan makan siang bersama Zen dan bertindak sangat mesra dengan dirinya, pada sebuah restoran tempat mereka sedang makan siang tadi di saat sedang melakukan kencan mereka.
Memang sosok Zen tidak terlalu terlihat pada foto tersebut karena dirinya bisa dikatakan membelakangi pihak yang mengambil foto mereka. Tetapi wajah Ha Rin yang sangat amat terkenal itu bisa terlihat dengan sangat amat jelas bahwa foto tersebut merupakan foto dirinya.
Memang pada awalnya Ha Rin selalu menutupi wajahnya menggunakan masker dan mengenakan topi untuk menyamarkan keberadaanya. Namun disaat mereka makan siang tadi, wajahnya yang disembunyikan itu tentu dirinya buka karena dirinya juga sedang menyantap makanannya bersama Zen tadi.
Dengan beberapa pihak yang mengenalnya, mungkin mereka langsung memotret keberadaan dirinya yang berada di sana. Bahkan setelah dirinya sudah menyembunyikan keberadaannya kembali, karena sudah ketahuan dirinya mulai diikuti dan bisa terlihat dengan jelas bahwa Ha Rin melakukan kencan bersama Zen tadi.
"Bukankah ini kegiatan kita tadi, mengapa beritanya langsung menghebohkan?" tanya Zen yang cukup kebingungan dengan apa yang terjadi.
Bisa dikatakan tindakan yang dianggap kencan oleh mereka itu, baru saja mereka lakukan tadi sebelum mereka datang ketempat ini dan menyembuhkan Axillia. Maka dari itu, Zen cukup bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa berita tentang dirinya bisa tersebar dengan sangat amat cepat.
"Tentu saja akan sangat menghebohkan, Tuan Zen. Apalagi pemberitaan itu tentang salah satu wanita paling terkenal di dunia ini" balas Axillia yang menjelaskan mengapa pemberitaan itu bisa besar.
"Cih... sudah kubilang kamu tidak usah berisikan formal kepadaku, Axillia." hingga begitulah ucapan Zen membalas perkataan wanita Elf yang ikut melihat pemberitaan tentang Zen dan Ha Rin.
Apa yang dikatakan Axillia merupakan kebenaran. Karena sosok Ha Rin atau Jane yang sangat amat terkenal, membuat apapun yang dirinya lakukan akan langsung heboh, apalagi pemberitaan tentang dirinya yang sedang berkencan dengan seseorang.
Walaupun pada foto tersebut memang sosok Zen bisa dikatakan tidak terlihat sosoknya dengan jelas, tetapi bisa dipastikan Ha Rin sedang mengencani seseorang saat ini, karena foto-foto tersebut dengan jelas menunjukan kemesraan mereka saat melakukan kencan tadi.
__ADS_1
"Lalu, Apa yang harus aku lakukan, Zen?"