
Seorang wanita yang saat ini terbaring pada sebuah tempat tidur pasien, saat ini sedang menatap dengan nanar berbagai tempat yang sudah lama dirinya tidak lihat. Dengan mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk menuju matanya, saat ini wanita itu seakan merasa sedikit canggung dengan tingkahnya.
Sebuah ruangan putih dan terlihat sangat bersih saat ini menyambut pandangannya. Yang membuat dirinya kebingungan, dirinya masih sibuk mencari keberadaan seseorang yang sangat ingin dirinya temukan, disaat dirinya pertama kali membuka kelopak matanya.
Seorang yang sangat dirinya rindukan, seorang yang selalu membuatnya semangat untuk berjuang, dan seseorang yang sangat dirinya sayangi. Itulah yang sedang dicari oleh wanita yang baru saja terbangun dari tidurnya yang sangat lama.
“Ibu ingin tahu, kamu sudah tumbuh sebesar apa sekarang, Kelly” ucap wanita itu kemudian, yang mulai membayangkan putri kecil yang dulu dirinya tinggalkan.
Wanita itu merupakan Ibu dari Kelly, yang saat ini sudah sadar dari koma yang dirinya alami. Tentu dirinya merasa bahagia setelah dirinya sudah dipastikan sadar, dan penyakitnya bisa dikatakan sudah sembuh sepenuhnya, menurut penuturan dokter yang menghampirinya saat dirinya sadar tadi.
Namun dirinya tidak memperdulikan semua itu, karena dirinya lebih mementingkan untuk melihat sosok putrinya, setelah sekian lama dirinya tidak melihat sosoknya. Maka dari itu, wanita tersebut masih sibuk mencari dan menanyakan keberadaan putrinya.
Apalagi, Putri dari wanita itu memang selalu menyempatkan waktunya dengan rutin untuk menjenguknya keberadaan dirinya yang sedang koma. Bahkan dirinya bisa mendengarkan semua perkataan putrinya saat sedang menjenguknya, yang memang selalu mengajaknya berbincang.
“Ibu, kapan dirimu sadar?”
“Ibu, aku sudah bekerja sekarang”
“Ibu, aku sangat kesepian. Jadi, ayo bangun dan temani diriku”
“Ibu, kamu tahu, sahabatku Vero sangat menyebalkan hari ini”
“Ibu, aku iri dengan sahabatku, karena dirinya sudah menikah. Aku kapan ya, bisa seperti dirinya?”
Begitulah beberapa curhatan Kelly saat menjenguk dan merawat keadaan Ibunya yang berada pada masa koma selama ini. Tentu Ibu dari Kelly mengingat semua perkataan putrinya itu satu-persatu, karena hanya hal itu saja yang bisa dirinya lakukan selama dirinya menjalani masa koma.
Saat dirinya koma, tentu saja dirinya hanya bisa menjadi pendengar yang baik tentang apa yang dialami oleh putri semata wayangnya itu. Walaupun dirinya sangat ingin untuk sekedar mengusap kepalanya, bahkan membalas perkataannya saat putrinya menceritakan kesehariannya kepadanya.
Namun naas, karena kondisinya seperti itu, mau tidak mau Ibu dari Kelly hanya bisa mendengarkan keluh kesah putrinya itu saja tanpa bisa melakukan apapun. Hingga akhirnya, sebuah cahaya yang terang, saat ini sudah menyambut pandangannya untuk pertama kali, setelah dirinya membuka kelopak matanya setelah sekian lama berlalu.
“I-Ibu?”
Namun saat wanita itu masih merenungkan tentang kejadian yang lalu, pintu kamar tempat dimana dirinya dirawat dan berada saat ini mulai terbuka, dan memunculkan sesosok seorang wanita yang sangat amat cantik dan anggun yang mulai mendekat kearahnya.
__ADS_1
Dengan air mata haru yang terus keluar dari kelopak matanya, saat ini wanita cantik tersebut mulai mendekat kearah wanita yang sedang berbaring ditempatnya tersebut. Bahkan wanita itu tidak memperdulikan beberapa pihak yang bersamanya, dan saat ini mulai mendekat kearah wanita yang masih terbaring ditempat tidurnya .
Tentu senyum langsung muncul pada wanita yang akhirnya bisa melihat pertama kalinya, rupa putrinya setelah sudah tertidur beberapa tahun lamanya. Bahkan dirinya akhirnya juga tidak kuasa menahan air mata haru yang saat ini keluar dari matanya, setelah melihat sosok putrinya yang sedang mendekat itu.
“Kelly” ucap Ibu dari Kelly, yang akhirnya bisa menyebutkan dengan lantang nama putrinya, setelah sudah sekian lama dirinya tidak bisa melakukannya.
Dengan melihat sosok putrinya yang sudah bertumbuh dewasa disaat terakhir kali dirinya melihatnya, Ibu dari Kelly merasa sangat bahagia setelah melihat kondisi putrinya baik-baik saja. Bahkan bisa terlihat, putrinya tumbuh sangat amat cantik, yang menandakan bahwa kehidupannya baik-baik saja selama ini.
"Ibu..." Dan akhirnya, Kelly akhirnya bisa membalas perkataan Ibunya, yang dirinya dengar sendiri bahwa wanita yang sangat dicintainya itu, memanggil namanya setelah sekian lama dirinya tidak mendengarkan panggilannya.
Kelly tanpa pikir panjang, langsung membuang dirinya pada pelukan Ibunya saat ini. Seseorang yang sangat dirinya rindukan, dirinya sayang, dan dirinya nanti-nantikan kesembuhannya saat ini akhirnya sudah sadar, dan dirinya bisa merasakannya sendiri bahwa Ibunya akhirnya membalas pelukan yang dirinya berikan.
Suasana hangat dan haru akhirnya mulai menyelimuti pertemuan kembali pasangan Ibu dan anak tersebut, yang saat ini bertemu dengan keadaan berbeda. Apalagi pertemuan mereka saat ini, merupakan pertemuan yang amat sangat membahagiakan bagi mereka berdua.
“Kamu sudah besar, dan tambah cantik, putriku” ucap Ibu dari Kelly yang saat ini bisa menghirup sesuatu yang sangat harum, yang berasal dari parfum putrinya yang sangat dirinya rindukan keberadaannya.
“A-Akhirnya Ibu... Akhirnya...” ucap Kelly kemudian, yang merasa sangat bersyukur bahwa Ibunya saat ini sudah membuka matanya, dan yang terpenting membalas perkataannya dan pelukan yang dirinya berikan.
Tentu pemandangan itu membuat beberapa pihak yang saat ini melihat mereka berpelukan, juga mulai mengeluarkan air matanya karena kejadian tersebut sangat amat mengharukan. Bahkan salah satu dari mereka cukup senang akhirnya melihat akhir perjuangan dari seorang putri yang menunggu kesembuhan Ibunya.
“Biar Ibu melihat rupa mu sekali lagi, Nak” ucap Ibu dari Kelly, yang saat ini mulai melepaskan pelukannya dan ingin melihat kembali pertumbuhan putrinya itu.
Tentu dengan senyum bahagia, wanita itu saat ini mulai mengusap air mata dari Kelly dan melihat dengan lekat rupa putrinya itu. Wajah yang sangat cantik, akhirnya bisa dirinya lihat dengan mata kepalanya sendiri saat ini, dan wanita itu saat ini mulai mengusap dengan lembut kepala putrinya yang sangat dirinya rindukan itu.
Namun air matanya yang sudah diusap oleh Ibunya, ternyata tidak bisa menghentikan tangis haru dari Kelly. Karena memang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dirinya bisa merasakan sebuah kehangatan kasih sayang yang selama ini dirinya rindukan, dari sosok yang sedang mengusap kepalanya saat ini.
"Aku merindukan dirimu, Ibu" Ucap Kelly, disela-sela Ibunya sedang mengusap kepalanya dengan lembut.
"Ibu juga sangat merindukanmu, Putriku. Dan maafkan Ibu, karena selama ini tidak bisa berada di sisimu." Balasnya, yang terus mengusap kepala putrinya yang saat ini kembali menangis.
Beberapa orang yang mengikuti Kelly tadi, saat ini hanya menyaksikan interaksi dari Ibu dan anak tersebut saja. Karena memang mereka tidak ingin menggangguku kegiatan mereka, dan memberikan ruang kepada mereka berdua untuk saling melepas rindu.
Namun setelah beberapa saat mereka melepas rindu satu sama lain, tatapan Ibu dari Kelly saat ini mulai menatap beberapa orang yang datang bersama Putrinya. Tentu dirinya masih mencoba mengingat siapa mereka, karena memang dirinya belum bisa membedakan perubahan mereka, saat dirinya bertemu dengan mereka untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
__ADS_1
“Aku senang melihatmu sudah sadar, Lenneth” ucap seorang wanita kemudian, yang saat ini juga sangat merindukan sosok sahabatnya itu.
“L-Leni?” ucap wanita itu kemudian, setelah menyadari siapa yang menyapanya saat ini.
“Aku juga senang melihatmu juga sudah sadar, Bibi Lenneth” ucap Vero kemudian yang mulai mendekat kearah Ibu dari Kelly untuk menyapanya.
“V-Vero? Ternyata kamu juga bertambah cantik, Nak” ucap Ibu dari Kelly kemudian, yang akhirnya menyadari siapa kedua wanita yang sedang mendekatinya.
Tentu dirinya masih mengingat temannya Leni. Apalagi dirinya mengetahui cucu dari orang yang sering mambantu dirinya dan sekaligus sahabat putrinya, Vero. Jadi, dirinya merasa bahagia melihat kedua sosok mereka saat ini menyambut dirinya yang sudah sadar dari komanya.
Apalagi dirinya sangat berterima kasih kepada mereka, karena memang selama ini mereka yang merawat dan membantu putrinya dalam menjalani kehidupannya, dan menggantikan posisinya yang selama ini tidak bisa berada disisi putrinya.
“Lalu, siapa yang datang bersama kal-” namun perkataan dari Lenneth, Ibu dari Kelly terhenti setelah dirinya tidak sengaja melihat kearah Zen yang masih berdiri dengan tenang ditempatnya.
Memang wanita bernama Lenneth itu, tentu tidak menyangka sosok yang agung seperti Zen saat ini berada didepan matanya. Bahkan dirinya sangat terkejut bahwa sosok yang agung itu, juga ikut menyambut dirinya yang baru tersadar dari koma.
Bahkan Zen yang saat ini diperhatikan oleh wanita yang terkejut melihat keberadaannya itu, merasa cukup bingung dengan reaksi yang diberikan oleh wanita yang baru sadar dari komanya itu kepadanya. Karena memang, Zen merasa wanita itu sepertinya mengenali dirinya.
“Ah... ini sahabatku, Anabelle. Dan pria itu, Suamiku, Zen Gwillyn” ucap Vero kemudian, memperkenalkan kedua orang yang datang bersama dirinya dan Bibi Leni, saat mengikuti Kelly ketempat ini.
Memang Anabelle memutuskan untuk ikut serta dalam melihat kondisi Ibu dari Kelly. Apalagi dirinya sudah menganggap Kelly sebagai sahabatnya, dan membuatnya ingin melihat keadaan Ibunya, yang saat ini sudah sembuh dari penyakit yang dialaminya.
Namun berbeda dengan Zen yang sebenarnya datang ketempat ini untuk menemani Vero, Kelly dan Bibi Leni, tetapi mendapati bahwa wanita yang saat ini merupakan Ibu dari Kelly dan seseorang yang disembuhkan oleh dirinya, ternyata sepertinya mengenali sosoknya.
“Su-suamimu?” tanya Lenneth kemudian, yang saat ini menatap Vero dengan tatapan yang terlihat dengan jelas bahwa dirinya sangat terkejut, mendengar perkataan dari Vero itu.
Vero hanya mengangguk sambil tersenyum menjawab perkatannya, saat dirinya memperkenalkan Zen sebagai suaminya saat ini. Karena memang, entah mengapa dirinya merasa senang bahwa beberapa pihak menganggap Zen merupakan suaminya.
Lenneth memang mengetahui bahwa Vero sudah menikah, dari penuturan putrinya yang selalu menjenguknya pada saat koma. Namun dirinya tidak menyangka, bahwa Vero akan menikah dengan sosok yang sangat agung baginya itu.
Karena memang Ibu dari Kelly sangat mengenal sosok dari Zen yang saat ini menatapnya dengan ekspresi yang sangat datar itu. Apalagi mungkin yang menyembuhkan penyakit yang dirinya alami selama ini, merupakan sosok tersebut.
“Jangan beritahu mereka tentang identitas diriku” Namun sebelum Ibu dari Kelly ingin membalas perkataan Vero, dirinya dikejutkan dengan sebuah suara yang masuk kedalam benaknya.
__ADS_1
Tentu suara tersebut berasal dari Zen, yang mengirimkan pesan telepati kepada Ibu dari Kelly. Karena memang, Zen memperhatikan wanita itu benar-benar mengenali dirinya dan mungkin akan menyebarluaskan tentang identitas dirinya jika Zen tidak mencegahnya.
“Ya, Bibi. Nama saya Zen, Suami dari Vero”