Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Acara Penobatan


__ADS_3

Acara pawai dari anggota keluarga Kerajaan Gizeweith masih berlangsung dengan sangat amat meriah. Para penduduk Kerajaan tersebut juga sangat menikmati mengikuti acara pawai kerajaan tersebut, karena ini pertama kalinya mereka melihat sosok Raja mereka yang menyapa keberadaan para penduduknya bersama Permaisurinya.


Mereka saling bersorak meneriakkan nama Raja dan Permaisuri mereka dalam menyambut sosok mereka yang melewati jalanan yang digunakan sebagai pawai Kerajaan yang sedang berlangsung itu. Dengan sapaan yang dibalas sebuah lambaian dari mereka, membuat jalannya pawai Kerajaan itu sudah berlangsung dengan sangat amat meriah.


Bahkan berbagai pihak luar yang sengaja memang mencoba untuk datang dan ingin melihat prosesi itu bisa dikatakan sangat iri melihatnya. Karena mereka bahkan tidak diperkenankan untuk mengikuti acara yang terlihat sangat ramai dan diikuti beberapa pihak yang sedang menikmati prosesi pawai kerajaan yang sedang terjadi.


"Mengapa saya harus ditahan?" dan begitulah ucapan seorang pihak yang dirinya sudah diborgol dan mulai diamankan oleh pihak kepolisian.


"Anda sudah diperingatkan sebelumnya, bahwa anda tidak boleh menyelinap pada acara yang sedang berlangsung ditempat ini, tetapi anda tetap saja tidak mendengarkannya" ucap pihak kepolisian yang mulai menahannya.


Memang masih ada pihak yang sangat penasaran dan ingin melihat secara langsung prosesi tersebut. Bahkan mereka terus berusaha menyelinap untuk setidaknya melihat sendiri prosesi yang sedang berlangsung tersebut. Namun sangat disayangkan, apa yang mereka lakukan itu selalu saja terhalangi oleh pihak kepolisian yang dengan sigap menggagalkan tindakan mereka.


Bisa dikatakan, polisi pada Kerajaan ini juga sangat amat sibuk. Karena memang, mereka mulai menangkap satu persatu pihak yang ingin menyelinap mengikuti acara yang sedang berlangsung sangat meriah itu dan juga ingin melihat secara langsung rupa dari pihak yang menyembunyikan identitasnya sampai saat ini.


Namun naas, karena ketatnya penjagaan yang terjadi, bisa dikatakan tidak ada yang berhasil melakukannya. Bahkan berbagai rencana yang mereka gunakan untuk menyelinap, entah mengapa langsung dihalangi oleh pihak kepolisian yang segera memberi peringatan kepada mereka, hingga menangkap satu persatu pihak yang melakukan hal tersebut.


"Ya... sepertinya untuk saat ini kondisi sudah kondusif" dan begitulah ucapan salah satu malaikat maut, yang memang bertugas menjaga jalannya acara yang sedang berlangsung itu.


Disisi lain, menghiraukan para pihak yang sudah tertangkap, saat ini beberapa penduduk juga mulai mengikuti kereta kuda yang membawa Zen dan Vero untuk menuju area King Palace. Karena setelah pawai itu berakhir, acara selanjutnya adalah prosesi pengangkatan Vero dan perkenalan Vero sebagai permaisuri akan dimulai.


Kerumunan yang mengikuti kereta kuda mereka bisa dikatakan sangat amat panjang saat ini, karena mereka juga sangat antusias untuk melihat acara penobatan yang akan berlangsung sebentar lagi. Apalagi kerumunan tersebut juga sudah berbaris dengan rapi untuk mengikuti kereta kuda yang ditumpangi oleh Zen dan Vero saat ini.


"Aku tidak tahu seluruh penduduk Kerajaan ini akan seantusias ini, Zen" ucap Vero yang dimana dirinya masih melambaikan tangannya kepada beberapa pihak yang masih menyapa dirinya.


Bisa dikatakan pawai itu akan berakhir, yang dimana mereka akan bersiap untuk memasuki area King Palace yang menjadi sebuah garis akhir dari acara pawai tersebut. Namun begitu, antusias para warga yang mengikutinya masih terbilang sangat amat tinggi dan saat ini mereka juga sudah berbondong-bondong untuk memasuki kawasan King Palace.


Tentu masih ada beberapa pihak yang masih menantikan pawai tersebut untuk lewat diarea mereka. Hingga akhirnya kereta kuda yang membawa bintang dari acara tersebut mulai lewat dengan perlahan dan menyapa pihak-pihak yang masih menantikan kemunculan sosok yang sedang mengikuti pawai Kerajaan, yang dimana sosok Raja mereka akhirnya mulai muncul dihadapan mereka bersama Permaisurinya.

__ADS_1


"Ya... wajar saja. Ini juga pertama kalinya diriku menunjukan sosokku kepada mereka. Maka dari itu, bisa dipastikan mereka juga sagat menantikannya" ucap Zen yang dengan senyum yang terpampang pada wajahnya, dirinya juga terus melambaikan tangannya kepada Rakyatnya.


Acara itu seakan menjadi semacam sebuah festival di sana, hingga akhirnya pawai yang benar-benar sudah berlangsung sedari tadi itu akhirnya mulai diakhiri dengan tibanya pasangan kerajaan yang menjadi bintang utama dari berbagai acara yang akan berlangsung itu, pada King Palace tempat akhir dari perjalanan pawai mereka.


Dengan sudah sampai pada tempat yang mereka tuju dan sat ini Vero sudah dibantu untuk turun, akhirnya resmi sudah acara pawai Kerajaan yang mereka hadiri itu berakhir sepenuhnya. Seluruh keluarga Zen dan pihak yang ikut dalam pawai itu juga sudah turun dari kereta kuda mereka masing-masing saat ini.


Hingga akhirnya mereka mulai mempersiapkan semua hal untuk acara selanjutnya yang akan terjadi sebentar lagi. Apalagi bisa dikatakan hari ini banyak sekali rangkaian acara yang akan terjadi untuk merayakan pernikahan dari Zen dan Istrinya.


"Aku akan membawa Istrimu, Kakak Ipar. Karena dirinya harus mengganti pakaiannya saat acara pengenalan dan pengangkatannya yang akan berlangsung sebentar lagi." dan begitulah ucapan adik ipar dari Zen yang langsung menjemput Vero setelah acara itu berakhir.


Tanpa menunggu persetujuan Zen, sosok Vero saat ini sudah diseret untuk segera beranjak dari tempatnya. Hingga akhirnya kedua pasangan itu sudah berpisah dan Zen juga memutuskan untuk beranjak dari tempatnya berada dan juga akan mengganti pakaiannya.


"Bagaimana, apakah melelahkan Kak?" tanya Ramiel yang menyambut sosok Kakaknya yang berpapasan dengan dirinya itu.


"Hmm... tidak terlalu. Apalagi setelah mengetahui bahwa mereka sangat tulus menyambut keberadaan diriku" ucap Zen yang menjawab perkataan dari adiknya.


Maka dari itu, Zen tidak mempermasalahkan bahwa dirinya harus melakukan hal tersebut, dan saat ini akan menjalani berbagai prosesi yang akan terlaksana sebentar lagi, yaitu perkenalan sosoknya dan sosok Istrinya Vero kepada khalayak umum pada Kerajaannya.


“Lalu, apakah Kakak Ipar sudah memilih kehidupan apa yang akan dirinya jalani?” tanya Mikhael yang juga ikut dalam percakapan itu.


“Ya... dirinya akan memilih menghentikan roda kehidupan miliknya” ucap Zen dan langsung mendapatkan anggukan dari Mikhael.


Bisa dikatakan, selain acara perkenalan dan peresmian sosok Vero menjadi seorang Permaisuri dari Raja Kerajaan ini, hal tersebut juga akan terlaksana sebuah ritual yang akan dipilih oleh Vero, yang dimana pilihan kehidupan apa yang dirinya inginkan untuk bisa hidup bersama dengan Zen.


Tentu dirinya akan ditanyai bagaimana dirinya akan hidup sebagi istri dari Seorang Pemilik Kuasa. Karena seperti yang diketahui sosok suaminya akan hidup abadi di dunia ini. Jadi, Vero harus memilih tentang kehidupan yang ingin dirinya jalani untuk menemani sosok suaminya tersebut.


Seperti yang diketahui, pilihannya hanya ada dua untuk bisa hidup berdampingan dengan Zen yang bisa dikatakan sesosok mahluk abadi. Yaitu Reinkarnasi atau penghentian roda kehidupan. Vero tentu sudah ditanyakan tentang pilihan tersebut, dan dirinya memutuskan memilih ikut hidup abadi dengan suaminya.

__ADS_1


Jadi selain acara pengangkatan dirinya nanti yang akan dibuah statusnya menjadi seorang Permaisuri, nanti juga ada sebuah prosesi yang akan membuat roda kehidupannya berhenti dan dirinya akan berubah sepenuhnya menjadi sosok yang abadi sama seperti Zen dan hampir seluruh keluarga barunya.


“Lalu, bagaimana dengan wanita yang Kakak panggil Bibi Leni tersebut?” tanya Mikhael kemudian, yang memastikan kembali pilihan apa yang akan diambil oleh sosok orang tua dari Vero itu.


“Dirinya tidak ingin memilih apapun” ucap Zen yang memberikan keputusan dari Bibi Leni dan mendapatkan anggukan dari Mikhael.


Tentu Zen sudah menawarkan sebuah kehidupan abadi kepada Bibi Leni, karena bisa dikatakan dirinya juga orang yang penting bagi Istrinya. Maka dari itu Mikhael mulai memastikan keputusan apa yang diambil oleh wanita itu tentang hidupnya.


Hingga akhirnya Bibi Leni memutuskan bahwa dirinya akan tetap menjadi manusia sampai akhir kehidupannya. Karena bisa dikatakan, dirinya ingin menjalani sebuah kehidupan yang lebih baik lagi pada kehidupannya yang selanjutnya.


Maka dari itu disaat dirinya ditawarkan untuk bisa menjadi abadi oleh Zen, Bibi Leni langsung menolaknya. Karena yang terpenting, dirinya juga sudah cukup bahagia dengan kehidupan yang sedang dirinya alami sekarang dan tidak ingin memperpanjangnya hingga dirinya abadi.


“Baiklah. Kalau begitu, prosesi nanti hanya akan dilakukan oleh Kakak Ipar saja kalau begitu” ucap Mikhael yang juga mulai mempersiapkan diri untuk acara yang akan dirinya pimpin sebentar lagi.


Semua proses yang akan mereka lakukan nanti bisa dikatakan akan sepenuhnya dipimpin oleh Mikhael. Maka dari itu, sangat wajar dirinya menanyakan berbagai hal kepada Kakaknya sebelum acara yang akan dipimpin oleh dirinya dimulai.


Tentu dirinya melakukan semua itu untuk memastikan acara yang akan berlangsung nanti akan berjalan sangat amat lancar. Karena bisa dikatakan, acara nanti merupakan acara perdana yang dilakukan oleh Kerajaan ini dan akan disaksikan juga oleh para penduduknya untuk pertama kalinya.


"Ya.. aku serahkan semuanya kepadamu" balas Zen yang menyahuti perkataan adiknya tersebut.


Mikhael hanya mengangguk saja mendengarkan perkataan Kakaknya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mulai berpisah dan mempersiapkan diri masing-masing dalam sebuah acara yang akan berlangsung nanti. Hingga akhirnya Mikhael sudah terlebih dahulu mulai berpisah dengan mereka karena dirinya menjadi sosok yang penting dalam acara yang akan berlangsung sebentar lagi.


Apalagi, walaupun proses penghentian roda kehidupan bisa Zen lakukan sendiri kepada Istrinya, tetapi Zen memutuskan untuk menyerahkan permasalahan itu kepada saudaranya itu, agar terlihat lebih sakral proses tersebut nantinya dimuka umum.


Karena bisa dikatakan, proses penghentian roda kehidupan merupakan suatu proses yang sangat amat penting bagi seluruh keluarga dari Zen, karena bisa dibilang proses itu akan membuat sosok yang mereka hentikan roda kehidupannya akan menjalani kehidupan yang panjang untuk menemani orang yang sangat mereka cintai di dunia ini.


“Kalau begitu, aku juga ikut bersiap untuk acara yang akan dimulai sebentar lagi”

__ADS_1


__ADS_2