Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kenyataan Menyakitkan


__ADS_3

Seorang pria yang salah satu kaki dan tangannya belum pulih sepenuhnya, dengan paksa menyuruh para dokter yang merawatnya untuk membolehkan dirinya keluar dari rumah sakit tempat dirinya sedang dirawat. Apalagi dari sebuah informasi yang dirinya terima tadi, membuatnya semakin yakin untuk keluar dari tempat ini secepat mungkin.


“Apakah benar apa yang kamu katakan itu Xin Wei?” tanya Richard kepada asisten khusus keluarganya, yang memang saat ini ditugaskan untuk menjaganya.


“Benar Tuan. Informasi yang saya dapatkan itu memang valid” balas Bawahannya itu, membenarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Richard.


“Lalu dengan siapa dirinya menikah?” tanya tuannya yang sudah mulai emosi mendengar perkataan dari bawahannya itu.


“Itulah yang aneh Tuan. Karena Kami seakan tidak bisa mengakses informasi tentang siapa yang dinikahi oleh Nona Veronica hingga saat ini” balas Xin Wei.


“Ha? apa maksudmu? Lalu bagaimana dirimu tahu bahwa informasi itu benar, jikalau kamu tidak tahu siapa yang dinikahinya?” tanya Richard kembali, yang sudah mulai kesal dengan ketidak pastian jawaban yang baru saja dirinya terima dari bawahannya itu.


Memang informasi tentang Vero sudah menikah sudah diketahui oleh anak buah dari Richard yang terus mengawasi gerak-geriknya. Namun anehnya, saat mereka ingin menelusuri informasi itu lebih lanjut, seakan ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk melakukan hal tersebut.


Termasuk Xin Wei saat ingin mengkonfirmasi informasi yang dirinya terima itu, namun pihak catatan sipil seakan menolak menunjukan dokumen atau informasi dari pria yang dinikahi oleh Vero. Bahkan Xin Wei sudah menggunakan latar belakang tuannya untuk mendapatkan informasi itu, namun sayangnya dirinya juga gagal mendapatkannya.


“Itu dia Tuan yang membuat saya juga tidak mengerti, mengapa informasi tersebut ditutup rapat-rapat” balas bawahannya itu.


Mendengar itu Richard cukup bingung dengan apa yang baru saja dirinya dengar itu. Dengan posisi Vero sekarang, dirinya tentu tidak akan bisa melakukan tindakan dalam mengatur sebuah lembaga pemerintahan, bahkan Richard tidak pernah mendengar bahwa Vero pernah melakukan hal tersebut.


Namun, saat ini sebuah lembaga negara sedang menutup rapat-rapat informasi tentang dirinya itu, dan membuat Richard cukup risau. Bahkan menurutnya, mungkin Suami Vero merupakan seseorang dengan identitas yang sangat amat kuat dan membuat lembaga seperti itu tidak berani untuk mencari masalah dengannya.


“Lalu, dimanakah Vero berada saat ini?” tanya Richard kemudian yang menanyakan keberadaan orang yang paling dicintainya itu.


“Jakarta” balas bawahannya itu.


Dan disinilah dirinya berada, disebuah kamar hotel yang disewa wanita yang sangat dicintainya dan saat ini sedang memeluk mesra tangan suaminya didepannya. Bisa terlihat raut wajah bahagia terpampang pada wajah wanita tersebut, dan membuat Richard entah mengapa langsung merasa emosi.


“Pulanglah, jangan mengganggu waktu kami. Apalagi suamiku baru saja kembali saat ini” ucap Vero yang mulai memanas-manasi kembali pria yang dirinya anggap menjijikan itu.

__ADS_1


Awalnya Zen cukup bingung dengan perilaku dari Vero, karena wanita yang saat ini sedang memeluk lengannya berubah sifatnya kepada dirinya saat ini. Namun setelah beberapa lama kemudian dirinya mulai paham dengan apa yang dilakukan oleh Vero.


Zen mulai merasakan aura negatif mulai keluar dari diri pria yang saat ini duduk di atas sebuah kursi roda. Dari aura kebencian, kecemburuan, kesal dan marah terus keluar dan mulai pekat, sehingga Zen bisa merasakan aura kebencian penuh dari pria yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.


“Cepat ceraikan dirinya!” teriak Richard yang sudah terlihat sangat emosi melihat tingkah kedua insan tersebut.


Tentu Zen, Vero dan Kelly cukup terkejut mendengar pria yang sedang duduk di atas kursi roda berteriak kepada mereka. Namun Vero yang mendengar itu cukup puas untuk membuat cemburu pria yang selalu saja menggangu dirinya dan hampir pernah melecehkan dirinya itu.


Namun sebelum Vero memanasi Richard lebih lanjut, seorang pria bersetelan formal mendekati mereka. Dengan membungkuk hormat kepada semua orang yang berada di sana, dirinya langsung mendekat kearah Richard.


Tentu Vero dan Kelly mengetahui siapa pria itu, dan membuat mereka mulai bungkam saat ini. Karena memang pria itu sangat berbeda dari orang-orang yang disewa oleh Richard tadi. Apalagi Vero dan Kelly cukup khawatir jika memang pria yang baru saja tiba itu akan bertindak atas apa yang terjadi pada tuannya itu.


“Tuan, anda disuruh kembali menuju kediaman anda oleh kedua orang tua anda” ucap pria yang ternyata Xin Wei, sekertaris pribadi dari keluarga Richard.


“Berani-beraninya kamu menyuruhku kembali, sedangkan permasalahan diriku ditempat ini belumlah selesai!” Teriak Richard yang mulai meluapkan emosinya kepada bawahan keluarganya itu.


“Cih... beruntunglah kamu saat ini, karena masih selamat. Seorang kasir sepertimu itu pasti akan mendapatkan ganjarannya.” Balas Richard dan ingin meludahi Zen setelah dirinya mengucapkan perkataan seperti itu.


Tentu Zen cukup kesal karena sebuah air liur mulai mendekat kearah wajahnya. Karena hal itu termasuk penghinaan baginya, Zen tidak bisa tinggal diam dan mulai menghindari air liur yang datang kearahnya dan langsung berjalan dengan kesal kepada pria yang sedang duduk di atas kursi roda itu.


“Hehh... aku dengan baik hati mematahkan salah satu kaki dan tanganmu, tetapi kamu sepertinya tidak kapok. Kalau begitu, bagaimana jika aku akan mematahkan semuanya?” balas Zen yang saat ini sudah berada didekat kursi roda dari Richard, dan hendak mematahkan sisa tangan dan kakinya yang masih berfungsi.


Namun, saat Zen ingin melakukan rencananya, Xin Wei langsung menghalangi tindakannya itu. Dengan senyuman yang terus terpampang pada wajahnya, dirinya tidak membiarkan siapapun saat ini kembali melukai tuannya.


Tentu melihat pesuruh keluarganya itu mulai bertindak, membuat Richard semakin percaya diri dengan intimidasi yang akan dirinya lakukan. Karena memang dirinya mengetahui rahasia dari pria yang saat ini melindunginya, dan menganggap Zen tidak mungkin sebanding dengan dirinya dalam hal kekuatan.


“Minggir, atau kamu akan menjadi sepertinya” balas Zen, yang menatap Xin Wei dengan tatapan yang sangat tajam.


“Maaf Tuan, tetapi kamu tid-” namun sebelum Xin Wei menyelesaikan kalimatnya, sebuah tendangan dengan gerakan cepat langsung mengenai kepalanya dan membuatnya terpental beberapa kaki kebelakang, dan mulai terkapar ditempatnya.

__ADS_1


"Bersyukurlah masih ada saksi mata disini, kalau tidak lehermu itu akan aku buat berfungsi seperti leher seekor burung hantu." ucap Zen yang mulai mendekatkan langkahnya menuju Richard.


Tentu adegan itu membuat semua orang yang berada di sana cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zen tadi. Bahkan Richard yang sebelumnya sangat percaya diri karena keberadaan Xin Wei membuat nyalinya langsung menciut, melihat bawahannya itu sudah tersungkur dilantai.


Bahkan Kelly yang pernah berhadapan dengan Xin Wei dahulu, cukup terkejut melihat suami dari sahabat baiknya itu, bisa dengan mudah mengalahkan pria yang bisa, bahkan mengalahkan dirinya.


“Baiklah. Karena aku sudah lelah, aku akan melakukannya dengan cepat” balas Zen yang sudah siap menggerakkan kembali kakinya dan bersiap mematahkan kembali kaki dan tangan dari Richard.


Disisi lain, Xin Wei yang sudah terkapar dilantai koridor tempatnya berada saat ini, cukup terkejut dengan apa yang baru saja dirinya alami. Wajahnya yang sebelumnya menunjukkan ekspresi senyum, saat ini sudah berubah menjadi raut wajah serius.


“S-Siapakah sebenarnya dirinya?” ucap Xin Wei yang masih terkejut mendapati dirinya dengan mudah dikalahkan, karena memang dirinya mempunyai sebuah kemampuan spesial di dalam tubuhnya.


Namun belum surut keterkejutan yang dirinya rasakan, dirinya mulai mendengar suara teriakan kesakitan dari anak Tuannya, yang saat ini terlihat dengan jelas sedang mengalami hukuman yang diterima olehnya atas perbuatannya tadi.


Dan begitulah suara teriakan kembali terdengar dari seorang pria, yang dimana salah satu kakinya dan tangannya yang belum pulih sepenuhnya, tetapi tangan dan kakinya yang masih berfungsi dengan baik, saat ini akan disama ratakan kondisinya oleh pria yang saat ini terlihat sangat menikmati melakukan hal tersebut.


“Lepaskan Tuanku” Teriak Xin Wei yang saat ini tidak memperdulikan apapun yang dirinya alami, dan langsung melesat kearah anak dari tuannya berada itu.


Namun saat dirinya sudah mendekat kearah Tuannya, tiba-tiba saja tubuhnya langsung merinding setelah merasakan sebuah tatapan tajam yang dilontarkan oleh Zen kepadanya. Tentu melihat itu, dirinya langsung menghentikan langkahnya, karena dirinya tahu bahwa jika dirinya terus melangkah lebih jauh dirinya akan mati.


“Bawalah sampah ini pergi dari sini, dan semua orang yang sudah tak sadarkan diri ditempat ini. Jika saat aku keluar kembali dan mereka berada disini, kamu orang selanjutnya yang akan aku temui” balas Zen dengan nada mengancamnya.


Xin Wei yang merasa terintimidasi hanya gemetar, dan tidak bisa menjawab apa yang dilontarkan oleh Zen kepadanya. Bahkan ini pertama kalinya dirinya merasa tidak berdaya, dan membuatnya memutuskan dengan cepat mengevakuasi tuannya yang kondisinya sangat mengenaskan itu terlebih dahulu.


Dengan menelan ludahnya untuk meningkatkan keberaniannya sedikit, akhirnya Xin Wei dengan cepat langsung meraih kursi roda tuannya dan mendorongnya untuk melarikan diri dari sana. Hingga kedua orang itu akhirnya sudah menghilang dari pandangan dirinya berserta Vero dan Kelly


Zen sendiri saat ini mulai menghentikan menunjukkan raut wajah menyeramkan yang terpampang diwajahnya itu, dan merubahnya menjadi ekspresi datar ciri khasnya. Hingga akhirnya dirinya saat ini menatap kedua wanita yang melihatnya dengan tatapan keterkejutan mereka, atas tindakan yang dirinya lakukan tadi.


"Apakah kalian tidak apa-apa?"

__ADS_1


__ADS_2