
Saat ini, sebuah acara makan yang sedang dilakukan oleh sepasang pria dan wanita, sudah memasuki menu untuk hidangan makanan utama mereka. Tentu mereka berdua mulai tersenyum setelah makanan yang terlihat lezat itu sudah disajikan dihadapan mereka saat ini.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada pelayan yang membawakan makanan mereka, pelayan yang menghidangkan makanan tersebut mulai beranjak dari sana dan membuat kedua pasangan itu mulai menyantap makanan mereka masing-masing.
“Jadi, dirinya menjadi buronan saat ini ya..” Ucap Zen yang memulai kembali percakapan yang dirinya lakukan dengan Amaterasu saat ini.
Amaterasu sedari tadi memang sudah menjelaskan apa yang terjadi pada Negara tempat asalnya, setelah perbuatan para Vampire yang saat ini sangat membuat semua Dewa Shinto mulai risau dengan pergerakan mereka yang semakin meresahkan.
“Benar. Karena saat ini Dewa buronan Loki, akan membangkitkan kembali Ras Giant” balas Amaterasu menyahuti perkataan dari Zen.
"Hm... Ras Giant ya.." balas Zen kemudian.
Ras Giant atau yang bisa disebut para raksasa, memang menjadi musuh utama dari pihak Dewa Nordik dahulu kala. Kedua belah pihak bahkan sampai berperang habis-habisan pada peperangan tersebut, yang dimana peperangan itu akhirnya dimenangkan oleh Pihak Nordik.
Tentu tidak ada kemenangan yang murni dari sebuah peperangan. Karena Para Dewa Nordik juga mengalami kehilangan yang cukup parah, terutama beberapa Dewa yang tewas atas peperangan tersebut. Bahkan bisa dikatakan setelah peperangan tersebut, pihak Nordik bisa dikatakan ikut kalah, atas kerugian yang mereka alami selama peperangan itu berlangsung.
Sedangkan disisi lain, pihak Giant sendiri dipastikan langsung musnah sepenuhnya, dan menyebabkan ras mereka sudah punah dimuka bumi ini akibat peperangan tersebut. Tetapi sudah menjadi rahasia umum, bahwa masih ada ras Giant yang selamat dari peperangan tersebut.
“Dan Loki salah satu dari Ras Giant bukan?” tanya Zen, yang mencoba menebak jalan cerita yang sedang diceritakan oleh Amaterasu.
“Begitulah apa yang kami ketahui. Karena memang pada pengetahuan sejarah Dewa Nordik, ada seorang Dewi dari Pihak Nordik, yang jatuh cinta dengan seorang Giant dan hasil cinta mereka menghasilkan seorang putra, yaitu Loki” balas Amaterasu.
Loki memang dikenal sangat tidak akur dengan para Dewa Nordik yang lainnya, apalagi para Dewa dari faksi yang lainnya. Selama ini dirinya hanya hidup untuk membuat kekacauan pada sebuah tempat karena menurutnya itu menyenangkan.
Dan akhirnya, menurut berita yang mereka dapat dari pihak Dewa Nordik. Saat ini dirinya ingin kembali membangkitkan Rasnya yang sudah punah selama ribuan tahun yang lalu. Maka dari itu saat ini dirinya langsung dijadikan Dewa sesat oleh para Dewa Nordik.
“Lalu, apa hubungannya dengan para Vampire yang sedang mencari darah langkah, dengan dirinya yang menjadi Dewa Buronan?” tanya Zen.
“Karena, dirinyalah yang menyuruh pihak Vampire yang melakukan penculikan para manusia yang mempunyai darah langkah tersebut” balas Amaterasu kemudian.
Tentu hingga saat ini semua pihak masih belum mengetahui mengapa Loki menyuruh para Vampire untuk melakukan hal tersebut. Tetapi mereka mulai memprediksi bahwa apa yang dilakukan Vampire saat ini, merupakan salah satu rencana untuk membangkitkan para Giant.
__ADS_1
Walaupun beberapa pihak masih belum bisa menghubungkan permasalahan penculikan itu, dengan rencana dari Loki yang membangkitkan Ras Giant. Tetapi semua pihak sepakat bahwa hal itu harus mereka cegah, karena mereka tidak ingin sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Hm... ternyata memang semakin menarik cerita yang kamu ceritakan sedari tadi itu” balas Zen kemudian, yang memang kepalanya saat ini dipenuhi dengan beberapa informasi baru dan sangat menikmati penuturan sebuah cerita dari Amaterasu sedari tadi.
“Maka dari itu Tuan Sloth, kami ingin meminta bantuan anda dalam menyelesaikan permasalahan ini” balas Amaterasu kemudian.
Mendengar permintaan wanita yang berada dihadapannya, tidak membuat Zen langsung menjawab permintaan yang dilontarkan oleh Amaterasu itu. Bahkan dirinya mulai memotong steak yang berada di piringnya, sebelum dirinya memasukan potongan tersebut kedalam mulutnya untuk disantap olehnya.
“Sebenarnya, anak angkat dari Loki saat ini berada di sisiku” ucap Zen kemudian, sambil meminum wine yang disediakan di sana, untuk menemani santapan yang sedang disantap oleh Zen saat ini.
“Benarkah?!” ucap Amaterasu yang terkejut mendengar perkataan dari Zen tersebut.
“Yap... tapi jangan terlalu berekspektasi tinggi kepada dirinya, karena memang dirinya juga tidak mengetahui rencana Ayah Angkatnya itu. Apalagi aura penciuman yang dimilikinya tidak bisa kembali mencium keberadaan Ayah angkatnya saat ini” balas Zen kemudian.
Mendengar itu, Amaterasu yang merasa bersemangat karena sudah mendapatkan sebuah titik terang, saat ini kembali menyurutkan semangatnya itu. Apalagi dirinya masih tidak mempercayai dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Zen tersebut.
Apalagi Amaterasu seakan mulai memperhatikan Zen dengan tatapan yang penuh selidik saat ini, untuk mencari tanda-tanda bahwa pria itu saat ini tidak sedang dimanipulasi. Walaupun apa yang Zen katakan tadi bisa dibilang cukup masuk akal, tetapi Amaterasu mencoba untuk memastikan saja.
Tentu siapa yang tidak mengetahui kehebatan kekuatan manipulasi dari Loki. Jadi dirinya mengira Zen saat ini masuk kedalam manipulasi dari pria tersebut. Karena memang, Amaterasu mengira bahwa anak angkat dari Loki sengaja dirinya suruh untuk mendekati sosok Zen dan mencoba menjadi mata-mata untuk Ayah Angkatnya itu.
“Cih... Menurutmu, jika ada orang yang mencoba memanipulasi diriku, akan aku biarkan?” tanya Zen kemudian, yang menjawab perkataan tidak masuk akal dari Dewa didepannya.
Zen tidak akan membiarkan siapapun yang mempunyai niat jahat kepadanya, apalagi mereka yang berada disisinya. Bahkan bisa dipastikan, Zen akan langsung membunuh mereka, jika memang ada yang berani melakukan hal tersebut seperti misalnya mencoba mengkhianati dirinya.
Tapi berbeda dengan Fenrir. Walaupun dirinya merupakan anak angkat dari Dewa yang terkenal akan kemampuan manipulasinya, tetapi Zen dengan yakin bahwa bawahan barunya tersebut tidak akan mengkhianati dirinya. Apalagi Zen sangat mudah melihat sesuatu didalam jiwa seseorang. Jadi, bisa dipastikan Fenrir saat ini berada di pihaknya.
“Hm... benar juga perkataan anda, Tuan Sloth” balas Amaterasu, yang akhirnya menyadari bahwa dirinya tidak perlu sampai berfikiran bahwa pria didepannya sedang dimanipulasi.
Siapa yang tidak mengetahui tentang kemampuan para Deadly Sins yang bisa merasakan aura negatif dari seseorang. Jadi, mereka akan jarang sekali terkena manipulasi dari beberapa pihak yang ingin melakukannya, karena dipastikan mereka akan mengetahui dengan pasti kelakuan orang yang akan melakukan hal tersebut kepada mereka.
“Tetapi, apakah anda bersedia membantu kami? Karena setahu saya, anda memiliki kemampuan untuk menemukan sesuatu yang janggal, Tuan Sloth?” tanya Amaterasu kembali, dan berharap Zen akan memberikan sebuah tanggapan positif kepadanya.
__ADS_1
“Maafkan aku, tetapi aku tidak bisa melakukannya” balas Zen yang langsung menolak permintaan dari Amaterasu.
Walaupun perkataan Zen itu juga sudah diprediksi oleh Amaterasu sedari tadi. Namun hal itu tetap membuat dirinya terkejut, karena dirinya tidak menyangka Zen akan benar-benar menolak permintaannya saat ini. Apalagi Amaterasu sudah menganggap bahwa suasana pertemuan mereka sudah cukup baik sedari tadi.
Apalagi bisa terlihat tidak ada gesture yang dikeluarkan oleh Zen, yang menganggap bahwa dirinya tidak senang hingga saat ini. Jadi, Amaterasu cukup kecewa karena permintaannya yang tulus itu, ditolak mentah-mentah oleh Zen.
“Tetapi, Tuan Sloth. Bukankah jika rencana dari Loki berhasil, maka dunia ini bisa dikatakan akan kacau?” tanya Amaterasu kembali.
“Aku tahu. Tetapi Nona Amaterasu, apakah kamu melupakan identitas asli dari diriku?” balas Zen dan membuat Amaterasu saat ini langsung bungkam dibuatnya.
Selain Zen merupakan seorang pemilik kuasa, dirinya merupakan seorang yang mengawasi tentang kematian dari semua yang akan diawasinya. Jadi, jika kekacauan benar terjadi dan menyebabkan banyak kematian, mengapa dirinya harus berusaha menghentikannya.
Memang dirinya akan menghalangi beberapa dari mereka. Tetapi hal itu didasarkan atas kemauan dirinya sendiri untuk melakukannya. Bukan karena permintaan orang lain, yang memerintahkan atau meminta tolong kepadanya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Walaupun memang Zen akan melonggarkan perbuatannya itu kepada seluruh keluarganya dan beberapa pihak yang dikenalnya. Tetapi tetap saja Zen tidak ingin asal menerima permintaan dari seseorang, yang ingin menggunakan kekuatannya untuk mencegah sesuatu yang harusnya akan terjadi.
“Hahh... baiklah kalau begitu” ucap Amaterasu yang saat ini hanya bisa menerima kenyataan, bahwa rencananya untuk membujuk Zen bisa dikatakan gagal.
“Tapi, aku bisa membantumu jika berurusan dengan Para Vampire” ucap Zen kemudian, yang langsung membuat Amaterasu membulatkan matanya karena terkejut mendengar pernyataannya.
Siapa yang tidak terkejut dengan pernyataan Zen itu. Bahkan Amaterasu yang awalnya sudah pasrah dan menerima keadaannya, cukup terkejut saat mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Zen, saat dirinya sudah memutuskan bahwa rencananya dalam mengajak kerja sama dengan Zen gagal.
“B-Benarkah, Tuan Sloth?” tanya Amaterasu yang ingin mengkonfirmasi lagi perkataan yang dilontarkan oleh Zen itu.
“Yap. Karena memang, aku sangat benci dengan keberadaan mereka” balas Zen kemudian, yang sudah menyelesaikan makanan utama yang dirinya santap, lalu meneguk habis wine yang sudah disediakan untuknya itu.
Tentu jika ada salah satu pihak berbuat masalah dengan dirinya, Zen akan sangat kesal jika dirinya belum menghabisi pihak tersebut. Jadi, dirinya memutuskan untuk menghabisi para Vampire yang selalu membuatnya kesal, karena mereka selalu saja mencari masalah dengan dirinya.
Sebenarnya, Zen hanya kesal dengan pihak Vampire yang sedang merusak kediamannya saja. Namun ternyata, salah satu pihaknya berani-beraninya mencari masalah dengan seseorang yang penting bagi Zen. Apalagi jika wanita itu mati, maka Zen tidak akan memiliki sesuatu yang membuatnya bersemangat tinggal di dunia ini lagi.
“Kalau begitu, kita akan mulai dari mana mencari keberadaan mereka, Tuan Sloth?”
__ADS_1