Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Bingung


__ADS_3

Zen dan Vero saat ini sudah turun dari dalam pesawat yang mereka tumpangi menuju Ibukota dari Negara ini. Dengan menempuh perjalanan yang memakan waktu setengah jam itu, akhirnya mereka tiba dengan selamat pada Ibukota Jakarta saat ini.


Sambil menunggu barang bawaan mereka yang mereka taruh didalam bagasi tiba, akhirnya Vero mulai menghidupkan kembali ponsel pintar miliknya, setelah dirinya mematikannya saat masih didalam penerbangan yang dirinya tumpangi tadi.


“Hm... mengapa Kelly dari tadi menghubungiku?” gumam Vero, yang saat ini memeriksa ponselnya dan mendapati banyak sekali pemberitahuan panggilan tak terjawab dari sahabatnya itu.


Melihat hal itu, tentu dirinya langsung menghubungi balik sahabatnya, karena sepertinya dirinya ingin memberikan kabar yang penting. Apalagi panggilan tak terjawab dari Kelly saat Vero menghidupkan ponselnya, entah mengapa membuat dirinya merasa sedikit risau saat ini.


“Halo, ada apa, Kel?” tanya Vero kepada sahabatnya itu.


“Gawat Vero. Semua sponsor sudah mulai menarik diri dari projek yang akan kita kerjakan” ucap wanita tersebut, yang memberikan kabar yang cukup tidak menyenangkan kepada Vero.


“Apa?!” Tentu perkataan Kelly itu langsung membuat Vero sangat terkejut, dan tidak menyangka bahwa akhirnya inilah yang terjadi pada perusahaan miliknya.


Kelly memang mendapatkan pemberitahuan tentang beberapa sponsor yang sudah menarik diri, saat dirinya sudah berada di perusahaan Vero untuk bekerja. Dengan mengganti posisi dari Vero, yang saat ini tidak berada di perusahaan miliknya, dirinya mulai melaksanakan tugas yang diperintahkan untuk menggantikannya.


Namun saat dirinya bersiap memulai tugasnya, seorang bawahan dari Vero langsung mengabari Kelly tentang mundurnya beberapa sponsor untuk melanjutkan kerja sama mereka dengan perusahaan milik Vero. Dan hal itulah, yang membuat Kelly langsung menghubungi sahabatnya secara langsung.


“Lalu, apa alasan mereka untuk mundur dari kerja sama itu?” tanya Vero, yang saat ini mulai menenangkan dirinya, dan memikirkan solusi untuk permasalahan yang dirinya alami.


“Karena kabar tentang Nusantara Kosmetik yang mundur dari pihak sponsor utama, sudah sampai ditelinga mereka” balas Kelly, yang membuat Vero langsung mengerutkan keningnya mendengar perkataan sahabatnya itu.


“Tunggu, bukankah seharunya kesepakatan kita dan Nusantara Kosmetik merupakan sebuah kerahasiaan? Mengapa mereka bisa mengetahuinya?” Tanya Vero yang mulai memijit keningnya yang terasa pusing saat ini.


Memang perusahaan Vero berusaha dengan ketat untuk merahasiakan apa yang terjadi dengan perusahaannya, terutama apa yang terjadi dengan sponsor utama yang menyokong projek yang akan dirinya kerjakan. Apalagi dirinya tidak menyangka bahwa sponsor yang selama ini mendukung perusahaannya akan membatalkan kerja sama mereka secara sepihak.

__ADS_1


Apalagi, memang dirinya sudah memprediksi, bahwa jika permasalahan tentang mundurnya sponsor utama dari projek yang sedang dikerjakan olehnya menyebar, maka membuat semua sponsor yang mensponsori perusahaan miliknya pasti akan meninggalkan dirinya juga. Dan terbukti, saat ini semua sponsor yang bersedia mendanai dirinya sudah menarik diri.


“Itu dia yang aku tidak tahu, Ver. Darimana sebenarnya kabar tersebut bisa bocor” balas Kelly saat ini.


Tentu mereka sedang pusing sekarang, apalagi Vero saat ini tidak berada di perusahaan miliknya, untuk mengurus permasalahan tentang sponsor yang berbondong-bondong menarik diri itu. Apalagi jika memang permasalahan ini tidak cepat diselesaikan, maka bisa dikatakan perusahaannya akan ada didalam marah bahaya.


"Hahh... mengapa sekarang sepertinya permasalahan terus mendatangi diriku?" Gumam Vero yang saat ini mulai pusing memikirkan nasib perusahaannya.


Nusantara Kosmetik memang bersedia menanggung 15% dari total anggaran dari sponsor yang akan digunakan oleh Vero. Bahkan dengan ikut serta beberapa sponsor lainnya, Vero sudah mendapatkan total 30% dari anggaran projek yang akan dirinya lakukan.


Apalagi dengan tambahan StarFlix yang akan menanggung 50% anggaran proses produksinya, Vero merasa sudah cukup untuk setidaknya menghasilkan projek yang sudah dirinya janjikan kepada pihak StraFlix. Apalagi Vero sangat yakin bisa menanggung sisa anggaran yang dibutuhkan oleh dirinya sendiri.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan, Kel?” tanya Vero kemudian yang saat ini kepalanya semakin pusing memikirkan permasalahan yang sedang terjadi, dan langsung membuat Kelly mulai memikirkan berbagai cara untuk mengembalikan situasi ini kembali seperti semula.


Vero hanya sanggup menanggung 30% saja dari total produksi yang sudah mereka rencanakan. Maka dari itu dirinya membutuhkan beberapa sponsor. Namun naas saat ini, semua pihak sudah mundur dari projek yang akan dirinya kerjakan.


“Mumpung kamu berada di Jakarta, Ver. Sebaiknya kamu mencari kembali beberapa sponsor yang mau mendanai projek kita. Kalau tidak, mungkin opsi meminjam dana dari Bank, merupakan sebuah solusi agar perusahan kita tidak terpuruk” balas Kelly.


Semua dana yang Vero dapatkan saat dirinya menjual sahamnya, memang tidak dirinya gunakan sepenuhnya untuk mendanai projek miliknya. Karena memang dirinya harus membagi dana tersebut kepada salah satu perusahaan yang tersisa dari miliknya, untuk menyelamatkan perusahaan tersebut yang juga berada diambang kehancuran.


Tentu perusahaan miliknya yang lain, membutuhkan dana agar bisa beroperasi. Apalagi semua dananya sudah dikorupsi oleh beberapa pihak yang sudah mendekam dipenjara saat ini. Jadi, saat ini dana yang dirinya miliki tidak bisa membantu dirinya dalam menyelesaikan permasalahan, yang terjadi pada perusahaannya saat ini.


“Hahh.... baiklah. Aku akan berusaha” balas Vero kemudian yang mulai mematikan ponsel miliknya, dan memutuskan untuk menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan tentang Nusantara Kosmetik.


Tentu, dirinya harus mengembalikan kembali sponsor utama dari projek yang akan dirinya kerjakan. Apalagi mereka masih membuka pintu negosiasi agar Vero bisa meyakinkan mereka untuk mensponsori perusahaannya kembali. Maka dari itu saat ini Vero sudah berada di kota ini untuk bernegosiasi dengan mereka.

__ADS_1


“Ah... barang bawaan kita sudah sampai sedari tadi?” tanya Vero kepada Zen, yang saat ini sedang berdiri ditempatnya, sambil memegang koper miliknya sendiri dan milik Vero.


Memang Zen hanya memperhatikan kegiatan dari Vero saja sedari tadi, yang sedang berbincang dengan Kelly. Apalagi bisa Zen rasakan bahwa wanita itu saat ini sedang dalam kondisi yang tidak terlalu baik. Tentu berita yang baru dirinya dengarkan tadi, merupakan alasannya dan membuat Zen memutuskan untuk tidak mengganggunya.


“Tentu saja. Aku sudah sedari tadi menunggumu, bahkan mengambil koper milikmu yang sedari tadi tidak kamu ambil” balas Zen.


“Maafkan aku, Zen. Karena memang aku sangat sibuk dengan ponselku tadi” balas Vero, dan langsung berterima kasih kepada suami bayarannya itu, sebelum mereka mulai beranjak dari sana.


Sejujurnya, Zen bisa membantu wanita itu keluar dari permasalahan yang dialaminya, bahkan berniat untuk membantunya. Karena memang dirinya selalu bersikap baik dengan Zen, apalagi dirinya tidak segan-segan menyediakan dirinya makanan enak setiap harinya.


Walaupun bisa dikatakan Vero cukup kesal menyediakan beberapa bahan hanya untuk dimakan oleh Zen, tetapi dirinya tetap melakukannya. Tetapi masalahnya, bagaimana Zen akan membantu wanita itu keluar dari permasalahannya.


Apalagi, semua hal yang saat ini membuat Vero bisa keluar dari permasalahan tentang perusahaan miliknya, memang dasarnya adalah bantuan dari Zen. Mulai dari kerja sama dirinya dengan StraFlix, hingga sahamnya yang terjual sangat mahal.


Karena memang, jika memang Zen tidak mengenal bahkan memiliki hubungan dengan Vero, mana mungkin beberapa pihak yang membantunya akan memberikan bantuan kepada Vero dengan sukarela. Apalagi status Zen saat ini yang harus menyembunyikan identitasnya, membuat dirinya tidak bisa membantu banyak tentang kondisi dari Vero.


“Oh... tumben kamu ingin berada satu kamar denganku?” tanya Zen kemudian, karena saat ini wanita itu tidak protes saat mereka akan menginap pada satu kamar yang sama.


“Kelly sudah menyewakan kamar ini untuk kita. Jadi, lebih baik kita hanya tinggal ditempat ini saja” kata Vero yang membuat sebuah alasan.


Sebenarnya dirinya juga tidak ingin tinggal satu kamar dengan Zen. Apalagi dirinya sudah berniat menyewa satu kamar tambahan untuk Zen, karena memang dirinya sudah mengetahui bahwa Kelly pasti hanya menyewakan mereka sebuah kamar saja.


Tetapi karena memang kondisi perusahaannya yang terancam bangkrut kembali, akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk menghemat pengeluarannya saat ini. Termasuk biaya yang dirinya anggap sepele untuk dikeluarkan, dirinya putuskan untuk tidak mengeluarkannya, agar dirinya bisa berhemat.


“Oh... baiklah. Tetapi kamu harus ingat, aku harus tidur di ranjang” ucap Zen kemudian, yang saat ini sudah masuk kedalam kamar hotelnya, dan tidak memperdulikan tanggapan dari Vero yang saat ini mulai terlihat kesal.

__ADS_1


Tentu Vero sudah tahu konsekuensi saat dirinya akan menginap sekamar dengan Zen. Namun mau bagaimana lagi, dirinya terpaksa harus melakukannya, untuk menghemat beberapa pengeluaran agar tidak membebani permasalahan yang terjadi pada perusahaannya.


“Hahh... dasar manusia tidak berprikemanusiaan”


__ADS_2