
Bisa dibilang, apa yang dikatakan oleh pihak Kultivator yang sedang melawan Zen dan mencoba mengancamnya dengan membawa nama Vero, bisa dikatakan adalah kebenaran. Karena seperti yang diketahui, pihak Vero saat ini sedang diserang oleh beberapa pihak pada basemen perusahaan miliknya.
Pertarungan yang berat sebelah itu, tentu saja hampir dimenangkan oleh pihak yang menyerang mereka pada basemen dari perusahaan milik Vero. Karena bisa terlihat, Kelly yang merupakan ujung tombak dari pertahanan dari Vero, tidak sanggup untuk membendung serangan yang diarahkan kepada dirinya.
Namun untung saja, seorang pihak datang dan menyelamatkan mereka, sebelum keadaan mereka semakin memburuk. Bahkan bisa dikatakan pihak itu mengalahkan semua musuhnya dengan sangat mudah, dan saat ini mulai mendekat kearah kedua wanita yang masih mewaspadai keberadaanya.
"Bagaimana keadaan kalian?" ucap pria itu yang saat ini mulai menyapa kedua orang wanita, yang masih terpaku diam ditempatnya karena menatap keberadaan dirinya ditempat ini
Mendapatkan sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang menyelamatkan diri mereka tadi, membuat mereka akhirnya mulai tersadar dan berusaha mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada pihak yang memang sudah menyelamatkan mereka itu.
Apalagi, bisa dilihat pria itu sepertinya tidak mempunyai niat yang jahat kepada mereka, dan bisa dikatakan tindakannya itu murni ingin membantu keberadaan mereka yang sudah terdesak, dari beberapa pihak yang mencoba melakukan tindakan buruk terhadap diri mereka tadi.
"Terima kasih, tu-" Namun perkataan Kelly yang akan mengucapkan terima kasih kepada pihak yang menyelamatkan dirinya harus terhenti, karena dirinya mulai mengenali siapa yang sedang berdiri dihadapannya dan menyapa keberadaan dirinya dan sahabatnya itu.
"Tu-Tuan Ramiel?" Tetapi bukanlah Kelly yang melanjutkan perkataannya, melainkan Vero yang secara langsung menyambung perkataan sahabatnya, karena dirinya juga mengenal sosok yang menolong mereka itu.
Memang siapa yang tidak mengenal sosok Ramiel. Salah satu bangsawan Vatikan, yang menggeluti bisnis fashion paling terkenal di seluruh dunia. Bahkan dirinya juga mempunyai sebuah perusahaan modeling yang paling besar di dunia ini.
Maka dari itu, siapa yang tidak mengenali sosoknya, yang saat ini mulai menunjukan senyum menawannya saat berhasil menyelamatkan keberadaan mereka tadi. Bahkan hingga saat ini, mereka masih tidak percaya bahwa sosok Ramiel sendirilah yang menyelamatkan mereka.
Tetapi yang lebih membingungkan, mengapa pria itu saat ini sedang berada ditempat ini. Karena sangat tidak masuk akal pihak yang seterkenal dirinya bisa datang menyelamatkan keberadaan mereka, pada sebuah perusahaan milik Vero yang bisa dianggap sangat kecil bagi pria tersebut.
"Ho.. kalian mengenali diriku? Kalau begitu aku tidak perlu memperkenalkan diriku lagi, bukan?" ucap Ramiel yang menjawab keterkejutan mereka.
Tentu siapa yang menyangka sosok seperti Ramiel saat ini berada dihadapan mereka. Apalagi orang sepenting itu, menyelamatkan mereka dari serangan yang mereka terima tadi. Bahkan bisa dikatakan mereka mengira apa yang sedang mereka alami merupakan sebuah mimpi.
Karena bisa dikatakan, sosoknya saja yang berada ditempat ini seakan sebuah anomali yang aneh. Karena tidak ada angin tidak ada hujan, sosok besar seperti dirinya datang seperti pahlawan dan membantai semua pihak yang dirinya lawan dengan sangat mudah.
"A-Anda, benar-benar Tuan Ramiel, Bukan?" Namun Vero mencoba mengkonfirmasi sekali lagi sosoknya itu, karena memang dirinya belum sepenuhnya percaya dengan apa yang sedang dirinya lihat.
"Tentu saja. Memangnya, siapa lagi diriku?" ucap Ramiel yang mulai mengkonfirmasi bahwa identitas dirinya sama seperti apa yang kedua wanita itu perkirakan.
Mendengar perkataannya itu, seakan membuat kedua wanita itu mulai benar-benar terkejut. Karena mereka secara langsung bisa melihat sosok yang sangat besar itu secara langsung, bahkan sebelumnya dirinya menyelamatkan mereka dari tindakan kriminal yang terjadi ditempat ini.
"Mengapa A-Anda bisa berada disini, Tuan Ramiel?" ucap Kelly yang semakin terkejut melihat sosoknya, setelah pria itu sudah mengkonfirmasi sendiri kebenaran tentang dirinya itu.
__ADS_1
"Ah... aku merasakan sesuatu tadi sehingga aku ingin memeriksanya. Tetapi, sepertinya aku malah nyasar ketempat ini" ucap Ramiel yang mulai memeriksa keadaan sekitar tempatnya berada, karena memang saat dirinya berpindah tempat, dirinya malah langsung berada ditempat ini.
Memang dirinya baru saja merasakan sebuah aura yang terpancar dari tempat ini. Sehingga dirinya ingin melihat secara langsung aura yang dirinya rasakan tersebut. Namun naasnya, saat dirinya ingin memeriksanya, terlihat orang yang mengeluarkan aura tersebut malah sedang diserang oleh beberapa pihak.
Maka dari itu, Ramiel langsung membantu keberadaan Vero dan Kelly dan membuat mereka bisa terselamatkan dari beberapa pihak yang memiliki niat jahat kepada mereka. Apalagi, menurutnya hal tersebut merupakan kewajiban bagi dirinya, dalam mencoba melindungi seseorang yang sangat penting bagi Kakaknya.
Jadi sebagai adik yang baik hati, dirinya dengan senang hati mulai membantu keberadaan wanita yang sudah diakui oleh Kakaknya itu. Karena bisa dikatakan, keberadaan Kakaknya yang tidak berada ditempat ini, seakan menjadi perintah baginya agar dirinya membantu situasi dari Vero ditempat ini, yang diserang oleh beberapa pihak yang ingin berbuat sesuatu yang jahat kepada mereka tadi.
“Merasakan sesuatu?” ucap Vero yang mulai bingung dengan perkataan Ramiel, karena bisa dikatakan dirinya tidak mengerti sama sekali dengan perkataannya.
“Ah... tidak usah dipikirkan. Yang terpenting, kalian sudah selamat.” Balas Ramiel tidak ingin menjelaskan tentang apa yang mereka tanyakan itu dan ingin mengalihkan pembicaraan mereka.
Memang Ramiel sangat senang bisa bertemu dengan sosok yang berhasil menaklukan hati Kakaknya. Bahkan aura yang dikeluarkan mereka saat mereka saling menerima perasaan masing-masing, bisa dirasakan oleh seluruh keluarga dari Zen.
Jadi, hal itulah yang membuat Ramiel berada ditempat ini, untuk melihat secara langsung sosok wanita yang berhasil melakukannya. Dan ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa aura itu adalah sebuah aura yang dirinya pikirkan.
“Namun, mengapa kalian ada dua?” gumam Ramiel kemudian, karena memang dirinya bisa merasakan aura yang sama diantara mereka berdua.
Tentu gumaman itu cukuplah aneh bagi beberapa pihak yang mendengar gumaman dirinya tadi. Karena bisa dikatakan, Ramiel bisa merasakan sesuatu yang sama, yang terdapat didalam diri kedua wanita yang saat ini berada dihadapannya. Walaupun sebenarnya, salah satu dari mereka sepertinya masih berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari Kakaknya.
Tentu karena suasana tempat itu cukup sepi, maka dari itu gumaman dari Ramiel bisa didengar oleh mereka. Jadi wajar jika mereka mulai kebingungan dengan perkataannya, karena memang apa yang dimaksud oleh Ramiel itu merupakan sesuatu yang hanya bisa dirinya rasakan.
Memang Ramiel bisa merasakan jejak aura kebahagian mereka yang ditunjukan kepada sosok Kakaknya, Zen. Jadi, saat dirinya berkata demikian dipastikan akan membuat Kelly dan Vero kebingungan dengan maksud perkataannya tersebut.
“Tidak usah dipikirkan. Ngomong-ngomong, ini perusahaan milikmu?” tanya Ramiel kepada Vero yang mulai mengubah topik pembicaraan mereka kembali.
Memang setelah bertemu dengan dirinya secara langsung, Vero dan Kelly tidak menyangka bahwa sosok Ramiel yang sangat terkenal itu, sikapnya sangatlah aneh. Dirinya sering mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal, lalu mulai akan mengubah topik pembicaraan mereka.
Tentu mereka masih sangat menghormati sosoknya yang bisa dikatakan sangat besar itu. Namun keanehan yang mereka rasakan dari sikapnya, membuat mereka saat ini sangat bingung harus menanggapi dirinya seperti apa. Karena bisa dikatakan, mereka sediri masih kebingungan dalam bersikap didepan dirinya saat ini.
Apalagi, mereka masih tidak paham sepenuhnya dengan mengapa pria itu bisa berada ditempat ini dan menyelamatkan mereka berdua, dari serangan yang mereka terima tadi. Jadi, mereka bisa dikatakan sedang heran dengan perilakunya dan sangat heran dengan keadaan yang sedang mereka alami ini.
“I-Ini memang perusahaan milik saya, Tuan Ramiel” balas Vero yang menjawab pertanyaan dari pria itu.
Ramiel hanya mengangguk saja mendengar jawabannya. Karena bisa dikatakan, sosok Ramiel juga sebenarnya cukup bingung bagaimana caranya untuk mengajak kedua pihak yang berada dihadapannya untuk mengobrol. Karena dirinya tidak mau, bahwa rahasia yang dimiliki oleh Kakaknya akan terbongkar.
__ADS_1
Karena bisa dikatakan, sosoknya yang akan selalu bersemangat jika dirinya sudah mulai mengobrol dengan nyaman dengan beberapa pihak, membuatnya tidak sadar akan membeberkan beberapa informasi penting yang seharusnya tidak boleh dirinya ungkapkan.
Maka dari itu, suasana hening akhirnya mulai menemani mereka ditempat itu, Hingga akhirnya sebuah mobil kepolisian saat ini mulai mendatangi tempat mereka berada saat ini, yang langsung membuat keheningan yang terjadi ditempat itu sepenuhnya mulai menghilang.
“Ah... Aku yang menghubungi mereka. Karena memang, disaat aku akan menyelamatkan kalian, aku langsung menghubungi mereka” ucap Ramiel yang memberi alasan palsu kepada Vero dan Kelly, tentang kedatangan pihak kepolisian yang datang ketempat ini.
Tentu saja pihak yang datang ketempat ini, bukanlah pihak dari kepolisian yang asli. Karena memang, dipastikan Kakaknya tidak akan senang jika Ramiel mengirimkan pihak yang menyerang istrinya kepada pihak kepolisian, sebelum dirinya sendiri yang akan menghukum mereka dengan caranya.
Apalagi Ramiel sangat paham. Bahwa Kakaknya akan mengurus mereka nantinya. Maka dari itu, Ramiel membuat Vero dan Kelly tidak sadar akan keberadaan ilusi dari salah satu malaikat, yang datang bersamanya untuk menyamar menjadi anggota kepolisian ditempat ini.
“Karena pihak kepolisian sudah datang, sepertinya aku akan kembali. Karena memang ada sesuatu yang harus aku urus terlebih dahulu” ucap Ramiel yang seakan mulai berpamitan kepada kedua wanita yang masih terpana dengan sikapnya, dengan cara yang terburu-buru saat ini.
Tentu perkataanya itu kembali membuat kedua pihak itu semakin terkejut. Karena bisa dikatakan pria itu datang secara mengejutkan, dan saat ini pergi juga cara yang sama. Bahkan Vero dan Kelly belum sempat untuk mengucapkan terima kasih dengan benar kepada pria tersebut.
Namun keberadaannya yang bisa dikatakan aneh itu, akhirnya bisa dipastikan akan mulai beranjak dari tempatnya berada tadi. Apalagi, dirinya juga harus bertemu dengan seorang pihak yang selama ini dirinya rindukan. Maka dari itu, dirinya ingin bergegas beranjak dari sana.
“A-Anda sudah mau pergi?” tanya Vero yang mencoba menghalangi langkah dari pria itu sejenak, karena dirinya belum melakukan apapun untuk membalas perbuatannya.
“Ya.. aku mempunyai banyak urusan, jadi aku akan pergi sekarang” Balas Ramiel yang menjawab perkataan Vero itu.
Sebenarnya Vero ingin berbincang lebih banyak dengan orang sehebat dirinya lebih lama. Karena bisa dikatakan, pertemuan ini bisa dikatakan sangatlah penting bagi dirinya. Tentu siapa yang tidak ingin berkenalan dengan pihak yang sangat terkenal reputasinya di dunia ini.
Jadi, dirinya ingin banyak berbincang dengan dirinya. Namun sayangnya, perasaanya yang merasa tidak enak, tentu saja menghalanginya. Apalagi, pria itu baru saja menyelamatkan dirinya, dan tidak mungkin bukan dirinya akan meminta sesuatu kepada sosok yang besar itu.
Dan juga sikapnya yang seakan sedang menyembunyikan sesuatu itu, cukuplah membuat mereka bingung untuk sekedar berbalas perkataan dengan dirinya. Jadi, dirinya hanya bisa memasrahkan kepergian pihak yang sangat penting itu dari hadapannya.
“Kalau begitu sampai jumpa lagi, Nona Veronica Gwil- Ah... belum saatnya ya.. Kalau begitu, sampai jumpa lagi Nona Veronica Safira” ucap Ramiel yang akhirnya benar-benar meninggalkan tempat dimana dirinya berada saat ini, setelah mengucapkan selamat tinggal kepada mereka berdua.
“Terima kasih sekali lagi, Tuan Ramiel” ucap Vero yang dimana perkataannya saat ini mulai disahuti dengan perkataan yang sama oleh Kelly, kepada Ramiel yang sudah beranjak dari tempatnya.
Dengan melambaikan tangannya untuk menjawab ucapan mereka, akhirnya Ramiel benar-benar mulai menghilang dari pandangan mereka. Bahkan posisi dari Vero dan Kelly bisa dikatakan masih terpana ditempat mereka, setelah kejadian yang baru saja mereka alami tadi.
Tentu mereka masih mencoba mencerna semua hal yang baru saja terjadi tadi. Karena mereka masih belum mempercayai sepenuhnya tentang apa yang terjadi. Namun, saat ini lamunan mereka terpaksa harus terhenti karena seorang pihak kepolisian mulai mendekat kearah mereka.
“Maafkan saya Nona Veronica, tetapi kami akan membawa semua tersangka menuju kekantor kepolisian saat ini”
__ADS_1