Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Muak


__ADS_3

Pada sebuah ruangan, saat ini Vero sedang menyelesaikan tugas yang harus dirinya kerjakan pada perusahannya dengan sangat serius. Memang saat ini dirinya sedang fokus dalam mengerjakan berbagai berkas yang sedang dirinya kerjakan untuk kemajuan perusahaannya.


Apalagi, dirinya juga sudah merancang berbagai hal untuk memajukan perusahannya, sehingga dirinya sedang sangat serius melakukan kegiatannya itu. Bahkan pihak yang saat ini berada didalam ruangannya, seakan tidak dipedulikan oleh dirinya yang bisa dikatakan sangat amat fokus.


Seperti biasa, Zen juga berada di ruangan tersebut, yang dimana pria itu saat ini seperti yang diketahui sedang berbaring pada sofa yang terletak didalam ruangan Vero. Sambil memakan beberapa makanan ringan, dan tidak memperdulikan keadaan sekitarnya.


Namun suasana hening ditempat itu akhirnya mulai terganggu, saat Kelly mulai memasuki ruangan tersebut yang bisa dibilang sangat terburu-buru. Dari sikapnya itu, bisa dikatakan bahwa dirinya terlihat cukup panik, dan saat ini langsung menuju kearah Vero yang masih serius mengerjakan tugasnya.


“Gawat, Ver. Anabelle dijemput dan dibawa menuju ke kantor kepolisian” ucap Kelly, yang langsung membuat Vero menghentikan kegiatannya setelah mendengar laporan dari sahabatnya itu.


Tentu Vero sangat terkejut mendengar perkataan dari Kelly yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya itu, apalagi menyangkut tentang permasalahan Anabelle. Karena memang dirinya tidak menyangka, bahwa wanita itu saat ini bisa dijemput dengan paksa oleh pihak kepolisian.


Karena bisa dibilang, keadaan dirinya bisa dikatakan mulai baik-baik saja saat ini. Namun entah mengapa, tidak ada angin tidak ada hujan, sosoknya malah dijemput oleh anggota kepolisian. Tentu Vero cukup bingung dengan kejadian tersebut, dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Apalagi seperti yang diketahui, jika seseorang ditangkap berarti pihak kepolisian mempunyai bukti untuk menangkapnya. Namun seperti yang sudah diketahui, perbuatan apa yang bisa menjerat wanita itu kedalam jeratan hukum.


“Mengapa dirinya bisa dijemput oleh mereka?” tanya Vero kembali, yang saat ini mulai menghiraukan berkas-berkas yang sedang dirinya kerjakan tadi, dan fokus dalam mendengar pemberitahuan tentang keadaan Anabelle yang dijemput oleh pihak kepolisian.


Namun bukannya menjawab, saat ini Kelly mulai menghidupkan televisi yang berada di ruangan dari Vero, dan mulai menunjukan sebuah berita yang saat ini sedang menayangkan proses penangkapan dari Anabelle, dan terlihat mulai terseret masuk kedalam kantor kepolisian.


“Seperti yang sudah anda saksikan para pemirsa, bahwa Nona Anabelle saat ini sudah dijemput oleh pihak kepolisian tentang permasalahannya dengan Tuan Daniel” dan begitulah ucap seorang reporter yang sedang mewartakan sebuah berita di sebuah stasiun televisi.


Mendengar hal tersebut, tentu membuat Vero mulai mengerutkan keningnya. Apalagi dari cerita yang dirinya dengar dari Anabelle, tidak mungkin Daniel bisa melaporkan pihak Anabelle, karena memang mereka tidak akan mempunyai bukti untuk menuntutnya.


Namun anehnya, saat ini seakan keadaan mulai berbalik, dan terlihat pihak Daniel berhasil melaporkan Anabelle kepada pihak kepolisian. Apalagi saat ini wanita itu sudah dibawa menuju ke sana untuk dimintai keterangan tentang laporan yang pihak kepolisian terima dari Daniel.


Bahkan dirinya mulai berspekulasi bahwa pemberitaan tentang Anabelle itu merupakan sebuah kebenaran. Namun tentu saja dirinya langsung membuang jauh-jauh pemikirannya itu, karena bisa dikatakan Zen sudah mengkonfirmasi sendiri bahwa Anabelle merupakan pihak yang tidak bersalah.


“Zen...” panggil Vero kemudian, yang saat ini langsung menatap suaminya yang sudah duduk pada sofa tempatnya berbaring tadi.


“Sabarlah, aku sedang menghubungi temanku” balas Zen, yang sudah tahu apa yang akan diminta oleh Vero kepadanya.


Memang, Vero akan mempercayai perkataan Zen sepenuhnya. Termasuk perkataannya yang mengatakan bahwa Anabelle bukanlah pihak yang bersalah. Jadi, sebisa mungkin saat ini Vero akan berusaha untuk membantu temannya itu.


Tentu mereka masih bisa bernafas lega, karena Zen mempunyai kenalan kepala kepolisian dari wilayah ini. Jadi, mereka bisa dipastikan bahwa keberadaan Anabelle akan diusut dengan baik oleh pihak kepolisian, karena kepala kepolisian ada di pihak mereka.

__ADS_1


“Santi, usut dengan benar perkara tersebut” ucap Zen kemudian, setelah memastikan panggilannya sudah diangkat oleh Santi.


Disisi lain, Anabelle saat ini masih dengan tenang mengikuti pemeriksaan yang sedang dilakukan kepadanya. Memang saat ini dirinya sudah ditanyai berbagai pertanyaan tentang permasalahannya dengan Daniel, dan dirinya menjawabnya dengan pernyataan yang sangat jujur.


Tetapi masalahnya, penyelidik yang sedang memeriksanya seakan tidak mempercayai semua perkataannya. Bahkan dirinya dianggap seolah-olah sedang menyembunyikan kebenaran dari kasus yang sedang mereka periksa kepada dirinya.


“Tetapi, anda tidak mempunyai bukti atas tuduhan yang anda berikan, Nona Anabelle” ucap sang penyidik kepada Anabelle, yang kembali menolak kesaksian dari Anabelle kepada mereka.


“Benar. Tetapi itulah kenyataan yang terjadi sebenarnya, Pak penyidik” balas Anabelle yang berusaha dengan keras membela dirinya.


Memang dirinya saat ini dituduh sebagai dalang untuk mencoba merebut suami orang, dari laporan yang saat ini sudah diterima dari pihak kepolisian. Tentu karena Anabelle merasa dirinya tidak melakukan hal tersebut, dirinya mulai membela diri.


Bahkan dirinya dengan keras membatah tuduhan itu, karena dirinya merasa bahwa yang dituduhkan yang diberikan kepadanya itu merupakan sebuah tuduhan yang tidak mendasar. Makanya dirinya saat ini berusaha untuk membela dirinya yang bisa dikatakan dipojokkan dengan tuduhan tersebut.


“Lalu, bisa anda jelaskan tentang ini?” ucap seorang penyidik kembali, sambil menunjukan sebuah bukti percakapan yang sudah di cetak, dan ditunjukan kepada Anabelle.


Anabelle memang langsung menerima bukti itu, dan mulai membaca sejenak isinya. Namun setelah membacanya, dirinya merasa terkejut, karena memang dirinya tidak pernah mengirimkan sebuah pesan melalui sebuah aplikasi berbalas pesan yang sedang ditunjukan kepada dirinya.


Karena bisa terlihat didalam bukti tersebut, terlihat dirinya seakan sedang berkirim pesan dengan Daniel, dan terlihat dirinya seakan menggoda pria brengsek tersebut bahkan menggunakan sebuah bahasa yang sensual yang tidak mungkin dirinya keluarkan.


“Saya tidak pernah melakukan percakapan ini, Pak” ucap Anabelle kembali.


“Tetapi, bukankah ini merupakan nomor ponsel anda?” tanya polisi itu kepada Anabelle, sambil menunjukan sebuah nomor yang tertera pada bukti yang mereka tunjukan itu.


“Benar. Tetapi saya tidak pernah mengirimkan pesan seperti itu” bela Anabelle kembali.


Namun entah mengapa, saat ini wanita itu seakan semakin disudutkan oleh pihak kepolisian yang memeriksanya. Bahkan pihak kepolisian itu sepertinya menggunakan berbagai cara untuk menyatakan bahwa dirinya salah, dan menuntutnya untuk mengakuinya.


Tentu Anabelle masih berusaha untuk menolak semua tuduhan itu, karena dirinya merasa tidak pernah melakukannya. Jadi, saat ini dirinya berusaha dengan keras untuk bisa tenang dan menghadapi situasi ini dengan kepala dingin.


“Lalu, mengapa anda mengganti nomor anda, kalau begitu?” ucap sang penyidik, yang kembali menyudutkan dirinya.


Memang Anabelle tidak bisa menunjukan bukti pembelaannya, karena memang nomor yang dirinya gunakan yang tertera pada bukti yang memberatkannya itu, merupakan nomor lamanya yang sudah dirinya ganti dan dirinya sudah buang dahulu.


Tentu penyebabnya karena dirinya diteror oleh berbagai pihak, dan membuatnya mengganti nomor pribadinya. Namun ternyata, alasan itu digunakan oleh pihak kepolisian didepannya untuk memberatkannya, karena saat ini dirinya dinyatakan menghilangkan sebuah barang bukti.

__ADS_1


“Bukankah sudah saya bilang, bahwa saya mengganti nomor karena saya terus diteror oleh berbagai pihak. Lagipula, bukankah pihak kepolisian mempunyai wewenang untuk mencari kebenaran dari bukti percakapan tersebut pada pihak aplikasi itu, bukan?” tanya Anabelle kemudian yang seakan sudah muak dengan tuduhan yang dirinya terima secara terus-menerus.


“Hahh... mengapa anda mempersulit kami, Nona Anabelle. Sudah anda akui saja semua perbuatan anda” ucap sang penyidik kembali dan membuat Anabelle mulai membulatkan matanya mendengar perkataan mereka.


Bahkan Anabelle bisa merasakan sendiri bahwa proses penyelidikan ini serasa tidak benar. Karena memang, Anabelle seakan tidak diberi ruang untuk menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah, dan hingga saat ini terus dipojokan oleh mereka.


“Apa maksud anda? Mengapa saya harus mengakui perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Lagipula, saya tidak akan menjawab lagi pertanyaan anda, sampai pengacara saya tiba” ucap Anabelle yang saat ini merasa kesal dengan perbuatan pihak kepolisian yang menginterogasi dirinya dan lebih memilih bungkam.


“Jadi, anda memang mempersulit kegiatan kami ya. Kalau begitu, kami juga aka-” namun perkataan seorang polisi itu terhenti, disaat pintu ruangan interogasi mereka terbuka dan memunculkan sosok seorang wanita masuk kedalamnya.


“Komandan!” ucap kedua kepolisian itu, yang mulai berdiri dan memberi hormat kepada Santi yang masuk kedalam ruangan tersebut.


Memang kedatangannya itu membuat beberapa pihak yang berada di sana cukup bingung. Apalagi Anabelle yang merasa dipojokan sedari tadi, juga terkejut bahwa seorang kepala kepolisian saat ini ikut campur dalam permasalahan yang sedang dialaminya.


“Jangan hiraukan aku, silahkan lanjutkan penyelidikan kalian” ucap Santi, yang saat ini mengambil sebuah kursi dan duduk dengan nyaman pada ujung meja dari ruangan tersebut.


Tentu kedatangan Santi memang tidak diharapkan oleh siapapun, termasuk penyidik yang saat ini sedang mengintrogasi Anabelle sedari tadi. Apalagi, mereka tidak tahu, mengapa atasan mereka saat ini masuk kedalam ruangan ini dan memperhatikan kegiatan mereka.


“Ah... keberadaan diriku untuk melihat sendiri hasil penyelidikan yang terjadi. Karena bisa dibilang, berbagai media yang berada diluar menuntut diriku untuk memberitahukan kasus yang dialami oleh Nona Anabelle kepada mereka” balas Santi, yang menjelaskan maksud kedatangannya saat ini.


Seperti seseorang yang bisa membaca pikiran seseorang, Santi menjawab keraguan mereka setelah melihat keberadaannya. Bahkan Santi saat ini mulai menyilang kan kakinya dan seakan sudah bersiap mengikuti penyelidikan yang sedang terjadi ditempat tersebut.


Kedua orang penyidik yang saat ini mengintrogasi Anabelle seakan bungkam setelah mendengar perkataan Santi saat ini. Karena memang, mereka tidak menyangka kepala kepolisian wilayah ini akan datang dan mengawasi pekerjaan mereka secara langsung.


“T-Tapi komandan, kasus ini merupakan kasus yang berasal dari yuridiksi kepolisian di Ibukota, jadi keberadaan anda sepertinya tidak diperlukan karena kami akan membawa tersangka kembali menuju Ibukota setelah memeriksa dirinya ditempat ini” balas sang penyidik.


Tentu mendengar perkataan pihak kepolisian itu, membuat Anabelle cukup terkejut karena status dirinya saat ini sudah berubah menjadi tersangka. Bahkan dirinya bingung, mengapa dirinya bisa menjadi tersangka karena dirinya merasa bahwa pihak dihadapannya tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjadikannya seperti itu.


Karena saat dijemput tadi, dirinya masihlah berstatus sebagai saksi. Bahkan penyelidikan yang sudah terjadi sedari tadi, tidak ada satupun perkataan dari kedua polisi itu yang menyatakan bahwa statusnya sudah dirubah menjadi seorang tersangka.


“Bukankah orang yang kalian selidiki berada pada wilayahku sekarang? Jadi, urusan kalian yang berada di wilayahku, tetap menjadi urusanku” balas Santi kembali.


Memang kedua orang penyidik yang menangkap Anabelle, memang bukanlah berasal dari wilayah tempat dimana Santi bertugas. Karena mereka berdua memang ditugaskan dari Ibukota menuju wilayah ini hanya untuk menangkap Anabelle.


Karena memang, pihak Daniel melaporkan Anabelle pada kepolisian di wilayah Ibukota. Sehingga merekalah yang akan menyelesaikan kasus ini. Sedangkan pihak kepolisian wilayah ini sendiri, bisa dikatakan merupakan pihak yang diminta bantuannya untuk memfasilitasi pihak yang dikirim dari wilayah Ibukota.

__ADS_1


“Dan juga, mengapa wanita ini tiba-tiba menjadi tersangka?”


__ADS_2