Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pada Sisi Kegelapan


__ADS_3

Pada sebuah rumah sederhana, saat ini sepasang suami istri sedang bertengkar hebat atas permasalahan yang sudah terjadi. Tentu sang Istri merasa sangat marah, karena akibat dirinya mengikuti permintaan suaminya dirinya harus kehilangan perusahaannya.


Awalnya dirinya juga tidak setuju dalam mengikuti perintah dari suaminya itu. Namun karena dirinya memaksa, mau tidak mau wanita itu mengikuti perkataannya dan menyebabkan semua permasalahan yang terjadi kepadanya akhirnya mulai terjadi.


Seluruh asetnya bisa dikatakan langsung diambil dari dirinya. Bahkan semua hal yang sudah dirinya bangun dari nol bisa dikatakan sudah lenyap akibat ulah suaminya yang mencoba menjebak seseorang menggunakan perusahaannya miliknya tersebut.


Hingga saat ini bisa dilihat perusahaan yang sudah dibangun dari nol oleh keluarganya, akhirnya sudah menghilang sepenuhnya dari tangannya dan saat ini bisa dikatakan sudah jatuh ke tangan orang lain yang sudah memiliki sepenuhnya perusahaan miliknya tersebut.


“Sudah aku bilang, jika aku tidak melakukannya aku akan mati, Istriku” ucap sang pria yang membela diri atas perilaku yang menyebabkan semua permasalahan yang terjadi.


“Jangan sebut aku sebagai Istrimu, pria brengsek” dan begitulah teriakan keras yang terdengar dari kediaman sederhana tersebut, setelah sang wanita semakin murka dengan tingkah suaminya.


Kedua pasangan itu merupakan Glen dan Dewi. Glen sendiri merupakan dewan direksi dari perusahaan Vero terdahulu, yang dimana dirinya terhasut oleh Ayah angkatnya dan membuat mereka melakukan penggelapan berbagai dana dan membuat mereka dipenjara.


Lalu, Istrinya Dewi merupakan pemilik Nusantara Kosmetik, yang dimana perusahaan itu yang pada awalnya terus menyokong perusahaan Vero untuk mensponsori semua projek yang dirinya kerjakan, namun akhirnya mereka memutuskan untuk tidak lagi mendanainya.


Tentu hal tersebutlah yang membuat Zen dan Vero berada di Jakarta pada saat itu, yang dimana hal tersebut merupakan siasat dari kedua pasangan suami istri itu untuk menjebak sosok Vero agar dirinya menjadi target dalam sebuah penyerangan yang terjadi di sana.


Maka dari itu bisa dikatakan permulaan bencana dari wanita pemilik salah satu perusahaan terbesar tersebut, bisa dikatakan disebabkan oleh dirinya yang memang menuruti perkataan suaminya yang ingin menjebak Vero pada saat itu.


“T-Tapi sayan-”


“Jangan memanggil diriku dengan sebutan itu, brengsek” dan begitulah ucapan dari Dewi yang mulai menampar suaminya yang masih berharap bahwa dirinya ingin dimaafkan atas semua kesalahannya.


Bagaimana Dewi tidak emosi dibuatnya, karena setelah kejadian yang bisa dikatakan gagal tersebut, malah membuat perusahaannya dengan perlahan mulai digerogoti oleh sebuah pihak yang ingin mengambil alih sepenuhnya perusahan miliknya itu dari dirinya.


Entah mengapa, semua pemilik saham dari perusahannya tiba-tiba menjual saham mereka. Setelah itu, berbagai perusahaan penyokong perusahannya tiba-tiba saja mundur dari kerja sama yang mereka lakukan dan membuat keadaannya mulai terpuruk.

__ADS_1


Anehnya, seakan tidak peduli tentang apa yang terjadi pada perusahaan kosmetik terbesar di negara ini, pembeli saham-saham perusahaan kosmetik itu seakan membiarkan kejadian itu terjadi, dan membuat Dewi harus melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan perusahannya sendirian.


Namun sayangnya, berbagai hal tidak berjalan seperti semestinya karena dengan terpaksa perusahaannya dinyatakan bangkrut dan dirinya harus menjual semua aset perusahaannya kepada pihak tertentu, untuk menutup kerugian yang dirinya terima.


Dan begitulah bagaimana perusahannya bisa menghilang dari tangannya, dan dipastikan hal itu diakibatkan oleh perbuatan suaminya yang memaksanya untuk melakukan sebuah tindakan ilegal dan membuat semua yang dirinya punya sudah menghilang sepenuhnya dari tangannya.


“Maafkan aku, sayang. Ak-” namun perkataan suaminya itu kembali terhenti, karena sesuatu mulai mengganggu perkataannya.


Kali ini bukanlah Istrinya yang menghentikan tindakan pria itu dalam mencoba membela diri. Tetapi tiba-tiba saja pintu kediaman mereka saat ini mulai didobrak oleh beberapa pihak hingga hancur dan hingga beberapa pihak yang mendobrak pintu kediaman mereka itu mulai memasuki kediaman mereka.


Dewi dan Glen tentu saja terkejut dengan kedatangan para segerombolan pria, yang bisa dikatakan memasuki kediamannya dengan cara yang kasar. Bahkan dirinya tidak mengerti, mengapa mereka memasuki kediaman dirinya seperti itu.


“Siapa kal-” namun belumlah Dewi menanyai identitas para pihak yang memasuki kediamannya, sebuh tamparan keras saat ini mulai mendarat pada pipinya.


Tentu dirinya langsung tersungkur mendapatkan perlakuan seperti itu. Bahkan, saat ini dirinya tidak tahu harus melakukan apa karena beberapa pihak yang memasuki kediamannya itu mulai mengeluarkan berbagai senjata pada masing-masing dari mereka.


Maka dari itu saat ini Dewi yang sudah tersungkur tersebut hanya bisa diam dan mematuhi permintaan beberapa pihak yang memasuki kediamannya itu, dan saat ini seakan sedang mencari masalah dengan sosok suaminya yang bisa dikatakan sangat dirinya benci.


“T-Tuan I-Ian” balas Bram yang menyahuti perkataan pria yang menyapanya itu, namun sebuah tamparan saat ini mulai mendarat kearah pipinya saat dirinya menyelesaikan kalimatnya.


Kedua pasangan suami istri itu bisa dikatakan sudah tersungkur akibat tamparan yang sama-sama mereka terima. Namun diantara mereka berdua, pria bernama Glen itu bisa dikatakan yang lebih takut atas kedatangan mereka ketempat ini.


Karena bisa dibilang, niat mereka datang ketempat ini bisa dikatakan tidaklah baik dan hal itu terbukti dengan senyum jahat yang mereka tunjukan saat mereka mulai menatap keberadaan dirinya dan Istrinya yang sedang tersungkur ditempat mereka saat ini.


“Mengapa kamu meninggalkan sahabatmu, Tuan Glen? Apakah kamu juga berniat melarikan diri dari kami?” tanya pria bernama Ian yang memimpin kelompok yang menerobos kediamannya itu.


“T-Tentu saja tidak, Tuan Ian. S-Saya hanya m-mencoba untuk menepati j-janji saya” ucapnya yang mulai membela diri atas perbuatannya.

__ADS_1


“Benarkah, namun sepertinya perbuatan anda sama sepeti Tuan Thomas yang sudah kami amankan. Apalagi, bisa dilihat anda bersembunyi dan sepertinya mulai menghabiskan waktu anda bersama Istri anda ditempat ini” ucap pria itu sekali lagi.


Tentu tidak ada pembelaan lagi yang bisa dikatakan oleh pria bernama Glen itu. Karena memang niat awalnya dirinya juga ingin melarikan diri setelah dirinya tidak berhasil menuruti perkataan beberapa pihak yang saat ini datang menuju kediamannya.


Apalagi setelah mendengar bahwa salah satu partner kejahatannya sudah diamankan, tentu membuat Glen mulai menelan ludahnya. Karena dirinya sangat amat tahu arti dari kata tersebut, yang bisa dikatakan saat dirinya mendengarkannya saja langsung membuatnya merinding.


Maka dari itu dirinya mulai bingung untuk menyangkal dan melarikan diri dari situasi tersebut, karena dirinya juga tidak ingin bernasib seperti pihak yang sudah diamankan oleh pihak-pihak yang saat ini sudah berada pada kediaman dirinya dan Istrinya saat ini.


“T-Tentu itu tidak b-benar, T-Tua-” Namun sekali lagi, sebuah tamparan keras saat ini mulai mendarat pada pipi dari Glen dan membuatnya kembali bungkam dibuatnya.


“Sudahlah, aku terlalu malas mendengar perkataannya. Cepat amankan dirinya dan Istrinya. Kita akan membawanya menuju Tuan Jim” ucap pria bernama Ian itu yang dengan segera memerintahkan anak buah yang dibawanya untuk melaksanakan perintahnya.


Memang kedatangan pria bernama Ian ketempat ini bisa dikatakan hanya untuk mengamankan sosok yang melarikan diri dari mereka. Jadi, dirinya cukup malas untuk mendengar semua ocehannya dan menyuruh anak buahnya dengan segera membawa kedua orang tersebut menuju markas mereka.


Mendengar perintah atasan mereka, tentu beberapa pihak yang datang ketempat ini bersamanya langsung meringkus dua orang yang tidak berdaya itu. Bahkan, Glen bisa dikatakan mulai pasrah dengan keadaannya yang bisa dikatakan sudah diseret keluar oleh beberapa pihak yang badannya lebih besar dari dirinya saat ini.


“Lepaskan aku... Lepaskan” Namun berbeda tanggapan Glen yang seakan pasrah, Dewi bisa dikatakan mulai meronta untuk bisa dilepaskan oleh pihak-pihak yang sedang menyeretnya tersebut.


Tentu Dewi sebenarnya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena yang dirinya tahu, bahwa ada pihak jahat yang berani-beraninya membobol kediaman baru yang dirinya tinggali setelah semua asetnya diambil dari dirinya, dan saat ini dirinya sedang diseret secara paksa oleh mereka.


Dewi tentu akan tidak tahu tentang apa yang sedang terjadi. Apalagi dirinya tidak tahu, bahwa suaminya sudah mencari masalah dengan pihak yang seharusnya tidak dirinya singgung bahkan tidak seharusnya dirinya kenal, akibat keserakahan yang ingin dirinya dapatkan.


Dan hal itulah yang saat ini bisa dikatakan membuat kedua pihak pasangan suami istri itu mulai diseret secara paksa, dan saat ini mereka tidak tahu akan dibawa kemana oleh beberapa pihak yang secara paksa mulai memasukkan mereka kedalam sebuah kendaraan.


“Sepertinya wanita ini mempunyai semangat, Tuan. Dan mungkin dirinya akan menjadi aset yang bagus sebagai penghasil uang bagi organisasi kita” dan begitulah ucapan dari seseorang yang menyeret Dewi dalam menanggapi sosoknya yang sedang berontak agar bisa dilepaskan oleh mereka.


Mendengarnya tentu Dewi cukup kebingungan dengan maksud dari perkataan pria itu. Namun dirinya lebih memilih untuk berusaha terbebas dari cengkraman pria-pria yang saat ini sedang menyeret dirinya, dan berusaha untuk melarikan diri dari situasi tersebut.

__ADS_1


Namun naas, karena beberapa pihak sudah mulai kesal dengan sikapnya, saat ini salah satu dari mereka mulai mengeluarkan sebuah alat suntik dan mulai menyuntikkan sesuatu kepada dirinya, sehingga membuat Dewi langsung tak sadarkan diri akibat efek suntikan tersebut yang memasuki tubuhnya.


“Ya... sepertinya kamu benar. Dirinya akan menjadi aset yang sangat berharga bagi kita”


__ADS_2