Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Siapa?


__ADS_3

Seorang yang sedang duduk pada kursi roda saat ini memasuki sebuah hotel bersama semua anak buahnya yang sudah dirinya bayar. Dengan perasaan yang sangat emosi, dirinya yang dibantu oleh seseorang mendorong kursi rodanya, mulai masuk kedalam lift dan menuju kesebuah lantai dari gedung yang dimasukinya itu.


Tetapi saking banyaknya anak buah yang dibawanya, lift yang tadi dirinya gunakan untuk mengantarkannya menuju sebuah lantai, harus bolak-balik dari lantai dasar menuju lantai tempatnya berada untuk membawa mereka semua menuju lantai tujuan mereka.


“Ini kamar kediamannya Tuan” kata pria yang mendorong kursi roda dari bos yang menyewa jasanya.


Setelah melihat pintu kamar dari orang yang dicarinya, emosi didalam dirinya semakin memuncak, karena dirinya sudah membayangkan sesuatu yang amat membuatnya sangat marah. Bahkan saking emosinya dirinya, pria itu mungkin akan membunuh seseorang yang berada didalam kamar itu jika memang dirinya berada di sana.


“Cepat dobrak pintunya!” teriak pria yang berada di kursi roda itu kepada bawahannya.


Tetapi sebelum seseorang mencoba mendobraknya, munculah sesosok wanita cantik yang keluar dari dalam kamar tersebut. Cukup terkejut memang wanita itu melihat bahwa sudah ada beberapa orang yang berada dihadapannya saat ini.


Namun dirinya masih tetap tenang dan memperhatikan mereka semua, dan menemukan seseorang yang dirinya kenal pada kerumunan orang tersebut yang merupakan orang yang duduk pada kursi roda tadi.


“Apakah kamu sudah bosan hidup Tuan Richard?” tanya Kelly yang melihat seorang pria yang seharusnya masih berada di Bali, tetapi saat ini dirinya sudah berada ditempat ini.


“Minggir, aku ingin melihat pria yang berani-beraninya mencuri apa yang seharusnya menjadi milikku” balas pria itu yang terlihat emosi, kepada Kelly yang saat ini menatap pria itu dengan tatapan penuh intimidasi agar dirinya beranjak dari sana.


Memang Kelly baru saja keluar dari kamar dari Vero tadi, karena memang mereka sedang mendiskusikan sesuatu tentang perusahaan sahabatnya itu. Namun saat sudah selesai membahas berbagai hal, dirinya malah bertemu dengan segerombolan orang yang menunggu tepat didepan kamar sahabatnya itu.


Bahkan Richard yang biasanya takut dengan keberadaannya, saat ini seakan tidak memperdulikan nasibnya lagi dan malah menantang Kelly lagi, karena memang didalam pemikiran pria itu saat ini hanya dipenuhi dengan rasa emosi yang sangat membara.


“Ada apa ribut-ribut Kelly?” tanya Vero yang merasa terganggu dengan suara kebisingan dan mencoba mencari tahu asal suara tersebut.


Dan setelah dirinya mencari tahu, dirinya tidak menyangka bahwa sudah ada beberapa orang yang berada didepan kamar yang disewanya dari hotel ini. Tentu dirinya sangat terkejut karena mendapati sudah banyak orang yang berada didepan kamar hotel yang disewanya saat ini.


Tetapi pandangannya saat ini langsung tertuju kepada pria yang sangat menjijikan baginya, setelah netra matanya tidak sengaja melihatnya. Hal tersebut membuat Vero akhirnya mengetahui mengapa pria itu berada disini, karena bisa dipastikan infomasi tentang dirinya yang sudah menikah, sampai ditelinga pria yang saat ini duduk di kursi roda tersebut.

__ADS_1


“Apa yang kamu inginkan Richard?” tanya Vero kemudian, setelah melihat beberapa orang membuat kegaduhan didepan kamarnya.


“Sudah kubilang, aku ingin melihat siapa pria yang berani-beraninya menikahi dirimu itu!” ucap Richard yang emosinya semakin memuncak saat ini.


Tentu pupus sudah harapannya untuk menjerat Vero untuk menjadi Istrinya, karena memang statusnya saat ini sudah menjadi suami orang. Tentu dirinya masih bisa merebutnya, dan pasti dirinya akan lakukan hal tersebut, untuk memaksa pria yang menikahi Vero untuk menceraikan gadis pujaan hatinya itu.


“Untuk apa kamu ingin melihat suamiku yang sangat aku cintai itu” balas Vero kemudian yang mencoba memanas-manasi pria yang terlihat sudah sangat emosi tersebut.


Tentu mendengar perkataan Vero yang memuja suaminya itu, membuat Richard semakin emosi dibuatnya. Apalagi sebenarnya dirinya tidak mengetahui siapa yang menikahi gadis pujaan hatinya tersebut hingga saat ini.


Tentu dirinya langsung berfikiran orang yang membantu Vero tempo hari merupakan suaminya. Tetapi setelah dirinya menyelidiki dengan detail data milik pria itu, dirinya tidak yakin apakah benar pria itu menikahi Vero.


Apalagi dirinya mengetahui bahwa Vero mempunyai selera yang cukup tinggi bagi pria yang akan dinikahinya. Bukan seorang tukang kasir yang hanya hebat dalam bertarung, dan menurutnya Vero tidak akan menyukai pria seperti itu.


“Cih... dimana dirinya? cepat beritahu diriku, kalau tidak aku akan mengeledah kamarmu itu secara paksa” ucap Richard yang sudah terbawa emosi dengan semua hal yang terjadi hingga saat ini.


Tentu mendengar perkataan Richard membuat Kelly langsung memasang badan untuk melindungi sahabatnya itu. Tetapi saat Richard melihat tindakan Kelly yang sudah bersiap jika terjadi sesuatu yang buruk ditempat ini, Richard tentu langsung memandang seluruh anak buahnya.


Tentu setelah mendengar perintah dari atasannya, mereka semua langsung menyerbu kamar kediaman tempat Vero menginap. Namun karena memang Kelly merupakan seseorang yang kekuatannya tidak bisa dijelaskan, tentu dirinya mencoba menghalau pria-pria yang mencoba menerobos masuk kediaman milik sahabatnya.


“Berhati-hatilah Kel” ucap Vero yang sebenarnya merasa khawatir dengan apa yang sedang dihadapi oleh sahabatnya itu.


Vero sudah berteman dengan Kelly sedari kecil, dan hingga saat ini dirinya masih belum bisa menjelaskan mengapa sahabatnya itu bisa sekuat itu. Memang Kelly sering berlatih beberapa tehnik bela diri, tetapi dirinya tidak menyangka dirinya akan sekuat ini.


Bahkan dirinya tidak pernah melihat bahwa seseorang mampu melawan segerombolan orang secara langsung, dan keadaannya masih baik-baik saja. Maka dari itu, Vero sangat bergantung dengan wanita yang merupakan sahabatnya, sekaligus asisten pribadi dirinya itu.


“Cih... dasar sampah!” teriak Kelly yang mulai menghabisi seluruh orang suruhan Richard yang memutuskan untuk menyerangnya, karena dirinya menghalangi tindakan mereka yang akan memasuki kamar dari Vero.

__ADS_1


Satu persatu orang yang dilawan Kelly mulai bertumbangan karena memang dirinya mampu mengalahkan mereka semua. Namun Richard tidak habis akal, karena dirinya langsung memanggil bawahannya yang tersisa untuk membantunya melawan Kelly yang kekuatannya tidak bisa dijelaskan itu.


“Hey... aku perintahkan kalian kemari!” teriak Richard kembali untuk memanggil bawahannya yang tersisa, dan masih berada di koridor depan lift.


Memang letak koridor tempat kamar Vero berada, dipisahkan oleh sebuah belokan jika mereka ingin menggunakan sebuah lift untuk menuju kamarnya. Jadi orang-orang suruhan Richard yang berada didepan lift, pasti tidak bisa dilihat keberadaannya olehnya.


Namun anehnya, para bawahannya yang masih berada di sana, tidak menjawab panggilannya. Richard tentu memanggil mereka kembali, namun bukan suara orang yang paham dengan perintahnya yang menyahutinya, melainkan suara orang kesakitan mulai terdengar memenuhi koridor tempatnya berada saat ini.


Tentu dirinya bingung, mengapa berbagai suara teriakan kesakitan hingga suara meminta pengampunan mulai terdengar. Hingga akhirnya suara langkah kaki mulai terdengar dari ujung lorong koridor tempatnya berada, setelah semua suara berisik itu mulai terhenti dan koridor itu mulai sunyi.


“Hahh... mengapa banyak sekali pria yang tepar berada disini?” ucap pria yang merupakan Zen, setelah melihat koridor yang akan dilewatinya kembali, dipenuhi dengan beberapa pria yang sudah tak sadarkan diri.


Tentu kemunculan sosoknya di belokan koridor tempat beberapa orang berada, membuat semua orang yang memandangnya cukup terkejut. Apalagi bisa dikatakan dirinya berhasil menerobos beberapa orang yang dibayar oleh Richard hingga dirinya berhasil berada ditempat ini.


“Kamu sudah kembali sayang?” ucap Vero yang melihat Zen muncul dari ujung koridor tempatnya berada, yang membuat Zen langsung kebingungan dengan sikap yang ditujukan oleh Vero kepada dirinya itu.


Mendengar itu, Zen yang melihat Vero sedang menatapnya dan memanggilnya sayang, langsung menengok kearah belakangnya dan tidak menemukan siapapun dibelakangnya. Setelah itu dirinya kembali menatap Vero dan menunjuk dirinya sendiri.


Vero langsung mengangguk sambil tersenyum dan membuat Zen hanya mengangguk saja, menandakan bahwa memang dirinya yang sedang dipanggil sayang oleh Vero tadi, dan mulai mengerti apa yang sedang wanita itu lakukan saat ini.


Hingga akhirnya penglihatan dari Zen tidak sengaja menatap seorang pria yang masih duduk di atas kursi roda, yang saat ini menatapnya dengan berbagai ekspresi seperti takut, emosi, cemburu dan sebagainya, saat Zen mulai mendekati kamar milik Vero.


“Berhati-hatilah saat kamu ingin meninggalkan tempat ini, karena banyak sekali orang terkapar berada di koridor lantai ini” balas Zen yang memperingati pria yang menggunakan kursi roda itu, karena mungkin dirinya akan kesusahan untuk keluar dari tempat ini.


“T-Ternyata Kamu?!” Namun setelah mendengar peringatan oleh Zen, Richard malah meneriaki Zen, karena dirinya semakin emosi melihat bahwa benar pria miskin itu merupakan Suami dari Vero.


Apalagi, sebenarnya Richard tidak mengetahui mengapa pria itu bisa berada ditempat ini, karena memang seharusnya pria itu sedang mendekam dipenjara sekarang. Entah apa yang membuat pria itu bisa terlepas dari jeratan hukum yang menjeratnya.

__ADS_1


Bahkan Richard sudah menggunakan berbagai koneksinya, untuk setidaknya membuat Zen membusuk dipenjara dan membuat kehidupannya dipenjara kelak tidak akan tenang. Namun berbeda dari ekspetasinya, saat ini pria itu sedang berada didepannya dan malah menatapnya saat ini.


“Siapa?”


__ADS_2