
Zen bisa dikatakan semakin kebingungan dengan apa yang sebenarnya dirinya lakukan. Dengan memperhatikan keadaan sekitar tempat dimana dirinya berada, Zen saat ini bisa dikatakan tidak menemukan apapun atas apa yang sedang dirinya cari ditempat dimana dirinya berada saat ini.
Kebingungan tentu saja, karena dirinya mengira dengan mendatangi sebuah tempat yang sekiranya dapat memberikan dirinya petunjuk, tetapi ternyata dirinya tidak mendapatkan apapun ditempat ini, setelah dirinya mencoba untuk mencarinya dengan sangat tekun.
Zen saat ini sudah berada didepan Istana Kekaisaran dari sebuah Kekaisaran terbesar di dunia ini dan mulai menyelidiki sesuatu dari dalamnya. Namun hasilnya bisa dikatakan nihil, karena Zen tidak merasakan tanda-tanda sebuah kekacauan yang sedang terjadi. Maka dari itu dirinya bingung dengan apa yang sedang terjadi.
Tentu pihak yang harus dirinya curigai pertama kali adalah pihak yang mengincar sosok dari Jane. Namun ternyata perkiraannya itu sangatlah salah, karena dirinya juga tidak menemukan apapun setelah menyelidiki dengan detail tentang sosok tersebut bahkan orang-orang terdekatnya.
"Hahh... yang ini sepertinya jalan buntu" gumam Zen yang saat ini mulai merogoh sesuatu dari kantongnya dan mulai mengambil sesuatu dari dalamnya.
Tentu Zen tidak pantang menyerah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi dirinya ingin menyelidiki lebih detail tentang apa yang dirinya dan adiknya curigai, karena hal ini akan menyangkut tentang kelangsungan kehidupan orang banyak kedepannya.
Karena jika ternyata Zen tidak memeriksanya dengan teliti dan malah hal tersebut benar menyebabkan sebuah kekacauan, membuat dirinya beserta adiknya akan gagal dalam mencegah sesuatu yang saat ini mereka khawatirkan akan terjadi.
Apalagi jika benar bahwa permasalahan ini disebabkan oleh pihak yang memiliki sebuah kekuatan. Karena jika pihak pemilik kekuatan membuat kekacauan, hal itu harus dicegah apapun yang terjadi oleh Zen dan adik-adiknya yang memang bertugas sebagai pemilik kuasa dari dunia ini.
"Jadi, satu-satunya petunjuk adalah alamat ini ya..." gumam Zen yang melihat secarik kertas yang baru saja dirinya ambil dari kantong celananya tadi, dan pada kertas tersebut terdapat sebuah alamat dan terlihat ada bercak darah pada kertas tersebut.
Setelah Zen tidak menemukan sesuatu ditempat ini, Zen memutuskan menuju alamat yang tertuliskan pada kertas yang terdapat bercak darah tersebut. Apalagi menurutnya secarik kertas itu memang memiliki sebuah petunjuk yang akan menggiringnya menuju apa yang sedang dirinya cari.
Bukan tanpa alasan bukan, seorang pria yang berada diujung hidupnya akan memberikan sesuatu yang sama sekali tidak berguna. Jadi, Zen memutuskan untuk memulai penyelidikannya dengan mengikuti isi kertas yang dirinya terima itu dan melihat apa yang sebenarnya maksud pria itu memberikan kertas ini kepadanya.
Dan begitulah saat ini dirinya sudah berada pada sebuah gedung yang merupakan bangunan sebuah Bank. Tentu Zen bingung, mengapa dirinya diarahkan pada gedung ini, apalagi dirinya sudah memastikan kembali isi dari kertas tersebut dan memang alamat gedung itulah yang saat ini memang menjadi tujuan dari Zen.
"Hmmm... kalau begitu, kita masuk saja" ucap Zen yang saat ini akhirnya memutuskan untuk memasuki tempat tersebut.
Bank yang cukup besar itu tentu sangat ramai dikunjungi saat ini. Hingga Zen dengan terpaksa harus melakukan sesuatu yang sangat dirinya benci ditempat ini, yaitu mengantri. Untung saja saat ini antriannya tidaklah panjang, jadi Zen masih bersabar untuk mengikutinya.
__ADS_1
Dengan langkah kakinya yang cukup malas mengikuti sesuatu yang dirinya benci itu, tentu saja Zen mulai memeriksa keadaan sekitar tempat ini. Namun naas, seperti apa yang sedari tadi dirinya alami, sampai saat ini dirinya tidak menemukan sesuatu yang janggal yang dirinya temukan.
"Selamat Siang, ada yang bisa saya bantu" Dan begitulah sambutan ramah dari seorang pegawai bank, setelah Zen sudah mengakhiri proses mengantri yang dirinya lakukan tadi.
Zen bisa dikatakan tidak menjawab, namun dirinya mulai menyerahkan sebuah kartu kepada wanita yang menyapanya tersebut, yang sebenarnya Zen mendapatkan bersamaan dengan surat yang dirinya pegang tadi. Jadi dirinya langsung saja memberikannya kepada wanita yang berada dihadapannya.
Apalagi dengan jelas kartu itu bertuliskan sesuatu yang dimana nama bank yang dirinya datangi itu tertera namanya di sana. Maka dari itu, Zen langsung menyerahkannya dan terlihat ternyata kartu itu langsung diambil oleh pegawai tersebut.
Dan benar saja, kartu itu ternyata berguna karena setelah pegawai bank yang mengambil kartu yang diberikan oleh Zen tadi, dirinya seakan mulai menscan kartu tersebut dan bisa terlihat sebuah data mulai keluar dari balik layar komputernya setelah pegawai bank itu selesai menscan kartu tersebut.
"Kartu ini atas nama Nona Ha Rin. Apakah anda menjadi pihak yang mewakilinya dalam mengambil sesuatu pada Safety Deposit Box miliknya yang tersimpan didalam Bank kami?" tanya wanita itu kemudian setelah dirinya selesai memeriksa kartu yang diserahkan kepada dirinya oleh Zen tadi.
"Ah... iya. Saya ditugaskan untuk mengambil sesuatu atas namanya" ucap Zen yang hanya mengiyakan saja perkataan wanita itu, karena memang dirinya sendiri tidak mengerti apa yang terjadi, dan tidak mengenal nama wanita yang disebutkan oleh pegawai tersebut.
"Baiklah, kalau begitu saya akan mengantar anda menuju tempat Safety Deposit Box anda berada" dan begitulah akhirnya Zen mulai dibimbing menuju kesebuah tempat oleh pegawai tersebut.
Seperti yang diketahui beberapa Bank memang tidak hanya digunakan untuk menyimpan uang saja. Tetapi Bank juga bisa menjadi tempat penitipan sebuah barang-barang berharga seperti perhiasan, surat penting dan sebagainya yang bisa disimpan dan diamankan oleh pihak Bank bersangkutan.
Zen saat ini sudah memasuki sebuah ruangan besar. Apalagi didalam ruangan itu terdapat banyak sekali kotak-kotak yang terlihat terkunci dan saat ini dirinya sudah dibimbing oleh pegawai yang bersamanya untuk menemukan kotak penyimpanan yang terdapat beberapa barang yang memang menjadi petunjuk yang dirinya cari ditempat ini.
"Ini Safety Deposit Box atas nama Nona Ha Rin. Silahkan anda memasukan kunci milik anda, untuk membuka kotak penyimpanan ini" dan begitulah ucapan wanita itu kemudian kepada Zen.
Zen tentu saja dengan segera mengeluarkan kunci yang menurutnya menjadi kunci dari sesuatu semacam brangkas kecil itu. Hingga akhirnya memang benar bahwa kunci itu merupakan pasangan dari kotak penyimpanan itu dan saat ini kotak itu mulai terbuka setelah kunci yang dimiliki oleh Zen ternyata cocok.
Melihat bahwa Zen berhasil membuka kotak tersebut, wanita yang bersamanya itu langsung meraih isi di dalamnya yang merupakan sebuah kotak besi dan menyerahkan kepada Zen. Apalagi dengan Zen berhasil membuka kunci dari kotak penyimpanan itu, membuat identitasnya sudah berhasil di identifikasi.
Tentu pihak Bank ini tidak akan asal memberikan akses kepada beberapa pihak yang ingin membuka kotak penyimpanan mereka ditempat ini. Karena selain menunjukan kartu bukti penyimpanan mereka, mereka harus juga memiliki kunci dari kotak penyimpanan mereka ditempat ini.
__ADS_1
Jadi melihat Zen memiliki itu semua, bisa dipastikan memang benar pria itu ditugaskan untuk mengambil sesuatu atau bisa dikatakan menjadi pihak yang mewakilkan dirinya dalam mengambil sesuatu dari penyimpanan yang berada ditempat ini.
"Silahkan, anda bisa melihat barang yang ingin Anda ambil" dan begitulah ucapan pegawai itu yang menyerahkan kotak itu kepada Zen, dan saat ini dirinya mulai beranjak dari sana karena dirinya harus memberikan sebuah privasi untuk Zen.
Zen senang hati menerima kotak tersebut, hingga akhirnya setelah wanita yang mengantarnya ketempat ini sudah menghilang dari pandangannya, Zen langsung duduk pada sebuah bangku yang sudah disediakan dalam ruangan tersebut dan mulai memeriksa isi dari kotak dari petunjuk yang dirinya dapatkan tersebut.
Saat dibuka, bisa dikatakan banyak sekali surat-surat, perhiasan, sertifikat, foto, dan sebuah Flashdisk yang berada didalamnya. Tentu hal pertama yang Zen ambil adalah sebuah foto saat ini, yang dimana dalam foto tersebut bisa dilihat ada sosok wanita dengan seorang anak kecil yang sedang berfoto berdua pada foto tersebut.
Zen tentu tidak mengenal siapa kedua sosok tersebut, hingga dirinya mulai teralihkan dengan beberapa surat-surat yang sepertinya sebuah berkas penelitian akan sesuatu, karena didalam berkas-berkas tersebut berisikan beberapa informasi dari hasil penelitian didalamnya.
Zen mulai meneliti beberapa dokumen yang berada ditangannya itu, hingga dirinya bisa melihat sesuatu yang akhirnya menjadi sebuah petunjuk dalam sesuatu yang sebenarnya sedang dirinya selidiki, karena informasi itu sangatlah jelas menyatakan bahwa ada sesuatu yang janggal tertera didalamnya.
"Projek Flu Z." gumam Zen yang saat ini membaca judul berkas yang dirinya lihat itu.
Zen mulai menyempatkan diri membaca berkas itu sejenak. Namun karena memang banyak sekali angka dan kata-kata yang sulit dicerna kepalanya yang berada pada berkas itu, membuat Zen cukup malas membacanya seluruhnya dan mencari sesuatu yang bisa dirinya cerna dengan mudah.
Apalagi cukup wajar jika Zen tidak sanggup mencerna kata-kata yang tertera di sana, karena berkas itu merupakan hasil penelitian ilmiah yang benar-benar menggunakan bahasa alien menurut Zen, karena semakin dirinya membacanya semakin tidak mengerti dirinya dengan maksud isi dari dokumen tersebut.
Namun saat hendak berhenti membaca dan melihat sesuatu yang lain didalam kotak tersebut, pandangan Zen tidak sengaja melihat kata-kata yang bertuliskan sesuatu yang menarik perhatiannya. Maka dari itu, dirinya mengurungkan niatnya itu dan mulai membaca sejenak apa yang tertulis pada berkas tersebut.
Apalagi, kata-kata tersebut bisa dikatakan memang cukup mudah dicerna oleh kepalanya dan saat ini dirinya mulai membacanya perlahan dan mencoba mencari tahu mengapa dokumen ini harus disembunyikan ditempat ini, lalu saat ini sudah berada ditangannya.
"Projek Flu Z, merupakan senjata kimia yang diciptakan untuk membuat sebuah penyakit baru yang diharapkan menjadi sebuah Pandemi baru di dunia ini. Dengan tujuan menyebarkan sebuah obat untuk membantu menyembuhkan penyakit tersebut, pihak Kekaisaran akan menyebarkan sesuatu yang disebut dengan sebutan 'Benih' pada seluruh wanita yang perawan dan juga anak-anak gadis yang berada dunia ini." gumam Zen yang membaca berkas yang isinya bisa dikatakan langsung dipahami olehnya.
Dengan ini Zen akhirnya menemukan sesuatu yang bisa dikatakan menunjukan sesuatu menuju kesebuah kekacauan. Apalagi pihak Kekaisaran ini dipastikan sudah membuat sesuatu untuk membuat dunia ini semakin kacau kedepannya dengan bukti berkas yang sudah dirinya baca saat ini.
Apalagi didalam berkas tersebut, Kekaisaran ini juga akan bersikap sebagai penyelamat yang mampu untuk menangani sebuah penyakit yang akan mereka sebar, dan hal itu mereka gunakan sebagai kedok untuk menyebarkan sesuatu yang akan menjadikan kekacauan di dunia ini semakin parah.
__ADS_1
Semua hal mulai sedikit masuk akal saat ini, namun tetap saja masih yang mengganjal bagi Zen karena walaupun dirinya sudah melihat sebuah benang merah, tetapi benang-benang merah itu belum tersambung sepenuhnya, dan saat ini masih terputus-putus.
"Sepertinya , aku harus meneliti lebih detail tentang permalasahan ini"