
Mikhael selaku Raja dari sebuah Kerajaan besar di dunia ini, mulai mengutuk perilaku dari Kaisar China saat ini, yang hendak membuat penyakit dan memonopoli pasar obat dari penyakit yang akan mereka ciptakan dan sebarkan menuju penjuru dunia.
Tentu dengan menggunakan dokumen yang diberikan Kakaknya, Mikhael dengan segera menyebarluaskan permalasahan ini dan meminta beberapa Negara dengan segera ikut serta dalam menekan pihak China yang berani-beraninya melakukan sesuatu yang tabu dan sangat amat jahat yang akan mereka lakukan.
Tentu hal itu mendapatkan sambutan dari beberapa negara dengan baik, termasuk semua negara besar yang saat ini mengutuk dengan keras perilaku dari Kaisar China yang sangat jahat itu, termasuk Kerajaan milik Zen yang memang dipimpin oleh bawahannya yang merupakan perdana menteri dari Kerajaannya tersebut.
Apalagi dengan jelas bukti kongkrit saat ini dipegang oleh Mikhael yang menunjukan dengan jelas maksud jahat dari sosok Sang Kaisar kepada seluruh pihak di dunia ini, agar mereka mengetahui perilaku busuk yang selama ini sudah direncanakan oleh Sang Kaisar yang bisa dikatakan sangat amat jahat tersebut.
Maka dari itu, hampir seluruh negara di dunia ini dengan segera mengutuk tindakan kejinya tersebut, yang dimana saat ini semua pihak seakan mulai menekan dan meminta penjelasan dari Sang Kaisar yang nyatanya sudah bersiap melakukan sesuatu yang buruk pada seluruh masyarakat di dunia ini.
"Sial, mengapa semua ini terjadi semakin rumit" dan begitulah perkataan Kaisar China karena keadaan negaranya dan terutama dirinya semakin ditekan oleh berbagai pihak.
Sebagai Kaisar yang merupakan pemilik kekuatan, sebenarnya Sang Kaisar bisa saja melawan semua hal yang menekannya. Namun bisa dikatakan hal itu sangatlah tidak bijak, karena negara-negara yang memojokkan Kekaisarannya saat ini bisa dikatakan merupakan kekuatan-kekuatan besar yang belum mampu dirinya lawan.
Sang Kaisar cukup percaya diri jika satu pihak saja yang memojokkan Kekaisarannya dan dirinya bisa bereskan dengan mudah. Namun hampir semua Negara di Dunia ini seakan berusaha mulai melawannya jika dirinya melakukan hal yang memang menurut mereka sangat menyimpang dan dilakukan oleh dirinya.
Apalagi beberapa negara yang memang dipimpin dan diawasi oleh pemilik kekuatan lainnya terutama para Dewa yang dipastikan akan ikut campur jika dirinya menggunakan kekuatannya untuk membalas perbuatan mereka, dan hal tersebut dipastikan akan langsung merugikan dirinya secara langsung jika dirinya lakukan.
"Maafkan aku Yang Mulia, tetapi Demonstran saat ini semakin liar pergerakannya" Hingga laporan salah satu bawahan Sang Kaisar yang saat ini mulai melaporkan kondisi yang terjadi pada Kekaisaran ini semakin memusingkan dirinya.
"Cih... tindak tegas mereka. Jangan berikan ampun jika ada yang memberontak" ucap sang Kaisar yang memberi perintah, karena dirinya tidak ingin tindakan kacau itu terus terjadi.
"Tapi, Yang Mulia. Semua mata dari seluruh dunia sedang memperhatikan kejadian ini. Jadi, jika kita salah langkah reputasi Anda akan han-" namun belum juga bawahannya itu menyelesaikan kalimatnya, kepalanya langsung terpisah dari tubuhnya saat itu juga.
Memang namanya akan dicap buruk oleh seluruh masyarakat dunia, namun saat ini Kekaisaran yang dipimpinnya adalah miliknya. Jadi, suka-suka dirinya melakukan apapun pada Kekaisarannya sendiri, sehingga membuat Sang Kaisar tidak memperdulikan kejadian yang terjadi didalam Kekaisarannya.
Memang kekuasaan yang dianut oleh Sang Kaisar dalam memimpin negaranya bisa dikatakan kekuasaan yang absolut. Yang dimana dirinya ingin memimpin negara ini sesuai dengan keinginannya sendiri, termasuk tidak boleh ada yang mengintervensi semua keputusan dari dirinya.
Masalahnya kepemimpinannya itu pada awalnya disambut baik oleh seluruh masyarakat Kekaisaran ini, karena bisa dikatakan kepemimpinannya tersebut membuat seluruh Rakyatnya bisa dikatakan sejahtera. Namun hal itu berubah disaat beberapa kedok jahatnya mulai bermunculan saat ini.
__ADS_1
Termasuk kejadian demo yang terjadi di seluruh wilayah Kekaisarannya bukankah sesuatu yang dirinya inginkan terjadi di wilayah yang dipimpinnya, sehingga saat ini dirinya memerintahkan institusi yang seharusnya mengayomi masyarakat dan menjaga keamanan mereka, untuk membubarkan secara paksa aksi mereka itu.
Maka dari itu, Sang Kaisar seakan tidak peduli dan mulai mengeluarkan taringnya untuk membereskan permalasahan tersebut, walaupun nanti dirinya akan dicap sebagai pihak yang melanggar hak asasi manusia yang memang diperjuangkan berbagai pihak atas permalasahan kekerasan yang dirinya lakukan kepada rakyatnya sendiri.
"Lalu mana Ketua Yuan?" tanya sang Kaisar kepada bawahannya, karena dirinya tidak menemukan keberadaan bawahannya yang paling dirinya percayai itu.
Namun bisa dikatakan tidak ada yang mengetahui keberadaan pria tersebut, dan membuat Kaisar langsung emosi dibuatnya, karena pihak yang seharusnya membantunya saat ini malah tidak ada ditempat ini. Jadi, dirinya ingin menyuruh beberapa pihak mencari pria tersebut agar membawanya ketempat ini.
Cukup aneh memang, karena tidak seperti biasanya pria bernama Yuan itu tidak berada ditempat ini, padahal Sang Kaisar dengan memanggil beberapa pihak untuk melakukan sebuah pertemuan. Memang perguruan miliknya sudah hancur menjadi debu, sehingga beberapa pihak menganggap karena hal tersebutlah yang membuat dirinya terlambat.
Namun masalahnya tetap saja dirinya harus hadir ditempat ini, apalagi dirinya sudah terlambat selama beberapa jam lamanya setelah Sang Kaisar memanggil dirinya untuk datang. Namun hingga saat ini pria yang merupakan pemimpin kelompok Kultivator terbesar di dunia ini malah tidak menunjukan batang hidungnya hingga saat ini.
Maka dari itu tindakannya itu sangat aneh, Apalagi banyak masalah yang harus dengan segera Sang Kaisar selesaikan, sehingga dirinya membutuhkan semua pihak yang bisa dirinya percayai untuk menyelesaikan permasalahan itu satu persatu dan dapat membantunya keluar dari semua permasalahan ini.
"Sialan, cepat baw-" namun belumlah dirinya menuntaskan memberikan sebuah perintah, saat ini Istri dan beberapa selirnya mulai memasuki ruangan tempatnya sedang melakukan sebuah pertemuan dengan para bawahannya.
"Suamiku... anak-anak kita sudah t-tewas" ucapnya sambil menangis histeris yang melaporkan apa yang terjadi dan membuat mereka semua seperti itu.
Hening sesaat, itulah yang terjadi didalam ruangan tersebut, setelah Sang Permaisuri utama dari Kekaisaran ini mulai menjelaskan tentang kondisi yang dirinya alami, yang tentu saja apa yang baru saja dirinya ucapkan tersebut sangatlah membuat semua pihak yang berada disana sangat amat terkejut.
"APA!!" Hingga akhirnya teriakan Sang Kaisar yang menggelegar mulai menghentikan keheningan yang terjadi pada ruangan tersebut.
"B-benar suamiku. Bahkan anak-anak kami juga sudah tewas semuanya" ucap salah satu selirnya yang juga melaporkan hal yang sama.
Terkejut tentu aja apalagi Sang Kaisar tidak mengharapkan sesuatu seperti ini terjadi. Hingga dengan bergegas dirinya mulai turun dari singgasananya dan mulai beranjak menuju kearah kediaman anak-anaknya yang dilaporkan tewas oleh semua Istri-istrinya.
Dan benar saja, seluruh anak-anaknya bisa dikatakan sudah tewas sepenuhnya, bahkan sudah dipastikan seluruh darah daging atau seluruh keturunannya sudah tewas tak bernyawa pada tempat mereka masing-masing dengan kondisi yang bisa dikatakan berbeda-beda kondisinya.
Tidak ada yang tersisa bisa dilihat dari semua kejadian itu. Bisa dilihat anak-anaknya yang berusia dewasa, tewas dengan sangat mengenaskan dan anak-anaknya yang masih dibawah umur sepertinya mati dengan tenang ditempat tidur mereka seakan nyawa mereka hanya dicabut dari dalam tubuh mereka saja.
__ADS_1
Hingga hal tersebutlah yang menjadi pemandangan yang mengejutkan dan sangat menyedihkan bagi semua pihak yang berada disana, setelah mereka melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini yang bisa dikatakan sangat amat mengenaskan kejadiannya.
"Anak-anakku" Dan begitulah tangisan Sang Kaisar yang mulai menangisi seluruh kejadian yang terjadi ditempat tersebut.
Di kejauhan sosok yang melakukan semua itu hanya menatap perilaku Sang Kaisar itu dengan senyum mengejeknya. Apalagi Sang Kaisar sebenarnya selalu melakukan hal kejam seperti itu kepada banyak pihak, tetapi dirinya merasa terpukul disaat keluarganya sendiri diperlakukan sama dengan apa yang dirinya lakukan terhadap beberapa pihak.
Hal itu juga terbukti yang dimana anak-anaknya juga berperilaku yang sama dengan dirinya. Sombong, suka menindas, sok berkuasa dan sebagainya membuatnya berperilaku semena-mena kepada seluruh pihak. Maka dari itu, pria yang melakukan semua itu merasa puas melakukan semua itu kepada dirinya.
"Dengan perlahan, kaki tanganmu akan aku putuskan satu-persatu agar dirimu tahu rasanya menjadi pincang. Dan disaat dirimu tidak berdaya, barulah aku akan memberikan sebuah pencerahan kepada dirimu" gumam Zen yang saat ini melihat dengan jelas aura kemarahan mulai muncul dari dalam diri Sang Kaisar.
Zen sebenarnya tidak ingin membunuh anak-anak terutama yang berada dibawah umur. Namun mau bagaimana lagi, dirinya tidak mau pihak-pihak itu tumbuh dengan tersiksa karena kesalahan orang tua mereka yang akan di bunuh sosok mereka oleh Zen kedepannya.
Maka dari itu, semua anak-anak kecil tidak bersalah Zen langsung cabut nyawanya dan memberikan mereka kehidupan yang baru pada kehidupan selanjutnya, karena kehidupan mereka kedepannya akan sangat berat karena semua hal yang sudah Zen lakukan kedepannya akan mempengaruhi kehidupan mereka kelak jika Zen tidak membunuh mereka.
"Sialan! Apakah kalian para penjaga buta? Mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi!" hingga sebuah teriakan keras dengan menggunakan aliran kekuatan saat ini mulai menggema ditempat itu.
Teriakan kemarahan itu saat ini semakin menggelegar, karena bisa dikatakan bawahannya tidak memberikan sebuah jawaban yang memuaskan atas kematian seluruh keturunannya. Maka dari itu dengan kemarahan yang memuncak dari Sang Kaisar, dirinya langsung menewaskan beberapa bawahannya yang berada di sana.
Melihat itu Zen hanya tersenyum saja melihatnya, karena bisa dilihat Sang Kaisar malah membunuh kaki tangannya sendiri tanpa Zen harus melakukan apapun untuk membunuh mereka dengan tangannya sendiri dan juga dirinya tidak perlu lagi mengotori tangannya atas kejadian tersebut.
Jadi dirinya memutuskan untuk menyaksikan saja semua hal yang terjadi ditempat itu, apalagi dengan Kaisar melakukan hal itu dirinya akan melemahkan dirinya sendiri dan sepertinya perasaan kemarahannya seakan membutakan dirinya dengan konsekuensi yang harus dirinya tanggung jika melakukan semua itu.
"Kenapa kalian diam? Siapa yang melakukan semua ini?" teriak sang Kaisar kembali yang terus membantai semua bawahannya karena emosi atas kematian para keturunannya.
Tidak ada yang mampu menghentikan kemarahannya. Apalagi Sang Kaisar merupakan salah satu Kultivator terkuat di Kekaisaran ini. Maka dari itu semua pihak saat ini seakan pasrah dengan apa yang terjadi ditempat ini karena kemarahan sang Kaisar yang mereka layani tidak bisa dibendung dan tindakannya yang semakin beringas.
Zen juga sangat puas melihat itu semua, sehingga dirinya tidak akan melanjutkan melihat semua hal itu lebih lanjut karena dirinya juga ingin melanjutkan rencananya. Jadi Zen memutuskan untuk mulai beranjak dari sana dan saat ini membiarkan saja kekacauan yang terjadi didalam istana yang besar pada wilayah ini terus terjadi.
"Baiklah, sedikit lagi semuanya akan rampung"
__ADS_1