
Pada sebuah restoran daging panggang, saat ini tiga orang yang baru saja bertemu satu sama lainnya tadi, saat ini sedang bertemu dan akan membicarakan sesuatu di sana. Namun sayangnya, sosok yang mengundang seorang pihak dan ingin diajak berbincang sepertinya salah memilih sebuah tempat untuk mengajak dirinya berbincang.
Apalagi pihak yang mereka undang itu lebih memilih menikmati daging panggang yang saat ini terus dipanggang dan dinikmati oleh dirinya sendiri. Bahkan setelah daging panggang yang sudah dirinya panggang itu habis sepenuhnya, dirinya langsung menambah kembali dan membuat saat ini sepertinya dirinya sedang melakukan acara mukbang di sana.
Tentu bukan hal ini yang mereka harapkan disaat pria yang mengundang sosok yang rakus itu untuk datang ketempat ini. Karena bisa dikatakan niat awal mereka ingin mengajaknya berbincang akan sesuatu yang sangat amat penting menurut mereka.
"Paman, apakah Paman yakin bahwa pria ini mampu melindungi diriku" hingga seorang wanita yang saat ini menjadi satu-satunya wanita pada meja tersebut mulai angkat bicara, setelah melihat sikap dari sosok yang terlihat sangat rakus tersebut.
Melihat tingkah dari gadis tersebut, saat ini sang pria paru baya itu mulai menenangkan gadis itu dan memintanya bersabar. Apalagi dirinya sangat mengenal sosok yang masih dengan lahap memakan makannya itu, dan memutuskan untuk bersabar dan membiarkannya menikmati waktunya terlebih dahulu.
Apalagi harapan mereka satu-satunya adalah sosok yang saat ini sedang terus menikmati makannya. Maka dari itu, dirinya berusaha bersabar dan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dirinya inginkan terlebih dahulu, barulah mereka akan mendiskusikan sesuatu.
"Hmmm... apakah kalian tidak makan?" hingga sosok yang merupakan Zen itu, saat ini mulai kebingungan karena saat ini hanya dirinya saja yang memakan makanan yang tersedia di sana.
Disaat Zen sedang berjalan-jalan sejenak menikmati kota yang sudah sepi, dirinya malah tidak sengaja bertemu atau bisa dikatakan diikuti oleh kedua orang yang cukup dirinya kenal. Mereka adalah sang Kultivator yang Zen pernah lepaskan keberadaannya dahulu, dan satu lagi merupakan seorang member Girlband paling terkenal di dunia ini.
Entah apa maksud mereka ingin bertemu dengan Zen, namun karena memang mereka ingin mentraktir Zen makan, dengan senang hati dirinya menerimanya. Karena selain dirinya kelelahan setelah berperang, tentu saat ini dirinya merasa kelaparan karena sudah banyak menggunakan kekuatannya.
Maka dari itu, Zen saat ini dengan sangat lahap memakan semua makanan yang sudah disediakan untuk dirinya, apalagi bisa dikatakan dirinya di traktir oleh dua orang yang saat ini sedang menonton dirinya yang sedang memakan makanannya tersebut.
"Saya masih kenyang, Tua-"
"Cih... bagaiman kami akan makan, jika dirimu yang menghabiskan semua daging yang baru saja matang" Namun perkataan pria paru baya itu terpotong, setelah sang wanita yang bersamanya mulai memarahi Zen atas tindakannya, yang bisa dikatakan hanya memakan makanan yang sudah dipesan itu sendirian saja.
Mendengar perkataan wanita itu, tentu sang pria yang merupakan Ji Shin langsung menatapnya. Tentu dirinya mengenal sosok Zen, dan dirinya tidak mau mencari masalah dengannya. Namun naasnya, saat ini wanita yang bersamanya seakan sedang memancing kemarahan pria yang seharusnya tidak dirinya singgung tersebut.
Ji Shin sangat mengenal sosok Zen karena pada saat dirinya bertemu dengannya pertama kali, sosoknya itu bisa saja terbunuh seketika jika dirinya tidak meyakinkan bahwa dirinya bukan merupakan musuhnya. Maka dari itu, dirinya takut bahwa Zen akan tersinggung dan akan menghabisi mereka berdua saat ini.
"M-Maafkan aku, Tu-"
__ADS_1
"Ah... benarkah. Kalau begitu kalian bisa memakan hasil panggangan daging yang nanti akan matang ini" Dan bisa dikatakan perkataan Jin Shin kembali terpotong, yang dimana Zen membalas perkataan wanita yang menyela perkataannya tadi.
Tentu mendengar jawaban dari Zen, Ji Shin cukup terkejut bahwa pria itu sama sekali tidak kesal dengan sikap wanita yang bersamanya itu. Apalagi daging yang sudah terlihat matang saat ini, langsung diserahkan kepada wanita yang saat ini juga bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Zen kepada mereka berdua.
Karena saat ini mereka bisa melihat sikapnya yang berubah-ubah bahkan cenderung sedikit aneh. Namun karena mereka sudah disodorkan daging yang sudah matang oleh Zen, akhirnya mereka berdua mulai menikmati santapan yang baru saja mereka dapatkan tersebut.
Dan begitulah bagaimana mereka bertiga mulai menikmati daging panggang khas dari Negara tempat mereka berada, apalagi saat ini Zen sangat menikmati semua hidangan yang sedang dirinya santap, termasuk beberapa makanan pelengkap yang juga sudah tersedia di sana.
"Kami pesan daging lagi!" hingga Zen kembali berteriak kepada pemilik tempat ini untuk membawakan dirinya daging kembali, karena bisa dilihat stok daging yang mereka panggang sepertinya akan habis.
Bisa dikatakan tempat ini hanya berisi mereka bertiga saja di dalamnya. Apalagi mereka makan pada wilayah yang dimana penduduknya sudah diungsikan oleh pemerintah setempat karena peperangan yang akan terjadi keesokan harinya di negara ini.
Zen tidak tahu mengapa kedai ini masih buka, namun karena dirinya hanya mementingkan makanan yang sudah disajikan ditempat ini, dirinya mulai tidak menghiraukan dengan apa yang terjadi dan mulai memanggang kembali dagingnya dan bersiap menyantapnya saat semua sudah matang sepenuhnya.
Bahkan perasaannya yang bersemangat mendengar desis daging yang terpanggang, lebih membuatnya tertarik dari semua hal yang akan terjadi ditempat ini. Maka dari itu, dirinya berusaha sebisa mungkin menikmati waktunya yang sangat membahagiakan ini dengan senang hati.
"Tuan Zen, bisakah saya meminta sesuatu kepada anda?" hingga akhirnya Ji Shin yang sudah meletakkan sumpitnya mulai secara langsung membincangkan sesuatu dengan Zen, karena jika dirinya terus bersabar sepertinya akan cukup lama mereka akan bisa berbincang.
"Dunia ini akan hancur jika anda tidak membantu permasalahan kami, Tuan Zen." dan begitulah ucapan dari Ji Shin yang saat ini menggunakan nada yang memohon kepada Zen.
Mendengar kata kehancuran dunia tentu Zen sedikit tertarik dengan perkataannya. Karena memang sampai saat ini penglihatan Mikhael atas keberadaan wanita yang masih memakan makanannya dan duduk dihadapan Zen saat ini, sama sekali belum diketahui apa hubungannya dengan maksud penglihatan tersebut.
Pada awalnya Zen mengira sosok wanita yang muncul didalam penglihatan Mikhael itu, memang hanya sebatas figuran didalam penglihatannya. Namun masalahnya penglihatan dari Mikhael itu bukanlah sebatas sebuah penglihatan singkat tentangnya, karena sosok didalam penglihatan Mikhael itu bukan merupakan figuran.
Dalam penglihatan tersebut, dirinya berinteraksi dengan Zen. Maka dari itu ada sesuatu yang janggal dari semua itu. Apalagi didalam penglihatan Mikhael itu tidak menunjukkan secara pasti ada beberapa kehancuran yang terjadi. Jadi pasti ada sesuatu yang terjadi dan membuat Zen cukup tertarik setelah mendengar sebuah kehancuran dunia.
Maka dari itu, Zen saat ini mulai mengeluarkan gestur yang seakan tertarik dengan perkataan dari pria tersebut dan saat ini mulai menatapnya, karena Zen sudah sangat tertarik dengan perkataannya yang menyangkut tentang kehancuran dunia ini.
"Ho... kehancuran dunia ya... Jadi, karena dirimu menawarkan diriku untuk menjadi pengawal wanita ini, berarti secara tidak langsung, kamu menganggap bahwa dirinya merupakan pihak yang bisa menyebabkan kehancuran dunia bukan?" ucap Zen kepada kedua pihak tersebut.
__ADS_1
"Pemikiran anda tidak salah, Tuan Zen. Karena memang, jika keberadaan ketahuan oleh Ayahnya, bisa dipastikan dirinya akan menjadi salah satu penyebab kehancuran dunia yang akan dilakukan Ayahnya" balas Ji Shin yang menjawab perkataan dari Zen itu.
Sampai saat ini memang Zen sudah memahami sedikit apa yang sedang terjadi. Namun masalahnya dirinya tidak mengerti mengapa semua hal itu bisa menyebabkan kehancuran dunia. Maka dari itu, dirinya seakan mulai bersikap acuh dan seakan tidak terlalu tertarik lagi dengan apa yang diucapkan olehnya.
Apalagi semua itu tidak menjelaskan secara detail mengapa wanita itu menyebabkan kehancuran dunia ini. Maka dari itu, Zen saat ini kembali tidak tertarik dengan perbincangan ini dan saat ini mulai memakan daging yang saat ini terlihat sudah matang pada panggangan yang berada dihadapannya tersebut.
"Hahh.. baiklah. Coba jelaskan mengapa sosok gadis yang saat ini merupakan sosok paling terkenal di dunia ini, bisa menyebabkan kehancuran dunia?" ucap Zen yang mulai memutuskan untuk mendengar penjelasannya saja, sambil menyantap daging yang baru saja matang tersebut.
Melihat Zen yang sudah mulai kembali sedikit tertarik akhirnya membuat Ji Shin merasa lega. Karena dirinya mempunyai sebuah kesempatan untuk menjelaskan dan mungkin akan menarik simpati dari Zen agar dirinya bisa membantu mereka.
Apalagi menurutnya Zen mampu melindungi sosok Jane yang selama ini menjadi sosok yang diincar berbagai pihak atas perintah Ayahnya. Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk membujuk sosok Zen untuk mau melindungi dirinya dari semua pihak yang mengincarnya.
"Apakah anda tahu tentang Kultivasi Ganda, Tuan Zen" tanya pihak itu yang ingin menjelaskan dengan perlahan apa yang sedang terjadi.
Tentu Zen menjawabnya dengan sebuah anggukan, karena dirinya mengetahui dengan pasti apa yang dirinya ucapkan itu, karena bawahan Zen sudah menjelaskan tentang apa yang sedang diucapkan oleh Ji Shin itu kepadanya tadi. Maka dari itu, Zen bisa dikatakan sudah mengetahui dengan pasti tentang hal itu.
Apalagi dirinya mulai menjelaskan dengan detail dari apa yang dirinya tahu tentang tehnik tersebut. Hingga Ji Shin mulai mendengarkannya dan terlihat dengan jelas bahwa Zen memang sedikit memahami tentang tehnik tersebut, namun dirinya belum mengetahui dengan sepenuhnya hal tersebut.
"Apa yang anda ketahui bisa dikatakan benar, Tuan. Tetapi apakah anda tahu, Kultivasi Ganda sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh sesama Kultivator saja" ucapnya yang membuat Zen mendapatkan sebuah fakta baru dari tehnik tersebut.
Mendengarnya Zen akhirnya sedikit tertarik dengan perkataan pria paru baya tersebut. Karena bisa dilihat, Jane merupakan manusia normal pada umumnya, namun mengapa dirinya bisa menggunakan tehnik Kultivasi Ganda dan hal itulah yang membuat perkara ini menjadi menarik.
Zen maupun Mick memang mengira bahwa semua pihak bisa menggunakan teknik itu, apalagi mereka mengira bahwa ada seseorang menanamkan sebuah benih energi kedalam tubuh gadis tersebut. Namun yang baru dirinya tahu, bahwa sebenarnya hanya para Kultivator saja yang sebenarnya bisa menggunakan teknik tersebut.
"Lalu, apa hubungannya dengan dirinya yang bukan Kultivator dengan Teknik Kultivasi Ganda tersebut?" tanya Zen kembali yang mencoba mengorek informasi tentang perbincangan yang sedang mereka lakukan.
"Baiklah, lalu apakah anda mengetahui siapa Ayah dari gadis ini, Tuan?" hingga saat ini sebuah pertanyaan lagi mulai mulai dilontarkan oleh Ji Shin.
"Hm... Tentu saja aku tidak tahu. Yang pasti bukan aku" balas Zen yang menjawab asal atas pertanyaan Ji Shin tersebut.
__ADS_1
Tentu Zen masih bingung mengapa pria itu mulai menanyakan berbagai hal kepadanya. Apalagi sampai menanyakan siapa Ayah dari wanita yang saat ini juga sudah menyelesaikan makanannya dan mulai ikut masuk kedalam obrolan tersebut walaupun dirinya hanya diam saja sedari tadi.
"Ayahnya merupakan Kaisar dari Kekaisaran China, Tuan Zen"