Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tambah Parah


__ADS_3

Hal yang membuat seorang wanita yang saat ini sedang duduk pada kursi kebesarannya pada ruangan di Perusahannya menyesal adalah dirinya menikahi orang yang salah. Karena semua permasalahan hidupnya, bisa dikatakan mulai muncul satu persatu setelah dirinya menikahi pria yang pada awalnya dirinya anggap sebagai setengah hidupnya itu.


Walaupun memang dirinya tidak terlalu menyesal karena dalam pernikahan itu dirinya dikaruniai seorang Putri yang sangat cantik dan sangat amat berharga bagi dirinya, tetapi tetap saja hal itu membuat dirinya sangat amat menyesal melahirkan gadis itu dalam keadaan yang sangat tidak kondusif dalam kehidupan mereka selama ini.


Semenjak kelahiran Putrinya itu, bisa dikatakan dirinya belum pernah sama sekali memberikan kehidupan yang diimpikan oleh Putrinya. Karena memang bayang-bayang mendiang suaminya bisa dikatakan masih menghantui keberadaan mereka yang saat ini berusaha dengan keras keluar dari semua permalasahan itu.


"Jika terus seperti ini, perusahan kita akan hancur untuk kedua kalinya, Nyonya Alice" hingga asisten pribadi dari Alice mulai melaporkan keadaan perusahan miliknya yang terlihat sangat kacau tersebut.


Sudah berbagai cara Alice lakukan untuk keluar dari semua warisan buruk yang ditinggalkan oleh suaminya. Namun sayang, dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk keluar dari semua permasalahan itu sepenuhnya, karena mereka seakan tidak membiarkan Alice melakukannya.


Tentu pihak yang selama ini memanfaatkan sosok Alice sama sekali tidak membiarkan wanita itu untuk menjalankan rencananya dalam mengubah peraturan yang pernah dijanjikan oleh mendiang suaminya dahulu. Apalagi mereka masih berusaha menikmati semua keuntungan dari memanfaatkan perusahaan miliknya itu.


"Aku tahu. Tunggulah, biar aku menyelesaikan semua ini" balas Alice yang memang sudah merasa lelah menghadapi semua ini.


Tentu dirinya memiliki sebuah rencana untuk mengeluarkan perusahaannya dari permalasahan ini. Masalahnya cara itu sama sekali tidak ingin dirinya gunakan, karena akan mengorbankan banyak hal bagi sosok Alice yang sudah berjuang dengan keras untuk mempertahankan apa yang dirinya miliki saat ini.


Vero memang menawarkan sebuah bantuan untuknya. Dengan tentu saja menjual semua saham yang dimilikinya kepada sosok Vero. Namun tentu saja hal itu sangat tidak ingin dilakukan oleh Alice, karena perusahaannya ini adalah peninggalan dari seluruh keluarganya dan dirinya tentu tidak ingin kehilangannya.


Kileni, satu nama itulah yang membuat Alice berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan perusahaan ini. Karena memang, dirinya ingin mewariskan perusahaan ini kepada Putri semata wayangnya itu, agar kehidupan gadis kecilnya itu kelak tidak akan kesusahan dan dirinya bisa menikmati hasil dari buah kerja keras seluruh keluarganya.

__ADS_1


Maka dari itu, Alice berusaha dengan keras bertahan dari semua permasalahan yang menjerat perusahannya, dan berusaha untuk menyelesaikan sepenuhnya agar perusahaan ini bisa bersih kembali dan dirinya tidak akan merasa terbebani lagi jika nanti dirinya akan mewariskannya kepada Putri semata wayangnya itu.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, Nyonya Santi, karena saya akan menjalankan semua perintah anda" hingga akhirnya asistennya itu mulai beranjak dari ruangannya setelah dirinya melaporkan semua hal kepada Alice tengang kondisi perusahannya.


Setelah asistennya keluar, bisa dikatakan air mata dari Alice yang sedari dirinya tahan, tak kuasa lagi untuk bertahan dan saat ini mulai jatuh membasahi pipinya. Tentu tekanan yang dirinya alami saat ini sangatlah berat karena kekacauan perusahannya ini.


Hingga dirinya bingung harus bagaimana menyikapinya, apalagi saat ini permalasahan itu sudah berubah menjadi sebuah ancaman yang nyata yang dapat membuat kehidupannya akan berantakan jika tidak dengan segera dirinya selesaikan, bahkan hal buruk juga bisa dialami oleh Putrinya saat ini.


"Menikahlah denganku, jadi Istri ketiga dariku dan tidak ada lagi yang berani mencari masalah dengan dirimu dan perusahan milikmu" dan begitulah terngiang ucapan seorang pria yang pernah memberikan solusi kepada dirinya untuk menyikapi permalasahan ini.


Masalahnya pria itu berasal dari kelompok bawah tanah yang menjadi salah satu pihak yang saat ini mengancam perusahan dari Alice. Tentu solusi yang dirinya berikan itu bukanlah solusi bagi Alice, tetapi lebih untuk memanfaatkan keadaan dari Alice untuk keuntungan pria tersebut.


"Aku harus bisa. Aku harus bisa melewatinya. Ini demi Kileni" Ucap Alice yang tidak ingin menyerah dengan mudah tentang keadaan yang dirinya alami.


Cukup berat memang permalasahan yang saat ini dihadapi oleh Alice sebenarnya. Seperti yang diketahui, mantan suaminya mengambil alih sepenuhnya perusahannya disaat dirinya sedang hamil. Hingga akhirnya perusahan yang dipimpin olehnya itu mulai berubah sepenuhnya, apalagi perihal tujuan perusahaan tersebut.


Semenjak diambil alih oleh suaminya, pria yang sangat serakah itu mulai mengembangkan kerja samanya dengan pihak bawah tanah dari negara ini bahkan beberapa pihak yang berasal dari luar negeri, untuk bisa bertransaksi melalui perusahan perbankan besar milik Alice.


Pencucian uang, memberi pinjaman tanpa bunga, menyimpan uang berbagai organisasi kriminal dan sebagainya, mulai membuat perusahan dari Alice berubah menjadi perusahaan perbankan bagi jalannya bisnis dunia bawah atau organisasi kriminal. Bahkan lebih parahnya lagi, sampai kegiatan ******* juga menjalani transaksi dari perusahaan Alice.

__ADS_1


Maka dari itu, sangat susah bagi Alice untuk membereskan itu semua, terlebih lagi pihak organisasi kriminal yang tidak terima atas perubahan yang dilakukan oleh Alice untuk mengubah lagi tujuan perusahannya menjadi seperti semula, tidak ingin membuat hal itu terjadi karena memang perusahaan Alice merupakan perusahaan strategis bagi mereka untuk berbisnis.


"Lalu, apakah aku ak-" namun belumlah dirinya menyelesaikan kalimatnya, Alice yang berusaha menenangkan dirinya itu mulai terganggu dengan suara ponselnya saat ini.


Nomor tidak dikenal saat ini menjadi kontak yang muncul pada layar ponselnya. Sehingga Alice tentu saja menghiraukan panggilan tersebut. Namun masalahnya, ponselnya terus berbunyi menandakan bahwa nomor itu mencoba untuk terus menghubunginya, bahkan seakan memaksa untuk Alice mengangkatnya.


Hingga akhirnya karena ponselnya seakan terus saja terganggu oleh panggilan masuk itu, Alice mulai mengangkatnya. Pada awalnya sebuah suara hening bisa dirinya dengar dari panggilan tersebut, hingga bisa dikatakan suara teriakan dari seorang gadis kecil yang dikenalnya langsung membuat dirinya panik.


"Kileni!" teriak Alice panik setelah mendengar suara putrinya sedang berteriak pada panggilan tersebut.


Hingga akhirnya panggilan yang dirinya lakukan itu, tiba-tiba saja diminta untuk diubah menjadi panggilan Video. Tentu Alice langsung menerimanya dan saat ini bisa dengan jelas terlihat Kileni sedang berada pada sebuah kendaraan dengan beberapa pria bertopeng yang saat ini seakan sedang menculiknya.


"Apa yang kalian lakukan kepada Putriku?" hingga teriakan Alice yang murka melihat semua itu mulai terdengar pada ruangan tempatnya berada saat ini.


"Ibuuuu...." bahkan Kileni yang mendengar suara Ibunya semakin berteriak kencang sambil menangis, karena dirinya juga ingin terlepas dari pria yang memang berniat menculiknya itu.


Namun belumlah pria yang saat ini menghubunginya mengucapakan sesuatu kepada Alice dalam panggilan tersebut, Saat ini bisa terlihat kendaraan yang ditumpangi oleh Putrinya dan penculik itu mulai oleng hingga terlihat hilang kendali.


Bahkan bisa dilihat dengan jelas, bahwa saat ini kepanikan mulai terlihat dari penculik yang menculik putrinya tersebut, hingga akhirnya mobil itu seakan menabrak sesuatu dan membuat panggilan yang dilakukan oleh Alice tiba-tiba tergantikan sudut pandangnya, karena saat ini panggilan tersebut hanya terlihat gelap saja.

__ADS_1


"KILENIIIII!!!!"


__ADS_2