Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
100. Prestasi dan ancaman


__ADS_3

"Tidak terasa sudah hampir setengah tahun kita tinggal di sini, berarti tinggal empat bulan lagi kita akan hengkang, dan pindah keluar negeri" Ucap nenek Elina memulai pembicaraannya dengan Jasmine dan Brian


"Nenek sudah benar benar neg dengan kelakuan Dion itu. Masih terbayang bayang di mata nenek, bagaimana angkuh nya Dion waktu kita berlutut meminta maaf itu, tanpa sedikitpun memperdulikan kita" Sambungnya lagi


"Kalau saat itu nenek punya kekuatan, sudah nenek hajar itu bocah. Benar benar sakit hati nenek padanya" Rutuk nenek Elina tak berkesudahan, sambung menyambung tiada henti


"Sudahlah nek, kita bersabar saja, setelah kita jauh dari jangkauan si badjingan itu, baru kita atur rencana, bagaimana menghancurkan kesombongan Dion itu" Sela Brian mengkompori kemarahan nenek Elina


"Kau tahunya apa, mengandalkan hartamu yang tidak seberapa itu, berani berani kau memprovokasi si Dion itu, tapi nyatanya apa!" Ejek nenek Elina kesal pada Brian


"Brian tidak sepenuhnya salah nek, dia berbuat seperti itu, karena memang saat itu Dion bukan siapa siapa, dia hanya pecundang dan sampah tidak berguna. jadi wajar kalau Brian menghinanya." Bela Jasmine dengan wajah cemberut


"Lagi pula nek, buat apa juga nenek ingin membalas dendam pada Dion, bukankah Dion sudah berbaik hati mengirim kita ke sini, yang semula kita sangka, kita akan di habisi, tapi ternyata malah diberi rumah, ditambah uang lagi."


"Dengan uang kita, kita bisa hidup, bahkan nenek bisa membeli rumah ini, juga mendapatkan tanah puluhan hektar itu, jadi apa lagi yang ingin nenek cari, ha!" Ucap Jasmine menceramahi neneknya dengan kata kata pedas


"Memangnya kau tahu apa Jasmine !" Bantah nenek Elina tidak terima, karena sudah diceramahi oleh cucunya sendiri


"Jasmine lebih tahu dari nenek!. Nenek berbuat itu karena tidak terima, Dion yang dulu berlutut di kaki nenek, sekarang malah nenek yang berlutut di kakinya!"


"Kejadian itu tentu saja melukai hati nenek, karena nenek menganggap, bahwa si Dion itu bukan siapa siapa. Sadarlah nek!. Sekarang ini, kita hidup di bawah bayang bayang si Dion itu, salah bertindak sedikit saja, maka kita akan mati nek, percayalah!" Bela Jasmine panjang lebar tak mau menyerah pada pendapat nenek


"Jadi kau lebih membela si bangsat itu dari pada membela nenek, begitu?" Bentak nenek Elina marah


"Bukan itu maksudku nek, nenek tahu Dion sekarang itu siapa, orang orangnya tersebar di mana mana, ditambah lagi dengan kekayaan nya, yang tidak akan habis walau dimakan oleh 7 turunannya, bahkan oleh 14 keturunannya kemudian" Jawab Jasmine terkesan bijaksana


"Brian!.Kau ajari istrimu ini, agar tidak kurang ajar pada neneknya sendiri!" Panggil nenek Elina kesal, lalu pergi meninggalkan mereka berdua


Saat terjadi perdebatan itu, Danish dan Everly sedang tidak berada di rumah, mereka saat itu, pergi ke kota kabupaten, menjemput Chalista yang sudah seminggu tinggal di rumah kenalannya


Jadi mereka tidak tahu menahu, kalau Jasmine berani menasehati neneknya sendiri, agar membatalkan rencana balas dendamnya pada Dion


Setelah pertengkaran kecil itu, nenek Elina semakin membulatkan tekadnya, untuk secepatnya hengkang dari negara ini, dan pindah ke kota Hongkong, tempat dimana dulu dia lahir


Dengan emosi yang masih tertinggal, Elina segera menghubungi koleganya di kota Hongkong, untuk segera merealisasikan keinginannya mendirikan perusahaan di sana


Kebetulan yang barusan dihubunginya, bersedia membantu menguruskan perijinan untuk mendirikan sebuah perusahaan, cuma dia meminta, agar Elina mentransfer uangnya, sebagai modal awal untuk mendirikan perusahaan di kota sebesar Hongkong itu


Tanpa pikir panjang lagi, Elina mentransfer sejumlah uang pada koleganya dalam jumlah banyak. Uang yang beberapa bulan ini terus ditabungnya, sepertiganya telah habis di transfer ke kawannya di kota Hongkong


Uang yang dikirim itu, juga termasuk uang hasil penjualan tanah, yang didapatkannya dari seorang pengusaha yang gagal bayar tepat pada waktunya

__ADS_1


Setelah mengirimkan uang itu, Elina berencana akan mengumpulkan semua anak dan cucunya, guna membicarakan rencana pindah ke luar negeri dalam beberapa hari kedepan


***


Pagi sekitar pukul 5.41. Dion sudah berada di luar vila, dan terlihat seperti sedang senam atau entah apalah namanya itu


Tubuhnya tegak lurus, tangan di dada, kedua kakinya sedikit terbuka, mulutnya seperti sedang menghirup udara yang bertebaran di sekitarnya


Gerakannya sangat teratur, nafasnya memburu, perutnya kembang kempis, dan mulutnya segera terbuka, lalu angin yang dihirupnya di hembuskan keluar, dan itu dilakukannya secara berulang ulang


Istirahat sejenak mengambil nafas, kemudian kembali ke posisi semula seperti tadi, tapi kali ini lebih serius, dan tiba tiba saja, batu batu kecil yang ada di depan Dion, secara perlahan terangkat ke udara, sedetik kemudian berjatuhan ke tanah


"Ternyata kemampuanku sekarang sudah semakin menurun. Ini tidak bisa dibiarkan!." Guman Dion lirih


"Aku terlalu santai dan sibuk dalam urusan perusahaan, hingga lupa untuk memperdalam dan mempertajam olah nafasku, yang selama ini sudah ku kuasai." Monolog Dion dalam hati ketika gagal mengangkat batu batu kecil dan mempertahankannya dalam jangka lama di udara


"Aku harus coba lagi" Batinnya memberontak, kemudian memfokuskan kembali pada gerakannya semula


Setelah mengulang ulang latihannya, akhirnya Dion berhasil mengangkat batu dan benda benda lainnya tanpa menyentuh, hanya mengandalkan olah nafasnya saja


Untuk diketahui, dulu sewaktu Dion masih kuliah, selain mengikuti kelas bela diri karate, silat tradisional, dan lain sebagainya, Dion juga aktif dalam perkumpulan perguruan tapak sakti, yang telah di ikuti nya selama kurang lebih tiga tahun


Walau tidak mencapai gelar master, tapi Dion sudah masuk dalam rangking top 10 dalam perguruan tapak sakti itu


Kemampuan itulah yang digunakan oleh Dion, ketika berhadapan dengan Govan, dalam perebutan tanah dipinggiran kota B, yang awalnya dimiliki oleh Tiger


Dalam insiden itu, Dion berhasil menahan laju sebuah peluru yang mengarah padanya, begitu juga dengan peluru peluru yang lain. bahkan saat itu, Dion mampu menghancurkan 10 peluru tersebut dengan mudah


Tapi kali ini, ketika Dion ingin mengangkat batu batu kecil yang berserakan di halaman vila nya, Dion tidak mampu melakukannya seperti dulu, bahkan untuk mempertahankannya dalam jangka yang cukup lama, Dion sudah kewalahan


Maka dengan tidak kenal menyerah, Dion terus mencoba dan mencoba nya lagi, dan akhirnya, dia berhasil mengangkat beberapa buah batu dan benda benda padat lainnya ke udara, kemudian tanpa menyentuhnya, Dion berhasil menghancurkan batu tersebut hingga menjadi debu


"Ini merupakan prestasi terbaik ku selama ini. Aku harus rajin berlatih, jika tidak, kemampuanku akan menjadi tumpul, dan aku akan mempermalukan perguruan ku sendiri." Batinnya dalam hati


Setelah dirasa cukup, Dion mengakhiri latihannya, yang saat itu tidak diketahui oleh siapapun, Kemudian bergegas masuk ke dalam vila nya, untuk istirahat, mandi sarapan, dan lain sebagainya


***


New York City, Grand Avennue hari ketiga


Tahun ini, lagi lagi majalah Forbes dengan rilisnya, tentang orang orang kaya dunia, membuat gempar, di mana ada pemain baru yang muncul, langsung menduduki peringkat pertama, menggeser posisi orang terkaya bulan lalu

__ADS_1


Yang menjadi tanda tanya adalah, kenapa bisa pemain baru tersebut, langsung melejit di posisi pertama, orang terkaya sedunia


Tentu saja orang orang bertanya tanya, siapa pemain baru itu. Bagi yang sudah kenal dengan orangnya, ya mereka memaklumi saja, tetapi bagi yang belum kenal, tentu saja penasaran, dan ingin mencari tahu, siapa sosok orang terkaya nomor 1 sedunia itu


Didalam majalah itu disebutkan, pemain baru itu adalah Dion, dengan jumlah kekayaan mencapai 385.8 milyar dolar AS, atau sekitar 5,56 kuadriliun, dua kali lipat jumlah kekayaan dari orang terkaya pertama yang dirilis bulan lalu, yaitu sebesar 192,9 milyar dolar AS atau sekitar 2,78 kuadriliun


Sedangkan orang terkaya ketiga dunia, mempunyai kekayaan sebesar 192,4 milyar dolar AS, atau sekitar 2,77 kuadriliun


Dengan tergesernya posisi orang terkaya pertama dunia oleh Dion, telah menempatkannya sebagai The Richest man of the year, dan langsung menjadi trending topik di seluruh dunia. Banyak orang yang ingin mengenal sosok Dion, dan membangun relasi dengannya


Posisi orang terkaya sedunia itu, merupakan satu prestasi yang sangat gemilang bagi seorang Dion, yang baru berkecimpung dalam dunia bisnis, tetapi kekayaannya telah mampu menggeser orang terkaya dunia, yang selama ini mendominasi


Jumlah kekayaan yang dilaporkan oleh Forbes milik Dion tersebut, belum seluruhnya, karena Dion masih mempunyai jumlah uang yang jauh lebih banyak, dari apa yang sudah dilaporkan oleh majalah tersebut


Dion tidak mau mengekspos jumlah keseluruhan kekayaannya, baik dalam bentuk dolar, Euro, maupun IDR, jumlah kekayaan yang dilaporkan oleh majalah tersebut, hanya yang tersimpan di 2 buah bank, dan itu yang terlapor ke badan Monetery internasional


Tapi yang disimpannya di tempat lain, jauh lebih banyak lagi. Belum yang dalam bentuk Uero, Riyal, Singapore dolar dan IDR. Apalagi setelah Dion berhasil menjual cadangan minyak buminya dengan harga tinggi, kekayaannya tentu saja sudah tidak bisa dihitung lagi


Ditambah dengan permainan sahamnya yang terus melejit, sehingga menambah pundi pundi kekayaannya semakin banyak


Diperkirakan jumlah keseluruhan kekayaan Dion dalam bentuk tunai itu, diluar aset sebesar 19, 95 kuadriliun, dan ini cuma perkiraan saja, kalau ditambah dengan yang dilaporkan oleh majalah Forbes tersebut


Tapi dibalik kesuksesannya itu, Dion saat ini, sedang perlahan mendekati ancaman, walau tidak begitu besar, tetapi akan berpengaruh pada jiwanya


***


Apakah persiapannya sudah selesai?" Tanya seseorang kepada nenek Elina di suatu malam sekitar pukul 1,13 dinihari


"Nenek rasa semuanya sudah beres, tinggal berangkat saja!" Jawab Elina dengan yakin sekali


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita berangkat!" Ucap orang itu lagi sambil berjalan mendekati mobilnya


Nenek Elina, Danish, Emily, Brian ,Jasmine dan Chalista, bergegas memasuki mobil yang tadi dinaiki oleh orang tersebut dengan terburu buru


"Ini sangat beresiko sekali! Salah dalam bertindak dan tidak sempurna melakukan penyamaran, maka kita semua akan mati!" Ucap Alexander, orang yang dari tadi berbicara kepada nenek Elina


"Apapun yang terjadi, kalian harus bersikap tenang. Jangan panik atau memperlihatkan, bahwa kalian ini adalah pelarian. Jika tertangkap, maka bukan hanya kalian saja yang akan celaka, tapi aku juga berikut dengan orang orang ku akan mati!"


"Masalah rumah ini, akan aku jual segera setelah kalian terbang ke Hongkong itu, dan uangnya akan aku kirim kepada kalian." Ucap Alexander meyakinkan


"Aku percayakan semua urusan ini padamu Alex, kalau kau membohongi kami, maka aku akan melaporkan pelarian ini kepada polisi, dan kau juga akan terkena imbasnya." Ancam nenek Elina serius

__ADS_1


"Tenang saja nenek cantik!. Aku tidak akan bertindak bodoh, aku juga mau hidup. Masalah tuan muda, itu urusanku. Pandai lah nanti aku menjawab, alasan kalian meninggalkan rumah itu." Ucapnya kembali meyakinkan


"Baik kalau begitu, aku percaya dengan perkataan mu." Jawab Elina pasrah, sambil memperbaiki posisi duduknya di kursi belakang


__ADS_2