
"Salam tuan besar!"
Sapa Burgon ramah, ketika datang menemui Dion, saat dia sedang berada di ruang operator
"Ada apa Burgon?" Tanya Dion penasaran dan berhenti melihat layar komputer yang ada di depannya
"Ada laporan masuk dari tim Intel kita!"
"Mereka mengatakan ada indikasi kota ini bakal di serang, tapi tidak tahu kapan waktunya." Ucap Burgon melaporkan
"Panggil Intel itu kemari jika dia ada di kota ini!" Jawab Dion tegas dan sedikit merasa khawatir
"Maaf tuan besar!. Mereka masih ada di kota J, dan belum bisa kembali ke kota ini." Sambung Burgon berterus terang
"Kalau begitu panggil kawan kawan mu kemari. Suruh mereka menemui ku di sini!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Burgon patuh. Kemudian pergi menemui teman teman para petinggi pengawal Birawa Group, untuk menghadap Dion di ruang operator miliknya
Setengah jam kemudian, seluruh petinggi yang dipanggil oleh Dion, telah berkumpul di ruang operator. Mereka disambut oleh Austin juga Deon si legenda cyber itu dengan ramah
Setelah semuanya masuk, Dion langsung membuka pertemuan dan berkata.
"Dari laporan yang aku terima, kota kita akan diserang oleh kelompok mafia pimpinan Jundan Miyazawa, melalui anak buahnya yang ada di kota J."
"Namun kapan serangan itu terjadi, belum bisa di prediksikan waktunya."
"Jadi apakah ada saran dari kalian, untuk mengantisipasi masalah ini?" Ucap dan tanya Dion pada anak buahnya
"Tuan besar!. Izin menjawab!"
"Silakan!" Jawab Dion singkat
"Menurut hemat saya, akan lebih baik jika saudara Deon dan Austin termasuk Rams, mencari tahu lokasi mereka terlebih dahulu, siapa tahu keberadaan kelompok itu bisa ditemukan." Ucap Adiwilaga yang pertama memberi usul
"Aku sudah menyuruh ketiganya untuk mendeteksi markas mereka. Tapi tidak juga ditemukan paman Adi." Jawab Dion apa adanya
"Kalau begitu mohon maaf tuan besar, karena usul ku sudah terlambat!" Sambut Adiwilaga malu malu
"Tidak juga paman Adi. Mungkin ada baiknya dicoba sekali lagi, siapa tahu usul paman kali ini berhasil." Jawab Dion tulus
"Paman Deon dan Austin!. Coba cari sekali lagi, dan gunakan cara yang belum pernah kalian coba. Siapa tahu lokasi mereka kaki ini bisa kalian temukan!" Perintah Dion pada keduanya
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak. Kemudian mengerjakan perintah dari tuannya tersebut
Ketika Deon dan Austin sedang bekerja, Dion mengalihkan perhatiannya pada yang lain, lalu berkata. "Sementara mereka sedang berusaha, apakah ada pendapat lain dari kalian?" Ujarnya
"Ada tuan besar!" Jawab Taraka, guru dari Burgon ingin memberi usul
"Silakan!" Jawab Dion singkat
"Baik!" Respon Taraka semangat
"Sesuai dengan laporan dari mata mata kita, kelompok tersebut akan langsung menyerang kota ini?" Ucapnya seakan bertanya
"Ya paman benar!. Teruskan!" Ucap Dion mulai tertarik
"Biasanya kalau informasi yang rancu seperti. bisa dikatakan benar bisa juga tidak!"
"Tapi karena disampaikan oleh mata mata terbaik kita, maka itu pasti informasi benar!"
__ADS_1
"Tentang waktu, biasanya sering dilakukan pada malam hari, saat orang lengah!. dan sekarang mereka pasti sedang bersiap siap."
"Mumpung mereka masih belum siap. Apa tidak sebaiknya kita kirim pengawal sebanyak banyak nya, untuk menjaga di setiap simpang, jalan, serta lokasi lokasi yang mereka bakal lalui?"
"Jadi tuan bisa memerintahkan pada pengawal tuan, untuk memata matai pergerakan mereka."
"Karena jarak kota J dengan kota ini tidak terlalu jauh. jadi mereka bisa bergerak kapan saja yang mereka mau!"
"Menurut prediksi saya, kelompok tersebut akan bergerak antara pukul 8 atau pukul 9 malam, dan akan menyerang kota ini sekitar waktu tengah malam!"
"Saat mereka bergerak itu. mata mata yang kita tempatkan bisa memberikan laporan akurat, terkait dengan pergerakan kelompok itu, ketika sedang menuju kemari pada kita!"
"Karena waktunya masih cukup lama, Jadi belum terlambat bagi kita untuk melakukan persiapan tersebut !" Ucap Taraka memberi usul, Tapi timbul pula keraguan di dalam hatinya
"Benar juga apa yang paman katakan itu, dan menurut ku itu cukup masuk akal!" Respon Dion senang. Kemudian merenung lama, diam tanpa bersuara. Tapi tak lama sesudah itu, Dion kembali berkata.
"Kalau begitu segera siapkan penyambutan untuk mereka malam ini!" Ucap Dion merasa senang. ketika sudah mendapatkan jawaban untuk berbuat
"Izin menjawab tuan besar!" Ucap Taraka kembali seperti ingin memberi usul
"Apakah masih ada usul dari mu mata malaikat?" Tanta Dion dengan menyebutkan gelar dari Taraka tersebut
"Benar tuan!. Tadi saya sempat berbincang dengan kaisar perang, dewa angin utara, senior Adiwilaga"
"Kami telah sepakat, bahwa kita tidak usah menunggu mereka datang. Tapi kita sendiri yang mendatangi mereka!"
"Alasannya karena jika pertempuran itu terjadi di sini, akan banyak jatuh korban, juga banyak bangunan yang akan rusak!" Jawab Taraka dengan usulnya yang sangat masuk akal
"Saya setuju dengan usul senior Adi juga senior Taraka."
"Kita harus mendatangi mereka terlebih dahulu!" Ucap Abhicandra dengan semangat sekali
"Kita datangi mereka untuk membuat perhitungan, dan balaskan dendam saudara saudara kita pada mereka!" Jawab semuanya serempak dan bersemangat sekali
"Aku bukan menolak pendapat kalian!. Tapi masalahnya adalah, ke mana kita akan pergi, sedang keberadaan mereka saja kita belum tahu?" Reaksi Dion mulai bimbang
"Itu mudah tuan besar. Tuan muda Draco mempunyai kemampuan diluar nalar manusia."
"Mungkin dia bisa memindai lokasi markas orang yang berniat ingin menyerang kota ini?" Jawab Abhicandra mantap
"Benar juga apa yang paman katakan itu!"
"Cuma masalahnya adalah, aku tidak mau melibatkan anakku dalam permasalahan ini!"
"Dia sudah mengatakan padaku, bahwa dia tidak akan ikut campur, kecuali dalam keadaan terdesak!" Ucap Dion berterus terang
"Kalau tuan muda Draco sudah mengatakan demikian, kami tidak bisa berbuat apa-apa."
"Tapi jika kami boleh memberikan usul. Terlibatnya tuan muda Draco dalam masalah ini, akan sangat mempengaruhi kemenangan kita, sekaligus menjaga keselamatan kota ini dan orang-orangnya!" Bantah Taraka kembali mengeluarkan pendapatnya
"Jadi mau kalian adalah, anakku Draco, harus membantu kita menemukan lokasi mereka!. Begitu?" Respon Dion masih belum mau menerima
"Benar tuan besar!, dan jika memungkinkan, tuan muda Draco harus ikut terlibat dalam perang kali ini, karena dikhawatirkan mereka mempunyai kekuatan tersembunyi, yang kita sendiri tidak mampu mengatasinya!" Jawab Taraka apa adanya
"Baiklah kalau begitu. Akan kucoba untuk membujuk anakku, agar mau membantu kita!" Jawab Dion lemah, walau sebenarnya permasalahan tersebut ada sangkut-pautnya dengan diri Draco sendiri
Di dalam hatinya pun merasa heran, kenapa anaknya tidak mau terlibat dalam peperangan kali ini, jika alasannya hanya karena tidak mau membunuh, atau menghabisi nyawa lawannya. Itu masih belum masuk akal
"Aku harus bisa meyakinkan anakku Draco, agar mau terlibat dalam perang kali ini, untuk menyelesaikan polemik yang berkepanjangan!" Batin Dion dalam hati
__ADS_1
"Maaf tuan besar jika saya menyela!" Ucap Adipramana datang ingin memberikan usul
"Ya silakan paman!" Jawab Dion datar
"Karena mereka organisasi gelap, tentu saja kehadirannya mengganggu kestabilan keamanan negara ini."
"Alangkah lebih baiknya kita libatkan pihak aparat juga tentara, untuk memerangi kelompok tersebut?" Ucap Adipramana dengan usulnya yang cukup bagus
"Aku juga sudah kepikiran dengan hal itu, tapi belum dilaksanakan juga."
"Karena kita belum tahu kapan kelompok itu menyerang, maka bantuan dari pihak tentara juga kepolisian belum ku mintakan!"
"Tapi kalau prediksi dari mata malaikat itu benar, berarti hari ini juga kita harus menghubungi mereka!" Jawab Dion ragu
"Jadi apakah kita perlu mempersiapkan pasukan penyambutan sekarang tuan besar!" Tanya Iron ingin tahu
"Benar!" Setelah ini senior kumpulkan seluruh pengawal, dan bagi tugas pada mereka!" Jawab Dion tegas
"Baik!" respon Iron cepat
"Berita baik tuan besar!. Lokasi persembunyian mereka telah kami dapatkan!" Teriak Austin senang.
"Dimana markas mereka?" Tanya Dion penasaran
"Di daerah ini tuan besar!" Jawab Austin apa adanya, sambil menunjuk peta yang terpampang di layar komputernya
"Daerah T, JS!" Ucap Dion setelah mengenali wilayah tersebut dengan sekali pandang
"Benar tuan!. Di sanalah mereka sekarang sedang berkumpul, dan mempersiapkan pasukannya untuk di berangkatkan ke sini malam ini!" Jawab Deon berterus terang
"Coba perbesar lokasi mereka, agar kita tidak salah sasaran!" ucap Dion memberi perintah
"Baik!. Jawab legenda cyber patuh. Kemudian memperbesar gambar lokasi markas kelompok Miyazawa tersebut, sehingga terlihat aktivitas besar di dalamnya
"Ternyata apa yang diprediksi oleh mata malaikat tadi tidak salah!"
"Mereka sekarang sedang sibuk mempersiapkan segala peralatan untuk menyerang kita malam ini!" Reaksi Dion senang sekaligus marah, ketika anak buahnya telah mampu menemukan lokasi persembunyian musuhnya
"Paman Adi dan senior Iron serta kalian semua!. Segera persiapkan pasukan yang jauh lebih besar untuk mendatangi kelompok mereka!" Perintah tegas Dion pada seluruh anak buahnya
"Baik!. Jawab mereka serempak dan terlihat sangat semangat sekali
***
Malam harinya sekitar pukul 8 malam. Iring iringan mobil berbagai ukuran, seperti bus, Van, truk tertutup, bahkan ada yang terbuka, yang biasa dipakai oleh tentara, terlihat sedang memasuki wilayah T dan menuju sebuah lokasi yang cukup terisolir dan jauh dari keramaian
Ada empat buah bangunan besar, yang berdiri di atas lahan yang cukup luas, dan sepertinya itu bangunan gudang penyimpanan barang, dari suatu perusahaan
Tapi jika diperhatikan secara seksama, ternyata di dalam empat bangunan itu ada ruangan yang cukup luas, bahkan ada ruangan lain di bawahnya
Di dalam ruangan itulah banyak aktifitas sedang berlangsung. Salah satu diantaranya adalah banyaknya orang orang yang sedang sibuk memasukkan persenjataan ke dalam belasan mobil truk terbuka
"Cepat selesaikan tugas kalian!. Satu setengah jam lagi kita berangkat ke kota itu, untuk menghabisi penghuninya!" Ucap seorang ketua pada anak buahnya
"Gawat bos!. Kita diserang!" Ucap seorang anggota mafia yang datang terburu buru menuju ketuanya
"Siapa yang berani menyerang kita?" Responnya
"Belum diketahui bos!. Sepertinya mereka pasukan ninja!"
__ADS_1
"Bagaimana bisa, ninja dari mana?" Reaksi ketua tersebut seakan tidak percaya