Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pilihan sendiri


__ADS_3

"Ayah mertua!. Ini murni kesalahan ku!. Jangan apa apakan mereka!" Ucap Bagaspati memohon


Tapi Torangga tidak menggubris perkataan Bagaspati itu, dia malah mengedarkan pandangannya keseluruh areal gua, dengan pandangan yang sulit diartikan


Sebaliknya di pihak Bagaspati, dia merasa keheranan, sekaligus terkejut, dari mana Torangga dan anak buahnya itu, bisa mengetahui jalan rahasia tersebut. Padahal selama ini hanya dia dan anak buahnya saja yang mengetahui jalan itu


Tapi ketika melihat ada beberapa orang anak buahnya berdiri dibelakang Torangga, Bagaspati menjadi paham. Ternyata merekalah orang yang menunjukkan jalan rahasia itu pada Torangga


Kedatangan anak buahnya yang berjumlah ribuan itu dari pintu depan, hanya sebagai pengalihan saja. Mereka hanya dijadikan sebagai umpan, untuk mengepung kelompok Dion, dan yang orang orangnya itu


Kedatangan anak buah Torangga yang secara tiba tiba tersebut. membuat anak buah Dion tidak bisa berbuat apa apa. Karena jumlah mereka sangat banyak sekali. Sedang mereka hanya berjumlah 170 orang


Walau mereka kuat, tapi jumlah lawannya jauh lebih banyak dari mereka. Ditambah lagi mereka rata rata memegang senjata api.


Jadi ketika mereka tiba tiba muncul dari arah yang tidak mereka ketahui. pengawal Dion merasa terkejut, dan membiarkan saja aksi mereka menodongkan senjatanya kearah mereka


Dibawah todongan senjata api, yang diarahkan pada mereka. anak buah Dion mau tidak mau harus diam juga, tapi tidak sampai menyerah


Ketika semua perhatian tercurah pada kehadiran orang orangnya yang ada diluar gua, Torangga keluar dari lorong rahasia, dipandu oleh orang orangnya Bagaspati


Begitu dia hampir keluar dari lorong itu, dia mendengar Dion mengucapkan kata kata yang sangat merendahkannya itu.Lalu merespon ucapan Dion dengan berkata. Benarkah?, dan segera menampakkan diri


Bagaspati yang melihat kedatangan ayah mertuanya tersebut, tentu saja terkejut dan ketakutan, reflek saja berkata seperti itu. Tapi respon Torangga malah diluar dugaan, dengan tanggapannya yang sangat merendahkan sekali


"Kau pikir aku akan tertarik setelah kau katakan itu?. Dasar menantu tidak berguna!"


"Kau biarkan istrimu mati, bahkan ingin membela mereka!"


"Tunjukkan siapa yang telah membunuh anakku?" Tanya Torangga geram


"Aku!" Jawab Burgon berterus terang, dan bersikap sanga t jumawa sekali


"Dasar badjingan!. Matilah!" Teriaknya keras, kemudian berkelebat kearah Burgon, dengan gerakan yang lumayan cepat, dengan niat ingin membunuh Burgon dengan sekali pukulan


Tapi bukan Burgon namanya, kalau hanya dengan serangan lemah seperti itu akan roboh.


Dengan tenangnya dia menunggu pukulan Torangga masuk. Kemudian dengan gerakan yang sulit diikuti oleh mata biasa. Burgon memukul kearah perut Torangga, yang saat itu sedang terbuka, hingga pukulan itu sukses mengenai perutnya, dan..


Buk!


"Uuuggghh!" Keluh Torangga kesakitan, dan tubuhnya terpental jauh, dan jatuh ketanah dekat dengan Bagaspati


"Kuat juga orang itu!. Baru kali ini aku dijatuhkan hanya dengan sekali pukulan, Sebenarnya siapa dia?" Batin Torangga dalam hati seakan tidak percaya, dan mulai kehilangan kepercayaan diri


Kemudian dengan dibantu oleh anak buahnya, dia berusaha berdiri, mengambil nafas, lalu berkata lagi dengan pongahnya


"Aku Torangga!, tidak akan pernah melepaskan siapapun yang telah berani mengusik ku. apalagi mereka!" Jawab Bagaspati marah, sambil menunjuk kearah Dion dan tuan Birawa serta Iron


Ditunjuk seperti itu, membuat Iron menjadi berang, kemudian dengan geramnya berkata. "Datang datang langsung mengklaim, bahwa kaulah yang paling kuat, paling hebat dan paling berkuasa!"


"Baru menghadapi anak buah ku saja, kau sudah hampir mati apalagi jika berhadapan dengan ku!"


"Kau anggap kami ini apa?. Mentang mentang jumlah pengawal mu banyak. Kau menganggap akan mampu mengalahkan kami!" Respon Iron kesal


"Siapa kau. Jangan ikut campur!" Bentak Torangga marah, kemudian meminta seorang komandan kelompoknya untuk menghajar Iron. tapi..


Buk!. buk!


Belum sampai kedepan Iron, Leon dengan gerakan cepatnya, meluruh kearah Komandan itu, dan langsung menghajarnya dengan dua kali tendangan. Hasil nya, tubuh komandan tersebut terpental jauh, dan jatuh didepan bosnya sendiri. Pingsan!


"Kau tidak pantas untuk berhadapan dengan ketua kami!. apalagi dengan tuan besar kami!. Untuk menghadapai mu, cukup pengawal rendahan yang lain!" Ucap Leon marah

__ADS_1


"Kurang ajar!. Ternyata kau memiliki keahlian bertarung tangan kosong. Katakan siapa namamu?. sebelum aku cabut nyawa busukmu itu!" Bentak Torangga marah dan merasa tersinggung dan sangat kesal sekali


Barusan tadi dia dihajar dan dijatuhkan hanya dengan sekali pukulan oleh Burgon, itu membuat emosi Torangga menjadi sangat kesal sekali


Untuk kembali menyerang Burgon, dia khawatir malah akan mencelakainya, maka dia melampiaskan kekesalannya itu pada Leon, yang dia anggap lemah


Maka ketika dia berkata seperti itu, Torangga sengaja mengucapkannya dengan nada merendahkan lawannya


Mendengar perkataan yang sangat merendahkan tersebut, membuat Leon terpancing emosi, dan berniat ingin segera menghajar Torangga, tapi dicegah oleh Dion, dengan merentangkan tangannya kesamping


Dengan langkah tenang dan pasti. Dion berjalan mendekati Torangga yang sombong itu, dan berhenti sekitar satu meter di depan nya


Dengan gerakan yang sangat sulit diikuti oleh mata, dan tanpa basa basi lagi. Dion melayangkan pukulan terbaiknya kearah tubuh Torangga, dan telak mengenai wajah juga dadanya


Plak! buk!


"Uuugghh!"


"Baru pandai memukul semut, sudah berkoar koar di hadapan ku!" Ucap Dion sinis, dengan aura sangat mengintimidasi sekali


"Bos!"


"Bos!"


Teriak sebagian anak buahnya terkejut sekaligus marah, melihat pimpinannya diperlakukan seperti itu, ditampar dan di pukul oleh orang yang tidak mereka kenal, bahkan sampai dua kali


"Badjingan!. Baru kali ini ada orang yang mampu membuatku merasa kesal." Ucap Torangga marah sekaligus terkejut


"Katakan siapa kau?" Teriaknya semakin marah


Syut!. Dion bergerak sangat cepat sekali, dan tiba tiba sudah berada didepan Torangga. Lalu ..


Plak! plak!.


Setelah memukul dan menampar Torangga. Dion kembali kesamping kakeknya dan berkata.


"Hanya sekumpulan semut, tidak ada yang perlu ditakutkan!" Ucapnya datar pada kakeknya itu


"Kurang ajar!. Tunggu apa lagi, habisi mereka!" Perintah Torangga kesal, karena sudah beberapa kali dihajar oleh Dion dan anak buahnya itu


Mendapat perintah tegas seperti itu, serentak anak buahnya bergerak mengepung Dion dan orang orangnya, dengan senjata ter hunus dan pistol yang siap untuk ditembakkan


Tapi Dion serta yang lainnya, malah tersenyum sinis, melihat anak buah Torangga mengepung mereka seperti itu. tiba tiba


"Berhenti!" Teriak seseorang dengan suara lantang


Semua orang menoleh kearah orang yang berteriak tadi, dan mendapati Bramantyo sedang berjalan tergesa gesa kearah Dion dan kakeknya itu


Begitu sampai dihadapannya, Bramantyo menjatuhkan diri ketanah, dan berlutut ke arah tuan Birawa dengan sikap merendah


"Maafkan perlakuan anak buahku tuan besar!. Saya tidak menduga kalau mereka berani memprovokasi anda." Ucap Bramantyo ketakutan


"Bangunlah Tyo!" Respon tuan Birawa datar


"Terima kasih tuan besar!" Jawab Bramantyo, atau Tyo itu dengan nafas lega


Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Torangga, lalu berucap


"Atas dasar apa kau berani memerangi tuan besar ku ini?" Tanya Bramantyo marah


"Bos!. mereka sendiri yang telah memulai perang ini. dengan membunuh anak semata wayang ku si Meri itu!" Jawab Torangga berbohong dengan niat membalikkan keadaan

__ADS_1


"Diam!" Bentak Bramantyo kesal


"Bos Tyo!. Aku Bagaspati, ketua kelompok gagak hitam. Orang itu adalah ayah mertuaku." Ucap Bagaspati tiba tiba datang mendekati Bramantyo


"Apa hubungannya dengan ku?" Jawab Bramantyo kesal


"Ayah istriku datang karena ingin membalaskan dendamnya atas kematian putrinya, tapi dia datang dengan membawa sekian banyak orang orang mu ke sini."


"Hem!. ternyata begitu!" Respon nya lirih


"Tuan besar!. Saya minta ijin, ingin bertanya pada anak buah ku ini dulu." Ucap Bramantyo sopan


"Silakan!. Selesaikan masalah anak buahmu itu secepatnya karena aku tidak mempunyai banyak waktu disini!" Jawab tuan Birawa cepat


"Torangga!. Apa benar kau datang kesini karena ingin membalas dendam atas kematian putri mu itu?" Tanya Bramantyo tegas


"Benar bos! dan aku belum akan merasa puas jika belum membunuhnya!" Jawab Torangga berterus terang


"Apakah kau ingin menghabisi mereka semua?"


"A..aku maunya seperti itu bos!" Jawab Torangga terlepas omong dan jujur sekali


"Tahukah kau siapa orang yang ingin kau habisi itu?.Jangan kau kira mampu untuk menghabisi mereka. berhadapan dengan seorang pengawalnya saja seratus anak buahmu akan binasa ditangannya. Apalagi untuk menghabisi mereka semua." Respon Bramantyo marah


"Bramantyo!. Apakah kau akan melawanku, karena ingin membela anak buah mu itu?" Tanya tuan Birawa tiba tiba


"Ampun tuan besar!. Saya tidak berani. Urusan Torangga, biarlah dia yang menyelesaikan sendiri." Jawab Bramantyo ketakutan


"Suruh mundur anak buahmu itu, dan jatuhkan senjata kalian!" Respon tuan Birawa keras


"Ba..baik tuan besar!" Jawab Bramantyo cemas


"Tunggu apa lagi!. Cepat jatuhkan senjata kalian, kalau tidak kalian akan mati!"


"Jangan kira dengan senjata itu, kalian akan bisa membunuhnya, Cepat!" Teriak Bramantyo tegas


Prang!. prang! buk! tuk!


Serentak anak buah Bramantyo menjatuhkan seluruh senjata mereka, baik pedang, senjata api maupun rantai ke tanah berbatu itu. setelah mendapat perintah dari pimpinannya. Kemudian berlutut di tanah, kearah tuan Birawa dan Dion sebagai bentuk penyerahan diri


Anak buahnya yang diluar gua pun juga berbuat demikian. Semua senjata yang mereka bawa dan pegang tersebut, mereka buang ketanah, lalu ikut berlutut seperti yang lain, tanda menyerah


Jangankan mereka, Ketua tertinggi mereka pun telah berlutut pada tuan Birawa tadi. apalagi mereka yang hanya anak buah rendahan


Tapi Torangga tidak mau melakukan itu, Hatinya masih penuh dengan dendam, dan ingin segera melaksanakan dendamnya itu pada orang yang telah menghabisi anaknya tersebut


Melihat itu, Dion menjadi sangat muak sekali, dan segera memberi perintah pada anak buahnya, untuk secepatnya menyelesaikan urusan tersebut


"Burgon!. Selesaikan urusan mu!. Kau hadapi torangga yang tidak tahu diri itu!" Ucap Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab Burgon cepat


"Siapa orang itu?. Dia lebih berkuasa dari pada tuan Birawa, Apakah dia pewarisnya?" Batin Bramantyo dalam hati


Sementara itu, Burgon saat ini sedang berhadapan dengan Torangga, yang sejujurnya hatinya merasa takut, karena tadi sempat dikalahkan oleh Burgon hanya dengan sekali serangan


Apakah kali ini dia akan kalah lagi. Memikirkan itu, Torangga ingin menyerah dan melupakan dendamnya saja. Tapi tiba tiba Burgon memprovokasinya dengan kata kata yang merendahkan harga dirinya


"Tunggu apa lagi!. Pembunuh anak mu telah ada didepan mu. Mau membunuh ku?. silakan lakukan sendiri jika kau mampu!" Ucap Burgon sengaja memancing emosi Torangga, agar datang padanya


Tapi Torangga tidak terpancing oleh ucapan Burgon itu, dia hanya diam saja, dan terlihat ragu

__ADS_1


"Apakah ini orang yang sangat terkenal di kota P, dan sangat ditakuti oleh semua orang?" Ucap Burgon dengan kata kata yang terdengar sangat menyakitkan


"Jangan banyak omong!. Ayo hadapi aku!. kalau tadi aku kalah, itu karena aku lengah saja. Tapi kali ini, aku pastikan kau akan mati!" Balas Torangga dengan emosi yang sudah tidak tertahankan lagi


__ADS_2