
Aksi yang dilakukan oleh Dion terus saja berlanjut, bukan hanya di kota kota terdekat, tapi sudah merambah ke desa desa yang dilaluinya
Seperti saat ini, Dion sedang berada di desa tempat dia menyelesaikan pendidikan dasarnya, desa dimana Dion terdampar setelah melarikan diri dari penculikan 16 tahun yang lalu
Di desa itu, kedatangan Dion disambut bak raja, Semua perangkat desa hadir, apalagi warganya, tidak terkecuali kepala distrik juga kepala daerah yang menaungi desa tersebut. Mereka datang tidak sendiri, tapi dengan bawahan pentingnya yang lain
Sebelum Dion datang, bawahannya sudah memberitahu satu hari sebelumnya kepada kepala desa, bahwa Dion akan datang membawa bantuan bagi desa tersebut
Berita itu sontak saja membuat kepala desa dan warganya kalang kabut, karena mereka sudah mendengar kabar, kalau desa desa yang lain, sudah mendapatkan bantuan yang sama, dari si kaya dermawan dan baik hati, Dion
"Cepat dirikan tenda di tanah desa, depan kantor desa kita, untuk menampung tamu sultan dan warga yang ingin datang melihatnya!" Teriak kepala desa, sesaat setelah dia mendapat kabar akan kedatangan Dion
"Aku tidak mau mendapat kesan buruk dari tamu penting dan rombongan nya nanti. Tamu mulia seperti tuan muda itu, tidak bisa dianggap remeh, maka kita harus menyambutnya seperti menyambut kepala daerah sendiri." Sambung Tarsa si kepala desa itu panik
Setelah memberikan instruksi pada bawahannya, Tarsa langsung menghubungi kepala distrik, Romy, dan mengabarkan bahwa desanya akan kedatangan tamu penting, untuk memberikan bantuan, sama seperti yang datang ke desa lain
"Selamat pagi pak camat!" Ucapnya melalui sambungan telepon
"Selamat pagi juga pak Tarsa, Tumben pagi pagi begini sudah menelepon, apa ada masalah di desa SM pak?" Sahut Romy penasaran
"Bukan masalah lagi pak, tapi gawat atau bencana !" Jawab Tarsa gugup
"Katakan dengan jelas pak Tarsa, gawat kenapa?" Ucap Romy khawatir
"I..itu pak, desa SM akan kedatangan tamu penting, yang akan memberikan bantuan bagi kemajuan desa dan warganya!" Jawab Tarsa berbelit belit
"Itu bukan bencana namanya pak Tarsa, tapi berkah. Bisa bisanya pak Tarsa mengatakan bencana!" Rutuk Romy kesal
"Maksud saya pak, kedatangannya harus kita sambut dengan layak, kalau kita menyambutnya asal asalan saja, saya khawatir kesan buruk yang akan timbul nanti pak" Bela Tarsa panik
"Kalau begitu kenapa tidak dikerahkan warga saja, untuk mengadakan sambutan meriah, dengan mendirikan tenda dan lain sebagainya?" Balas Romy mengajukan usul
"Itu tengah di lakukan pak Romy, saat ini warga sedang bergotong royong mendirikannya." Sambut Tarsa membela diri
"Maksud saya adalah, agar bapak bisa hadir besok, menyambut kedatangan tamu penting itu" Sambungnya lagi
"Oh, itu pasti pak Tarsa, kejadian langka seperti itu, tidak bisa dilewatkan begitu saja, bahkan saya akan memberitahu kepala daerah dan aparaturnya, agar datang juga besok." Jawab Romy senang
"Baguslah kalau begitu pak Romy. Saya undur diri dulu!" Balas Tarsa kegirangan
"Baik pak Tarsa, selamat bekerja!" Jawab Romy singkat
__ADS_1
***
Satu hari setelahnya
Satu iring iringan mobil mewah sedang melintasi jalan, yang aspalnya sudah pecah di sana sini, ditambah lagi kondisi jalannya yang sudah tidak layak pakai, bergelombang, hingga membuat kendaraan yang melaluinya terombang ambing ke kanan dan ke kiri
Dion yang ada dalam rombongan itu merasa sedikit pusing karenanya, ingin rasanya keluar saja dari mobil yang dinaikinya tersebut, dan berjalan kaki saja, sama seperti yang sering dilakukannya dulu, tapi Iron mencegahnya
Setelah satu jam menempuh jalanan yang rusak itu, akhirnya Dion dan rombongannya pun sampai
Segera setelah itu, puluhan mobil mewah, terlihat berjajar rapi di lahan kosong, yang sudah disiapkan sehari sebelumnya oleh kepala desa dan warganya
Kepala daerah, wakil juga aparatur bawahannya, ditambah dengan satuan tentara dan kepolisian, segera berdiri menyambut kedatangan Dion dan rombongannya, dengan berdiri tertib, layaknya menyambut raja atau kepala negara mereka
Begitu Dion keluar dari dalam mobilnya, suasana yang semula ramai menjadi hening sesaat, karena melihat penampilan Dion yang sangat luar biasa itu
Berpakaian necis, berjas mahal lengkap dengan aksesorisnya, ditambah dengan kacamata hitam dan arloji merek terkenal, melingkar di pergelangan tangannya, semakin menambah penampilan Dion menjadi semakin luar biasa
Di mata semua orang saat itu, Dion terlihat bagai seorang raja atau sultan, karena aura penguasanya, terpancar
jelas ketika dia sedang berdiri itu
Ratusan anak buahnya, berdiri berjajar, membentuk barisan di kanan dan kirinya termasuk juga Ivory, Iron, Hans, Burgon, Leon, Robin, Govin dan Rams
Setelah Dion keluar dari dalam mobilnya, dan berjalan melalui barisan itu , serentak mereka memberi salam dengan berkata." Salam Hormat tuan muda!" Ucap mereka semangat dan serempak, sambil membungkuk ke arah Dion dengan tertib, Sementara Dion hanya mengangguk kecil untuk membalas penghormatan mereka
Pemandangan itu tentu saja membuat semua yang melihat nya menjadi terpana, suatu hal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya
Kepala daerah, termasuk semua rombongan yang didalamnya juga ada Bupati setempat yang di ajaknya serta, ditambah dengan kepala distrik, apalagi kepala desa dan warga, terpaku diam, ketika melihat bagaimana sosok Dion begitu dihormati oleh ratusan anak buahnya itu
Bukan hanya memberi hormat, tapi mereka juga membungkuk ke arahnya, seperti di film film besar yang pernah mereka lihat. Seorang bos atau tuan muda, akan diperlakukan seperti itu, layaknya seorang raja atau sultan
Tidak disangka, hari Ini mereka melihat kejadian itu, secara langsung. Kejadian itu, tentu saja membuat mereka tidak percaya dan bertanya tanya, seberapa hebatkah Dion itu?
Selama beberapa saat, keheningan masih saja melanda tempat itu, sehingga membuat Dion keheranan, lalu berinisiatif untuk menegur mereka dengan..
"Ehheemm!" Kodenya kepada mereka semua, sampai membuat semuanya terkejut, lalu buru buru memperbaiki sikap mereka yang terkesan kampungan itu
"Selamat datang tuan muda!" Sapa kepala daerah sesaat setelah dia tersadar dari lamunannya, dan di ikuti pula oleh bawahannya yang lain
"Terima kasih pemimpin dan semuanya!" Balas Dion singkat, sambil menyambut uluran tangan mereka, untuk berjabat tangan
__ADS_1
Sementara Iron, Ivory, Hans dan yang lainnya, juga mendapat perlakuan yang sama seperti bosnya, Sedangkan para pengawalnya, berdiri berjajar mengelilingi tenda yang digunakan untuk pertemuan itu
Setelah semuanya duduk, Gubernur dan Bupati sebagai kepala daerah setempat, yang duduk berdampingan dengan Dion berbicara secara perlahan kepadanya
"Kami merasa sangat tersanjung sekali, mendapat kunjungan dari tuan muda dan rombongannya. Semoga sambutan kami yang tidak seberapa ini, tidak membuat tuan muda tersinggung." Ujar Gubernur itu pelan
"Anda berkata apa Gubernur, kedatangan kami kemari bukanlah untuk mendapatkan sambutan yang meriah seperti ini, tapi ada yang jauh lebih penting lagi." Jawab Dion ringan
"Tapi walau bagaimanapun, sudah kewajiban kami untuk menyambut tuan muda yang baik hati ini, karena kami sudah lama mendengar sepak terjang dari tuan muda, yang sudah banyak berbuat amal di mana-mana, tapi baru kali ini mendapat kesempatan, untuk bertemu langsung dengan orang kaya yang dermawan seperti anda." Tangkis Gubernur merendah
"Dengan telah menjadi orang yang sukses dan kaya, tidak serta merta membuat tuan muda menjadi sombong dan angkuh seperti kebanyakan orang kaya di luaran sana" Sambungnya lagi
"Baiklah pak gubernur dan pak bupati, terus terang saja, kedatangan kami kemari adalah untuk meninjau secara langsung, desa yang pernah saya tinggali beberapa tahun yang lalu, sekaligus ingin membantu, agar desa ini tidak terisolir lagi" Ucap Dion terus terang, memotong basa basi dari gubernur tersebut
"Saya sebagai kepala daerah yang membawahi desa ini, mendukung apa yang tuan muda inginkan, lagi pula tuan muda dengan kesadaran sendiri, ingin membangun desa anda juga." Ucap Bupati dengan sopan, dan didukung pula oleh Gubernur di sebelahnya, kemudian dia meminta izin kepada Dion untuk maju ke podium, untuk memberikan kata sambutannya
***
Setelah acara ceremonial yang bertele tele itu selesai, seluruh warga desa yang mendengar pemaparan dari kepala daerah setempat, menjadi sangat senang sekali. Sungguh mereka tidak menyangka, bahwa orang yang dipanggil dengan tuan muda itu, pernah tinggal di desa mereka untuk jangka waktu yang lama
Berita itu tentu saja membuat seluruh warga desa menjadi terkejut, sekaligus senang, karena tidak menyangka, bahwa orang yang dipanggil dengan tuan muda itu, pernah tinggal di desanya, sejak berusia 10 tahun itu
Tentu saja bukan hanya itu yang mereka dapatkan beritanya, Dion dalam kata sambutannya, bukan hanya mengatakan tujuannya datang ke desa tersebut, tapi juga mengabarkan dimana dia tinggal, dan siapa orang tua angkatnya itu
Di dalam kata sambutannya juga, Dion mengungkapkan siapa guru gurunya, waktu belajar di sekolah dasar, yang telah membimbing nya, sambil menyebutkan namanya satu persatu
Guru gurunya yang saat itu juga hadir, semuanya meneteskan air mata, ternyata Dion yang sudah menjadi orang kaya, masih tetap mengingat jasa jasa mereka selama ini
Dion berjanji akan membangun desa tersebut, menjadi desa maju, dan tidak terisolir, lengkap dengan infrastrukturnya, termasuk membangun ulang sekolah dasar tempat dia belajar dulu
Setelah Dion selesai memaparkan rencananya, maka berbondong bondong lah warga desa datang, ingin menyalami dan bertegur sapa dengan Dion, tapi di halang halangi oleh ratusan pengawal nya
Dion tidak bisa berbuat apa apa atas tindakan bawahannya itu, karena dia merasa, tindakan mereka itu benar, agar gubernur dan aparaturnya, merasa tidak terganggu atas kehadiran warga desa yang ingin mendekatinya itu
Tapi Dion tetap melambaikan tangannya kearah warga desa, yang ingin mendekatinya, sambil berkata." Terima kasih saudara semua, karena telah menyambutku dengan sangat meriah sekali!" Ucapnya sambil terus melambai lambaikan tangannya ke arah warga desa
Tak lama sesudah itu, Dion berjalan mendekati tenda, dimana guru gurunya sedang duduk di sana, tentu saja di kawal oleh puluhan anak buahnya
Setelah sampai, dengan hikmat, Dion mencium tangan guru guru nya satu persatu, kemudian menyeka air mata gurunya dengan tangannya sendiri, lalu memeluknya dengan erat, sambil berkata" Terima kasih ibu, terima kasih bapak" Ujarnya lirih, tapi menyimpan kesedihan yang teramat dalam
Bagi Dion, guru gurunya itu adalah orang tuanya sendiri, maka Dion bersikap lemah lembut pada mereka semua. Bahkan Dion diam saja, ketika guru gurunya mencium keningnya dengan lembut penuh kasih sayang
__ADS_1
Sikap Dion yang rendah hati itu, tentu saja membuat guru gurunya, dan semua yang hadir di situ menjadi terharu. Ada yang menangis, ada yang terdiam, dan ada pula yang tengah menyeka air matanya, karena tak kuasa menahan haru