Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Akibat tak terduga


__ADS_3

Sebagai orang yang sudah berpengalaman, walau usianya masih muda, ditambah lagi dengan adanya ilmu makrifat Wahyu Taqwa juga pasangannya Kalamurka. Tentu saja Dragon tahu apa yang akan menimpanya nanti


Namun walau demikian, hal tersebut tidak membuatnya panik. Dia tetap saja duduk santai di balkon suit nya, ditemani oleh Leon, Adiwilaga, Abhicandra. Robin, Burgon, Langit, Awan serta Bumi


Sedangkan Eric, Rudolf dan yang lainnya, tidak terlihat saat itu. Mungkin mereka sedang ada keperluan lain di luar


Sambil dia duduk itu. Dragon menyempatkan diri melihat ke bawah, dimana pandangannya tertuju ke arah mobil mobil polisi, yang sedang berseliweran di jalan. Tapi anehnya mereka tidak singgah untuk memeriksa


"Tuan muda?" Ucap Langit merasa khawatir


"Tenang saja!. Mereka tidak akan datang kemari, karena tempat ini sudah aku pasangi formasi!"


"Bahkan jika aku mau, mobil mobil itu tidak akan bisa bergerak, dan orang orangnya pingsan tanpa sebab"


"Tapi aku tidak mau melakukannya, karena jika itu dilakukan, pasti akan menimbulkan kegemparan besar!" Jawab Dragon kalem saja


"Baik tuan muda!" Jawab Langit sudah mulai mengerti


Tak lama kemudian Dragon pun berkata kembali. "Sebentar lagi kita akan mengunjungi orang tua Radanath. Sekaligus memberi hadiah besar atas kesombongannya tersebut!" Ujarnya kalem saja


"Tapi jangan terkejut, kalau di tempatnya nanti akan berkumpul ribuan orang dan saling mencaci maki." Ucapnya lagi


"Baik tuan muda!" Jawab anak buahnya serempak


Sementara itu di bawah sana. Mobil mobil polisi masih saja berlalu lalang di jalan, mendatangi hotel, penginapan wisma, bahkan Bangkok Marriot hotel pun mereka datangi, termasuk rumah rumah sewa tak luput dari penggeledahan mereka


Tapi Sheraton hotel tidak berani mereka usik. Jangan kan mendatangi, berniat saja mereka tidak ada


Pergerakan mereka yang besar besaran tersebut. tentu saja membuat masyarakat menjadi heran, termasuk para politisi. Dewan rakyat, lawan lawan politik Narong dan lain sebagainya


Dalam hati mereka bertanya, siapa yang sedang mereka cari itu, dan apa yang telah dilakukannya, hingga membuat hampir separoh polisi Bangkok dikerahkan


Napi pertanyaan-pertanyaan tersebut jelas saja tidak ada yang bisa menjawab


Namun setelah dicari cari informasinya ketahuan oleh mereka, bahwa itu ulah dari Narong Sakda, pemimpin tertinggi di Bangkok itu


Diketahui bahwa tindakannya itu karena dia merasa tersinggung serta sakit hati, pada seseorang yang telah berani melukai anaknya


Sebentar saja berita tersebut merebak di seantero kota Bangkok. Tapi tidak boleh disiarkan di televisi


Mendapat berita empuk seperti itu. Lawan lawan politik Narong serentak mengambil kesempatan untuk menjatuhkannya


Dengan berani mereka menyiarkan berita tersebut di televisi, walau sudah dilarang. Tapi mereka tidak peduli


Dengan gencarnya mereka mencari informasi. Setelah diyakini benar, baru kemudian memberitakannya agar diketahui oleh khalayak umum, bahwa peristiwa menghebohkan itu karena ulah Narong yang membela anak manjanya tersebut


Saat memberitakan itu, mereka sengaja mengarang dan menambah nambah bumbu penyedap, agar masyarakat kota Bangkok percaya dan terprovokasi, serta terbuka matanya, dan tahu siapa sebenarnya Narong Sakda itu


Ternyata taktik mereka itu berhasil, dan masyarakat berhasil diprovokasi, hingga ada beberapa kelompok orang yang mendatangi kediaman pemimpin kota tersebut untuk meminta penjelasan


Namun semakin lama kelompok tersebut semakin banyak, dan akhirnya menjadi lautan manusia. Karena mereka sudah merasa geram, kenapa Narong Sakda malah membela anaknya yang sudah terbukti bersalah itu


Sebaliknya di pihak polisi. Alih alih mencari keberadaan Dragon. mereka malah diperintahkan untuk kembali, dan mengawal demonstrasi yang ada di depan balaikota itu


"Kenapa bisa begini?"


"Kenapa masyarakat kota Bangkok datang ke sini dan berunjuk rasa menuntut pemimpinnya turun?" Tanya Narong pada dua orang polisi berpangkat Komjen tersebut dengan ekspresi heran


"Bukankah tadi kami sudah mengingatkan!, agar kalian tidak melakukan pertunjukan besar?"


"Tapi pemimpin kota tidak mau mendengar saran dari kami!" Jawab seorang komandan tentara berpangkat letjen itu mengingatkan


Dia adalah Siringkot Trakea. Tentara yang sudah cukup berpengalaman dalam politik juga pertahanan

__ADS_1


Sebentar lagi dia akan naik pangkat menjadi jendral, dan akan menggantikan panglima tertinggi pasukan tentara Thailand yang tak lama lagi akan pensiun


Dia juga sudah mengingatkan pemimpin kota itu agar tidak bertindak berlebihan. Tapi sayangnya Narong mengacuhkannya, dan tetap mengerahkan para polisi untuk mencari keberadaan orang yang telah melukai anaknya tersebut


Dan akibatnya adalah seperti sekarang ini. Masyarakat kota Bangkok menjadi tidak senang. Karena para polisi dalam aksi menemukan keberadaan Dragon dan orang-orangnya bertindak secara berlebihan


Ditambah dengan hadirnya beberapa orang politisi, yang menambah peristiwa itu menjadi semakin menghangat.


Mereka mencampur berita tersebut dengan bumbu-bumbu tak sedap. Berniat menjatuhkan lawan politiknya saat itu juga


Akhirnya apa yang dikhawatirkan oleh Siringkot Trakea menjadi kenyataan. Ribuan orang berkumpul di balai kota, sambil meneriakkan kata hujatan serta makian, dan menuntut Narong Sakda agar melepaskan jabatannya sebagai pemimpin kota


Polisi yang mengamankan jalannya demo itu menjadi kewalahan, karena semakin lama lautan manusia semakin banyak


Bukan hanya polisi saja yang mengawal demo tersebut. Delapan ratusan tentara bersenjata lengkap juga ada di sana. Mereka ditugaskan oleh Siringkot untuk menjaga balai kota agar tidak hancur


Karena aksi demonstrasi semakin brutal. mau tidak mau polisi mendatangkan mobil Canon untuk mengusir para pendemo .Tak lupa pula mereka dibekali dengan bom gas air mata, dan dilemparkan ke tengah kerumunan demonstran


Aksi polisi yang seperti itu hanya berhasil mengusir mereka sekejap saja. Setelah gas menghilang, mereka maju kembali, dan merangsek ingin memasuki balai kota. Tapi tetap tidak bisa


Adanya demonstran yang berjumlah banyak itu, menarik perhatian Raja dan perdana Mentri juga panglima tinggi tentara. Mereka bertanya tanya tentang masalah itu. Kenapa bisa terjadi dan apa penyebabnya


Panglima tertinggi tentara tentu saja tidak bisa menjawab secara lengkap. Karena saat itu dia sedang berada dekat rajanya, dan belum dikabari oleh anak buahnya


Tapi tak lama kemudian. Datang seorang ajudan, dan segera bersimpuh di lantai, memberitakan apa yang sebenarnya terjadi, lengkap dengan bukti buktinya


Mendengar pemaparan tersebut. perdana menteri segera berkata. "Ternyata ini ulah dari Narong Sakda, yang membela anaknya karena di lukai oleh seseorang!"


"Tapi semua tuduhan itu tidak benar!"


"Orang itu malah yang berusaha melukai beberapa orang turis, yang sedang makan di restoran kebanggan kota Bangkok kita."


"Mohon petunjuknya yang mulia raja!" Ucap Sangkok Yap, sambil menunduk hormat ke arah Raja


"Dia hanya berusaha membela diri dan tidak melukai siapa pun!"


"Oleh karena itu segera sebarkan titah!. Batalkan pencarian orang tersebut, dan pulihkan nama baiknya. Demi hubungan baik dua negara!" Titah raja tersebut sangat bijaksana


"Jangan lupa jika menemukan orang itu bawa dia kemari!"


"Hamba laksanakan yang mulia !" Jawab perdana menteri juga panglima tinggi tentara patuh. Kemudian bringsut meninggalkan raja sesembahan mereka, untuk memberi pelajaran pada Narong Sakda


Sementara itu di depan balai kota. Demo masih saja terjadi. malah jumlah demonstran nya semakin besar. Dan hampir menjebol pagar besi juga kawat berduri yang dipasang di depan gedung itu


Polisi dan tentara yang menjaga tempat itu sudah merasa kewalahan, dan hampir saja melepaskan tembakan peluru karet ke arah para demonstran tersebut


Tapi saat genting seperti itu. Tiba tiba datang angin kencang, yang sengaja dibuat oleh seseorang. dan orang tersebut adalah Dragon, yang datangnya langsung masuk ke ruang pertemuan balai kota, dimana saat itu ada lima orang tentara, dua orang polisi, dan lima petarung pengawal pribadi Narong, serta enam staf tinggi pemimpin kota


Kedatangan Dragon yang tiba-tiba tersebut. apalagi tidak diketahui dari mana dia masuk. Tentu saja mengejutkan semua orang. Terlihat saat itu Dragon datang ditemani oleh 10 orang orang terbaiknya


Tak lama kemudian Narong Sakda pun berkata. "Siapa kalian, dan bagaimana kalian bisa masuk kesini?" Ujarnya keheranan


"Apa kabar pemimpin kota juga kalian yang ada?" Respon Dragon malah tidak mengindahkan pertanyaan dari Barong Sakda tadi


"Maaf jika kedatangan kami yang secara tiba tiba ini mengejutkan kalian!"


"Perkenalkan!. Kami adalah turis yang sedang kalian cari itu!"


"Tapi bukan penyebab demo di luar terjadi!" Jawab Dragon tegas dengan ekspresi tenang, sambil tersenyum ke arah orang orang tersebut


Mendapat jawaban seperti itu, tentu saja membuat yang ada di ruangan tersebut menjadi terkejut. Tidak terkecuali pemimpin kotanya


Sudah berbagai macam usaha mereka lakukan, demi untuk menemukan Dragon, bahkan sampai mengerahkan hampir seribuan tentara juga ribuan polisi. Tapi sampai saat ini keberadaannya tidak juga ditemukan

__ADS_1


Tapi saat ini dia sendiri yang malah mendatangi mereka. Dan sepertinya sedang tidak ingin membuat masalah


Pembawaannya tenang, wajahnya tampan, dan Prabawa nya sangat mendominasi sekali


Kedatangannya itu disertai dengan formasi ilusi. agar orang orang yang melihatnya seperti melihat Dragon dewasa, sama dengan penampilan nya saat menemui Tejamaya juga anaknya itu


Mendengar jawab tegas dan lugas tersebut. Pemimpin kota menjadi marah. Dan segera memerintahkan orang orangnya untuk menangkap Dragon, dengan berteriak lantang. "Tangkap orang itu! dan jebloskan ke penjara!" Perintahnya dengan ekspresi emosi


"Sabar orang tua!"


"Kami datang karena ingin menjelaskan duduk permasalahannya!"


"Jadi jangan emosian begitu!" Respon Dragon mencoba menahan sabar Narong Sakda


"Jangan berani mengatur ku!" Bantahnya. Kemudian berkata pada polisi yang selalu ada bersamanya itu


"Komisaris!. Cepat tangkap orang itu!"


"Aku ingin menguliti tubuhnya!" Perintahnya tegas pada dua orang polisi tersebut


"Tuan kota!. Mohon pertimbangkan lagi saran ku!"


"Orang ini bukan orang sembarangan!"


"Kedatangannya saja sudah tidak bisa kita ketahui, dari mana dan bagaimana bisa melakukan itu!"


"Oleh karena itu mohon tuan kota bersabar, dan dengarkan apa penjelasannya." Ucap Siringkot Trakea, berusaha menenangkan temannya itu


"Jendral!. Aku tidak bisa bersabar, terhadap orang yang telah mencelakai anakku!"


"Saat ini juga dia harus mati!" Jawab Narong Sakda tidak mau terima atas saran dari teman jenderal nya itu


"orang tua!. Kau dengan anakmu sama saja!"


"Sama-sama keras kepala, dan tidak mau mendengar saran dari orang lain!"


"Teman jenderal mu itu benar!. Kau harus banyak bersabar, dan dengarkan apa yang akan aku katakan!"


"Tapi kalau kau tetap bersikeras ingin membunuhku. Kalau bisa lakukanlah!" Ucap Dragon cuek. Diam sebentar kemudian berkata lagi


"Untuk kau ketahui, aku datang ke negaramu ini, karena ingin mencari peluang untuk membangun usaha di sini!"


"Tapi belum apa-apa, kedatangan kami jadi terganggu, akibat ulah dari anakmu sendiri!"


"Jika aku mau, saat itu juga anakmu juga seluruh pengawalnya akan mati!"


"Tapi karena aku menghormati hukum di negara kalian!. Maka aku tidak berani berbuat demikian!"


"Aku cuma menghilangkan kekuatan dari orang-orang tersebut, termasuk anakmu itu, kecuali delapan orang yang sengaja aku lepaskan!" Ucap Dragon sangat berwibawa sekali


"Aku tidak mau tahu!. Apapun alasan mu! kau harus bertanggung jawab!" Jawab Narong Sakda tetap ngotot


"Tanggung jawab bagaimana yang kau inginkan orang tua?" Tanya Dragon ingin menguji


"Kau harus menghabisi dirimu sendiri!, baru setelah itu aku bisa merasa tenang!" Jawab Narong Sakda seenaknya saja


"Dasar orang tua tidak tahu diri!"


"Jendral!. Maaf jika aku harus menghukum orang ini!"


"Otak dan hati nya harus segera dimurnikan!" Respon Dragon hampir terpancing emosi


"Langkahi dulu mayat kami anak muda!" Ucap seseorang dengan nada menantang, dan segera menghadang langkah Dragon untuk mendekati tuannya

__ADS_1


__ADS_2