Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
95. Terlalu banyak uang


__ADS_3

Pertemuannya dengan Ivory di Top Sky restauran, telah membuka mata Dion lebar lebar. Ivory sekretarisnya, bukan hanya cantik, tetapi juga menguasai ilmu bela diri yang cukup tinggi. satu hal yang jarang ditemui pada seorang gadis cantik sepertinya


Kini pandangannya sedikit berubah terhadap Ivory, tapi bukan rasa suka dalam hati, cuma sekedar mengaguminya saja


Dion sungguh tidak menyangka, bahwa orang yang selama ini setia mendampingi nya, adalah seorang pesilat tangguh, yang mungkin sulit untuk menemukan lawan yang sebanding dengannya


Menghadapi 16 orang pria kuat saja, dia tidak takut, malah berhasil membuat lima di antara mereka terkapar di tanah. Bukankah itu suatu prestasi yang sangat luar biasa, yang diperlihatkan oleh seorang perempuan cantik seperti Ivory


Kini pikiran Dion melayang kemana mana. Batinnya mengatakan. "Tidak percuma aku mengangkatnya menjadi sekretaris pribadi ku, ternyata dia sangat luar biasa. Aku tidak boleh bersikap masa bodoh, apapun alasannya"


Hari ini adalah saat dimana Dion ingin mewujudkan rencananya, yaitu mengunjungi sebuah kota, yang tidak jauh dari kota B


Di kota tersebut, Dion ingin melihat secara langsung, panti asuhan yang dulu pernah menampungnya selama beberapa tahun. Dalam kesempatan itu, Dion juga mengajak Ivory untuk pergi bersamanya, yang didampingi pula oleh Hans dan anak buahnya yang lain


"Apakah semuanya sudah siap?" Kata Dion kepada rombongannya


"Sudah tuan muda, tinggal berangkat saja." Jawab mereka serempak


"Bagaimana dengan mu Ivo?"


"Aku sudah siap dari tadi tuan muda!" Jawab Ivory kalem


"Baiklah kalau begitu, mari kita berangkat ke kota T!" Ujar Dion memberi perintah


"Siap tuan muda!" Balas mereka serempak, kemudian berjalan memasuki mobilnya masing masing


Dion juga memasuki mobil lamborghini-nya, yang masih tetap setia dipakainya. Dion belum mau mengganti mobil tersebut, dengan mobil yang jauh lebih mahal lagi, karena mobil itulah yang pertama kali dibeli oleh Dion, jadi Dion sudah merasa nyaman menaiki mobil itu


Walaupun sudah ada keluaran terbaru, yang jauh lebih Gres dari Lamborghini-nya, tapi Dion masih tetap setia menggunakan mobil yang pertama kali di belinya itu


Maka keberangkatannya kali ini ke kota T, Dion masih tetap menggunakan Lamborghini nya, tapi sekarang dikendarai oleh sopir pribadinya


Sementara Ivory, menggunakan mobilnya sendiri, yang juga dikendarai oleh orang lain, alasannya adalah, karena dia tidak ingin mengganggu tuan muda Dion


Selama perjalanan menuju ke kota T, rombongan tersebut tidak mengalami hambatan yang berarti, kecuali hanya sekedar berhenti di lampu merah


Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh, kurang lebih 46 menit, dengan jarak tempuh sekitar 45,9 kilometer atau 27 mil jauhnya, dengan kecepatan mobil kurang lebih 80 kilometer perjam , iring iringan mobil itu pun memasuki kota T, tapi masih melanjutkan lagi sekitar 3 km untuk sampai ke tempat tujuan


Tiga belas menit kemudian, iring iringan mobil pun sampai ke tempat yang dituju, yaitu panti asuhan Kasih Bunda, yang selama beberapa tahun menampung Dion dan teman temannya yang lain


Kedatangan beberapa mobil mewah di depan panti asuhan tersebut, tentu saja menghebohkan para penghuninya juga pengurus panti

__ADS_1


Tak lama kemudian, tiga orang wanita, satu paruh baya dan dua kisaran 25 atau 30 tahun, keluar dari dalam panti, diikuti oleh seluruh penghuni panti yang ada


Tiga orang wanita itu adalah, kepala panti, dan dua lainnya adalah pengasuh serta pengurus anak anak panti tersebut


Mereka bergegas keluar untuk memastikan, apakah mobil mobil mewah tersebut, memang berhenti untuk berurusan dengan panti asuhan yang dipimpinnya atau sekedar berhenti saja


Setelah para penumpang mobil itu turun, mereka langsung berlari ke arah mobil Dion, dan membentuk barisan, ketika Dion ingin keluar dari mobilnya


Begitu pemilik mobil Lamborghini keluar, para pengawal Dion termasuk juga Ivory sekretarisnya, membungkuk dengan hormat ke arah Dion secara serentak


Kejadian itu tentu saja membuat yang melihatnya menjadi takjub dan terpana, betapa tidak, dihadapan mereka saat ini, seperti ada seorang Sultan atau Raja, yang sedang disambut oleh para prajuritnya dengan sikap hormat


Peristiwa itu, tentu saja sekali lagi membuat ibu panti dan lainnya merasa tersanjung, karena panti asuhan yang dipimpinnya, mendapat kunjungan orang penting atau orang kaya sekaliber Dion


Tak lama kemudian, dengan gagahnya Dion melewati mereka, menuju ibu panti yang sedang keheranan sambil menunggu dengan harap harap cemas


"Apa kabar ibu Santi? Apakah ibu masih mengingatku? Tanya Dion datar, tanpa membuka kaca mata hitamnya


"Kabar ibu baik. Kalau boleh tahu, dengan siapa saat ini ibu berhadapan?" Tanya kepala panti tersebut penasaran


Dion tidak langsung menjawab, tetapi membuka kaca mata hitamnya, kemudian memandang wajah ibu panti asuhan penuh kasih sayang


Tanpa memperdulikan orang orang sekitar, ibu Santi berlari ke arah Dion, dan langsung memeluknya dengan erat


"Dion!. Ternyata ini engkau. Ibu tak menyangka, bahwa kau sekarang telah menjadi orang sukses, ibu sangat senang sekali melihatnya Dion!" Ucap ibu Santi sambil mengguncang guncang tubuh Dion pelan


"Ini berkat doa mu bu, tanpa kasih sayang dan doa ibu dulu, tak mungkin Dion bisa sampai seperti ini." Balas Dion merendah, sambil membelai pucuk kepala ibu Santi dengan penuh kasih sayang


"Kalian semua cepat ke sini, ini kakakmu Dion, dia dulu pernah tinggal di sini juga!" Kata ibu Santi kepada anak asuhnya, yang saat ini sedang berdiri bengong di belakangnya


Serentak setelah mendengar ucapan dari ibu pengasuhnya, anak panti asuhan tersebut, langsung meluruh kearah Dion, dan berdiri berjajar menghadap Dion di kanan dan kirinya


"Apa kabar senior?" Ucap salah seorang remaja tanggung kepada Dion dengan sikap hormat


"Kabar kakak baik baik saja, bagaimana denganmu, apakah betah tinggal di sini?" Tanya Dion memecahkan suasana canggung diantara mereka


"Berkat bimbingan dan asuhan dari ibu Santi, ibu Lia dan ibu Naya yang baik hati itu, kami semua betah tinggal di sini, dan bertekad, ingin menjadi orang sukses seperti senior!" Ucapnya penuh semangat dan percaya diri


"Bagus kalau begitu!. Kakak senang mendengarnya!" Balas Dion tidak kalah semangat dengan yuniornya


Kemudian satu per satu penghuni panti tersebut menyalami Dion dengan hikmat. Dalam pandangan mereka, Dion adalah orang kaya yang baik hati, bahkan di hati mereka tersemat satu kata, Dion adalah raja atau sultan yang wajib dihormati

__ADS_1


"Oh iya ibu!. kedatanganku dan rombongan kemari adalah untuk meninjau secara langsung panti asuhan ini, siapa tahu, Dion bisa sedikit membantu meringankan beban ibu dalam mengasuh mereka."


"Apa yang kau katakan Dion! Ibu sudah sangat senang, ketika melihatmu mau mengunjungi panti asuhan ini. Ibu tidak minta apa apa lagi Dion!" Jawab ibu Santi dengan lemah lembut


"Tidak bisa begitu bu!. Dion sudah bertekad, apabila telah sukses, maka Dion tidak akan melupakan jati diri Dion yang dulu, maka Dion berniat akan merenovasi panti asuhan ini menjadi sedikit lebih baik." Tangkis Dion sambil tersenyum


"Tapi apakah tidak memberatkan mu nak Dion?" Tanya ibu Santi lagi, sambil melihat ke sekeliling nya. Dari situ dia menyadari, bahwa ucapan Dion tidak main main, ketika melihat deretan mobil mewah tersebut, ibu Santi sudah sangat paham, bahwa Dion sekarang bukanlah orang sembarangan, kalau bukan orang kaya, siapa lagi?"


Maka dengan rendah hati dia berkata" Jika itu mau mu, ibu ikut saja rencana mu Dion, cuma jika memberatkan mu, ibu tidak berkeberatan kalau nak Dion membatalkannya."


"Sama sekali tidak keberatan bu!. Hari ini juga, Dion akan memindahkan seluruh penghuni panti asuhan ini ke tempat lain, karena bangunan panti asuhan ini akan dirobohkan menjadi bangunan yang baru." Jawab Dion dengan bijaksana


"Baiklah kalau begitu Dion, ibu sangat senang mendengarnya. Mari kita masuk dulu, dan melihat untuk terakhir kalinya panti asuhan ini" Ajak ibu Santi ramah


"Baik bu!" Jawab Dion patuh, kemudian memberi kode kepada Ivory dan Hans untuk mengikutinya kedalam, sementara yang lain, tetap berdiri diluar di samping mobil mobilnya


Tidak terasa waktu pun terus berlalu, kini semua anak panti asuhan telah dipindahkan ke tempat lain, yang sengaja di sewa oleh Dion selama 3 bulan ke depan, dengan harga sewa yang cukup tinggi


Dion tidak main main dengan rencananya itu. Setelah berhasil memindahkan seluruh penghuni panti beserta peralatannya ke tempat baru, Dion memerintahkan kepada bawahannya yang lain, untuk membeli bahan kebutuhan pokok bagi anak panti, untuk 3 bulan ke depan


Di samping itu, dia juga memerintahkan kepada 20 orang anak buahnya, untuk mengawal proses pembangunan panti asuhan tersebut, berikut mengamankan tempat kediaman baru, penghuninya, beserta dengan ibu pengasuhnya itu


Setelah semuanya dirasa beres, Dion dan rombongannya meninggalkan kota T, untuk kembali ke kota B


***


Dion merasa sangat puas sekali, setelah apa yang direncanakannya benar-benar terkabul. Dion ingin berbuat lebih banyak lagi dengan kekayaannya, untuk membantu panti asuhannya


dulu, juga panti asuhan lainnya


Dion sejujurnya bingung, dengan kekayaannya yang melimpah ruah itu, untuk apa digunakan, dan bagaimana cara menghabiskannya


Memikirkan semua itu, Dion tanpa pikir panjang lagi, membelanjakan uangnya untuk kepentingan umum, juga membantu panti asuhan yang lain walaupun tidak diminta


Dion merasa, bahwa saat ini dia sangat kaya, bahkan kekayaannya itu, tidak akan habis, kalau dimakan oleh orang senegaranya selama setahun, tanpa bekerja sedikitpun


Maka untuk menyalurkan uang tersebut agar lebih berguna dan efisien, Dion membelanjakannya, untuk membantu apa saja yang bisa dilakukannya, seperti merenovasi tempat ibadah pada agama yang dianutnya, atau membuat baru, membangun ulang panti asuhan, panti panti jompo dan fasilitas fasilitas umum lainnya di merata negeri


Atas aksinya itu, Dion sekarang dikenal sebagai seorang kaya yang dermawan, baik hati, dan suka menolong sesama


Tapi mereka tidak tahu, Dion akan baik kepada orang yang baik dengannya, tetapi dia akan lebih jahat kepada orang yang berniat jahat padanya. Itulah sifat Dion sekarang ini

__ADS_1


__ADS_2