
Sesosok tubuh terkapar di tanah, bermandikan darah yang keluar dari batang lehernya, akibat tertembus shuriken yang dilemparkan dalam jarak dekat, dan dalam kecepatan tinggi pula
Menyusul seorang lagi mati tertembus belati, yang dilemparkan oleh Hans, juga dalam kecepatan tinggi, tepat mengenai punggung orang itu, hingga melesak sampai ke gagangnya, dan seketika orang tersebut juga mati
Tapi ada seorang wanita, yang juga sedang berlumuran darah, tersandar di tubuh Dion, dengan wajah pias menahan sakit
Perutnya tertembus dengan belati sepanjang 20 centimeter, dan sudah masuk hampir sepertiga bagiannya
"Ivory!" Teriak Dion panik, refleks menangkap tubuh istrinya, agar tidak jatuh ketanah. Sedangkan Leon mengamankan Dragon, agar tidak menjadi korban berikutnya
"Mama!" Menyusul Dragon berteriak histeris, ketika melihat ibunya terkulai tidak berdaya seperti itu, dalam pelukan ayahnya
Tuan Birawa yang ada didekat Iron, juga terkejut dan buru buru mendekati cucu menantunya itu, dengan ekspresi khawatir
Dalam seketika, tuan Birawa, Dion, Ivory dan Dragon, dikelilingi oleh puluhan pengawalnya, juga oleh belasan tentara dan petugas kepolisian, untuk mengantisipasi, siapa tahu ada serangan berikutnya
Sementara Emily, Maya dan Tiger, yang saat itu juga menjadi tuan rumah dalam acara itu, duduk meringkuk ketakutan di tengah tengah para pengawal kakak angkatnya tersebut
Dua orang pemimpin negara, seorang wakil pemimpin negara ini, dan juga beberapa orang menteri, serta staf setingkat menteri, pun dengan segera dikelilingi oleh para pengawalnya dengan senjata siap ditembakkan
Para pemimpin perusahaan, ketua organisasi, profesi, dan lain sebagainya, segera berlari menjauh, tapi masih tetap dalam jangkauan pengawalan orang orang Dion
Situasi menjadi kacau balau, hampir tidak bisa terkendali lagi. Rata rata menghindar karena takut terkena peluru dan senjata nyasar
Banyak kursi dan meja yang bertumbangan ketanah, karena tertabrak oleh orang orang yang sedang berlarian menjauh itu
Piring, gelas dan peralatan makan, banyak yang berjatuhan ketanah, pecah karena jatuh, atau terinjak oleh orang orang itu
Peristiwa penyerangan tersebut terlalu cepat terjadi. Pada awalnya, dua orang wanita cantik berwajah polos, dengan dandanan ayu, dan berpakaian sopan ala ningrat, berpura pura, mendekati Dion juga Ivory itu, untuk menanyakan sesuatu, tapi dijawab oleh Ivory dengan berkata..
__ADS_1
"Silakan anda tanyakan dengan bagian penerimaan tamu, mungkin mereka mengetahui, orang yang sedang anda cari itu, karena disetiap pintu masuk, ada buku pendataan semua tamu yang di undang hari ini." Jawab Ivory dengan lemah lembut
"Oh terima kasih nyonya." Jawab keduanya sopan, dengan sedikit merendahkan tubuhnya kearah Ivory, lalu pura pura pergi. Tapi sedetik kemudian, dia berbalik arah, dan langsung menusuk perut Ivory di bagian kiri, hingga membuat perutnya tertembus belati itu
Belati tersebut disembunyikannya di baju lengan panjang yang dipakainya itu. Hanya tinggal menekannya sedikit, belati itu sudah meluncur kebawah
Saat itulah tangannya meluncur kedepan, dengan belati yang sudah terdorong keluar itu, menuju perut Ivory yang tidak terlindung tersebut, dan sukses mengenainya
Belati dan senjata tersebut, sengaja diseludupkan melalui orang dalam, dengan cara memasukkannya pada hidangan yang akan dimakan oleh orang orang nya itu
Joki, pelayan dan pramusaji yang didatangkan dari luar daerah itu, sebenarnya adalah anak buah Tommy, yang sengaja diseludupkan untuk menjadi juru masak, pelayan dan pramusaji dalam acara tersebut
Tempat duduk mereka juga sudah ditentukan. Jadi ketika sepuluh orang itu duduk dan hendak mau makan, senjata senjata itu mereka ambil, dan simpan di balik bajunya, karena kalau sudah di dalam, tidak ada lagi pemeriksaan
Dengan senjata yang diseludupkan itulah, kedua wanita tersebut melukai Ivory, sampai membuatnya tidak sadarkan diri dalam pelukan Dion
Sungguh Dion dan anak buahnya tidak menduga, wanita yang kelihatan lemah lembut dan sopan tersebut, ternyata adalah monster yang sangat mengerikan
Padahal disekitar Dion itu, bertaburan pengawal tingkat tinggi, juga beberapa petugas kepolisian dan tentara, tapi masih juga kecolongan seperti itu. Benar benar miris!
Sungguh penampilan bisa menipu. Siapa saja yang terbuai dengan gayanya, akan larut dan terbawa dalam suasana, hingga tanpa disadari, bahaya besar sedang mengintai mereka
Kedua orang wanita yang awalnya mendatangi Dion dan ivory itu, tidak mendapatkan hambatan sama sekali, dan tidak dihalangi oleh para pengawal Dion, karena mereka mengira, keduanya adalah tamu undangan biasa, yang ingin langsung memberikan ucapan selamat pada mereka
Tapi tidak disangka, ternyata keduanya adalah calon malaikat maut, yang ingin mencabut nyawa Ivory saat itu juga
Dengan cepat kedua orang itu dihabisi, oleh dua orang pengawal Dion, yang tak jauh dari tempat Dion dan Ivory berada
Menyusul beberapa orang juga roboh menimpa kursi, akibat ditembus peluru tajam, juga belati kecil di dadanya, ketika mereka mencoba merangsek ke arah Dion, yang dijaga ketat itu, untuk membalas dendam atas kematian dua rekan wanitanya tersebut
__ADS_1
Enam orang yang mencoba menyerang Dion itu, seketika mati ditangan para pengawal Dion, juga oleh para tentara dan kepolisian, dengan tembakan yang bertubi tubi tapi terarah, hingga tidak mengenai orang lain
Dua orang yang tersisa, segera beringsut menjauh, dan mencoba melarikan diri. Tapi gerak gerik mereka, bisa tercium oleh Burgon. Lalu memberi kode pada beberapa pengawal elit, untuk membuntuti mereka
"Minggir!" Ucap salah seorang yang sedang menghindar itu sambil menunjukkan pistol yang terselip di pinggangnya
"Orang orang yang ada didepan biang pembuat onar itu, segera menghindar, memberi jalan pada keduanya untuk pergi
Tapi karena banyaknya tamu undangan di tempat acara tersebut, langkah mereka menjadi sulit, karena banyaknya tamu tamu undangan yang mencoba menangkap mereka, termasuk juga para pengawal itu
Tapi karena ditangan salah seorang dari mereka, ada senjata api, maka langkah penghalangnya itu terhenti seketika
Hans yang melihat itu, menjadi geram, begitu juga Iron dan para petinggi pengawal lainnya, terutama Langit. Dengan tiga kali lompatan, tubuhnya sudah berada didepan peneror itu, dan langsung merangsek kearahnya, dengan melancarkan tendangan terarah ke punggung lawan, hingga membuatnya terjungkal ke tanah. Pingsan!
Satu orang telah tertangkap, tinggal seorang lagi yang sedang mengacung acungkan senjatanya kearah kerumunan, yang mencoba menghalangi nya untuk kabur
Antara berani atau takut, tidak bisa ditebak pada perusuh terakhir itu. Dia hanya mencoba coba saja, menakuti nakuti orang yang sedang mengerumuninya itu dengan pistolnya
Geram dengan orang orang yang tidak terprovokasi oleh senjata api tersebut, Aron nama perusuh itu, segera menarik pelatuk senjatanya, dan mengarahkan moncongnya ke tubuh Langit, kemudian berkata." Mundur atau kita mati bersama!" Ancamnya garang
"Jatuhkan senjata mu itu!. Kau lihat teman teman mu disana. semua telah mati sia sia. Hanya tinggal kau yang masih tersisa.Jadi menyerahlah!. Percuma kau melawan, lihatlah sekeliling mu!" Ucap Langit sambil tersenyum sinis
Aron si perusuh tersebut, segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Disitu dia mendapati, ada ratusan, bahkan mungkin ribuan pengawal, juga tentara dan polisi yang sedang mengepungnya
Dion yang sudah bisa menguasai keadaan, dan menyerahkan keselamatan Ivory pada Govin si dewa medis tersebut, saat ini juga sudah ada di tempat pengepungan itu
Dengan tenang dia maju ke depan, kemudian dengan gerakan tak terduga, tendangan kaki nya melayang, mengenai tangan Aron yang sedang memegang senjata itu lalu terpental jauh
Sekali lagi tendangan kaki kanan Dion masuk dan telak mengenai dada Aron, sampai membuatnya terbang menjauh, jatuh dan tidak bergerak lagi
__ADS_1