Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ternyata ayam sayur


__ADS_3

Ternyata semua itu akibat ulah dari Dragon. Ketika pukulan jarak jauh Zabuza hampir mengenai tubuh Bumi, yang saat itu sudah kehilangan kendali kesadarannya, Dengan gerakan cepat, Dragon mengirimkan aura spiritualnya untuk melindungi tubuh Bumi dari serangan sihir Zabuza itu


Akibat dari perbuatannya tersebut, tubuh Bumi terlindungi. Karena pukulan sekuat apapun, tidak akan mampu menembus perisai aura tersebut, kecuali bila orang yang melontarkannya, levelnya lebih tinggi dari level Dragon


Namun itu mustahil bisa dilakukan, karena Dragon mempunyai suatu ilmu yang orang lain tidak memilikinya. dan jarang sekali bisa kalah, bahkan tidak pernah kalah sama sekali pada masanya dulu


Melihat serangannya tidak berhasil, Zabuza berusaha sekali lagi untuk menyerang Bumi. Tapi cepat dicegah oleh Abhicandra atas perintah Dion


"Lawan mu adalah aku!"


"Bukankah kau penasaran, dengan orang yang berhasil membuat mu terpental itu?" Ucap Abhicandra bernada ejekan


"Dasar orang tua yang sudah bau tanah!. Kalau kau ingin cepat mati, ayo kita bertarung!" Jawab Zabuza benar-benar emosi


"Bukankah sejak tadi, aku mengajakmu untuk bertarung?. Tapi kau malah berkelit!" Jawab Abhicandra bernada ejekan kembali


"Jangan banyak omong!. Terima saja serangan ku ini!" Reaksi Zabuza marah. Kemudian merilis satu kekuatannya untuk menghancurkan kesombongan dari Abhicandra tersebut


Kali ini aura yang dikeluarkannya, berbeda dengan aura yang dikeluarkan ketika ingin menyerang Bumi. dari kepala juga tubuhnya, mengeluarkan siluet berwarna hitam, yang Jika diperhatikan secara seksama itu adalah roh serigala. Padahal itu hanya tipuan semata untuk membuat lawannya gentar


Sementara dari tangan kanannya, muncul api berwarna merah yang sangat panas, Sementara dari tangan kirinya juga demikian. Sepertinya Zabuza menguasai elemen api dan akan dipakai untuk membunuh Abhicandra


Melihat pemandangan itu Abhicandra hanya tersenyum sinis. Tapi ketika Zabuza sudah hampir menyelesaikan persiapannya. Abhicandra menjadi sangat terkejut sekali


Kali ini apa yang dilihatnya lain daripada yang lain. Sepertinya Zabuza ingin menyelesaikan pertarungan itu dalam sekali serang


Maka tanpa membuang waktu lagi, Abhicandra merilis satu kekuatan, yang belum pernah diperlihatkan kepada siapapun


Hanya dalam sepersekian detik, tubuh Abhicandra sudah diselimuti oleh perisai aura, yang jika diperhatikan secara seksama, itu seperti perisai api berwarna kuning. tapi ada sedikit berwarna merah dan biru. hingga terlihat sangat kontras sekali


"Terima lah ini manusia lemah!. Aku jamin kali ini kau akan kalah!" Teriak Zabuza kuat, hingga menggema di lokasi pertempuran itu, dan sangat mempengaruhi keadaan


Tidak mau situasi dikendalikan oleh Zabuza. Dragon segera menjentikkan jari-jarinya ke udara. Kemudian suara yang menggema tersebut, hilang begitu saja, dan berganti dengan dentingan senjata tajam, serta bunyi rentetan senjata api otomatis, walau hanya berlangsung sekejap saja, seperti yang sedari tadi terdengar


Untuk sementara keadaan masih imbang. Tapi tak lama kemudian, pertarungan berat sebelah pun terjadi. Para pengawal Dion, sudah berhasil menguasai keadaan, yaitu dengan banyaknya menghabisi orang-orangnya Zabuza, termasuk di dalamnya ninja, assassin, serta samurai


Sedangkan para petarung yang bertempur menggunakan tangan kosong, masih terlihat imbang. Tapi ketika Langit, Awan, Bumi serta Eric turun tangan, keadaan menjadi berat sebelah

__ADS_1


Banyak petarung yang kuat berhasil dikalahkan, hanya dengan sekali atau dua kali pukulan. Bahkan ada yang dadanya hancur, akibat terkena tendangan kuat yang dilancarkan oleh Langit


Baru komandan pengawal Birawa yang turun, sudah banyak anak buah Zabuza yang tewas. Belum lagi jika Robin, Burgon, Leon, Adiwilaga, Adiguna dan Hans yang turun. mungkin keadaan berat sebelah itu akan menjadi semakin parah. Apalagi jika Dion dan dragon yang turun tangan. Sudah tidak bisa lagi dikatakan, bagaimana situasi kacaunya pertempuran tersebut


Sementara itu di bagian Zabuza dan Abhicandra. Benturan kuat segera terjadi, setelah masing masing melancarkan pukulan kuatnya ke arah lawan, dan..


Dhuar!


Asap tebal terlihat menyelimuti tubuh keduanya. Belum tahu siapa yang kalah ataupun yang menang


Tapi tak lama sesudah itu. Tubuh Abhicandra oleng, dan tak lama kemudian roboh ke jalan beraspal. Melihat lawannya roboh, Zabuza tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Tubuhnya segera melesat ke arah Abhicandra, dengan niat untuk menyerang dan membunuhnya


Tapi langkahnya terhenti saat kekuatan besar menabraknya.Ternyata Robin datang menyelamatkan Abhicandra, saat nyawanya hampir dihabisi oleh Zabuza


Menyadari niatnya tidak kesampaian. Zabuza menjadi marah sekali. Kemudian segera melampiaskan kemarahannya pada Robin, dengan melancarkan serangan terkuatnya yang tadi ingin dilesakkan ke tubuh Abhicandra


Tapi bukan Robin namanya kalau hanya dengan serangan lemah seperti itu, bisa membuatnya kalah. Dengan tenang Robin mencondongkan tubuhnya ke sebelah kiri, kemudian setelah pukulan tersebut lewat, dia kembali ke posisi semula, lalu dengan cepat menyarangkan pukulannya ke arah dada Zabuza dan telak mengenainya


Tubuh Zabuza terpental hingga 3 meter, dan jatuh ke jalanan beraspal, tak jauh dari tubuh Abhicandra, yang tadi juga jatuh di sana. Tapi tentu saja Abhicandra sudah tidak ada lagi di tempat itu, karena sudah ditolong oleh yang lain untuk diobati oleh Dragon juga Dion


Sementara Zabuza yang tadi sempat terjatuh itu, dengan cepat bangun kembali, dan segera merilis kekuatan sihirnya seperti tadi, dan ingin menyerang Robin dengan kekuatan Genjutsu atau sihir yang dimilikinya tersebut


Tapi kali ini Robin tidak terpengaruh, karena sebelum dia datang menolong Abhicandra, tubuhnya sudah dibekali dengan perisai energi oleh Dragon, yang bisa bertahan selama 10 menit


Dengan sikap tenang, sebelum Zabuza selesai mengerahkan seluruh kekuatannya. Tubuh Robin bergerak sangat cepat ke arah Zabuza, dan melontarkan pukulan jarak jauh nya ke arah lawan


Pukulan jarak jauh yang dilontarkan oleh Robin, segera membentur aura energi yang melindungi tubuh Zabuza. Akibat dari benturan dua kekuatan tersebut, tubuh keduanya terdorong mundur, dan apa yang telah dirilis oleh Zabuza menjadi hancur berantakan


"Kurang ajar!. Ternyata kalian beraninya hanya membokong dari belakang. sebelum lawan kalian selesai merilis kekuatannya!"


"Apakah kalian tidak mempunyai aturan dalam pertarungan?" Tanya Zabuza marah


"Dalam pertarungan, siapa cepat maka dia yang akan menang!. Siapa kuat maka dia yang akan berhak menindas!"


"Aku tahu apa yang akan kau lakukan padaku!. Kau akan menghancurkan kekuatanku dengan sihir busukmu itu!"


"Tapi sayangnya aku tidak bodoh!, dan tidak akan berhadapan secara langsung denganmu, karena kau menggunakan kekuatan sihir jahat sesat itu!"

__ADS_1


"Namun jika tuan muda ku turun tangan. Hanya dengan menjentikkan jarinya saja. tubuhmu akan hancur!"


"Baginya kau hanya ayam sayur saja!. Kekuatan mu tak sebanding dengan kekuatannya!"


"Tapi dia sudah menyerahkan urusan untuk menghancurkan mu kepada anak buahnya saja!"


"Jika kami tidak mampu menghancurkan kekuatanmu, maka tuan muda kami yang akan turun tangan!"


"Ingat Zabuza!. Kekuatan tuan muda kami, apalagi kekuatan ayahnya itu, tidak ada siapapun yang bisa melawan, apa lagi bos besar mu yang ada di negara itu!" Ucap Robin cukup panjang sekali


"Sombong!. Apa kau pikir kalian ini terdiri dari orang-orang kuat?. Ingatlah!, bahwa kalian pernah kami tindas. dan sekarang kami akan menindas kalian kembali!"


"Jangan harap!. Kami tidak akan membiarkan orang asing menindas orang orang negaraku!"


"Selangkah saja kalian berani melaksanakan niat busuk kalian itu! maka kami akan turun serentak, dan akan menghancurkan kekuatan kalian. Ingat itu!" Jawab Robin sangat emosi sekali


"Banyak omong!. Terima ini!" Bentak Zabuza garang. Kemudian secara tidak terduga melemparkan bom gas air mata ke arah Robin, yang berfungsi sebagai racun pelumpuh saraf, sekaligus untuk menyamarkan keadaan


Sayangnya Robin sedikit lengah, hingga udara yang mengandung racun pelumpuh saraf juga mata tersebut, sempat terhirup oleh nya, hingga membuat tubuhnya limbung. Sementara keadaan di sekitarnya semakin gelap


Tiba-tiba, satu kekuatan besar menabrak tubuhnya, hingga membuatnya terpental keluar dari gumpalan asap itu, dan jatuh di pinggir jalan. Entah pingsan atau mati, belum ada yang tahu


Kejadian itu berlangsung hanya sepersekian detik, hingga teman-teman Robin tidak sempat untuk membantunya. Tapi segera setelah itu, Hans datang membantu temannya, lalu memeriksa denyut nadi Robin, dan ternyata dia masih hidup


Entah apa yang dilakukan oleh Zabuza tadi, saat Robin terjebak dalam gumpalan asap yang mengandung racun tersebut. Tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Dragon dan Dion


Di dalam gumpalan asap tadi, jelas terlihat bagaimana liciknya Zabuza memperlakukan tubuh Robin yang sedang limbung itu, akibat menghirup udara yang mengandung racun


Dengan bengisnya dia menotok jalan darah Robin, kemudian menendang tubuhnya kuat-kuat, hingga terpental dan keluar dari gumpalan asap tersebut. Lalu terjatuh di tepi jalan. Untung Zabuza tidak menikam tubuh Robin, dengan senjata yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri itu


Setelah berhasil melumpuhkan Robin dengan asap racunnya, serta menendangnya kuat-kuat, hingga keluar dari gumpalan asap. Zabuza berencana ingin melontarkan belasan shuriken serta kunai ke arah tubuh Robin yang sedang terkapar di tanah itu. Tapi gerakannya itu tidak sempat dilakukan, karena Hans dengan cekatannya melemparkan beberapa buah belati ke arah gumpalan asap, hingga membuat Zabuza menjadi kalang kabut, dan apa yang tadi direncanakannya tidak jadi dilaksanakan


"Benar benar licik!. Kau memang tidak boleh di biarkan hidup, dan tak pantas tinggal di dunia!" Ucap Hans berapi-api


"Hahaha!. Apakah kau sudah lupa, apa yang di katakan oleh teman mu yang lemah itu?"


"Bukankah tadi dia mengatakan, siapa yang cepat maka dialah yang akan menang!. Siapa yang kuat maka dialah yang berhak untuk menindas!"

__ADS_1


"Apa kau lupa itu!" Jawab Zabuza enteng sekali, dan menganggap remeh lawannya yang ketiga itu


"Sebelum kau mati, Sebutkan dulu siapa namamu? agar aku bisa menuliskannya di buku hitam kematianmu!" Ucap Zabuza sangat sombong sekali


__ADS_2