
"Hahahaha!. Dua orang bodoh itu adalah murid ku!. Bahkan gurunya juga adalah murid ku!"
"Aku yang telah berhasil membuat mereka keluar dari garis putih, dan sekarang berada di garis hitam!" Jawab lelaki misterius tersebut cuek-cuek saja
"Apa alasan mu berbuat seperti itu?" Tanya Adiwilaga geram
"Rakasbaya, gurunya Gentala itu adalah musuh besar ku!"
"Guru dari gurunya Rakasbaya, telah merebut calon istriku, atas rekomendasi dari cucu muridnya yaitu Rakasbaya!"
"Oleh karena itu, aku sangat dendam padanya, termasuk pada kakek guru mu itu!"
"Bukan hanya dia saja. tapi guru dari gurunya Rakasbaya, adalah musuh besar ku juga!"
"Bertahun tahun aku ingin membunuhnya. Tapi kekuatan ku belum sebanding dengan kekuatannya!"
"Berulang kali aku mencoba, tapi selalu gagal, karena kekuatanku belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan nya."
"Oleh karena itu. aku rekrut murid muridnya, termasuk Tejamaya bodoh itu untuk menjadi murid ku, dan ku ajari mereka sihir hitam!"
"Tujuan ku adalah untuk menjadikan mereka senjata, untuk membunuh guru dari gurunya itu!"
"Tapi usahaku tidak kesampaian, karena eyang gurunya Rakasbaya, sudah mati duluan karena faktor usia. Tapi aku masih tetap hidup!"
"Namun walau aku tidak bisa membunuhnya. Aku berhasil mencuri buku warisan dari perguruan Tapak Jingga, yang ditulis oleh kakek guruku sendiri"
"Dari buku itulah aku belajar ilmu awet muda. dan sekarang inilah hasilnya!" Ucap orang misterius tersebut merasa bangga
"Kau lihat wajah ku!. Kau pasti tidak percaya kalau umur jiwaku sudah mendekati angka 300 tahun!"
"Kau tahu kenapa murid gentala?" Ucap orang tersebut tiba tiba, hingga mengejutkan Dion juga yang lainnya
"Bagaimana kau tahu aku murid dari guru Gentala?"
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Dion penasaran
"Belum waktunya kau tahu siapa aku!"
"Tapi yang perlu kau tahu adalah, kau sekarang sedang berhadapan dengan leluhur, yang usianya jauh lebih tua dari guru mu itu!" Jawab pria misterius itu terkesan menjengkelkan
"Lalu kenapa kau memilih tinggal di tempat terpencil ini, dalam hutan belantara pula!" Tanya Dion ingin tahu, dan malas menanggapi pernyataan dari orang tersebut
"Hahahaha!. Kau pikir aku mau tinggal di tempat ini kalau tidak ada alasannya?" Jawab orang itu penuh mengandung teka teki
"Aku tidak perlu mengetahui nya!"
"Kau sendiri yang akan mengatakannya pada kami!" Ucap Dion tegas, sambil menyebarkan aura intimidasi ke arah orang tersebut. Tapi sayangnya, aura intimidasi yang disebarkannya, tidak berpengaruh pada laki-laki itu
"Percuma kau kerahkan tenaga dalam mu untuk menyerang ku murid gentala"
"Rakasbaya saja, apalagi guru mu itu. Kekuatannya belum ada apa apanya dengan kekuatan ku!"
"Karena aku adalah saudara seperguruan dari buyut guru Rakasbaya juga Tejamaya."
"Jadi kekuatan ku, sudah melampaui kekuatan kalian!"
"Hanya anak kecil ini saja yang pantas berhadapan denganku!" Jawab laki laki tersebut sambil menyeringai dingin ke arah Dion
"Tapi kau jangan berbangga dulu anak kecil!.Ilmu Wahyu Taqwa yang kau kuasai itu, bukanlah ilmu satu satunya yang terkuat!"
"Masih ada ilmu lain yang kekuatan jauh lebih tinggi dari ilmu yang kau kuasai itu."
"Salah satunya adalah ilmu Kalamurka!"
"Orang yang bisa menguasai ilmu tersebut sampai level 25. Maka orang tersebut tidak akan mempunyai lawan yang sebanding!"
"Cucunya Tejamaya, murid jenius ku itu, sekarang sudah menguasai level 11 dari 25 level yang ada di dalam buku itu!"
"Tak lama lagi, dia akan naik ke level 12."
"Mustahil kalian bisa melawan kekuatannya. Kalau sudah sampai ke level itu!"
"Kau dengar itu murid gentala?" Tanya orang tersebut merasa menang
"Aku tidak tertarik!. Katakan saja, apa alasan mu tinggal di hutan ini?" Jawab Dion cuek saja
__ADS_1
"Dasar manusia sombong!" Ujarnya merasa tersinggung
"Tapi baiklah!. Aku akan mengatakan apa alasanku tinggal di sini, agar kau tidak mati penasaran!"
"Pertama!. Di dalam bukit yang ada di atas itu, banyak terdapat benda-benda berharga, yang memancarkan aura negatif di sekitarnya dan itu cocok bagi ilmu ku!"
"Kedua. di tempat ini aku mudah mendapatkan asupan gizi berupa hati dan jantung manusia!"
"Untuk apa?" Tanya Dion memotong pembicaraan dari orang tersebut
"Untuk memperdalam dan memantapkan ilmu awet muda ku!"
"Ilmu sesat!" Celetuk Adiwilaga tidak senang
"Oh! Bukankah kau murid dari Rakasbaya!. Oh bukan kau murid dari muridnya Rakasbaya itu, dan siapa namanya aku lupa!"
"Kau tidak pantas untuk mengetahui nama besar dari guruku itu!" Jawab Adiwilaga marah
"Benarkah!"
"Aku ini kakek buyut mu lho!. Kenapa kau berani bersikap tidak sopan begitu?"
"Siapa yang sudi mempunyai kakek buyut sesat seperti mu!" Jawab Adiwilaga merasa muak
"Anjing saja, kalau dikasi daging mu, mungkin dia akan muntah saking busuknya!" Ujarnya lagi
"Kurang ajar!" Makinya tidak senang, lalu..
Wus!
Blar!
Tubuh Adiwilaga terpental cukup jauh, akibat diserang oleh satu kekuatan tak kasat mata, dan Dragon tidak sempat, untuk mencegahnya
Dari mulut Adiwilaga, menyembur darah segar, akibat hantaman kekuatan tak terlihat tersebut. Tapi tak lama kemudian, Dragon membalas perbuatan laki laki itu, dengan ilmu Wahyu Taqwa nya, dan sukses membuat orang tersebut terjatuh dan berguling-guling di tanah
Dari mulutnya, juga menyemburkan darah segar. Dia sungguh tidak menyangka, akan di buat memalukan seperti itu
Hanya seorang anak kecil saja. sudah mampu membuatnya terluka. Tapi setelah dia berpikir lebih jauh, bahwa ilmu yang digunakan oleh lawannya itu adalah ilmu tertinggi, yang sejujurnya dia mengakui tidak ada satu ilmu pun yang mampu untuk melawannya
"Aku akui kau memang kuat anak muda!. Tapi kau jangan senang dulu!"
"Murid jenius ku, yang ada di benua lain, yang akan menghabisi mu nanti!" Ujarnya marah
"Aku akan menunggu waktunya orang tua!" Jawab Dragon enteng saja. Kemudian memandang ke arah ayahnya untuk meminta pertimbangan
"Jangan bunuh dulu orang tua itu. Ayah masih membutuhkan keterangan dari nya!" Ucap Dion dalam hati, dan disampaikan melalui pikirannya ke arah Dragon
"Hahahaha!. Ternyata anak ini adalah anakmu murid Gentala!"
"Sungguh aku tidak menyangka, bahwa dalam usia semuda ini, sudah bisa menguasai ilmu Wahyu Taqwa!"
"Pasti anakmu ini, ada hubungannya dengan leluhur pertama perguruan tapak jingga itu!"
"Kalau begitu sangat disayangkan!. Ilmu setinggi itu, harus jatuh ke tangannya!"
"Tapi sekali lagi aku ingatkan! bahwa ilmu yang kau kuasai itu, masih belum sebanding dengan ilmu Kalamurka, ciptaan saudara seperguruan dari leluhur pertama kalian itu!"
"Dalam buku itu, banyak sekali mengandung falsafah kehidupan, juga ilmu-ilmu langka, termasuk ilmu sihir, ilmu kebatinan, ilmu awet muda, dan ilmu yang bisa memindahkan roh ke tubuh orang lain yang dikehendaki nya!" Ucapnya berbangga diri
"Tunggu dulu!. Kalau Tejamaya merupakan murid mu!. Apakah dia yang sekarang menjadi pemimpin tertinggi dari organisasi kejahatan tersebut?" Tanya Dion penasaran dan ingin menyelidiki kebenarannya
"Hahahaha!. Dasar murid bodoh!"
"Apa yang kalian lihat itu, hanya tipuan semata!"
"Huruf T itu bukanlah kependekan dari nama Tejamaya, tetapi adalah nama orang lain!"
"Lalu siapa nama orang itu?" Tanya Dion sudah tidak sabar
Bug!
"Hugh!"
Bush!
__ADS_1
Tubuh Dion terjatuh dan berguling guling di bukit itu, tapi cepat ditahan oleh anak buahnya yang berada di bagian bawah
Sedetik kemudian, tubuh laki-laki misterius itu juga menghilang, dan tertawa terbahak-bahak dari kejauhan
"Kalau kau mau tahu, siapa yang menjadi pemimpin tertinggi organisasi tersebut, barusan kau telah melihatnya!"
"Huruf T itu adalah aku!. Tetapi kalian belum pantas untuk mengetahui namaku yang sebenarnya!" Ucapnya dari kejauhan, dengan menggunakan tenaga dalam tingkat tingginya. kemudian menghilang di kejauhan
"Draco!" Ucap Dion pada anaknya yang berada di bagian atas
"Sudah terlambat ayah!. Dia sudah berada jauh dari sini!" Jawab Dragon apa adanya
"Kurang ajar!. Baru kali ini tubuhku dibuat tidak berdaya, oleh pukulan yang cukup kuat tersebut!"
"Jika nanti aku bertemu dengannya lagi, akan aku pastikan, dia akan mendapatkan pukulan yang sama seperti yang diberikannya pada aku tadi!" Ucap Dion dengan ekspresi marah, kemudian menyeka darah yang keluar dari mulutnya
Dragon yang melihat itu, hanya berdiri kebingungan. Bagaimana seorang Dion, yang terkenal sangat kuat tersebut, bisa terpukul mundur hanya dalam sekali serang
Tapi setelah dipikir-pikir siapa orang yang telah menyerangnya tadi. baru lah Dragon menjadi maklum, dan tidak mempermasalahkannya lagi
Sedetik kemudian, dia sudah berada di depan ayahnya, dan segera menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Dion. Tak lama sesudah itu, tubuh Dion sudah kembali sehat seperti semula
"Jika di sini tidak ada kau anakku, mungkin kami semua sudah mati!" Ucap Dion sambil berterima kasih pada anaknya tersebut
"Dimaklumi saja ayah!. Dia adalah murid dari leluhur kedua perguruan Tapak Jingga. yang kemungkinan sudah diusir dari perguruan karena sifatnya yang kurang baik itu!"
"Jika ke depannya masih ada kesempatan, maka Draco akan membalaskan sakit hati ayah padanya!" Ucap Dragon dengan niat untuk membesarkan hati ayahnya agar tidak terlalu kecewa
"Terima kasih anakku!. Walau bagaimanapun, kami semua telah berhutang nyawa padamu!"
"Kalau kau tadi tidak ada disini. maka dengan mudahnya dia akan menghabisi kami."
"Jangankan para pengawal kita!. Kakek Abi dan kakek Adiwilaga, juga tidak mampu melawan kekuatannya!"
"Maka dengan mudahnya mereka dijatuhkan tadi!"
"Tapi setelah kau turun tangan, dia menjadi terpukul mundur, dan mulai berpikir untuk melarikan diri!"
"Kenyataannya memang iya!"
"Dia mendapatkan kesempatan itu, dengan memukul tubuh ayah, hingga terjatuh, sehingga dia bisa melarikan diri."
"Ketika perhatian semua orang tertuju pada ayah, Saat itulah dia melarikan diri!"
"Entah ilmu apa yang telah dipergunakannya, untuk melarikan diri itu?" Ucap Dion dengan rasa penasarannya yang tinggi
"Mungkin itu ilmu yang dipelajarinya dari kitab Kalamurka, yang berhasil dicuri dari kakek gurunya dulu!" Jawab Dragon hanya menebak saja
"Mungkin apa yang kau katakan itu benar!" Jawab Dion menyetujui pernyataan dari anaknya tersebut. Tak lama sesudah itu dia kembali berkata.
"Tapi tujuan kita kemari bukalah untuk membahas masalah itu!. Namun untuk mencari kebenaran, tentang bukit ini."
"Kalau begitu, Dragon akan memimpin jalannya ayah!" Respon Dragon cepat
Sepuluh menit kemudian, separuh dari orang-orangnya Dion, sudah berada di dekat mulut gua, yang pelataran di depannya cukup tertata rapi serta berukuran lebar
Setelah memastikan bahwa keadaan di dalamnya aman. Dion meminta kepada James dan orang-orangnya yang ahli di bidang geologi dan bebatuan, yang memang sengaja dibawanya, untuk masuk, dan meneliti, apakah benar bukit yang diisukan itu, banyak mengandung emas atau batu-batu mulia lainnya
Belum juga mereka melangkahkan kaki terlalu jauh, di depannya bertumpuk benda-benda yang berkilauan, dan hampir membentuk bukit bukit kecil
Isinya ternyata adalah tumpukan emas yang sangat banyak. Tapi masih dalam bentuk batu-batu sebesar kerikil. Tapi ada juga yang dalam bentuk batu besar yang dicampur menjadi satu
"Lapor tuan besar!.Di depan dalam radius 60 meter dari mulut gua ini, ada ditemukan beberapa bukit emas yang jumlahnya sangat banyak sekali!"
"Kami tidak tahu emas emas siapa itu!" Ucap James melaporkan
"Apakah keadaan di dalamnya aman?" Tanya Dion ingin tahu
"Aman tuan besar!. karena tempat itu sudah dibersihkan oleh senior Abhicandra!" Jawab James apa adanya
"Kalau begitu mari kita masuk!"
"Apakah kau ingin tetap tinggal di luar saja anak ku?" Ucap Dion datar, kemudian bertanya kepada anaknya pula
"Draco akan ikut ayah!. karena aura kesadaran ku, telah mendeteksi adanya sesuatu yang sangat berharga di dalam gua itu!" Jawab Dragon penuh mengandung misteri
__ADS_1