
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi penambangan emas itu, Dion tidak didampingi oleh Maya atas permintaan sendiri, walau kakek Birawa keberatan, namun akhirnya diijinkan nya juga
Maya lebih memilih untuk tetap berada di resor, karena menurut nya, suasana nya sangat tenang, sejuk dan damai
Airnya yang jernih, arusnya yang tenang, ditambah dengan cahaya matahari yang terserap kesana, kembali memantulkan butiran butiran berwarna warni di dalamnya
Butiran itulah yang disebut orang dengan berlian, karena bentuk dan warnanya sangat indah sekali, sehingga tempat itu lama kelamaan disebut dengan teluk berlian
Ditempat itulah sekarang Maya sedang berada, duduk sendiri di tepi laut tanpa teman, menikmati indahnya panorama yang ada
Orang orang yang berlalu lalang disekitarnya, tidak dia hiraukan, mereka juga begitu terhadap Maya
Sebagian sudah ada yang tau, bahwa wanita yang sedang duduk sendiri itu adalah milik tuan muda Dion. Kalau mereka berani menggangu nya, maka bersiap siaplah untuk mati
Walau pengunjung resor lumayan banyak, tapi tidak lantas membuat resor tersebut menjadi sumpek dan membosankan, tapi malah membuat tempat itu, menjadi kelihatan lebih hidup
Maya memutuskan untuk menghabiskan waktu santai nya sendirian, sebelum besok kembali kerumahnya sendiri, yang berada di pinggiran kota Teluk Berlian tersebut
Lagipula ini daerahnya sendiri, jadi sedikit banyaknya, dia akan dimudahkan oleh kondisi itu. Kapan saja dia mau datang ke lokasi proyek, akan bisa dilakukannya dengan mudah
Walau pun jarak antara lokasi bakal tambang dengan resor itu lumayan jauh, sekitar 13,9 kilometer, tapi jika di tempuh dari rumahnya, tidak akan membuat dia kelelahan, karena jaraknya lebih dekat dengan lokasi tambang itu
Lagi pula kondisi jalan yang sudah beraspal hotmik, mulus, lebar, dan terawat rapi, akan memudahkan nya jika ingin mengunjungi pertambangan emas itu kapan saja
Maka dia lebih memilih untuk tinggal di resor indah sendirian saja
Proyek tambang emas tersebut, berada di selatan kota itu. satu arah dengan rumah Maya. Sedangkan resor Teluk Berlian, berada di bagian timur, tepi laut berair jernih, yang berbentuk teluk berpadu dengan tanjung kecil sedikit menjorok ke laut
Dalam kesendiriannya itu, Maya lebih banyak merenung, apakah keputusannya itu sudah tepat, harus berbagi kasih dengan orang lain
Dia yang baru datang, langsung disambut bagai ratu, dan ditempatkan di kursi kebesaran oleh kakek Dion. Sedangkan Ivory yang sudah lama mendampingi Dion, malah ditempatkan diposisi dayang. Benar benar tidak adil!. Kata hati Maya membatin sendiri
"Apa sebaiknya aku mundur saja ya, agar Dion lebih leluasa bersama dengan Ivory itu?" Guman nya lirih pada diri sendiri
"Kenapa disaat saat semua sudah ada titik terang, hati ku malah bimbang seperti ini?" Sambung nya lagi
"Kalau kakek Birawa tau apa yang menjadi keraguan ku ini, tentu saja dia akan kecewa, bahkan mungkin saja marah yang teramat dalam pada ku."
"Tapi jika dia tau kondisi ku yang sebenarnya, apakah mungkin dia masih mau menerimaku sebagai cucu menantunya nanti "
"Ini benar benar dilema bagiku, kalau aku terus maju, maka akan ada yang terluka, tapi kalau aku mundur, pasti akan ada yang kecewa."
__ADS_1
"Duh!, benar benar pilihan yang sangat sulit!"
"Benarlah seperti kata pujangga."
..."Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal, bukan karena kita menyerah, tapi mengerti, bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan."...
..."Jika di umpama kan, Dion itu permata, tapi berada di dasar jurang yang dalam, keindahannya hanya bisa ku lihat, tapi tak bisa ku raih." ...
"Begitulah kondisi ku saat ini."
"Dion!, Walau aku sangat mencintai mu, lebih dari apapun, bahkan kaulah cinta pertama ku, dan mungkin cinta terakhir ku, tapi aku datang diwaktu yang salah!"
"Kau sudah dicintai oleh orang lain, jauh sebelum aku datang dan merebut mu, walau pada akhirnya, kau terpaksa menerima keadaan yang ada, karena tidak mau mengecewakan kakek mu sendiri."
"Dion!. Apakah aku harus pergi dari sisi mu, tanpa memperdulikan perasaan kakek birawa lagi?" Batin hati Maya terus berkumandang dalam hati
"Haaaahhh!. benar benar pilihan sulit." Kali ini dia berkata lirih, mengulangi perkataan sebelumnya, demi untuk meluapkan ganjalan dalam hati yang terbebani
Gurat cahaya mentari yang memantul melalui air, membias cantik di angkasa, membentuk tiga hati yang saling bertaut, tidak langsung membuat hati Maya senang, tapi malah membuat nya sedih
Ada apa sebenarnya pada Maya itu, seperti menyembunyikan sesuatu yang teramat besar, dan tidak boleh ada yang tau sesuatu itu. Benar benar sebuah misteri yang menyakitkan
***
Di penginapan mawar yang sudah dua hari mereka tempati itu, saat ini sedang sepi, hanya ada mereka berlima yang menyewanya
Jasmine, terlihat seperti sedang melamun di ujung lorong penginapan itu, yang sedikit menjorok keluar, langsung menghadap jalan raya yang cukup lebar di depannya
Pandangan matanya fokus tapi kosong pada satu arah, dan tidak memperdulikan kendaraan serta orang orang yang berlalu lalang di bawahnya
Besok siang, dia harus meninggalkan kota ini, untuk kembali ke kota L dan langsung menuju ke distrik SA di provinsi SS itu
Berat benar untuk kakinya melangkah, sesak dada terasa, jika harus pergi jauh dari kota B, dan menetap di kota lain, berprofesi sebagai petani pula
Jasmine yang yang dulunya dikenal sebagai wanita karir, kantoran, manajer dan mungkin sebentar lagi akan naik jabatan, tapi sekarang harus puas dengan profesi barunya itu
Tidak ada kantor pemerintah maupun swasta, yang mau menerima lamaran kerjanya, dan itu sudah di buktikan dulu, sewaktu dia masih tinggal di distrik SA, begitu juga dengan mendiang suami barunya tersebut
Rata rata kantor dan perusahaan yang keduanya datangi, menolak mentah mentah lamaran mereka , sebelum dilakukan tes ataupun wawancara pada mereka berdua
Itu semua karena Dion yang meminta, karena dia ingin mantan istrinya itu, tidak bisa melakukan kecurangan lagi, jika harus bekerja di kantor pemerintah atau perusahaan swasta, dan harus menerima dengan ikhlas, jika harus berprofesi sebagai petani
__ADS_1
"Mendung tidak awan pun apalagi, tapi kenapa tiba tiba turun hujan badai di kehidupan ku. Apa kah kesalahan ku dulu telah terbalaskan sekarang?" Ucap batin Jasmine dalam hati
"Aku sadar, di kehidupan ku yang lalu, aku sangat sombong, bahkan pada suami ku sendiri."
"Dengan tak berperasaan, aku menghina suami ku, hingga membuatnya terluka, dan direndah kan orang lain, aku dan keluarga ku terus saja menghina Dion dengan bermacam julukan setiap hari."
"Padahal dia tidak salah, hanya sekedar menuruti kehendak kakekku, dan kulihat saat itu pun, dia sangat keberatan. Tapi demi untuk tidak mengecewakan hati kakek, maka dia terpaksa menuruti kehendak nya."
"Ini benar benar tidak adil baginya, padahal dia bisa memilih, dan menentukan kehidupannya sendiri, tapi kakek dengan kekuasaannya, tetap memaksakan kehendak, agar Dion mau menikah denganku. dan akhirnya, pernikahan itu pun terjadi, walau tidak berlangsung lama."
"Tapi aku wanita yang tidak tahu diri. Mentang mentang aku orang berpendidikan, wanita karir, dan pekerja kantoran, ditambah lagi keluargaku sangat kaya waktu itu, maka dengan entengnya, aku mengacuhkan Dion, bahkan menghianatinya, tanpa memperdulikan perasaannya yang terluka."
"Mungkin karena itulah, Dion menjadi begitu dendam pada ku, juga pada keluargaku. Itu semua karena salah ku!" Batin Jasmine dalam hati, menyesali perbuatannya dulu, kemudian masuk ke dalam kamarnya, dan merebahkan diri di atas tempat tidur
***
"Ayah lihat dari tadi kau tidak bersemangat sekali Maya. Apakah ada perkara yang sedang menggangu pikiran mu?" Tanya Tiger yang sedang duduk di depan anak gadis nya itu, setelah selesai makan malam bersama
"Tidak ada apa apa yah, Maya cuma pusing saja!" Jawab Maya mencoba membohongi ayahnya tersebut
"Ayah tahu kebiasaanmu Maya, karena dari kau kecil, ayah selalu memperhatikan, jika ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiranmu, maka kau tidak bersemangat, sama seperti malam ini." Tangkis ayahnya, tidak mau menerima alasan bohong dari anak gadisnya tersebut
"Entahlah yah! Maya juga bingung, dari semalaman Maya sudah memikirkan masalah ini, Tapi tetap tidak menemukan jawabannya."
"Kalau boleh ayah tahu, apa permasalahan mu itu Maya, sehingga membuat mu menjadi lemah seperti ini."
"I..ini tentang perjodohan itu ayah!. Kulihat tuan muda Dion tidak begitu tertarik padaku, tapi dia lebih tertarik kepada Ivory sekretarisnya itu."
"Dari mana kau sampai bisa mempunyai pikiran seperti itu Maya?" Tanya ayah nya sedikit kesal
"Sebagai seorang perempuan, walau di mulutnya berkata, bahwa dia akan menerima kondisi apapun, tapi dalam hati kecilnya tetap menolak, dan terus mendorongnya untuk bersikap agresif. demi untuk mendapatkan perhatian lebih dari pasangannya."
"Sayangnya, Maya tidak bisa melakukan itu. Ayah tahu sendiri, bagaimana sikap Maya selama ini." Ucap Maya tidak bersemangat
"Haaaaaahhh!. Kalau tentang masalah itu, ayah juga bingung mau berkata apa, karena kalian sendiri yang mengalaminya. Syah hanya bisa mendoakan, semoga apa yang menjadi takdirmu itu, bisa kau jalani dengan baik." Respon ayahnya mencoba menasehati Maya
"Tapi yah!. Apakah ayah sudah lupa, apa kata dokter yang memeriksa Maya dulu, bukankah dia mengatakan, bahwa Maya..?"
"Huusss!, sudah! sudah! Jangan kau ungkit lagi masalah itu!" Sanggah ayahnya memotong perkataan Maya tersebut, karena hatinya sangat sedih, ketika mengenang kondisi anak gadis nya itu
"Tapi ayah!" Sanggah Maya tidak mau kalah
__ADS_1
"Sudah lah!. Ayah tidak mau lagi mendengar kata kata itu, karena hati ayah akan sakit bila mengenangnya kembali."