Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Menyambut kelahiran


__ADS_3

"Memang apa yang akan kau lakukan cucu ku?"


"Apakah kau akan pergi dan menemui anak itu, serta memberi pelajaran padanya!. Begitu?" Tanya Tejamaya merasa geli


"Jika memang itu diperlukan, kenapa tidak?" Jawab Ranggas Pati pede sekali


"Sebelum ngomong itu dipikirkan dulu Raga!"


"Kau tidak tahu dimana anak tersebut tinggal, dan bagaimana mau pergi ke sana!"


"Jangankan kau!. Kakek mu sendiri saja belum berani berurusan dengannya, apalagi kau yang masih kecil begini!"


"Kau lihat dua orang ketua itu!. Mereka pernah dikalahkan oleh anak tersebut sekaligus!"


"Kakek juga demikian!" Ucap Tejamaya malu malu


"Bagaimana caranya kalian bisa berlawan dan kalah, padahal belum pernah bertemu dengan bocah itu?" Tanya Ranggas Pati protes, karena tidak terima diremehkan seperti itu


"Ya tentu saja dengan mengirimkan aura kesadaran ke lawan masing masing!" Jawab Tejamaya menjelaskan


"Apakah dia juga mempunyai ilmu Kalamurka, seperti yang aku miliki sekarang?" Tanya Ranggas Pati lagi belum mau percaya


"Bukan Kalamurka lagi yang dia miliki, tapi ilmu yang jauh lebih kuat dari ilmu tersebut!"


"Bahkan tingkatannya sudah sangat tinggi sekali!"


"Kakek rasa ilmu mu belum ada apa apanya dengan ilmu anak tersebut!"


"Jadi untuk sementara, kau urungkan dulu niat mu untuk menemuinya. karena belum saatnya kalian bertemu!" Jawab Tejamaya apa adanya


"Apa yang kakek mu katakan itu benar Raga!"


"Kekuatan anak tersebut sangat luar biasa sekali!"


"Empat buah manusia robot saja hancur ditangannya!"


"Para petarung andalan ketua ketua lain juga pada mati semua, termasuk ketuanya!"


"Ditambah kakek mu, kakek Ronin, kakek Angkara juga kalah di tangannya!"


"Jadi mohon kau urungkan niat mu itu untuk membuat perhitungan dengannya!" Ucap Leonard mencoba menasehati anaknya tersebut


Tapi bukan Ranggaspati namanya, kalau hanya dengan nasehat seperti itu akan nurut. Dengan pongahnya dia berdiri, dan merilis ilmu Kalamurka level 11 puncak, lalu meledakkannya di udara


Perbuatannya itu tentu saja mempengaruhi keadaan. Tempat yang semula teratur, kini menjadi berantakan. Orang orang yang ada di dalam berlarian menyelematkan diri, termasuk juga kakek serta ayahnya


Sementara perbuatan Ranggaspati belum berhenti di situ saja. Dia terus memompa kekuatannya hingga batas level yang dia punya, dan..


Boom!


Ajaib!. Level Kalamurka yang di miliki Ranggaspati, naik satu tingkat. Dari level 11 menjadi level 12. Hingga membuat pakaian yang melekat ditubuhnya menjadi compang camping tidak karuan


Tapi Ranggaspati tidak peduli. Dia terus saja memompa dan mengerahkan kekuatannya, serta dikirim jauh untuk merasai keberadaan musuhnya itu


Tapi sekuat dan sekeras apapun dia berusaha. Aura kesadaran Dragon tidak bisa juga dia tembus. Bahkan ilmunya terpental balik, dan menghantam dirinya sendiri hingga darah segar keluar dari mulutnya


"Fuff!"


Bam!


Bukan hanya itu saja, tubuh remajanya terdorong ke belakang, serta menabrak kursi yang ada di ruangan tersebut. Dan tubuhnya lunglai tidak berdaya


Kejadian itu tentu saja membuat Leonard serta Tejamaya menjadi kalang kabut. Dengan paniknya mereka berlari ke arah Ranggaspati, dan langsung memeriksa keadaannya


"Dia terluka dalam karena mencoba mengukur kekuatan lawan!"


"Beruntung lawannya itu tidak menyerangnya balik, dan hanya mengembalikan aura kesadaran dari Ranggaspati!"

__ADS_1


"Jika dia mau saat ini juga Ranggaspati sudah mati!" Ucap Tejamaya merasa bersyukur


"Sangat mengerikan sekali!. Di dunia modern sekarang ini. Ada kekuatan supranatural yang sekuat itu!"


"Tidak mungkin ada kekuatan lain, yang bisa mengimbanginya kecuali kekuatan nuklir dan sejenisnya!" Ucap Leonard berandai andai saja


"Cepat angkat tubuh anak ku! dan bawa ke balai pengobatan!" Ucap Leonard memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab pengawalnya patuh. Kemudian mengerjakan seperti yang diperintahkan oleh tuannya


***


Sementara itu. Di kota kecil Argomulyo. Tepatnya perguruan Wahyu Taqwa, tempat Dragon menuntut ilmu.


Saat ini, dia terlihat sedang duduk bersemedi, setelah selesai menolak suatu kekuatan, yang dikirimkan dari jarak jauh oleh seseorang


Saat peristiwa itu terjadi, Dragon sedang duduk berhadap hadapan dengan gurunya, dan seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting


Tiba tiba saja aura kesadarannya merasakan ada serangan, tapi sangat lemah. Maka dengan reflek tangannya membentuk formasi dan mengirimkan kembali serangan itu pada pemiliknya


Saat serangan balik itulah, tubuh Raga terpental dan muntah darah. dan pada waktu yang sama segera ditolong oleh kakek juga ayahnya tersebut


Sungguh Seorang Ranggas Pati, belum layak untuk berhadapan dengan Dragon, yang sudah menjelma menjadi seorang kuat dan digdaya di dunia


Kekuatan ilmu Kalamurka yang dimilikinya, belum ada apa apanya jika dihadapkan pada kekuatan yang sama


Dragon saat ini sudah menguasai ilmu tersebut sampai level puncak, sama seperti ilmu Wahyu Taqwa.Jadi kekuatan Raga yang baru sampai level 12. Kecil dimata Dragon adanya


"Ada ada saja kelakuan anak tersebut!"


"Baru menguasai level 12 awal saja sudah berani melawan ku!"


"Kalau aku mau!. nyawanya bisa aku cabut. Atau ilmunya ku tarik, dan kembali ke tubuh ku saat ini juga"


"Tapi aku belum mau melakukannya"


"Kalau dia masih juga berbuat kejahatan!. Aku akan langsung menemuinya, dan memberi pelajaran berharga padanya!" Ucap Dragon lirih pada diri sendiri


"Pemimpin muda!. Menurut kakek, akan lebih baik, jika ilmu Kalamurka, yang dikuasai oleh anak tersebut di cabut saja!"


"Jika dibiarkan berkembang, kakek takut akan membawa bencana besar nantinya!" Ucap kakek Gentala memberi usul


"Kakek tenang saja!. Salinan kitab Kalamurka yang ada di tangan anak itu sudah Draco musnahkan, saat kitab aslinya masuk ke dalam tubuh Draco."


"Jadi ilmu Kalamurka yang dikuasai oleh anak tersebut terputus pada level 12 itu saja!"


"Jika dia memaksa untuk menaikkan level setingkat lebih tinggi, maka tubuh anak tersebut akan terluka dengan sendirinya!"


"Oleh karena itu. Untuk saat ini kakek tenang saja!. Karena Draco tidak akan membiarkannya!"


"Draco akan terus mengawasi keberadaan anak tersebut agar tidak semakin meraja lela!" Jawab Dragon berniat menenangkan hati gurunya itu


"Baiklah kalau begitu!. Kakek jadi tenang mendengarnya!" Respon guru Gentala merasa senang


"Untuk kakek ketahui, takdir kami berdua akan bertemu saat usia Draco sudah 17 tahun."


"Saat itu dia juga sudah berusia 18 tahun. Dan pertemuan kami karena menolong seseorang dari gangguannya!"


"Untuk saat ini!, Draco sedang bersiap siap menyambut kelahiran adik perempuan Draco, yang sudah diketahui jenis kelaminnya itu!" Ucap Dragon lagi


"Cuma saat kelahiran itu terjadi. Akan ada fenomena alam yang tidak biasa!"


"Langit akan mendadak mendung. Kilat dan petir serta Guntur akan bersahutan sahutan."


"Para penduduk bumi disekitaran kota emas dan sekitarnya, akan terpengaruh karena proses kelahiran itu."


"Hewan hewan malam akan bersembunyi, dan tidak berani menampakkan wajahnya saat itu!"

__ADS_1


"Dan yang terpenting saat itu adalah, seberkas sinar berwarna pelangi akan turun dari langit, dan masuk ke tubuh adikku, serta menyatu ke dalam tubuhnya."


"Untuk kakek ketahui!. adikku adalah jelmaan dari Dewi kecantikan dan Dewi keadilan."


"Kekuatan tubuhnya sangat luar biasa sekali!"


"Kecerdasannya sudah mulai terlihat sejak lahir."


"Baru berusia satu tahun saja nanti. Dia sudah bisa berjalan, dan fasih berbicara layaknya orang dewasa!"


"Pokoknya adik ku yang akan lahir nanti, mewakili wajah dunia dan wajah langit."


"Berita ini Draco dapatkan, saat bersemedi, dan mencari Ilham tentang kehidupan ini."


"Kebetulan saat itu, Jiwa Draco sedang berpindah dan melintasi mayapada untuk mencari kebenaran hakekat dari penciptaan."


"Saat itulah Draco mendapatkan Wahyu atau berita tentang kelahiran adikku!" Ucap Dragon berterus terang pada guru Gentala


"Luar biasa pengetahuan mu cucu ku!"


"Ilmu Wahyu Taqwa yang kau kuasai, mampu membuka tabir kehidupan."


"Benar benar ilmu yang sangat luar biasa!"


"Suatu saat nanti, kau akan menjadi seorang yang mempunyai tugas ganda."


"Seorang pengusaha, penguasa dan seorang ulama!"


"Bertindaklah pada jalur yang telah ditetapkan oleh Tuhan atas mu anak ku!"


"Tetap berpegang teguh pada ajaran leluhur, dan kembangkan ke jalan yang benar!"


"Berita ini harus disampaikan pada ayah mu atau ibumu, agar mereka senang." Ucap Gentala bersemangat sekali


"Belum waktunya kakek guru!. Karena masih ada waktu 21 hari lagi masa itu datang."


"Dragon sendirilah yang akan menjelaskannya pada ayah juga ibu, agar mereka tidak panik!" Jawab Dragon cukup menyenangkan


"Baiklah kalau begitu!"


"Saat adik mu lahir nanti. kakek juga ingin hadir, dan menyaksikan fenomena alam yang kau katakan itu dari dekat!"


"Kakek tidak mau melewatkan, peristiwa langka yang terjadi setiap seribu tahun sekali!"


"Kakek tidak menyangka, bisa menyaksikannya peristiwa langka tersebut, dalam usia kakek yang seperti ini!"


"Matipun kakek tidak menyesal dan ikhlas menerima, asal bisa menyaksikan kelahiran adik mu yang bakal luar biasa itu!" Ucap Gentala berapi api


Dia pernah mendengar dari cerita mulut ke mulut, yang disampaikan oleh orang tuanya, bahwa suatu saat nanti, akan ada proses kelahiran anak manusia, yang membuat dunia dan isinya berguncang karena kekuatannya


Setiap kali dia mendengar cerita itu, Gentala selalu bermimpi, bahwa dia akan melihat peristiwa yang diceritakan secara turun temurun itu. Dan ternyata itu benar


Kurang lebih 21 hari lagi, dia bakal melihat peristiwa langka tersebut, dan itu harus diinformasikan pada murid muridnya, setelah waktunya sudah dekat


***


"Bagaimana kondisi kehamilan mu sayang ?. Apakah bayi kita masih bergerak liar?" Tanya Dion pada Ivory


"Sudah tidak lagi!. Selama tiga hari ini gerakannya tenang dan lembut, tidak seperti biasanya!"


"Jika perkiraan mama benar, 21 hari bayi kita akan lahir."


"Berita ini harus di sampaikan pada anak kita Dragon itu, agar dia turut menyaksikan kehadiran adik nya tersebut!"


"Tidak perlu ma, ayah!. Draco sudah tahu tentang itu!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul di depan mereka berdua


"Draco!" Teriak mereka bersamaan karena terkejut

__ADS_1


__ADS_2