Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ingin berburu


__ADS_3

Namun sampai sejauh ini, usaha Pras belum juga membuahkan hasil.Tantri menolak dengan keras bujuk rayu darinya dengan mengurung diri di rumah, dan jarang sekali keluar, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Itupun harus tetap diawasi dari jauh


Warga sekitar yang melihat dan mendengar prihal itu, menjadi prihatin dengan nasib Tantri tersebut, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, karena Pras selalu mengirim orang orang nya untuk mengawasi aktifitas Tantri setiap hari, hingga ruang gerak Tantri jadi terbatas


Pihak berwenang pun tidak mempunyai bukti untuk menangkap mereka, karena tidak ditemukan pelanggaran yang mereka lakukan


Mereka hanya duduk duduk saja di warung, yang tak jauh dari rumah Tantri, sambil minum kopi. Jumlahnya pun tidak banyak, hanya 4 sampai 6 orang mata mata saja. Oleh karena itu, mereka dianggap tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum


Tapi pada suatu ketika, Tantri dan ibunya, mencoba kabur dari pengawasan mereka, dengan cara pindah dari rumah warisan ayahnya itu, tapi usaha mereka ketahuan saat itu juga


Mata mata yang terus mengawasi mereka menjadi marah, dan memaksa Tantri serta ibunya untuk kembali lagi kerumahnya itu


Pras yang mendengar berita itu pun menjadi marah, hingga memerintahkan pada Gideon untuk mengawasi Tantri dan ibunya secara langsung


Sama seperti saat ini, ketika Burgon dan orang orangnya datang, orang suruhan Pras itu pun datang, walau sedikit terlambat, tapi tetap masih bertemu dengan Burgon dan orang orangnya itu


Saat bertemu itulah, terjadi kesalah pahaman kecil, hingga menciptakan pergesekan antara mereka


Tapi walaupun pergesekan kecil, namun akibatnya cukup patal, dimana Gideon dan seluruh anak buahnya, sekarang sedang tergeletak di tanah tidak berdaya


Saat itulah Burgon datang, dengan didampingi oleh Awan Langit dan Bumi serta Eric. Sedangkan Anjani dan tiga gadis Shanghai, hanya berdiri diluar rumah yang mereka kunjungi itu


Ketika yang lain masih berdiri tenang, Burgon tanpa basa basi lagi langsung menginjak tubuh Gideon kuat kuat, sesaat setelah dia sampai didepannya, lalu berkata..


"Hanya ada satu pilihan, bekerja sama atau kehilangan nyawa!" Ucap Burgon mengintimidasi, dan tidak main main


Karena sudah merasakan bagaimana kuatnya Eric dan kawan kawannya itu, Gideon tidak mau bersikap sombong lagi, langsung saja dia berkata


"Orang yang membayar ku adalah Prasetio, seorang direktur di sebuah perusahaan besar kota ini, pemiliknya adalah tuan Arnold." Jawab Gideon tanpa ditutup tutupi lagi


"Arnold?" Ucap Burgon seperti pernah mengenal orang itu


"Cepat hubungi sahabatku Rams itu, dan minta untuk mencari informasi tentang si Arnold itu!" Perintah Burgon pada Eric


Beberapa saat kemudian, di layar handphone milik Burgon, terpampang semua informasi tentang Arnold dan perusahaannya itu


Di notifikasi itu juga ada menyebutkan, bahwa Arnold adalah musuh bebuyutan tuan Birawa sejak lama


"Kalau si Prasetio itu orangnya Arnold, berarti orang yang mengirim Barry dan anak buahnya itu kemungkinan dia." Guman Burgon senang


"Apakah kau kenal dengan Barry?" Tanya Burgon tiba tiba


"Bagaimana anda bisa mengenal si Barry itu?" Ucap Gideon malah balik bertanya


"Aku bertanya padamu, kenal atau tidak!" Bentak Burgon marah


"Ya aku kenal, dia orang ku." Jawab Gideon lemah


"Lalu untuk apa orang mu itu dikirim ke perusahaan Birawa Group?" Tanya Burgon lagi


"Aku tidak tahu!" Respon Gideon berbohong


Buk !


Tubuh Gideon terpelanting menjauh, akibat ditendang oleh Eric kuat kuat. Sakit semua badan juga hatinya, karena diperlakukan seperti itu oleh Eric. Namun apa daya, saat ini, dia sedang tersandera karena kalah bertarung

__ADS_1


Karena tidak mau disiksa lagi Gideon langsung membuka mulut dan mengatakan semua yang dia tahu tentang Pras dan tujuannya itu


"Pras ingin agar perusahaan Birawa itu menjadi goyah dengan adanya gangguan dari kami." Ucapnya terus terang


"Orang orang yang disusupkan itu pun, mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk menggoyahkan perusahaan Birawa tersebut, dengan cara mengadu domba antar sesama karyawan." Sambungnya lagi


"Tapi karena usaha itu sudah ketahuan, kami diminta untuk tidak meneruskan aksi tersebut, agar tidak tertangkap seperti si Barry yang bodoh itu!" Ucapnya sambil menahan sakit


"Tapi ternyata kau malah tertangkap oleh kami, dan terpaksa berterus terang. Kaget bukan!" Tanya Burgon geli


"Ya!. Sejujurnya kami sangat kaget sekali, dan tidak menyangka, malah bertemu dengan kalian disini." Jawab Gideon pasrah


"Lalu untuk apa kau terus mengawasi Tantri dan ibunya itu?" Tanya Burgon lagi


"I..itu!. kami juga tidak tahu! Kami hanya diperintahkan untuk mencegah, agar Tantri tidak melarikan diri dan menjaganya, supaya tidak diganggu oleh laki laki lain." jawab Gideon apa adanya


"Memang apa hubungan Pras dengan si Tantri itu?" Tanya Burgon keheranan


"Dia calon istri bos Pras tuan!" Jawab Gideon cepat


"Bohong!. Aku bukan calonnya. Tuan Pras yang terus memaksaku, agar aku mau jadi istrinya, tapi aku menolak!" Ucap Tantri membantah pernyataan dari Gideon tersebut


"Kau dengan itu?. Tantri menolak pernyataan mu. Jadi mulai hari ini. kau jangan mengganggunya lagi. Kalau kau masih nekad, mati!" Respon Burgon cepat, sekaligus mengingatkan Gideon agar menyudahi aktifitasnya itu


"Baik tuan!. Mulai hari ini, aku Gideon, menjamin dan berjanji, tidak akan ikut campur tangan lagi pada kepentingan mereka."


"Jika aku ingkar, tuan boleh menghabisi kami semua saat itu juga!" Janji Gideon tulus


"Apakah kata kata mu itu bisa di pegang Gideon?" Tanya Burgon sekedar menguji


"Tidak perlu seperti itu. Aku hanya menguji mu saja." Jawab Burgon sambil tersenyum ramah


"Kalau boleh tahu, siapakah tuan tuan dan nona nona ini?" Tanya Gideon penasaran karena dia belum pernah bertemu dengan mereka, apalagi bertarung


"Aku Burgon, pengawal utama keluarga tuan Mahesa Birawa dan tuan muda Dion. Mereka itu adalah, komandan dan pengawal elit keluarga itu." Jawab Burgon terus tenang


Bruk!


Gideon yang sudah berdiri walau sempoyongan, menjatuhkan diri kembali dengan cara menempelkan lututnya di atas tanah, diikuti oleh seluruh anak buahnya itu, walau masih belum bisa duduk tegak lalu berkata..


"Sungguh kami bodoh, tidak tahu tingginya langit, yang sedang berdiri kokoh dihadapan kami." Ujarnya merendah


"Untuk itu, mohon pengampunan dari tuan, agar berbelas kasihan pada kami!" Ucap Gideon tulus


"Baik!. Untuk kali ini. kalian ku ampuni, tapi jika lain kali kudengar kalian menyusahkan gadis itu, juga ibunya lagi, maka aku jamin, kau dan seluruh anak buah mu pasti mati." Jawab Burgon tegas


"Terima kasih tuan. Pelajaran ini akan menjadi pegangan kami agar tidak salah langkah kedepannya." Sambut Gideon Tulus, lalu berdiri dan meminta izin untuk menolong anak buahnya itu


***


"Apakah kau tahu dimana si Pras itu tinggal?" Tanya Burgon sesaat setelah Gideon dan anak buahnya meninggalkan rumah Tantri


"Tahu tuan. Dia tinggal di jalan MI perumahan mewah itu."Jawab Tantri lancar


"Kalau perumahan itu sedikit sulit untuk dimasuki, karena sistem keamanannya cukup ketat. 24 jam dijaga secara bergantian."Sambung Tantri lagi, seperti sudah hapal dengan lokasi yang dimaksud

__ADS_1


"Ternyata begitu. Cepat cari jadwal dan kebiasannya ketika keluar dari perumahan itu. Aku ingin bertemu dengannya secara langsung, karena banyak yang ingin aku tanyakan padanya." Ucap Burgon memberi perintah pada sepuluh mata mata yang dibawanya itu


"Baik bos!" Jawab mereka serempak, kemudian mulai bergerak untuk melaksanakan perintah itu, tapi..


"Tunggu tuan, kebiasaannya jika hari telah beranjak sore seperti ini, adalah duduk di kafe favoritnya itu, bersama dengan tuan Arnold." Ucap Tantri mencoba memberi solusi


"Kafe mana yang kau maksudkan itu Tantri?" Tanya Burgon penasaran


"Kafe H tuan!. Letaknya dijalan S, distrik G. Disitulah tuan Pras selalu nongkrong." Jawab Tantri cukup jelas


"Baiklah Tantri dan ibu Mayang!. Terima kasih atas kerjasamanya. Semoga setelah ini kehidupan kalian akan membaik." Ucap Burgon merasa puas


"Kami yang seharusnya berterimakasih pada tuan, karena telah membebaskan kami dari situasi yang serba salah itu." Sambut ibu Mayang senang


***


Burgon dan beberapa anak buahnya, langsung meluncur ke kafe yang ditunjukkan oleh Tantri tadi


Sedangkan pengawal elit lain, sudah pergi duluan ke kafe tersebut, dan menyamar sebagai pelanggan biasa


Kondisi itu didukung oleh penampilan mereka yang tidak terlalu glamor dalam berpakaian, jadi kedatangan mereka tidak terlalu mencolok


Tapi karena mereka orang baru, dan datang nya pun secara bergerombol, walau sekali masuk terdiri dari 4 sampai 6 orang, tetap saja menjadi perhatian para pengunjung lain, apalagi bagi pemilik kafe itu


Tak lama kemudian, Burgon Awan, Langit dan Bumi ikut masuk kedalam kafe tersebut


Benar saja. saat ini Pras sedang duduk sendiri sambil menikmati kopi kesukaannya itu, sambil pikirannya melayang kemana mana


Hal itu terlihat jelas, karena setelah selesai minum itu, tangannya diletakkan di dagu, dengan jari jarinya berada di pipi


Dia belum menyadari kalau dirinya sedang diawasi oleh Burgon dan anak buahnya itu


Dengan tenang dia menyantap makanan yang ada diatas meja, sesekali dia selingini dengan minum kopi kesukaannya tersebut, kemudian melamun lagi


Burgon yang melihat aksi itu, berusaha mendekati Pras dan pura pura menanyakan sesuatu padanya


"Apakah kopi ini rasanya enak?" Ucapnya sambil tersenyum kearah Pras, yang tidak curiga sedikitpun pada niat Burgon


"Kalau tuan belum mencoba, tentu belum tahu rasanya." Jawab Pras sambil membalas senyum Burgon itu


"Sepertinya memang enak. Dari aromanya saja sudah diketahui bahwa rasanya pasti lezat!" Respon Burgon, berpura pura memuji rasa kopi yang diminum oleh Pras tersebut


"Mari duduk disini!, kebetulan temanku tidak bisa datang. Jadi mungkin anda penyuka kopi seperti saya. Silakan!" Ucap Pras senang


"Oh terima kasih!. Tapi aku tidak sendiri. Kebetulan aku datang dengan ketiga temanku itu " Sambut Burgon berpura pura baik


"Tidak masalah, masih ada 5 kursi kosong disini. Pelayan, tolong bawa kopi lagi kesini.Cepat!" Perintahnya pada pelayan kafe


"Kalau boleh tahu, seperti nya anda orang baru disini, benarkah begitu?" Tanya Pras mencoba bersikap ramah


"Benar sekali, kami memang


orang baru, dan belum tahu situasi di kota S ini. Jika berkenan, bisakah anda membawa kami untuk berburu di kota ini?" Jawab Burgon penuh kiasan


"Berburu?. Maksudnya?" Respon Pras kebingungan

__ADS_1


__ADS_2