
Tak lama kemudian, Dion dan rombongannya, termasuk juga Ivory dan 30 pengawal pribadinya, sudah memasuki kedalaman hutan misterius itu, dan sedang menuju ke arah tenggara
Medan yang terjal dan berbukit itu, sedikit menyulitkan rombongan tersebut dalam melangkah. Karena mereka mengambil jalan pintas tidak melalui aliran sungai yang ada
Tapi karena dipimpin oleh Adiwilaga, Abhicandra, dewa obat, Iron juga seorang penatua penduduk tempatan, perjalanan tersebut menjadi lancar lancar saja
Apalagi di depan mereka, ada
kelompok pembuka jalan, yang bertugas membersihkan ranting, semak, kayu kayu kecil yang menghalangi jalan mereka
Ditambah lagi adanya petunjuk Morse, yang telah dibuat oleh 10 kelompok ninja, membuat perjalanan tersebut menjadi mudah
Tapi di tengah perjalanan, ada satu kejadian yang cukup mengejutkan mereka, dan itu butuh penanganan khusus,m karena masalah tersebut menimpa Ivory, orang yang harus mereka lindungi
"Aaaahh!" Teriak Ivory kuat kuat, ketika secara tiba tiba kaki nya terperosok ke dalam lubang kecil yang lumayan dalam. Lalu cepat cepat diangkatnya dengan bantuan seorang pengawal
Tapi bukan itu yang menjadi keterkejutan Ivory. Secara tiba tiba, tiga detik setelah dia menarik kakinya dari dalam lubang tersebut, menyembul kepala ular yang cukup besar dari dalamnya
Sontak saja dia terkejut, begitu juga dengan 30 pengawalnya itu. Mereka tidak menyangka, lubang yang kelihatan biasa biasa saja itu, dihuni oleh binatang yang sangat mematikan
Melihat itu, Dion bertindak cepat, dengan menembak ular tersebut hingga mati
"Kalian bagaimana, kenapa tidak memeriksa jalan ?" Ucap Dion marah
"Maafkan kami tuan besar!. Lubang tersebut tidak kelihatan awalnya. Jadi kami lewat saja!"
"Tapi ternyata ada yang berbahaya seperti itu. Kami siap di hukum pimpinan!" Ucap seorang pengawal takut takut
"Ah sudahlah!. Itu tidak sepenuhnya salah kalian."
"Cepat kerjakan tugas kalian, dan jangan lupa periksa setiap kemungkinan di jalanan yang akan kita lalui." Jawab Dion cukup bijaksana. Kemudian meminta mereka untuk bergerak
Tapi tidak berhenti di situ saja Dion memerintahkan pada anak buahnya, untuk menyisir lokasi lebih teliti lagi, siapa tahu masih ada ular lainnya
Benar saja seperti yang di perkirakan. Dalam radius 45 meter dari mereka, ada dua ekor ular berjenis lain, tapi cukup mematikan jika menggigit
Para pengawal tanpa di komando lagi, segera mengarahkan moncong senjatanya ke arah ular tersebut untuk membunuhnya
"Tunggu! Jangan bunuh ular derik itu" Teriak Pai Zu Xian cepat
"Biarkan ular itu hidup!. Aku ingin menangkapnya!" Ucapnya lagi
"Untuk apa ular berbisa itu paman Xian?" Tanya Dion ingin tahu
"Saya ingin ngambil bisanya dulu tuan besar, setelah itu baru di bunuh, untuk di ambil darah, empedu juga zat crotoxin nya." Jawab Pai Zu Xian mantap
"Untuk apa?" Tanya Dion penasaran
"Untuk campuran obat, guna membunuh sel sel kanker dan tumor."
"Enzim yang berasal dari darah ular itu, bisa mengurangi resiko penyakit ginjal, stroke dan diabetes, jika di olah dengan benar." Jawab dewa obat menjelaskan
"Tapi masih ada lagi keistimewaan dari ular dari jenis itu."
"Menurut penelitian, ular tersebut juga bisa digunakan untuk penyembuhan Alzheimer dan Parkinson."
"Zat neurotoksin nya sangat bermanfaat untuk campuran obat tersebut."
"Dia juga bisa dijadikan anti racun untuk melawan racun itu sendiri."
"Jadi izinkan saya menangkapnya tuan besar." Ucap dan jawab Pai Zu Xian memohon
"Baiklah paman Xian, lakukan saja!" Jawab Dion mengizinkan
"Paman Abi!. Bantu dewa obat, untuk menundukkan kedua ular tersebut dengan kemampuan metafisika mu itu!"
"Setelah ular tersebut tunduk, serahkan pada pengawal itu!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Abhicandra patuh. Kemudian segera merapal sesuatu, dan sedetik kemudian, mengarahkan jari telunjuk nya ke arah ular-ular tersebut
Aneh bin ajaib. Ular yang awalnya liar dan garang, sekarang telah menjadi seperti tali buruk
"Cepat tangkap kedua ular itu dan masukkan ketempat kurungannya!" Perintah Abhicandra tegas
"Baik!" Jawab dua orang pengawal patuh, yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan ular ular tersebut
"Ayo kita lanjutkan perjalanan!" Ucap Dion memberi perintah
"Awasi sekitar!. Jangan biarkan nyonya besar mu mengalami kejadian seperti tadi!" Perintah tegas Dion pada pengawal istrinya tersebut
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak
"Tunggu!" Teriak penunjuk jalan, sekaligus berprofesi sebagai cenayang penatua dengan suara kuat
"Di depan kita ada sekelompok binatang berbahaya melata lainnya!"
"Harap tuan tuan berhati hati!" Ucapnya mengingatkan
__ADS_1
"Dewa obat. Apakah kau membawa belerang?" Tanya Dion tiba tiba
"Kebetulan ada tuan besar!" Jawab Pai Zu Xian cepat
"Beri belerang tersebut pada pengawal itu. Cepat!"
"Dan kau!. Cepat lemparkan belerang yang kau pegang pada genangan itu."
"Lakukan!" Ucap Dion tegas
"Ba..baik tuan besar!" Jawab pengawal tersebut gugup. Tapi tetap mengerjakan perintah dari tuan besarnya tersebut
Setengah menit setelah belerang belerang itu dilemparkan ke genangan air yang tidak begitu dalam, air yang tergenang menjadi berbuih, dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat
Aroma belerang itu menyebar ke segala arah, termasuk ke kumpulan ular ular yang ada di depan mereka
Sontak saja aroma yang sangat dibenci oleh kaum ular itu, membuat gerombolan ular tersebut pergi, dan merayap jauh dari tempat semula
"Ternyata itu maksud dari tuan besar."
"Beruntung aku sudah mempersiapkannya sejak dari awal. walau sebenarnya digunakan untuk campuran obat faram."
"Tapi di tangan tuan besar. Belerang itu bisa menjadi senjata yang sangat ditakuti oleh para ular, dan binatang melata lainnya." Batin dewa obat dalam hati
"Tunggu apa lagi, cepat bergerak!" Teriak Dion sedikit kesal
"Buat jalan yang sedikit lebar, sesuai dengan petunjuk teman ninja mu!" Perintahnya kemudian
"Aduh betapa malunya aku!. Orang yang dijuluki si tangan besi, tapi di hutan ini kepandaian ku tidak ada apa apanya dengan tuan besar!" Batin Iron pula dalam hati
"Tuan besar seperti sudah pernah menjelajah hutan, jadi dia tahu tatacara mengatasi gangguan di dalamnya." Batin hati Adiwilaga pula dalam hati
"Apakah kalian mendengar suara Itu?. Seperti suara jatuhnya air terjun!"
"Berarti lokasinya tidak jauh lagi!" Ucap Adiwilaga kegirangan
"Senior benar!. Aku juga mendengar suara tersebut." Jawab Abhicandra membenarkan
"Percepat kerja kalian!. Buka jalan lagi agar kita cepat sampai!" Ucap Iron memberi perintah pada bawahannya
Wus! Wus!
Tiba-tiba di hadapan mereka, muncul 2 orang berpakaian ninja, dan langsung menghadap Dion
"Salam tuan besar!. Maaf jika kami baru datang!" Ucap salah seorang ninja tersebut sambil menundukkan kepalanya kearah Dion
"Bukan hanya sesuatu yang sangat berharga tuan besar, tapi juga sangat berbahaya!" Jawab ninja tersebut berterus terang
"Sesuatu yang sangat berbahaya. Apa itu?" Tanya Dion penasaran
"Dalam radius 150 meter dari sini, ada ular yang sangat besar!"
"Sepintas jika diperhatikan, ular tersebut seperti batang kayu yang lapuk, dan ditumbuhi oleh tanaman rambat yang cukup banyak."
Tapi setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu adalah badan ular yang sangat besar!" Jawab ninja yang lain apa adanya
"Itu temuan bagus!. Biasanya ular tersebut adalah jenis ular sawa."
"Walau tidak berbisa, tetapi belitannya sangat mematikan!"
"Di samping itu daya hisap dari mulutnya pun sangat kuat sekali."
"Biasanya ular tersebut kalau terlalu besar, dia tidak bisa bergerak lagi, hanya menunggu mangsanya lewat saja." Respon Abhicandra senang
"Aku menginginkan ular itu!" Ujarnya
"Jangan ganggu ular tersebut!. Biarkan dia hidup, selagi dia tidak mengganggu kita." Ucap Dion tegas, hingga membuyarkan angan-angan dari Abhicandra tersebut. Entah apa yang sedang direncanakan oleh nya
"Kau pimpin jalan kami, di depan pembuka jalan itu!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak
***
Waktu terus berlalu. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.03 pagi. Berarti perjalanan mereka sudah menghabiskan waktu selama 1 jam 57 menit. Tapi tempat yang mereka tuju belum sampai juga
Perjalan tersebut terasa sangat menantang sekali. sering kali mereka mendapat gangguan, dari binatang binatang yang hidup di hutan tersebut
Bukan hanya itu saja, mereka juga harus melewati rawa rawa dangkal tapi bergambut, yang jelas sekali sangat berbahaya jika nekat menjejakkan kaki di atasnya
Tapi oleh pengawal Dion yang jumlahnya ratusan itu. Rawa rawa tersebut tidak menjadi penghalang langkah mereka untuk maju. apalagi yang akan lewat itu adalah tuan dan nyonya besar mereka
Dengan cekatan mereka membuat jembatan kecil, yang bisa dilalui oleh rombongan tersebut dengan cara, terpaksa harus menebang kayu kayu kecil dan sedang, untuk dijadikan alas pijakan atau jembatan, ketika melewati rawa bergambut tersebut
Jika tidak mau lewat di situ. Maka mereka terpaksa harus mendaki bukit yang cukup tinggi dan memutari nya, untuk sampai di air terjun tersebut
Tak lupa pula mereka juga melemparkan beberapa potongan belerang, di rawa rawa tersebut, untuk mengusir hewan melata seperti ular dan hewan berbisa lainnya
__ADS_1
Tapi tanpa mereka sadari, tidak begitu jauh dari mereka, sesuatu seperti kepala ular besar sedikit bergerak, dengan rahangnya yang mulai terbuka lebar, seperti ingin mengisap mangsa yang lewat
"Awas!. Cepat bergerak!. Itu kepala ular besar tersebut." Teriak Abhicandra kuat kuat
Dion yang mendengar teriakan tersebut menjadi terkejut, begitu juga dengan yang lainnya
"Ada apa pa?. Kenapa paman Abi panik begitu?" Tanya Ivory belum paham juga, akan situasi yang cukup berbahaya bagi mereka
"Kita tengah berada tepat dalam jangkauan hisapan kepala ular, yang diceritakan oleh dua ninja tadi."
"Oleh karena itu, cepat melangkah, agar terlepas dari hisapan tersebut." Jawab Dion apa adanya
Di sisi lain, Adiwilaga yang menjadi ketua perjalanan tersebut. segera bertindak cepat, dengan memerintahkan pada anak buahnya, untuk melakukan sesuatu
"Yunior Abi. Keluarkan kemampuan mu untuk membuat ular tersebut menjadi jinak!"
"Aku takut dia akan bergerak dan menuju kemari!" Ucap Adiwilaga cemas
"Senior tenang saja!. Ular tersebut sudah terlalu besar, juga sudah terlalu lamban untuk bergerak."
"Dia tidak akan menyerang kita, kalau tidak dalam jarak lima meter dari kepalanya."
"Tapi aku takut..!" Bantahnya terputus pula
"Pengawal!. cepat tinggalkan tempat itu dan jauhi kepalanya!" Teriak Abhicandra keras
"Untuk berjaga jaga!. Lemparkan belerang yang kalian pegang itu ke dekat kaki kalian" Teriak Abhicandra tegas
"Jangan membuat ular tersebut menjadi liar. Cepat bergerak dan tinggalkan tempat itu, agar terhindar dari hisapannya!" Teriak Abhicandra lagi m
beri perintah
Maka dengan langkah hati hati. sepuluh orang pengawal di bagian belakang, mulai melangkah meninggalkan tempat tersebut, dan akhirnya selamat sampai ke tanah keras di depannya.Kwmudian semuanya melangkah kembali
Tapi belum juga 200 meter jauhnya dari rawa tersebut. Tiba tiba dewa obat berteriak kuat "Berhenti!". Teriaknya, hingga mengagetkan Dion dan yang lain a
"Ada apa dewa obat?" Tanya Dion penasaran
"Maaf tuan besar jika teriakan saya mengagetkan anda dan nyonya!" Jawab dewa obat tidak enak hati
"Tidak masalah!. Tapi katakan!. kenapa kau berteriak kuat tadi?" Respon Dion cukup bijaksana
"Di tebing bukit itu, seperti ada tumbuhan merambat yang disebut kayu bajakah atau kayu aka."
"Kayu tersebut itulah yang sedang kita cari selama ini." Jawab dewa obat berterus terang
"Ditempat itu juga ada tumbuhan lain yang juga sedang kita cari!" Jawab dewa obat cukup senang
"Apa bedanya dengan tanaman rambat yang banyak kita temui sepanjang perjalanan tadi dewa obat?" Tanya Adiwilaga penasaran
"Tidak semua tanaman rambat itu bajakah, atau kayu aka, walau bentuk dan jenisnya sama."
"Tapi tumbuhan rambat itu adalah bajakah. Dan itu harus di ambil semua." Jawab dewa obat menjelaskan
"Tuan besar!. Izin untuk mengambil tanaman itu." Ucap Pai Zu Xian meminta izin
"Diizinkan!" Jawab Dion singkat
"Kalian semua!. Cepat penuhi keinginan dewa obat, dan ambil sebanyak banyaknya tanaman tersebut!" Perintah Dion tegas
"Baik!"Jawab sebagian pengawalnya patuh, kemudian menebangi dan memotong tanaman rambat tersebut menjadi bagian-bagian kecil
Setelah satu jam. pekerjaan yang cukup melelahkan itu, telah selesai dilakukan, dan hasilnya sangat banyak sekali
Bukan hanya itu saja, di sekitar tebing bukit tersebut, juga banyak terdapat tanaman langka, yang susah ditemukan di tempat lain, dan dewa obat mengambil semuanya
Akhirnya setelah dua jam, apa yang diinginkannya, telah didapatkannya semua
"Govin yang menjadi figuran saja dalam perjalanan itu, segera mengelompokkan tanaman obat tersebut berdasarkan jenis dan manfaatnya, Lalu memasukkannya ke dalam karung
***
Satu jam berikutnya, Dion dan rombongannya, sudah berada di sekitaran air terjun yang menjadi tujuan mereka dalam perjalanan itu. Tapi tak jauh dari mereka, ditempat yang cukup tersembunyi. Belasan pasang mata sedang mengawasi Dion dan orang orangnya
"Brengsek!. Ternyata mereka ke sini untuk mencari tumbuhan obat obatan!"
"Tapi kenapa harus kemari, bukan ketempat lain?" Ucap Serompit tidak senang
"Pelan kan suara mu bos!. Takutnya mereka mendengar umpatan bos barusan!" Respon anak buahnya mengingatkan
"Sial kau!" Bentak Serompit kurang senang ditegur begitu
Plak!
"Arg!" Teriak orang yang ditampar tadi sedikit kuat, tapi lamat lamat bisa di dengar oleh Dion juga oleh petinggi pengawalnya walau suara bising air terjun di depannya
"Apakah kalian mendengar sesuatu?" Tanya Dion pada anak buahnya
__ADS_1