Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tidak terduga


__ADS_3

"Bagaimana bisa kau tidak terlihat?. Ilmu apa yang kau gunakan bhangsat!" Teriak Braga marah


"Kau tidak perlu tahu tentang itu. yang perlu kau tahu adalah, jangan pernah bersikap kurang ajar pada tuan besar ku!" Jawab Hans emosi dan sangat jumawa sekali


Dialah yang tadi menampar dan memukul wajah Braga, karena tidak tahan ketika melihat tuannya di lecehkan seperti itu


Gerakan yang Hans gunakan benar benar berada di level tinggi. Kecepatan gerak nya patut di acungi jempol. Sehingga Braga tidak sempat untuk mengantisipasinya


Akibatnya adalah, mulut Braga berdarah, wajahnya lebam akibat tamparan yang cukup kuat itu


Anak buah Braga tidak bisa berbuat apa apa dan membantu, karena nyawa mereka saja sedang terancam


Di sekeliling halaman belakang rumah Braga yang lumayan luas tersebut, mereka melihat ada ratusan orang orang kuat sedang mengepung mereka. Ditambah lagi murid murid perguruan mulai berdatangan ke sana


Ketika mereka sampai, dan ikut bergabung dengan anak buah Dion, mereka mendapati ada 6 orang temannya dalam kelompok Braga tersebut, dalam kondisi ketakutan


Kejadian seperti itu, tentu saja mengagetkan mereka, dalam hatinya timbul tanda tanya, kenapa anggota mereka dikepung, dan ada dalam kelompok kepala desa tersebut


"Apa maksudnya ini? Kenapa kalian ada dalam kelompok kepala desa?" Tanya Argani, seorang murid utama perguruan, sekaligus guru bagi murid murid pemula


"Kau tentu paham!. Mereka adalah orang yang sengaja di susup kan oleh Braga, untuk mematamatai kalian, dengan menyamar sebagai murid!" Jawab Hans enteng


"Kurang ajar kalian!" Respon Argani marah, kemudian dengan gerakan cepat, tubuhnya tiba tiba menghilang, walau sebenarnya tidak seperti itu, hanya gerakan larinya saja yang cepat


Plak! buk! buk!


Tiga tubuh murid perguruan yang berkhianat, yang terkena tamparan dan tendangan Argani, terkapar di tanah. Menyusul tiga tubuh lainnya juga ambruk


Kejadian itu tentu saja membuat Braga sangat marah sekali, berani beraninya murid perguruan memukul anak buahnya di depan matanya sendiri


"Kurang ajar!. Beraninya kau memukul anak buah ku!" Teriak Braga emosi


"Tidak tahukah kau!, bahwa mereka adalah orang kepercayaan ku!. Apakah kau tidak tahu siapa aku?" Teriaknya lagi sengit, dan dengan sikap arogannya tersebut


"Aku tidak mau tahu siapa kau dan mereka!. Sebagai murid perguruan, mereka harus mentaati aturan, tidak boleh berkhianat, apalagi bekerja sama dengan badjingan seperti mu!" Jawab Argani tak kalah sengit


"Kurang ajar!." Teriak Braga marah, dan sudah tidak tertahan kan lagi


"Kalian!, cepat hajar orang itu dan bunuh untuk ku!" Teriak Braga kuat, memerintahkan anak buahnya untuk bergerak


Tapi apa yang terjadi?, tidak ada satupun dari anak buahnya yang berani bergerak. Karena nyali mereka sudah jatuh sampai ke dasar nya


Jika mereka nekad melawan, maka tak ayal nyawa mereka akan dihabisi. Tapi jika tidak melawan, maka mereka pasti akan menjadi bulanan bulanan orang orang itu


Biasanya mereka yang selalu menindas warga desa, sekarang mereka pula yang ditindas oleh mereka


"Dasar pengecut!" Maki Braga kuat, sangat kecewa sekali dengan sikap anak buahnya yang seperti itu


"Kau lihat Braga!. Tidak ada seorang pun anak buah mu yang berani bergerak, karena mereka tahu akibatnya adalah mati!"


"Sekarang menyerah lah!, dan akui perbuatan mu di depan penegak hukum, biar mereka yang akan memutuskan, apakah kau bersalah atau tidak nanti." Ucap tuan Birawa tegas


"Kalian pikir!, aku orang yang mudah di provokasi seperti itu?"

__ADS_1


"Kau salah besar Birawa!" Jawab Braga sangat tidak sopan sekali


"Ketahuilah!, aku mempunyai seorang pendukung kuat, dengan ratusan anak buahnya yang juga kuat, yang siap sedia membantu ku, jika menghadapi kesulitan."


"Sekarang kalian lihatlah ini!" Ucap Braga penuh misteri, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya, dan segera melepaskannya ke udara


"Hahahaha!. Tidak lama lagi mereka akan sampai, dan kalian bersiap siaplah untuk mati!" Tawanya lepas begitu saja, dan sudah sangat yakin sekali akan menang


"Aku ingin lihat apa yang bisa kau buat sebelum bantuan yang kau inginkan itu datang!" Ucap Dion geram


"Kalian semua!. Cepat lumpuhkan anak buah Braga, dan serahkan dia padaku, karena aku sangat ingin merobek mulutnya yang berbisa itu!" Perintah Dion tegas, dengan aura kematian yang sangat kuat sekali


"Mau apa kau?" Tanya Braga ketakutan. sambil mundur beberapa langkah karena ketakutan


"Mau mencabut nyawamu!, agar dunia ini tenang, dari kutu busuk seperti mu!" Jawab Dion cuek


"Jangan berani macam macam!" Ucapnya sambil mengancam


"Hehehehe!" Respon Dion sangat menakutkan sekali, dan..


Plak!


Buk!


Des!


Bam!


Tiga kali tubuh Braga terkena pukulan kuat dari Dion, tanpa mampu melawan sama sekali


Mau menghindar, tentu tidak mungkin, mau menangkis sudah tidak sempat, jadi mau tidak mau merelakan tubuhnya dihajar oleh lawannya dengan telak, hingga terjerembab dan mencium tanah


"Dasar curang!. beraninya kau memukul ku!. Kepala desa yang dipilih secara sah oleh warga!" Teriaknya marah, sesaat setelah bangun dari tanah itu


"Dasar pembohong, kau mengancam kami agar memilih mu. Jika tidak, kau akan membunuh keluarga kami!' Teriak sekumpulan warga yang baru saja sampai di situ dengan suara lantang


"Kurang ajar kalian!" Bentak Braga marah, dan berusaha memukul salah satu dari mereka. tapi..


Buk!


"Ugh!"


"Beraninya kau mau memukul orang desa dihadapan ku!" Teriak Dion lebih marah


"Kalian!. Tunggu apa lagi?. Ringkus dan lumpuh kan anak buahnya itu!" Perintah Dion tegas


"Berhenti!" Teriak seseorang yang tiba tiba datang mengagetkan mereka, dan muncul dari pintu samping pagar halaman rumah Braga tersebut


Wajahnya tertutup dengan kain, dan hanya nampak kedua biji matanya. tapi tiba tiba dia terkejut ketika melihat Dion ada di sana


"Bagaimana dia bisa masuk ke sini, padahal tempat ini sudah dikepung?" Batin Dion dalam hati


"Hahahaha!. Kau lihatlah tuan besar yang terhormat, dihadapan mu ini, adalah orang yang akan menghabisi mu!" Ucap Braga merasa menang, karena telah datang bantuan untuknya

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa lari dari kematian Dion!" Ujarnya lagi menyombongkan diri, dan meremehkan lawannya itu


"Benarkah?" Respon Dion dingin


"Tuan besar!' Ucap orang itu ketakutan, sambil membuka penutup wajahnya, lalu berlutut dihadapan Dion dengan sikap tunduk


"Apa kabar Brandy?. Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Dion keheranan


"Braga adalah sepupu jauh ku tuan besar, sama seperti Govan dulu!" Jawab Brandy berterus terang


"Huh!. Dasar kau tidak patuh pada perintah ku!. Kenapa kau malah berani membantu nya?" Bentak Dion emosi


"Saya tidak tahu kalau orang yang di anggap musuh besarnya itu, adalah tuan besar sendiri!" Jawab Brandy ketakutan


"Jadi setelah kau tahu bahwa orang itu adalah aku, apa yang akan kau lakukan Brandy?" Tanya Dion semakin emosi


"Apakah kau akan melawan ku?" Tanya Dion lagi


"Saya tidak berani tuan besar!" Jawab Brandy masih dalam posisi berlutut, di ikuti oleh 100 anak buahnya itu


"Adik! Kenapa kau malah membelanya, dan berlutut seperti itu?"


"Memangnya siapa dia?" Tanya Braga keheranan


"Dia orang yang tak boleh kau singgung, dan tak bisa kau permainkan!"


"Berurusan dengannya berati mati!" Jawab Brandy cepat, masih tetap dalam posisi berlutut


"Kau bangunlah Brandy dan jelaskan!, bagaimana kau bisa ada di sini?" Perintah Dion sekaligus bertanya padanya


"Sudah sebulan ini saya berada di desa ini tuan besar!. Karena ada urusan dalam masalah jual beli tanah warisan keluarga di sini." Jawab Brandy apa adanya


"Ternyata begitu!"


"Lalu sekarang, apakah kau akan membantu kakak mu Braga untuk memerangi kami?" Tanya Dion mengulang lagi sekali pertanyaannya


"Tidak tuan besar!. Kami akan segera pergi, dan masalah Braga, kami tidak akan ikut campur tangan lagi!" Jawab Brandy cepat. kemudian berkata lagi


"Maafkan kami tuan besar!, karena hampir melawan tuan, atas desakan Braga ini!" Sambungnya lagi


"Untuk sementara, kau boleh pergi! Tapi setelah urusan ini selesai, kau harus datang lagi menghadap ku, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu di sini."


"Jika ada kedapatan kau terlibat dalam urusan Braga, dalam memperkaya diri sendiri, maka kau akan aku hukum!" Respon Dion dingin


"Baik tuan besar! percayalah saya tidak terlibat dalam masalah apapun dengannya."


"Jadi tuan tidak perlu khawatir." Jawab Brandy ragu ragu, Kemudian meminta ijin untuk meninggalkan halaman belakang rumah Braga yang sudah penuh sesak itu


"Adik!. Jangan pergi dulu!. Cepat tolong kakak mu ini, mereka orang jahat dan selalu menindas ku!" Teriak Braga kuat, sambil menahan langkah Brandy agar tidak pergi


Plak!


Kuat sekali Brandy menampar mulut dan wajah Braga, hingga wajahnya semakin memar, dari mulutnya keluar darah segar pula

__ADS_1


"Dasar manusia tidak tahu diri!" Bentak Brandy marah, dan berniat ingin memukul nya lagi


__ADS_2