Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tendangan maut


__ADS_3

Setelah mengambil nafas sejenak, Dion kembali melancarkan serangannya ke ke arah Gordon, tapi di halang halangi oleh 17 anak buahnya yang masih tersisa, akibatnya, serangan Dion yang semula ditujukan kepada Gordon, kini beralih menghantam anak buahnya itu, hingga membuat beberapa orang terpental akibat terkena tendangan dan pukulan memutar nya tersebut


Enam orang diantara mereka mati seketika, karena pukulan Dion menyasar titik vital mereka, hingga membuatnya tidak berkutik lagi, dan mati


Sebelas orang yang masih tersisa, diserahkan pada Hans untuk menanganinya, sementara Dion terus mencecar tubuh Gordon dengan beberapa serangan, yang semuanya menyasar ke organ vitalnya


Tapi semua serangan itu bisa dihalau oleh Gordon dengan mudah


Baru kali ini Dion berhadapan dengan orang yang bisa mengimbangi gerakannya, apalagi sebelumnya, Dion sudah terkena pukulan yang sangat menyakitkan itu


Berarti selama dia berkarir, baru dua kali dia mendapat pukulan yang cukup kuat. Satu dari anak buah Gordon dan satu lagi dari Gordon sendiri


Baru kali inilah Dion merasa terkalahkan oleh lawan duelnya. Selama ini Dion belum pernah kalah dan belum juga menemui lawan yang seimbang dengannya. Tapi hari ini, dia sedang bernasib sial. Dua kali terkena pukulan oleh dua orang yang berbeda, walau yang satu orang bisa dikalahkannya


Serangan Dion terus menerus di tangkis oleh Gordon, sesekali dia membalas serangan itu dengan teknik terkuat nomor duanya, yaitu meninju dengan dua tangan secara bergantian, tapi selalu dihalau oleh Dion dengan teknik yang sama


Sudah 7 menit pertarungan antara Dion dan Gordon berlangsung, tapi belum juga ada yang keluar sebagai pemenang nya


Dion sudah merasa bosan, karena niatnya hari ini untuk menjadi orang biasa tidak kesampaian, atau tertunda untuk beberapa saat, maka Dion pun menjadi marah


Dengan emosi yang meluap luap, tapi masih bisa dikontrol oleh nya, Dion kembali melancarkan serangan, dengan berbagai macam teknik yang dikuasainya, tapi lagi lagi bisa dihalau oleh Gordon." Benar benar lawan yang kuat!" Batinnya


Menyadari serangannya tidak berhasil mengenai tubuh lawan, Dion merubah taktik bertarungnya, yaitu dengan cara melancarkan tendangan kaki kanan dan kirinya, sebuah teknik taekwondo, yang sering juga digunakan nya dalam setiap pertarungan, tapi kali ini dilakukannya dengan cara berbeda


Kalau biasanya teknik itu dilancarkan dengan satu kaki, yang tegak lurus, mengarah ke depan, ke atas atau ke bawah, kali ini Dion mengkombinasikannya dengan serangan kaki kanan dan kiri secara bergantian kesemua arah tubuh lawan


Teknik itu masih belum lengkap, jika belum dipadukan dengan pukulan, tusukan dan sayatan serta cakaran kedua tangannya. tapi kali ini, Dion melakukannya dengan sempurna


Lutut Dion pun tidak ketinggalan mengambil peran, bila dirasa tepat, lutut Dion dihantamkan ke perut lawan secara bertubi tubi


Usaha Dion kali ini membuahkan hasil, karena beberapa serangannya berhasil masuk mengenai tubuh Gordon secara telak, walau belum mampu untuk menjatuhkannya, tapi cukup membuatnya kesakitan


Lalu dalam satu kesempatan yang langka, ketika Gordon tengah melancarkan jab jab tangan kanan dan kirinya ke arah Dion, Dion sedikit mundur ke belakang, kemudian melentingkan tubuh nya ke udara, bertumpu pada batu pembatas wilayah setinggi 50 cm


Ketika berada di udara, kaki kanan Dion menendang ke arah dagu Gordon, dengan ujung kaki bersepatu kulit, dan telak mengenainya


Tubuh Gordan yang terkena sapuan kaki Dion, yang dilakukan dengan cara salto itu, membuat tubuh Gordon terangkat ke udara, sekitar 40 cm dari tanah


Kesempatan itu tidak disia siakan oleh Dion, dengan gerakan cepat dan tak terduga, Dion melancarkan tendangan kaki kanan dan kirinya, secara bergantian ke wajah, dagu dan dada Gordon, dan semua serangan itu sekali lagi telak mengenai tubuh Gordon, hingga membuatnya terjengkang dan berguling guling di tanah


Melihat lawan yang sudah tidak berdaya dan terpental sekitar 3 meter itu, Dion kembali melentingkan tubuh nya ke udara, kemudian melancarkan serangan kaki kanannya, lurus ke arah dada Gordon, dan tepat mengenainya


"Desss!

__ADS_1


"Uhuuk !, phuufff!


Darah segar memancar deras dari mulut Gordon, akibat terkena tendangan lurus dari atas, mirip seperti teknik yang sering digunakan oleh salah seorang tokoh anime dalam manga Naruto


Tubuh Gordon tidak bergerak lagi, badannya sedikit masuk ke dalam tanah, akibat berbenturan dengan teknik tendangan luncur dari udara oleh Dion


Bajunya koyak, dan dadanya remuk seperti berlubang, serta memperlihatkan sebagian organ dalamnya, seketika itu juga, Gordon mati, menghembuskan nafas terakhirnya dengan rasa penasaran, menyusul Jack dan anak buahnya yang lain


"Selesai sudah!" Guman Dion lirih sambil terengah engah, karena serangan beruntun yang dilakukannya tadi, menguras tenaganya cukup banyak, lalu Dion menarik nafasnya dalam dalam, untuk menstabilkan irama jantung nya


"Tuan muda!" Sapa Hans hormat, sambil menyodorkan air kemasan pada Dion


"Terima kasih!" Sambut Dion senang, lalu meminumnya sampai tuntas


Sementara itu, 11 anak buah Gordon yang masih tersisa, saat ini, semuanya telah dihabisi oleh anak buah Hans


Hanya menyuruh seorang samurai saja, sudah cukup untuk menghabisi mereka semua. kesebelas orang itu, semuanya tewas dengan cara yang mengenaskan. Maklum, mereka di serang dengan menggunakan katana, tentu saja akibat nya sangat mengerikan


***


Robin yang sejak semula berpencar dan berpisah dengan Hans dan rombongannya, memilih untuk menuju ke arah selatan, tempat dimana diperkirakan anak buah Gordon sedang menyebar untuk mencari Dion


Ternyata perkiraannya benar. belasan anak buah Gordon, sedang mengintimidasi orang orang di pinggiran kota itu, untuk menanyakan keberadaan Dion, apakah mereka kenal atau tidak


Tentu saja mereka menjawab tidak, karena memang mereka tidak mengenal Dion, kalaupun kenal, mereka tidak akan berani mengatakannya


Setelah berhasil menumpas kelompok tersebut, Robin dan anak buahnya, melanjutkan pencariannya ke tempat lain


Di setiap tempat yang didatanginya, lagi lagi Robin menjumpai hal yang sama, di mana belasan, bahkan puluhan anak buah Gordon sedang bertanya ke sana kemari pada setiap orang yang ditemuinya


Bila jawabannya tidak memuaskan, maka mereka tidak segan segan lagi untuk menyiksa orang yang ditanya tersebut. Tapi Robin dan orang orangnya, segera datang, dan membantai mereka semua


Satu persatu anak buah Gordon dihabisi, kelompok per kelompok, hingga tidak tersisa lagi


Setelah merasa tidak ada lagi anak buah Gordon yang tersisa, Robin memutuskan untuk bergabung dengan Hans dan yang lainnya


Saat mereka akan sampai, dia melihat tubuh tuan mudanya sedang melayang di udara, dengan kaki kanan tegak lurus menuju ke bawah, dan mengarah ke tubuh lawannya


Dan saat dia sampai, tuan mudanya sudah mendarat di atas dada Gordon dengan telak, hingga menyebabkan nya mati seketika


***


Satu setengah jam setelah itu, lokasi kekacauan telah kembali bersih, tidak ada lagi mayat Gordon dan anak buahnya. Semuanya telah dibersihkan. Pihak berwajib pun tidak ada yang datang ke lokasi tersebut, karena lokasi pertarungan, berada jauh dari pusat Kota

__ADS_1


Mayat mayat itu telah di angkut menggunakan truk bak terbuka, dibantu oleh warga sekitar, yang hanya menonton dari jauh, karena takut terlibat dalam pertarungan tersebut


Lagipula orang orang itu hanya manusia biasa, yang tidak pandai berkelahi, apalagi mempunyai kepandaian dalam seni bertarung. jadi mereka hanya bisa menonton pertarungan itu dari jauh


Dilokasi lokasi itu, sering terjadi baku hantam, antar sesama gangster atau preman, yang saling memperebutkan wilayah cari makan mereka


Jadi ketika Dion dan orang orangnya sedang bertarung itu, disangka oleh mereka adalah kelompok preman atau gangster yang sedang memperebutkan atau mempertahankan wilayah mereka. Itu mangkanya mereka tidak berani ikut campur


Setelah semua dirasa beres dan tidak ada jejak lagi, Dion memerintahkan kepada anak buahnya, untuk mengubur mereka ditempat yang jauh dari kota B ini


***


"Haaah! lega rasanya setelah melewati pertarungan panjang dan melelahkan itu. Walau tubuhku masih lelah, aku harus meneruskan peran ku sebagai orang biasa di kota ini." Ucap Dion lirih, sesaat setelah seluruh anak buahnya pergi meninggalkannya sendiri, tak jauh dari lokasi duel tersebut, tapi masih tetap mengawasinya dari jarak jauh


"Hari pun belum begitu siang, jadi kurasa masih banyak aktivitas orang orang yang mendiami tempat ini."


"Tapi aku heran!. kenapa orang orang di sini sikapnya cuek cuek saja, walaupun mereka melihat secara langsung pertarungan ku dengan kelompok berandalan tersebut, tapi mereka tidak mau ikut campur atau setidaknya menonton, tapi ini tidak!"


"Mungkin mereka sudah terbiasa melihatnya, jadi ketika melihat ku bertarung, mereka sudah tidak heran lagi." Batin Dion dalam hati


"Ah sudahlah, untuk apa juga ku pikirkan masalah itu. Lebih baik aku mencari tempat makan saja, karena perutku sudah lapar. nanti di sana, aku bisa mendapatkan jawaban, dari rasa penasaran ku ini." Guman Dion sambil melangkah pergi


***


Daerah pinggiran kota B, pukul 12.08 siang


Saat ini, Dion tengah berada di depan warung makan yang kelihatan cukup bersih dan terawat. Pelanggannya juga kelihatan ramai


Dion memutuskan untuk masuk saja kedalam rumah makan itu, dan segera ingin memasukinya. Tapi ketika Dion baru dua kali melangkah, tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang dari arah belakang


Reflek Dion menarik tangannya kuat kuat, karena khawatir ada seseorang yang mencoba mencelakai nya, tapi setelah ditunggu sekian lama, tidak ada juga orang yang ingin menyerangnya itu


Bergegas Dion membalikkan badannya, untuk melihat siapa orang yang tadi sengaja menarik tangannya agar berhenti


Kening Dion berkerut dalam, pertanda keheranan, ketika melihat dua anak kecil, kisaran 7 dan 10 tahun, yang terdiri dari, 1 anak laki laki, dan 1 anak perempuan, berpakaian compang camping, sedang menengadahkan tangan ke arah nya, pertanda meminta sesuatu sambil mengelus elus perut nya


Sejenak Dion terpaku diam, sambil memperhatikan penampilan anak tersebut dalam dalam, apakah mereka berdua mengemis untuk kebutuhan sendiri, atau disuruh oleh orang lain


Setelah beberapa lama memperhatikan dan mengawasi sekitar, Dion tidak menemukan tanda tanda, bahwa anak anak tersebut, sedang dieksploitasi oleh orang dewasa untuk mengemis, demi kepentingannya sendiri


Tapi ternyata perkiraan Dion salah, karena tidak jauh dari tempatnya berdiri, di balik bangunan tua yang cukup tersembunyi, 7 orang tengah mengawasi pergerakan mereka


Dion berjongkok ke tanah, menghadap ke 2 anak kecil tersebut, tangannya mengelus kepala kedua anak malang itu, dengan perasaan iba

__ADS_1


Sebagai orang yang pernah merasa mengalami hal seperti itu dulu, ketika dia lontang lantung menjadi gelandangan tampan, karena tidak mempunyai pekerjaan, hati Dion tiba tiba tersentuh, ketika melihat nasib buruk mereka


"Kalian siapa?"


__ADS_2