Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Mala dan Mali


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, nun jauh di sana. Seorang anak kecil usia antara 12 dan 13 tahun. Terlihat sedang marah marah pada diri sendiri


Gurunya, yaitu Tohpati, sudah enam bulan ini tidak pulang dan menemuinya. Biasanya tiga bulan sekali Tohpati pasti pulang. Ini sudah dua triwulan dia belum pulang juga


Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar. Bukan hanya bagi anak kecil tersebut, tapi juga bagi ayah dan kakeknya, yaitu Leonard dan Tejamaya


Mereka yang biasanya bersikap cuek dan tak mau tahu. sekarang mau tidak mau harus mencari tahu dan penasaran juga


Maka dengan segala cara mereka berusaha mencari tahu, termasuk menghubungi para petinggi organisasinya yang berada di negara negara lain, termasuk dengan menggunakan jaringan intelijennya di seluruh dunia


Tapi sekuat dan sekeras apapun mereka berusaha, informasi yang diinginkan tidak kunjung didapatkannya juga. karena Dragon telah memasang formasi untuk itu


Sampai kapan pun informasi itu tidak akan bocor, kecuali dari formasi itu sendiri yang membocorkannya. Maksudnya adalah dari penduduk desa, yang daerahnya dipasangi formasi tersebut


Jangankan Tejamaya dan anak buahnya itu. Ronin serta Angkara saja, tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang pemimpin tertinggi mereka itu


Walau keduanya bermarkas di salah satu negara Asia tenggara. atau tepatnya negara T. Tapi jarak dekat ini, tidak menjadi jaminan untuk dia mendapatkan informasi tentang Tohpati dan tiga kelompok yang mendukungnya itu


Hal tersebut tentu saja membuat mereka berdua menjadi risau, sebab pengiriman barang berupa balita berjenis kelamin perempuan jadi terhenti


Tapi mau langsung datang ke negara ini mereka takut tertangkap, karena aura kesadaran Draco yang di sematkan ditubuh Ronin juga Angkara masih kuat mengikatnya


Oleh karena itu. Selama 6 bulan setengah ini, mereka tidak berani berbuat apa-apa. Cuma terus mencari informasi tentang Tohpati, Balboa Maroksa, juga ketua tiga, Haraga melalui jaringan dunia Maya


Tapi tiga hari kemudian. masuk sebuah informasi yang masih rancu ke telinga Tejamaya dan anaknya, Ronin serta Angkara, yang mengatakan bahwa Tohpati sekarang sudah mati, atau berkhianat pada organisasi


Berita tersebut didapatkannya dari seseorang, yang kebetulan telah mengunjungi daerah itu, untuk suatu misi


Diceritakan. Saat pertama dia sampai di tempat itu, tanpa curiga sedikitpun. Dia terus membawa kendaraan yang dibawanya itu masuk jalanan bagus


Tapi begitu dia masuk ke daerah itu semakin dalam, langkahnya jadi terhenti. Daerah yang biasanya sepi, terisolir dan boleh dikatakan kumuh. Kini telah berubah menjadi berwajah kota. Dengan jalan jalannya yang lebar, lengkap dengan lampu penerangan di setiap kiri kanan jalan, dan sudut sudut tempat. Rumah rumahnya pun tersusun rapi dan baru, bahkan ada pasar pula


Biasanya kalau dia datang, roda kendaraan pembawa barangnya pasti akan terperosok ke sana-kemari, di tanah becek serta berlumpur. Tapi hari ini dia tidak menemukannya sama sekali


Sepanjang jalan yang dia lalui, tidak ditemui lagi jalanan yang rusak, sempit atau terjal. Semuanya telah berubah menjadi jalan mulus, lebar serta bagus, Lengkap dengan penerangan lampu jalannya pula


Hampir saja dia tidak mengenali jalan dan tempat tersebut, kalau tidak bertemu dengan seseorang yang dia kenal dulu


Langsung saja dia turun dari kendaraannya, dan menemui orang yang dikenalnya itu, serta langsung menyalaminya


Setelah berbasa-basi dan saling menanyakan kabar. Orang tersebut langsung bertanya pada sahabatnya itu, apa saja yang dia ketahui tentang perubahan besar tersebut


Dengan polosnya perempuan itu bercerita, tentang apa yang dilihat oleh orang yang baru datang itu, termasuk menceritakan kronologisnya, bagaimana semua itu bisa terjadi. Walau belum semuanya diceritakan olehnya


Tapi begitu pendatang itu mendengar siapa orang yang telah merubah tempat ini menjadi seperti itu. orang tersebut menjadi tercekat diam dan menggigil ketakutan


Pemandangan sekilas itu sempat diperhatikan oleh temannya tersebut. Kemudian dengan penasaran tinggi dia bertanya. "Kenapa mendadak wajah mu menjadi ketakutan seperti itu Mali?"


"Apakah kau kenal dengan orang yang dipanggil dengan sebutan tuan besar itu?" Tanya Mala pada Mali


"Tidak! tidak! tidak!. Aku tidak kenal. Tapi dulunya sering mendengar namanya disebut-sebut orang." Jawab Mali mencoba berbohong


"Sepanjang yang ku dengar, kalau tidak salah!. dia itu berasal dari wilayah barat!"


"Tapi kenapa dia bisa sampai ada di daerah ini?" Tanya Mali mencoba ingin mendapatkan informasi tentang diri Dion itu

__ADS_1


"Ceritanya panjang. Dan aku tidak berani untuk menceritakannya!" Jawab Mala, teman perempuannya tersebut merasa bimbang


"Ceritakan saja!. Aku tidak akan membocorkan nya pada siapapun!" Ucap Mali cukup meyakinkan, demi untuk membuat sahabatnya tersebut, bercerita


"Kau janji?" Tanya Mala ingin jawaban tegas, sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Mali


"Ya aku janji!. Kau adalah temanku sejak kecil!. Jadi aku akan melindungi mu!" Jawab Mali tegas. Kemudian menyodorkan jari kelingkingnya untuk disatukan dengan jari kelingking Mala tanda berjanji


Mendapat jawaban tegas seperti itu, Mala pun bercerita secara panjang lebar, dari awal sampai akhir. tanpa satupun yang tertinggal, kecuali tentang Tohpati. karena dia tidak begitu mengetahui cerita yang sebenarnya. Jadi khusus tentang dia. Mala menceritakan asal-asalan saja, dan di karang karang sendiri. Tapi hampir mendekati kenyataannya


Kebetulan dia mengetahui berita tersebut dari suaminya sendiri yaitu Toasmali, dengan syarat tidak boleh diceritakan pada orang lain, apalagi pada orang luar


Tapi hari ini, Mala mengkhianati kepercayaan dari suaminya sendiri. Dan sekarang dia sedang menceritakan permasalahan tersebut pada orang lain. Walau sejatinya Mali adalah asli penduduk desa itu dulunya. tapi tetap saja Mala telah mengkhianati suaminya


Hampir 20 menit Mala menceritakan kisah itu secara detail. dan tak satupun yang tertinggal. Sampai apa dan bagaimana dengan Dion itu juga dia ceritakan pada Mali, padahal Mali sudah tahu, jauh sebelum Mala tahu tentang itu


Mala juga bercerita, bagaimana Dion dan anaknya itu terus berusaha mencari keberadaan para balita, yang diculik oleh komplotan Balboa juga temannya itu


Tapi sampai saat ini, keberadaan mereka belum juga di temukan oleh Dion dan orang orangnya


"Mungkin mereka sudah mati, atau dimakan oleh penunggu bukit, yang sekarang sudah menjadi areal pertambangan milik tuan besar itu!" Ucap Mala mengakhiri ceritanya


"Lalu dimana penunggu bukit itu sekarang berada?" Tanya Mali ingin tahu


"Mana aku tahu!. Suamiku saja tidak begitu mengetahuinya!"


"Tapi dari desas desus yang ku dengar, penunggu bukit itu telah dibunuh oleh tuan muda Dragon!"


"Tuan muda Dragon?. Siapa itu?" Reaksi Mali pura pura tidak tahu


"Walau masih kecil, tapi kekuatannya sangat luar biasa!"


"Itu cuma yang aku tahu Mali!" Ucap Mala apa adanya, yang sedari tadi terus nyerocos saja kalau bercerita


"Begitu ya?". Tapi apa kau tahu mahluk apa yang mendiami bukit tersebut?" Tanya Mali pula


"Bukan rahasia umum lagi!. Mahluk yang selama ini disangka monster atau siluman oleh tiga penduduk desa, ternyata adalah manusia juga!"


"Entah bagaimana caranya dia bisa tinggal di tempat itu sendirian. Tidak takut hantu pula!" Jawab Mala dengan ekspresi lucu


"Kalian saja yang tidak tahu siapa dia bodoh!"


"Dia orang terpenting dalam organisasi yang ku masuki ini!"


"Untung aku orangnya pandai bersandiwara, dan bisa membujuk Mala si dungu ini untuk bercerita!"


"Kalau tidak karena dia. sampai kapan pun bos besar ku tidak akan tahu berita ini."


"Mumpung ini tidak ada orang. lebih baik ku bawa dia ke dalam mobil ku saja, dan ku nikmati tubuhnya di atas sana!" Batin Mali dalam hati. Kemudian menarik tangan mala yang masih terlihat cantik itu untuk masuk ke dalam mobilnya


Mala tahu apa yang akan dilakukan oleh Mali terhadapnya. Maka dia pun tidak menolak, dan nurut saja ketika diajak itu. Dan terjadilah pengkhianatan yang paling besar terhadap suaminya sang kepala desa tersebut


Kini mereka berdua sedang berasyik masyuk, dan bergumul tanpa busana. Keringat sudah membanjiri tubuh mereka berdua. Tidak ada batasan dan penghalang lagi antara mereka. seperti lem pada kertasnya. Kemudian..


"Aaahhhh!" Jerit tertahan Mala, tatkala sudah mencapai puncaknya. Tubuhnya menggeliat puas, dan terbaring lemah dalam pelukan Mali untuk beberapa saat

__ADS_1


Senyumnya mengembang manis, tanda sudah terpuaskan. Sama seperti saat mereka pacaran dulu. Kendati belum dewasa. Mereka berdua memang sering melakukannya, sampai saat ini


Walau Mala sudah menikah dengan Toasmali, dan Mali juga demikian. Mereka masih sering melakukannya jika ada kesempatan


"Terima kasih sayang!"


"Kau sungguh pandai memuaskan ku, tidak seperti Toasmali itu!"


"Baru dicelupkan sedikit saja sudah muntah. Sebel!" Ucap Maka dengan rengekan manjanya itu


"Mau lagi?" Tanya Mali menantang


"Sudah ah!. Aku capek!"


"Lagian aku sedang buru buru untuk berbelanja nih!" Jawab Maka merajuk manja


"Bagaimana kalau lain kali?" Tanya Mali menawarkan jasa


"Beres!. Tunggu saja aku hubungi. Maka kau boleh berpuasa diri atas tubuh ku nanti!" Jawab Mala mantap. Kemudian mau turun dari atas mobil besar itu. tapi dicegah oleh Mali dengan berkata.


"Tunggu!. Bukankah kau mau belanja?"


"Ambillah barang apa saja yang ada di dalam mobil aku ini dan bawalah pulang!" Ucap Mali menawarkan barang yang di bawanya tersebut


"Dengan senang hati!" Jawab Mala cepat


Tak lama sesudah itu. mobil pick-up yang dibawa oleh Mala tadi. penuh dengan barang-barang yang diberikan oleh Mali. Dan Tak lama kemudian, mobil itu pergi meninggalkan Mali, yang berdiri dengan senyum puasnya


Satu menit kemudian. Setelah membereskan dan menutup pintu mobil bagian belakangnya. Mali pun meninggalkan tempat tersebut dengan tergesa-gesa, dan menuju ke arah kota, yang ada di kabupaten lain


Barang-barang kebutuhan pokok yang ada di mobil ekspedisinya, yang sebenarnya ingin dia jual di desa itu seperti biasanya, tidak dia perduli kan sama sekali. Walau dia sudah banyak mengeluarkan uang untuk itu. Malah dengan sukarela, beberapa di antaranya, diberikan pada Mala


Tapi demi untuk menyampaikan informasi penting tentang daerah tersebut, juga tentang kemungkinan Tohpati masih hidup atau sudah mati, maka Mali memutuskan untuk segera pulang, dan masuk ke ruang komputernya untuk berbuat sesuatu


"Untunglah aku tidak bertemu dengan pengawal-pengawal bodoh itu!"


"Jika mereka sempat melihatku tadi, maka tuan muda atau tuan besar Dion pasti akan menangkap ku!"


"Aku dulu telah mengkhianatinya ketika menjadi seorang hacker yang sangat diandalkan olehnya!"


"Tapi karena kepolosan dan kebodohan sikapnya dulu. Membuat kesalahanku di maafkan!"


"Tapi hari ini aku kembali mengkhianatinya!. Benar-benar terbaik Mali ini!" Ucapnya pada diri sendiri, sambil tersenyum penuh kemenangan


***


Gurun pasir Nevada Amerika Sarikat


Seorang pria tegap kisaran 45 sampai 48 tahun, terlihat sedang memberikan instruksi pada anak buahnya. Dengan kata-kata tegasnya tersebut


"Cepat selidiki permasalahan ini!"


"Aku ingin tahu siapa orang yang telah berani membunuh pemimpin tertinggi kita!" Ucap Leopard garang, sesaat setelah mendapat informasi dari Mali tersebut


"Baik tuan besar!" Jawab anak buahnya patuh

__ADS_1


__ADS_2