Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Terlalu memandang rendah


__ADS_3

Brum!


Brum!


Brum!


Tet! Tet! tet!


Bunyi deru mesin mesin mobil mewah, dan klaksonnya yang memekakkan telinga, terdengar bersahut sahutan di depan pintu gerbang masuk kota


"Berhenti!. Dilarang masuk sebelum menjalani pemeriksaan!" Ucap seorang komandan penjagaan dengan tegas, pada salah seorang penumpang paling depan, dalam rombongan tujuh mobil mewah, yang akan memasuki kota Golden City tersebut


"Tolong izinkan kami masuk!, karena kami ingin bertemu dengan pemilik atau pengelola kota ini." Jawab salah seorang penumpang mobil mobil mewah itu dengan sikap ramah


"Maaf!. Untuk saat ini, tuan pemilik kota sedang tidak bisa di temui, karena yang bersangkutan sangat sibuk sekali!" Jawab komandan tersebut tetap dengan sikap tegas nya


"Silakan kembali lain waktu, mungkin tuan kami akan menerima anda." Jawab komandan itu masih tetap bersikap tegas


"Bagaimana kalau dengan yang ini?" Ucap seseorang dengan cepat, sambil mengeluarkan beberapa gepok uang yang di perkirakan berjumlah puluhan bahkan ratusan juta rupiah itu


"Apakah kau mencoba untuk menyogok kami, agar kami berkhianat?" Respon komandan tersebut tidak senang


"Oh tidak!. sama sekali tidak!"


"Kami hanya ingin sedikit berbagi dan kebetulan bertemu dengan kelompok anda."


"Jadi apa salahnya kalau kami membagi uang uang yang tidak seberapa ini pada kalian?"


"Aku lihat kalian cukup lelah, jadi apa salahnya kalau di gunakan untuk membeli cemilan atau makanan ringan, dan dimakan sambil kalian berjaga?" Jawab pemimpin mereka yang ternyata adalah Sagara dengan sikap angkuhnya itu


"Jangan berani berbuat macam macam di kota ini!"


"Katakan dengan jelas!. Apa maksud kalian datang kemari?"


"Dan kenapa kalian begitu royal memberikan uang uang tersebut pada orang orang ku?" Tanya Eric yang tiba tiba saja datang dengan ekspresi kurang senang


"Apakah anda komandannya?" Tanya Sagara acuh


"Ya benar!" Jawab Eric singkat


"Kebetulan sekali anda telah datang, jadi aku bisa menyampaikan maksud dan tujuan kami datang ke kota ini." Ucapnya lagi masih dengan sikap angkuhnya tersebut, dan tidak keluar juga dari dalam mobilnya


"Aku dengar masih banyak gedung gedung kosong di sini, jadi kami berniat ingin membeli atau menyewa gedung gedungnya, untuk kami jadikan tempat usaha."


"Kebetulan kami mempunyai milyaran uang yang tidak terpakai, jadi apa salahnya kalau kami menginvestasikan nya di kota ini?'" Jawab Sagara panjang lebar, dan terkesan membanggakan kekayaannya


"Maaf!. Kalau untuk saat ini, kami tidak bisa menerima niat baik anda!. Jadi silakan putar balik, sebelum terjadi salah paham antara kita!" Respon Eric tegas dan cukup bijaksana


"Tidak bisakah kalian bersikap sedikit ramah, dan menerima kami untuk memasuki kota?" Balas Sagara masih tetap ngotot, agar di izinkan memasuki kota


"Bukankah pembeli adalah raja?, tapi kenapa kalian tidak memperlakukan kami dengan baik?"


"Tapi malah menghalangi niat baik kami untuk masuk?" Tanya Sagara cepat dan terkesan masuk akal


"Maaf!. Kami hanya menjalankan perintah!"


"Untuk sementara, semua lalu lalang untuk memasuki kota di batasi, bahkan di larang sama sekali!" Jawab Eric cepat


"Kalau calon pembeli atau pengunjung di larang memasuki kota, bagaimana kota kalian akan maju, dan mendapatkan untung?"


"Karena calon pembeli atau pengunjungnya kalian halang halangi untuk masuk?" Tanya Sagara dengan debat liciknya itu


"Itu tidak masalah bagi kota kami. Karena tanpa adanya pengunjung pun, kota ini sudah sangat kaya dan pengusahanya boleh dikatakan 95 persen adalah pemilik kota ini sendiri."


"Jadi untuk sementara, kota ini tertutup buat umum."

__ADS_1


"Kalaupun bisa masuk harus menjalani pemeriksaan ketat!"


"Tapi khusus buat kalian, tidak perlu melalui pemeriksaan, karena kami langsung menolak kedatangan kalian ke kota ini!"


"Jadi silakan kembali lain waktu." Jawab Eric apa adanya, dan berusaha menghindari konflik yang akan terjadi, kemudian berkata lagi


"Nanti setelah kamI melaporkan niat baik kalian itu pada tuan kota, baru kalian akan di izinkan masuk, tapi lain waktu bukan hari ini."


"Sekali lagi kami minta maaf!" Ucap Eric cukup sopan tapi tegas


"Tidak bisakah anda sedikit melunak, seperti menerima uang uang ini, agar pembicaraan kita jadi lancar?" Respon Sagara cuek atas penolakan itu


"Memang jumlahnya tidak banyak, cuma sekitar 1.4 milyar saja!."


"Mungkin dengan sejumlah itu, kalian bisa membeli beberapa makanan ringan, dan di makan sambil berjaga?"


"Bukankah itu adil namanya?" Ucap Sagara lugas dan tanpa di tutup tutupi, sambil memerintahkan pada anak buahnya, untuk mengeluarkan tas besar berisi uang sejumlah itu


"Kau jangan berani macam macam dengan menyogok kami dengan uang mu yang tidak seberapa itu!"


"Gaji kami sudah jauh dari cukup, dan jika di kumpulkan bisa melampaui uang mu itu!"


"Jadi cepatlah berputar balik, dan ambil uang uang mu yang tidak berharga itu. Sekarang!"Jawabnya tegas


"Kau terlalu sombong komandan!. Uang segitu banyak pun tidak bisa menggoyahkan pendirian mu!'


"Hebat!, benar benar hebat para pengawal Birawa itu!"


"Tidak menpan di sogok atau di iming imingi dengan uang. Aku salut pada kesetiaan orang orang nya Birawa licik tersebut." Respon Sagara cepat tapi terlepas cakap


"Kurang ajar!. Jaga sikap mu!. Beraninya kau memanggil tuan senior dengan namanya saja!" Bentak Eric marah, kemudian memberi perintah pada bawahannya dengan suara keras


"Tunggu apa lagi!. Tangkap dan ringkus mereka!" Perintah Eric tegas


"Tunggu!.Kami datang kemari bukan sebagai musuh tapi kami hanya ingin membuka usaha di sini!' Teriak Sagara keras, sambil keluar dari dalam mobil, di ikuti oleh beberapa anak buahnya, Kemudian berkata.


"Mengenai sikap ku tadi aku minta maaf, dan akan menarik uang uang itu untuk di simpan!" Ucap Sagara cepat


"Kau telah berani menyinggung nama besar tuan senior, maka kau patut di hukum!"


"Pengawal!. jangan pedulikan mereka! cepat kepung dan paksa mereka agar semuanya keluar!" Perintah Eric dengan suara kerasnya itu


"Jangan paksa kami tuan komandan!. Kau pikir kami takut dengan jumlah kalian yang banyak ini?"


"Kau lihatlah di sana!. Bukankah itu bisa membuat kalian mati secara percuma, dan dengan cara mudah?" Ucap Sagara dengan keyakinan tinggi. kemudian berteriak keras pada anak buahnya karena kesal


"Semuanya cepat keluar!, dan persiapkan senjata kalian masing masing!" Perintah Sagara tegas


Seketika bermunculan lima puluhan lebih orang orang berperawakan tinggi tegap, sambil menenteng senjata dan mengarahkannya pada Eric, termasuk pada puluhan anak buahnya itu


"Sudah kami duga, kedatangan kalian ke sini pasti dengan maksud yang kurang baik!"


"Dengan adanya senjata senjata itu, maka kami bisa menindak kalian sesuai dengan aturan yang belaku di kota ini!"


"Sebelum terjadi masalah besar, cepat jatuhkan senjata senjata kalian, dan menyerah lah!" Ucap Eric dengan ekspresi marah


"Hahahaha!. Setelah melihat kekuatan ku pun kau belum mau tunduk juga!"


"Kalau uang tidak bisa menggoyahkan pendirian mu, maka dengan senjata senjata itu, aku harap kau akan bekerja sama dengan ku!"


"Tapi jika masih tetap bersikeras, maka aku tidak akan segan segan lagi bertindak, dan jangan salahkan jika kami bersikap kurang sopan pada kalian!"


"Apalagi pada perempuan perempuan cantik itu!" Ucapnya dengan sikap kurang ajar


"Kami boleh saja pergi, tapi biarkan perempuan jhalang tersebut menemaniku barang satu atau dua malam saja!" Jawab Sagara cepat, dengan sikap kurang ajarnya tersebut sekali lagi

__ADS_1


Anjani, serta dua gadis lainnya tersebut, yang mereka anggap barang mainan, hingga dengan mudahnya mereka anggap bisa di gertak hanya dengan todongan senjata api itu, menjadi sangat marah


Tanpa di duga oleh siapapun, termasuk juga oleh Eric suaminya itu, tubuhnya berkelebat ke arah Sagara dengan gerakan cepat, dan sulit di ikuti oleh mata biasa, melancarkan serangan cepatnya ke wajah dan mulut Sagara. dan..


Plak!


Buk!


"Aaarrkhh!"


Teriak Sagara sambil meringis kesakitan karena pedih, dari mulutnya keluar darah segar, serta dua giginya tanggal karena di tampar serta di pukul oleh Anjani dengan kuatnya


"Kurang ajar! beraninya kau memukul ku!" Teriak Sagara dengan suara kuat


"Tunggu apa lagi!. Cepat tembak dan habisi mereka!" Perintah Sagara dengan emosi tinggi


"Anjani!. Cepat menjauh dari manusia iblis itu!" Teriak Eric dengan rasa khawatir yang sangat tinggi, atas keselamatan istri yang sangat dicintainya itu


"Kakak tenang saja!. Manusia kecoa seperti ini, mana bisa mencelakai ku!" Jawab Anjani enteng


Dor! dor! dor!


Ting! ting! ting!


Dengan cepatnya situasi menjadi kacau, tapi masih bisa di atasi oleh Eric dan anak buahnya


Secara brutal dan membabi buta, anak buah Sagara melepaskan tembakannya ke arah Eric, Anjani juga anak buahnya, tapi dengan entengnya mereka membentengi diri dengan memutar senjata pedang secara cepat, hingga beberapa peluru terpental ke segala arah, dan kejadian itu hanya terjadi dalam beberapa detik saja


Tidak mau melihat kawan kawannya celaka atau terluka, ratusan assassin, dan ratusan ninja, serta samurai muncul di tengah tengah pertempuran itu


Dengan gerakan cepat ,mereka bergerak dengan berkelebat ke sana kemari, atau melemparkan shuriken ke arah para penembak tersebut


Akibatnya, puluhan tubuh ambruk ketanah, karena tertancap shuriken, atau di tebas dengan senjata tajam sejenis katana dan pedang


Hanya membutuhkan waktu tidak sampai satu menit, seluruh orang orang tersebut telah terkapar di tanah


Ada yang tangannya terpotong, ada yang dahinya tertancap shuriken, ada yang tubuhnya terbelah dua, bahkan ada yang leher dan kepalanya terpisah dari badan


Sementara di pihak Eric, hanya ada tujuh orang yang mengalami luka tembak, tapi tidak begitu membahayakan keselamatan nyawanya


Sedangkan Anjani dan Eric,tidak mengalami luka, atau menerima tembakan yang di lepaskan secara membabi buta itu


Cuma tangannya saja yang kebas, karena terlalu kuat memutar pedang untuk melindungi tubuhnya dari terjangan peluru


Beruntung mereka di selamatkan oleh kemunculan ratusan teman teman ninja, assassin juga samurai itu, Jika tidak, kemungkinan dia dan suaminya akan mati tertembus peluru


Kini, tempat itu menjadi sepi kembali. yang tinggal hanya Sagara yang sedang berdiri ketakutan. dengan mulut mengeluarkan darah segar. yang berasal dari dua giginya yang tanggal tersebut


"Karena kau lah semua ini terjadi!. Maka kau harus bertanggungjawab, dengan membiarkan tubuhmu kami cincang!" Ucap Eric dengan suara tinggi dan menyeringai buas


"Tolong ampuni aku!. Aku mengaku salah!" Jawab Sagara ketakutan


"Sudah sejauh ini!. enak saja kau mau minta maaf!, bahkan dengan kurang ajarnya kau menyebut istri ku ini, juga dua wanita lain itu sebagai jhalang!" Jawab Eric marah dan dalam emosi tinggi


"Kalau belum merobek mulut kurang ajar mu itu, aku merasa belum puas hidup sebagai manusia!"


"Karena kau telah berani mengucapkan itu, maka terimalah jurus penentuan ini!' Ucap Anjani dengan ekspresi sangat marah sekali


"Hiaat!" Teriaknya kuat, dan


Buk!


"Argh!" Teriak Sagara keras, sambil memegang selangkangannya, yang di tendang dengan kuat oleh Anjani, di landasi rasa marah dan tersinggung yang teramat sangat besar tersebut


"Itu yang orang katakan tehnik pemutus keturunan!' Ucap Anjani masih dalam raut wajah kesal tapi terlihat puas

__ADS_1


__ADS_2