
Sepuluh hari kemudian
Apa yang direncanakan oleh tuan Birawa dan Dion telah terealisasi hampir seluruhnya
Lokasi pabrik dan lahan pertambangan sudah semuanya didapatkan. Studi kelayakan dampak lingkungan juga digesa dan telah selesai dilakukan
Ijin Usaha Pertambangan pun sudah keluar, karena diurus oleh para ahlinya. Apalagi yang akan membuka usaha tersebut adalah Birawa Group. maka tidak membutuhkan waktu lama, semua surat surat yang diperlukan sudah keluar semua
Dalam masalah pembebasan lahan, nyaris tidak ada hambatan yang berarti, karena hanya sebagian kecil lahan yang di inginkan itu. surat suratnya dimiliki oleh masyarakat sekitar. Sisanya milik negara atau daerah
Dion menerapkan harga standar untuk setiap meter tanah, yang berlaku di daerah pelosok, dan tidak merugikan kedua belah pihak
Setelah pemilik tanah setuju, hari itu juga dilakukan transaksi, dan selesai tidak sampai setengah hari.
Kepada mereka juga dijanjikan, akan mendapat prioritas untuk memasukkan keluarganya, yang mempunyai kualifikasi, untuk bekerja di perusahaan yang akan dibangun nanti
Pada waktu yang sudah ditentukan, tuan Birawa, Dion dan seluruh petinggi pengawal keluarganya, termasuk ratusan anak buahnya tersebut, saat ini tengah berada di lahan yang akan dijadikan tempat dibangunnya kilang minyak bumi dan turunannya itu
Selain mereka, terdapat juga puluhan orang orang penting kota P, yang sengaja di undang dalam acara tersebut
"Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Birawa Group. Dengan akan dimulainya pembangunan kilang dan smelter pengolahan bahan tambang. maka otomatis, Birawa Group telah memulai ekspansinya sampai ke pulau S ini."
"Mudah mudahan dalam waktu yang tidak lama. Kilang dan smelter yang mulai akan dibangun hari ini. akan selesai tepat pada waktunya." Ucap Dion dalam acara peresmian dimulainya pembangunan pabrik atau kilang di lahan yang sudah dibeli olehnya itu
"Untuk mendukung lancarnya pembangunan tempat ini juga tempat tempat lain. aku menugaskan kepada orang orangnya Bramantyo, dibantu oleh bekas bawahan Bagaspati. untuk menjaga tempat ini dari gangguan siapapun!"
"Selain membangun kilang dan smelter, aku juga akan membangun perumahan layak huni, diperuntukkan bagi karyawan yang bekerja ditempat ini nanti."
"Begitu juga di dua smelter yang berlainan bahan tambang, di sana juga akan dibangun perumahan karyawan, yang juga layak huni. lengkap dengan fasilitasnya, termasuk di tempat ini. Agar orang orang ku tenang dalam bekerja."
"Selain kilang, smelter dan perumahan, perusahaan juga akan membangun pusat kesehatan dan pendidikan."
"Ditempat itu, juga akan dibangun pasar, yang diperuntukkan menjual sembilan bahan pokok, hiburan dan fasilitas penunjang lainnya."
"Di dua tempat yang terpisah. Aku juga akan membangun dua chopper smelter besar, yang multifungsi, dilengkapi dengan teknologi modern. Seperti pengolahan batu bara, tembaga, slime yang mengandung emas, perak. logam asam sulfat. nikel, timah, bauksit, nikel, alumina bijih besi dan lain sebagainya."
"Untuk itu, mari sama sama kita berharap, agar apa yang di cita citakan oleh tuan Birawa, akan segera terwujud!" Ucap Dion bersemangat sekali
Diiringi tepuk tangan yang meriah, Dion turun dari mimbar dan menuju kearah kakeknya, juga orang orang penting kota P. untuk memintanya meletakkan batu pertama, pembangunan kilang bahan tambang minyak bumi
Dipandu oleh pembawa acara, tuan Birawa dan Dion, meletakkan batu pertama pembangunan kilang minyak tersebut. diikuti oleh beberapa orang penting berasal dari kota P, yang memang sengaja diundang dalam peletakan batu pertama tersebut
Setelah peletakan batu pertama selesai. Dion dan tuan Birawa mengajak orang orang penting kota P, untuk melihat lihat areal sekitar kilang, yang sudah dibersihkan sejak tiga hari yang lalu
Baru setelah itu mereka dijamu sebagaimana mestinya. Tak lama sesudah itu. mereka meninggalkan tempat tersebut, untuk melakukan aktivitas mereka masing masing
***
Satu bulan kemudian
Pembanguan kilang minyak bumi, dan dua chopper smelter bahan tambang lainnya, sudah mulai dibangun dan sudah mulai menampakkan wujudnya
James. Shio Lung dan Erisha, sengaja ditempatkan di lokasi tersebut untuk menjadi pimpinan proyek.
Sedangkan yang lainnya, ikut kembali ke kota Golden City, termasuk juga Iron, Leon dan yang lainnya itu. Tapi Burgon dan seratus pengawal elitnya, tetap tinggal di sana, untuk membantu mengamankan jalannya proyek besar tersebut, agar tetap berjalan lancar tanpa gangguan apapun
"Salam tuan senior! Salam tuan besar dan nyonya Ivory!" Sapa Leon penuh hormat
"Oh ternyata kamu Leon!. Apakah perintahku sudah kau laksanakan?" Respon Dion senang
__ADS_1
"Sudah tuan besar. Orang orang yang dipanggil semuanya sudah berada di aula!" Jawab Leon apa adanya, dan tidak tahu untuk apa mereka dipanggil menghadap
"Bagus kalau begitu!. Mari kita ke sana!" Ucap Dion cepat
Tak lama kemudian, Dion, tuan Birawa dan Ivory, Iron, Hans serta Leon, sudah berada di aula villa atas bukit itu, dan segera mengambil tempat duduk didepan orang orang yang tadi dipanggil
Para pengawal yang berjumlah 60 puluh orang itu, serentak berdiri, dan memberikan penghormatan pada tuannya
"Salam tuan senior!. Salam tuan besar dan nyonya!" Sapa mereka serempak sambil sedikit membungkuk ke arah mereka
"Duduk!" Respon Dion tegas,dengan wajah tegang, dan tidak seperti biasanya
Ada kemarahan yang terpancar dalam ucapannya itu, tidak senang dengan pembawaan para pengawalnya
Diantar mereka ada Eric, Anjani, tiga gadis Shanghai dan beberapa pengawal tingkat elit lainnya, termasuk juga beberapa pengawal tIngkat menengah dan tingkat prajurit
Duk!. Jantung mereka berdetak kencang. setelah mendapat bentakan yang cukup kuat dari tuannya tersebut
Dalam hati mereka bertanya tanya, ada gerangan apakah, sampai mereka dipanggil beramai ramai seperti itu untuk menghadap pimpinannya
Dalam kegalauan dan kebimbangan seperti itu, tiba tiba Dion berkata dengan suara yang jelas jelas marah.
"Sudah berapa lama kalian bekerja pada keluargaku?" Tanya Dion dengan aura dingin
"Maaf tuan besar!. Sungguh kami tidak mengerti apa kesalahan kami hingga kami dipanggil seperti ini." Jawab Eric yang sedikit agak berani
"Jawab saja pertanyaan ku!. Sudah berapa lama kalian bekerja padaku?. Katakan!" Bentak Dion kurang senang
"Sudah hampir enam tahun tuan besar!" Jawab Anjani mantap
"Sudah selama itu kalian bergabung dengan Birawa Group, tapi masih belum memahami juga pantang dan larang didalamnya!"
"Ketahuilah!. Kalian semua sudah lama dicurigai sebagai mata mata, yang sengaja dikirimkan kedalam Birawa Group."
"Katakan!. Siapa yang telah mengirim kalian ke sini?" Ucap Dion dengan intonasi tinggi
"Tuan besar!. Kami tidak tahu apa yang tuan katakan tadi. Selama ini kami baik baik saja, dan tidak pernah berbuat salah, apalagi berkhianat pada tuan!"
"Jadi tolong katakan dimana salah kami tuan" Ucap Ling Chia mewakili teman temannya itu
"Paman Iron!. Sebutkan kesalahan mereka satu persatu. agar mereka tahu, kesalahan apa yang telah mereka perbuat selama berada di Birawa Group!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan Besar!" Jawab Iron cepat
"Eric!. Selama berada di Paris, apa yang telah kau perbuat dengan Anjani?."
"Aku mendapat laporan dari beberapa orang intel, yang mengatakan bahwa kalian berdua pernah mangkir dari melaksanakan tugas yang diberikan oleh Robin!. dengan alasan sedang ada urusan berdua. Apakah tuduhan itu benar?" Tanya Iron dengan aura mengintimidasi
Eric maupun Anjani tidak bisa menjawab apapun. karena apa yang dikatakan oleh pimpinan tertingginya itu benar semua. walau mereka tidak berbuat apa apa.
"Jawab pertanyaan ku tadi!" Hardik Iron degan suara keras
"Benar ketua. Tapi kami hanya sekedar berkumpul saja, dan tidak melakukan pengkhianatan apapun pada tuan besar dan keluarganya, apalagi pada Birawa Group," Jawab Eric apa adanya
"Dengan kesalahan itu, kalian berdua sudah bisa dihukum dengan tuduhan melalaikan tugas!" Respon Iron cepat
"Maafkan kami ketua." Ucapnya pasrah dan merasa bersalah
"Jangan meminta maaf padaku, tapi pada tuan besar dan tuan senior!" Bantah Iron ketus
__ADS_1
"Kalian bertiga!. Sama seperti Eric dan Anjani, kalian juga telah melakukan pelanggaran berat, dengan sengaja tidak hadir dalam pertemuan bulanan para pengawal, dengan alasan yang tidak jelas, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan!" Ucap Iron tegas, pada ketiga gadis Shanghai yang sedang berdiri ketakutan itu
Bersama mereka, terdapat tiga orang pemuda yang sama sama menempati posisi pengawal elit, tapi tempat berdiri mereka cukup jauh dari ketiganya. mereka membatin dalam hati.
"Habiskan kita kali ini!"
"Dan kalian semua!. Kesalahannya hampir sama dengan teman teman mu yang lain."
"Untuk itu, keputusannya aku serahkan pada tuan besar dan tuan senior, termasuk juga pada nyonya Ivory." Ucap Iron untuk terakhir kalinya
"Kalian semua sudah mendengar, apa yang di katakan oleh pimpinan kalian. maka dengan ini aku putuskan, menghukum kalian dengan hukuman berat."
"Tapi sebelum aku memutuskan hukuman itu, aku ingin mendengar pembelaan dari kalian, agar tidak salah dalam memberikan hukuman " Ucap Dion tegas
"Silakan!" Ucapnya lagi
"Tuan senior, kami mengakui bahwa kami berdua memang pernah tidak ikut dalam operasi pencarian Tommy itu, tapi itupun pada hari hari sesudah keberadaannya tidak bisa kami temukan."
"Jadi saya memutuskan untuk kembali ke markas hanya berdua dengan Anjani, karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengannya."
"Jika hal itu melanggar aturan perusahaan, maka saya bersedia dihukum. Tapi tolong lepaskan Anjani, karena dia tidak tahu apa apa. Itu semua murni kesalahan saya!" Ucap Eric berterus terang
"Mengenai tuduhan bahwa saya pribadi, juga teman teman yang lain, kami berani bersumpah, bahwa kami tidak pernah mengkhianati tuan besar dan keluarga, juga pada Birawa Group." Sambung Eric lagi dengan nafas memburu
"Bagai mana dengan mu Ling Chia dan yang lain. Apakah kalian datang kesini karena di utus oleh seseorang atau kelompok, untuk me mata matai Birawa Group?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Kami sama sekali tidak pernah melakukan itu tuan senior apalagi untuk memata matai perusahaan!" Jawab Ling Chia apa adanya
"Lalu apa yang kau lakukan waktu itu, secara diam diam mendatangi ruang operator. padahal kau tahu, di sana adalah ruang rahasia, dan tidak boleh siapapun yang tidak berhubungan dengannya untuk memasuki ruang itu?" Sanggah Dion emosi
"Sa..sa..saya..!" Jawab Ling Chia terbata bata
"Sekarang sudah jelas!. bahwa kau ada niat yang kurang baik waktu itu!" Ucap Dion tegas
"Tuan besar!. itu tidak seperti yang disangkakan." Ucap Ling Chia membela diri dan seperti ingin mengatakan sesuatu
"Diam!" Bentak Dion keras
Nyali Ling Chia langsung menciut, mendapat bentakan keras seperti itu. apalagi dilakukan oleh tuan besar mereka
Dalam hatinya membatin, bagaimana tuan besar sampai bisa tahu, apa yang dilakukannya pada malam itu, datang secara sembunyi sembunyi menuju ruang operator, untuk menemui seseorang di sana
"Aku sebagai pemilik Birawa Group, dan pemimpin tertinggi kalian. Dengan ini memutuskan, hukuman berat pada diri kalian masing."
"Tindakan kalian sudah sangat meresahkan Istri ku, juga kakek ku ini, termasuk juga aku."
Dengan tindakan kalian yang sembunyi sembunyi menjalin hubungan pada sesama pengawal. Hingga melalaikan tugas dan kewajiban, maka dengan ini aku hukum kalian, dengan melepaskan jabatan kalian, tiga hari dari sekarang!" Ucap Dion memberi keputusan
"Selain itu. kalian akan dibebas tugaskan selama satu bulan, dan tidak diperkenankan untuk mendatangi ke villa ku ini."
"Kalian akan dikirim ke luar negeri untuk berbulan madu, bersama dengan pasangan kalian masing masing." Ucap Dion tidak tegas dan tidak disangka sangka itu
Bam!
Suara riuh bercampur tawa, serta rasa bingung melanda mereka. tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi. Ternyata mereka bukan dihukum, tetapi malah diberi hadiah. untuk mewujudkan impian mereka, membangun rumah tangga, bersama dengan pilihan mereka masing masing
Dion, sudah mengikuti saran dari istrinya Ivory, untuk menyatukan mereka, dalam sebuah ikatan rumah tangga
Maka jadilah suasana di tempat itu ramai. Ada yang menangis, ada yang tertawa, dan ada pula yang tersenyum malu malu
__ADS_1