Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Bahaya mengintai


__ADS_3

"Kenapa papa masih juga terlibat dalam urusan kejahatan?"


"Bukankah tuan pemilik Birawa Group sudah mengampuni mu, tapi mengapa papa masih ngotot ingin membalas dendam?" Ucap dan tanya Jennifer keheranan


"Kau tahu apa tentang ini?. Sebagai seorang istri, lebih baik kau dukung saja usaha suami mu ini!, dan doakan, semoga rencana papa bisa berhasil!" Respon Arnold atau Arok kurang senang


"Istri mana yang tidak mendukung usaha suaminya, kalau apa yang diusahakannya itu baik." Respon istrinya ketus


"Tapi usaha mu ini, bagaimana aku harus mendukungnya, jika ujung-ujungnya berakhir mengenaskan?" Bantah dan protes Jennifer atau Jeny kurang senang


"Apa boleh buat!. Hanya ini yang bisa papa lakukan."


"Mumpung ada yang bersedia menjembatani balas dendam papa pada Birawa Group, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik?"


"Jika perusahaan kita masih ada, dan kita masih kaya, orang itu tidak akan diperlukan lagi!"


"Tapi karena sekarang kita miskin, mau tidak mau kita harus ikut dan tunduk pada apa yang diucapkannya."


"Kebetulan pula orang itu mempunyai dendam pribadi pada si Birawa sombong tersebut, dan berusaha menghancurkan perusahaannya."


"Jadi klop kan kalau dia bertemu papa, dan menggunakan papa sebagai batu loncatan untuk melemahkan, atau menghancurkan perusahaan Birawa Group itu?" Respon Arok mantap


"Ya!. Tapi bagaimanapun, papa harus tetap berhati hati, agar tidak jatuh dua kali!" Sanggah istrinya terkesan masih tidak setuju


"Mama tenang saja!. Berdasarkan pengalaman papa terdahulu, maka papa akan berhati hati, agar tidak jatuh dan ketahuan."


"Kali ini kerja papa akan diambil-alih oleh orang lain, dan papa akan bekerja dari balik layar."


"Andaipun mereka ketahuan dan tertangkap, maka posisi papa dan orang itu tetap aman, karena mereka sudah setuju menandatangani perjanjian hidup mati di atas materai."


"Jaminan mereka sangat berat, yaitu tentang hidup dan mati seluruh keluarganya jika mereka berkhianat." Ucap dan tanggapan Arok tenang tenang saja


"Sebenarnya siapa orang itu pa?, dan bagaimana papa bisa berhubungan dengannya?" Tanya Jennifer penasaran


"Sebenarnya status orang itu tidak boleh dibeberkan, tapi karena kau sudah bertanya, maka papa akan menjelaskannya." Jawab Arok hati hati


"Dia bernama Sangkuni, atau Kala Murka, berasal dari daratan tengah walau bukan asli orang sana."


"Sudah dari sejak awal, keluarganya adalah orang kaya secara turun temurun. Dan sekarang si Kala itu merupakan generasi ke tiga yang mewarisi kekayaan keluarga tersebut."


"Sepanjang yang papa tahu, waktu ayah dan kakeknya masih hidup, mereka pernah berselisih paham dengan si Birawa sampai ke meja hijau."


"Ujung ujungnya mereka kalah, dan harus membayar ganti rugi dalam jumlah besar."


"Sejak saat itulah keluarganya menaruh dendam kesumat pada Birawa, tapi belum bisa direalisasikan olehnya."


"Waktu kakeknya meninggal, dia menitipkan dendam itu pada anak semata wayangnya, untuk membalaskan dendam kesumat itu."


"Namun niat itu belum juga kesampaian, sampai ayah Kala meninggal."


"Tapi sebelum meninggal karena kecelakaan, ayah Kala kembali menitipkan dendam orang tuanya pada Kala."


"Maka melaluinya lah, dendam itu akan dilaksanakannya, dengan membayar orang lain yang bukan para pengawalnya, untuk membakar 21 perusahaan Birawa Group sampai rata dengan tanah."


"Kebetulan orang yang dihubungi waktu itu adalah papa, maka papa langsung merespon tawaran itu dengan baik."


"Jadi di penghujung tahun baru ini, tugas itu akan papa kerjakan, dengan membayar orang lain lagi sebagai eksekutornya."

__ADS_1


"Begitulah awalnya cerita dan tugas itu bermula." Ucap Arnold atau Arok apa adanya


"Dendam! dendam! dendam!. Mau sampai kapan akan berakhir pa?"


"Sudah tahu salah dan ditegur atau dihukum, eh malah tidak terima, dan mau membalas dendam pula!"


"Dasar manusia tidak tahu diri dan tidak berakhlak !" Ucap Jennifer tak habis pikir


"Apa mama menyindirku?" Protes Arok tak senang


"Apa papa merasa begitu?" Balas Jenny ketus


"Nampaknya mama membela kebenaran, jadi mulai berani menyindir ku!" Bantah Arok semakin tidak senang


"Dengar ya pa baik baik!. Papa adalah kepala keluarga dengan tiga jiwa ada dibawah tanggung jawab papa!"


"Jika papa mati atau celaka karena asik terlibat dengan dendam, apalagi dendam orang lain!, Lalu bagaimana dengan nasib kami pa?"


"Apakah si Kala atau Sangkuni itu akan bertanggung jawab, dan menjamin hidup keluarga papa ini?" Ucap dan tanya Jennifer geram


"Apa yang mama katakan itu benar juga, tapi papa sudah terlanjur menerima tugas tersebut."


"Jika papa mundur maka papa akan dibunuh, karena berani menipunya." Jawab Arnold lemah


"Bagaimana kalau kita melarikan diri saja pa, jauh dari kota J ini?" Tanya Jennifer memberi usul


"Mama ni bagaimana sih!"


"Sudah papa katakan tadi, kalau papa berani berkhianat, apalagi menipu orang itu, percayalah!. Hanya dalam waktu tak lebih dari satu hari, keberadaan kita akan ditemukan oleh orang orang tuan besar itu!"


"Lalu kita harus bagaimana pa?. Apakah menunggu untuk dihabisi oleh dua kekuatan besar yang mengurung kita?" Tanya Jennifer butuh kepastian


"Papa juga bingung ma!. Sudah terlanjur terjadi, ya apa boleh buat lah!"


"Apapun resikonya akan kita pikirkan nanti!" Jawab Arok asal jawab saja


"Bagaimana memikirkannya kalau papa sudah mati, karena pekerjaan itu?" Protes Jennifer tidak habis pikir


"Ah sudahlah!. Kepala ku jadi pusing!" Respon Arnold marah, Lalu pergi begitu saja dari hadapan istrinya dengan pikiran kacau


"Huh dasar laki laki egois!" Maki Jennifer kesal, kemudian menyusul suaminya dengan langkah terpaksa


***


"Kenapa mama berkemas kemas seperti itu, apakah Mama akan bepergian?" Tanya seorang gadis kecil cantik pada ibunya penasaran


"Tumben kau lupa anak ku, apa rencana kita akhir tahun ini?" Protes ibunya tak habis mengerti


"Memang kita mau kemana ma?" Tanya gadis kecil tersebut penasaran karena lupa


"Kita akan pergi ke salah satu Nagara Asia atau tepatnya Indonesia, dan kebetulan tempat yang akan kita tuju adalah kota M, tempat dimana papa mu dilahirkan." Jawab Ibunya berterus terang


"Apakah papa akan ikut kita ma?" Tanya Clara gadis cantik tersebut kurang senang


"Ya pastilah!. Kita ke sana karena mengikuti papa mu dalam urusan bisnis."


"Kalau tidak, mana bisa mama mengajakmu ke sana, kalau tidak bersama papa baru mu itu!" Jawab Adeline apa adanya

__ADS_1


"Begitu ya ma?.Itu berarti Clara bisa bertemu dengan orang yang membunuh papa dan mencubitnya!" Respon Clara senang


"Tempat tinggalnya mungkin tidak di kota itu, tapi di tempat lain anak ku." Ucap Adeline bingung


"Lalu bagaimana Clara bisa mencubitnya ma, kalau kita tidak tahu dimana dia tinggal?" Tanya Clara kebingungan


"Tentang masalah itu nanti akan kita pikirkan bersama, tapi setelah papa baru mu menyelesaikan urusannya di sana."Jawab Adeline mantap


"Baiklah ma, Clara akan menunggu saat orang jahat itu ada di depan Clara, saat itulah Clara akan mencubitnya."


"Lalu bagaimana kalau dia tidak mau atau melawan, apakah Clara tetap akan mencubitnya?" Tanya Adeline sekedar menguji tekad dari anaknya itu


"Kalau dia melawan, Clara akan tembak dia dengan pistol ini!" Jawab Clara mantap


"Hus!. Jangan ngaco!. Negara itu tidak mengijinkan orang sipil yang bukan petugas membawa senjata, apalagi anak kecil sepertimu!" Sambut Adeline memberi pengertian


"Lalu bagaimana caranya Clara bisa membunuhnya ma, kalau tidak pakai senjata?" Tanya Clara ingin tahu


"Tunggu setelah kau besar, dan lihat apakah ada sisi lemah dari orang itu."


"Setelah ketemu, baru kita menyusun rencana untuk menghabisinya dengan sisi lemahnya itu!" Jawab Adeline cukup licik


"Sisi lemah itu apa ma?" Tanya Clara, gadis enam tahun itu penasaran


"Kau kan cantik!, nanti setelah dewasa, pasti banyak pemuda yang ingin mendapatkan mu, termasuk juga anak laki laki penjahat pembunuh ayah mu tersebut!"


"Jadi nanti kalau Clara sudah besar, akan diperebutkan ya ma?. Memang Lala ini barang?" Protes Clara atau Lala kurang senang


"Bukan begitu juga anak ku!, setelah kau dewasa nanti wajah mu pasti cantik!"


"Sekarang saja kau kelihatan sudah sangat cantik, apalagi setelah dewasa nanti!" Ucap Adeline bangga


Dewasa itu apa ma?" Tanya Clara tiba tiba


"Duh kau ini!. Mama jadi bingung sendiri untuk menjawabnya!" Respon Adeline kebingungan


"Nantilah kalau kita ada waktu, mama akan menjelaskan apa itu dewasa padamu, Ya?" Ucap Adeline menyambung ceritanya


"Baiklah ma!" Jawab Clara patuh


***


Sementara itu di desa Argomulyo, Draco tiba tiba saja tersentak dari sikap Lotus nya, dengan pandangan matanya menerawang jauh entah ke mana


Saat itu dia sedang melatih Indra ke tujuh nya, sampai tahap pemahaman Wahyu taqwa tingkat tinggi


Saat itu dia baru saja menyelesaikan semedinya tersebut. Tiba tiba mata batinnya melihat seorang gadis kecil nan cantik, sedang berdiri memandang ke arah kota emas dari ketinggian


Di tangan gadis itu ada sebuah benda yang beraura hitam, meliuk liuk tidak beraturan. Sedangkan di sampingnya, ada dua orang dewasa, yang sedang memegang bahu kanan dan kirinya tersebut


Pandangan kedua mata mereka juga menyeramkan, dengan aura hitam yang terlihat tidak bersahabat


"Kota emas akan kedatangan musuh kuat, tapi bukan untuk saat ini."


"Aku harus memberitahu ayahku tentang ancaman tersebut, agar dia bisa bersiaga minimal bersiap siap!"


"Tidak boleh tidak, harus!" Ucap Dragon lirih

__ADS_1


__ADS_2