Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pelajaran berharga


__ADS_3

"Ya!. bahkan sudah kakek anggap sebagai keluarga sendiri. Tapi dia mengkhianati kakek, dengan menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah banyak!" Jawab tuan Birawa berterus terang


"Tapi mengapa kakek tidak mau menceritakan masalah itu pada Dion!" Tanya Dion menyesali keputusan kakeknya itu. sekaligus terkejut


"Memangnya untuk apa kakek harus menceritakan masalah itu pada mu?" Tanya kakeknya keheranan


"Ketahuilah kek!. Orang yang bernama Wolf itu, adalah mantan kakek mertuaku, sekaligus orang yang menyelamatkan nyawaku dulu!" Jawab Dion apa adanya


"Apa!" Pekik tuan Birawa dan Iron terkejut


"Benar kek!. Dia adakah kakek dari mantan istriku, Jasmine." Jawab Dion berterus terang


"Oh Tuhan!. Ternyata semua ini adalah ulah dari si manusia serigala Itu!" Reaksi tuan Birawa terkejut


"Maksud kakek apa?" Tanya Dion keheranan


"Ketahuilah Dion!, bahwa kakek mertuamu itu, adalah orang yang telah menculik mu dulu!" Ucap tuan Birawa geram, sambil mencengkeram sandaran kursinya kuat kuat


"Apa...! "


Bhaaaammm!


Jantung Dion berdetak kencang. Bumi terasa berputar, kepalanya pusing, dan otaknya buntu. Tidak menyangka, bahwa orang yang selama ini dianggapnya sebagai dewa penolong, ternyata adalah orang yang telah menculiknya


"Benar benar serigala berbulu domba, sesuai dengan namanya itu!" Batin hati Dion menyesal, atas sikap fanatik nya pada mantan kakek mertuanya tersebut


"Dari mana kakek tahu, kalau orang itu adalah pelakunya?" Tanya Dion tiba tiba, dengan rasa penasarannya yang tinggi


"Bawa orang itu kesini!" Perintah tegasnya pada Iron


"Baik tuan!" Reaksi Iron cepat


Tak lama kemudian, dua orang pengawal elit, terlihat mengapit seorang pria paruh baya, yang kedua tangannya diikat ke belakang, dan matanya tertutup kain hitam


"Buka penutup matanya!" Perintah tuan Birawa tegas


Kedua pengawal elite, yang mengapit pria paruh baya tersebut, segera membuka kain penutup matanya dengan kasar. Lalu memaksanya agar berlutut di lantai


"Dari orang itulah kakek tahu, cerita yang sebenarnya." Ucap tuan Birawa apa adanya


Dion mengamati wajah pria paruh baya tersebut lekat lekat. Seperti pernah melihat wajahnya dulu. Tapi di mana dan kapan, Dion sudah lupa


"Apakah benar, bahwa kakek Wolf itu, adalah pelaku penculikan terhadap diriku dulu?" Tanya Dion tegas, sambil menempelkan senjata tajam ke leher orang itu, sekedar untuk memastikan, Apakah berita yang didengar nya itu benar atau tidak


"Be..be..benar tuan!" Dialah orang yang telah menculik tuan waktu itu. Dan akulah orang yang disuruh untuk melakukannya." Jawab Samuel ketakutan dan hampir terkencing di celana


"Ceritakan semuanya!" Bentak Dion kuat dan marah


"Karena sakit hati yang dalam, Wolf menyuruhku untuk menculik tuan. dan rencananya akan diserahkan pada sepasang suami istri, yang juga mantan karyawan Birawa Group ini."


"Tapi tuan berhasil melarikan diri saat itu, dan ditemukan oleh seseorang, sedang tersangkut di dahan pohon."


"Ternyata orang yang menemukan tuan waktu itu, adalah orang yang akan mengadopsi tuan. Dan sangat kebetulan sekali, dia menemukannya."


"Untuk kejadian selanjutnya tuan sudah mengetahuinya sendiri" Ucap Samuel apa adanya


"Tapi untuk apa si Wolf itu menculik ku?" Teriak Dion kuat penuh dengan kemarahan


"Selain untuk membalas dendam, dia juga berencana ingin menjodohkan tuan dengan cucunya itu. dan akhirnya berhasil!"


"Terus!"


"Dengan menikahkan tuan dengan cucunya itu, diharapkan perusahaan milik tuan Birawa, akan jatuh ke tangannya, melalui cucunya tersebut."

__ADS_1


"Jadi..?"


"Benar tuan!. Walau rencana si Wolf itu berhasil, tapi cucunya tidak mendukung. Akhirnya tuan dan nona Jasmine berpisah." Jawab Samuel apa adanya


"Tapi bagaimana kejadian itu bisa terjadi secara alami, dan seperti kebetulan?" Tanya Dion tak habis pikir


"Wolf memintaku untuk meracuni tuan, melalui teman tuan sendiri,Tommy dan satu temannya itu."


"Setelah berhasil. Mereka berakting, seolah olah ingin menghabisi tuan, dan memburu tuan, agar lari mendekati rumah wolf. Biar dia berperan sebagai dewa penolong tuan, dan ternyata rencananya itu juga berhasil."


"Untuk cerita selanjutnya, tuan sudah mengetahuinya sendiri. jadi tidak perlu kuceritakan lagi"


"Tapi yang belum tuan tahu adalah, Wolf belum sempat menceritakan, siapa tuan yang sebenarnya, dan apa tujuannya menikahkan tuan dengan cucunya itu. Karena dia sudah keburu mati duluan."


"Jadi, Jasmine dan keluarganya itu, tidak mengetahui cerita yang sebenarnya tentang tuan." Ucapnya berterus terang dan sangat panjang sekali


"Oh Tuhan!. Orang yang ku sangka baik, ternyata adalah musuh dalam selimut. dan orang yang sangat dibenci oleh kakekku sendiri, bahkan menjadi musuh terbesarnya selama hidup!"


"Aku sungguh menyesal, karena telah mempercayainya secara membabi buta. hingga aku terus percaya, bahwa dia adalah dewa penolongku, dan aku merasa terus berhutang budi selama hidupku!"


"Jika aku tahu masalah ini sejak dari dulu, pasti keluarga itu sudah lama aku habisi!"


"Tapi nasi sudah menjadi bubur!. semua telah terjadi. Yang diperlukan sekarang adalah, menata kembali hatiku yang terluka ini. karena telah dibohongi oleh orang yang ku anggap sebagai tuan penolongku!" Batin hati Dion bertalu talu, menyesali apa yang telah dia perbuat selama ini


"Lalu apa hubungannya dengan orang yang bernama Braga itu?" Tanya Dion masih penasaran


"Dia yang memerintahkan agar anak buahnya menculik tuan, dan ternyata rencananya berhasil." Jawab Samuel cepat


"Karena perbuatan mereka itulah, kedua orang tua tuan meninggal dunia. Dan tuan Birawa merasa sangat kehilangan sekali."


"Selama bertahun tahun, rahasia besar itu, hanya kami saja yang mengetahui."


"Bahkan ketika terjadi perselisihan besar, antara Kelompok Iron dan kelompok kami, yang akhirnya melibatkan tuan Birawa juga, rahasia itu tetap tidak diketahui."


"Setelah kejadian itu, 18 tahun kami menyembunyikan diri. Hidup berpindah pindah. harus melakukan penyamaran agar tidak diketahui."


"Sekarang, kami memutuskan untuk muncul kembali di permukaan, untuk melanjutkan balas dendam kami pada tuan Birawa dan si Iron itu." Ucapnya sambil menggeretakkan gigi giginya kuat kuat


"Lalu bagaimana kau bisa ketahuan dan ditangkap seperti ini?" Tanya Dion geram, karena Samuel belum juga mau tunduk


"Orang orang mu telah mengetahui persembunyian ku, dan menangkapku malam ini juga. serta menyandera keluargaku"


"Kalau bukan karena dijanjikan mereka akan dilepaskan! Sampai matipun aku tidak akan menceritakan ini pada kalian!"


"Aku boleh tunduk dan takluk serta patuh pada kalian!"


"Tapi untuk kalian ketahui Braga dan ratusan anak buahnya itu, masih berkeliaran di kota ini, dan siap untuk menghancurkan kalian!" Ucap Samuel tiba tiba marah, dan berkata berapi api seperti itu


"Apa yang sedang dia rencanakan?" Tanya Dion terpancing emosi


"Hehehehe!. Aku rasa saat ini orang orang nya, sudah memasuki rumah mu, dan menyandera keluarga mu!" Jawabnya sambil terkekeh dan menyeringai dingin


"Apa!" Teriak Dion shock karena terkejut, lalu..


Buk!


"Uuugghh!"


"Katakan dimana tempat persembunyian Braga itu!" Tanya Dion emosi


"Kau carilah sendiri tuan sombong!" Jawab nya diluar dugaan


"Kurang ajar!. Dikasih hati malah minta jantung!" Teriak Iron marah

__ADS_1


"Kami sudah berbaik hati untuk tidak membunuhmu, tapi ucapanmu telah merendahkan tuan besar kami!" Teriak Iron marah, kemudian..


"Buk! buk!


Dua kali tendangan kuat mengenai tubuh Samuel, hingga membuatnya berguling guling dilantai


Tak cukup sampai disitu, Iron dengan beringasnya menginjak dada Samuel, hingga berbunyi kraakkk!. dan tak lama kemudian Samuel mati, dengan cara yang mengenaskan seperti itu


"Kakek!. Dion akan kembali ke villa. Dion takut mereka akan celaka!" Ucap Dion panik


"Kau tenang saja Dion!. Para penyerang itu sudah berhasil dilumpuhkan, oleh tiga gadis Shanghai itu, dibantu oleh Eric dan Anjani, serta puluhan pengawal elit lainnya." Ucap kakeknya kalem


"Dari mana kakek bisa mengetahui berita itu?" Tanya Dion penasaran


"Itu gampang, karena CCTV di villa kita itu, terhubung dengan markas ini. Jadi jika ada bahaya, para pengawal akan mengetahui, bahwa ada bahaya yang sedang mengancam kita." Jawab tuan Birawa masih tetap bersikap tenang


"Tapi Dion heran!. Kenapa kakek juga paman Iron, masih bisa duduk tenang tenang saja disini. Padahal sudah tahu, ada bahaya yang sedang mengancam keluarga kita!" Ucap Dion sambil menggeleng


"Apakah kau lupa Dion, siapa para pengawal kita itu?" Jawab kakeknya malah balik bertanya


Dion kebingungan dengan pertanyaan dari kakeknya tersebut. Hatinya masih dibaluti rasa bimbang yang teramat sangat. Belum bisa berpikir jernih, karena hati dan pikiran nya, masih tetap mengkhawatirkan akan keselamatan dari keluarganya itu


"Jadi maksud kakek...?"


"Ya. para penyerang itu sudah berhasil ditangkap, dan sebagiannya lagi mati terbunuh. Sekarang mereka sedang ditangani oleh oleh orang orang kita."


"Jadi sekarang kau duduk manis aja di sini. Sebentar lagi para penyerang tersebut akan sampai ke sini." Jawab tuan Birawa kalem


"Dion sangat malu dengan kejadian ini kek!. Karena telah bersikap tidak waspada, dan tidak mau mendengarkan peringatan dari orang sendiri!" Ucap Dion lemah, menyesali perbuatan salah nya itu


"Sudahkah!. Tidak perlu disesali lagi. Sekarang yang penting adalah, kau sudah tahu bagaimana harus bersikap kedepannya."


"Waspada dan berhati hati itu penting, agar tidak terjebak dalam situasi yang dibuat sendiri."


"Di dunia ini, banyak orang yang berpura pura baik. Tapi di belakang, kita tidak tahu apa tujuan mereka yang sebenarnya."


"Sama seperti si Wolf itu. Pura pura baik dan menolong mu, tapi ternyata mempunyai niat busuk!"


"Braga begitu juga. Pura pura tertabrak oleh mu, agar kau bersimpati padanya. Padahal sesungguhnya, hal itu disengaja oleh si Braga tersebut"


"Tapi sayangnya hatimu terlalu polos dan jujur. malah terkesan lembek. Selalu menganggap orang yang bersikap baik pada kita, itu semuanya asli."


"Akhirnya sekarang kau mengetahui, siapa dia yang sebenarnya."


"Apakah dengan kejadian ini, kau menjadi sadar Dion?" Tanya kakeknya sangat menohok hati Dion itu


"Iya kek!. Dion sadar, bahwa selama ini, Dion telah salah menganggap, bahwa orang orang tersebut, adalah orang baik, dan harus dibalas dengan kebaikan juga."


"Mulai hari ini Dion bersumpah! akan selalu bersikap hati hati dan waspada, agar kejadian seperti ini, tidak terulang kembali!" Ucap Dion dengan tekad kuat


"Bagus!. Itu baru namanya cucu kakek. Dion yang dulu kakek kenal sebagai monster, yang lebih monster daripada monster. Tapi sekarang seperti anak ayam yang kehilangan induknya!"


"Tugas kakek dan Iron, adalah untuk membimbingmu, agar kedepannya menjadi orang yang semakin kuat, dan tidak akan mudah dijatuhkan oleh orang lain."


"Selain itu, kakek juga ingin kau bertambah kuat dan semakin kuat, tidak seperti sekarang ini."


"Kakek lihat, kau sekarang jarang sekali berlatih, untuk mengasah ilmu bela diri mu, begitu juga dengan ilmu tenaga dalam mu tersebut!"


"Kakek ingin setelah ini, kau rajin berlatih. Untuk masalah perusahaan, biar kakek yang akan menangani dulu. Apakah kau paham dan bersedia Dion?" Tanya kakeknya tegas


"Ya kek!. Dion bersedia dan paham. Untuk 3 bulan ini, Dion akan istirahat, dan akan melatih ilmu beladiri Dion agar tidak mudah dijatuhkan oleh orang lain"


"Selain itu Dion juga harus lebih banyak belajar tentang falsafah hidup, agar kedepannya, tidak sesat lagi!" Jawab Dion mantap, lalu mengarahkan pandangannya ke arah Iron, dan berkata..

__ADS_1


"Apakah paman Iron mau menjadi lawan latih ku nanti?" Tanya Dion tiba tiba


__ADS_2