
Emily yang waktu itu dijemput oleh Hans, atas perintah Dion, untuk datang ke vilanya, saat ini sudah berada di sana, dan tidak ikut makan di restoran bersama dion
Dia ditahan oleh tuan Birawa, untuk tetap tinggal di vila, karena banyak hal yang ingin dia bicarakan dengannya
Sedangkan Dion hanya berbincang dengan Emily dan kakeknya itu, sekitar satu jam. Setelah itu, dia mengajak bawahannya untuk makan bersama di Top Sky Restoran, dengan meninggalkan Emily di vilanya sendiri
Kehadiran Emily, benar benar diterima oleh tuan Birawa. Disamping cantik, Emily juga mempunyai kepribadian yang baik
Tutur katanya sopan dan lemah lembut, hingga membuat kakeknya Dion senang, dan bagai sedang berhadapan dengan cucu kandungnya sendiri
Saat Dion dan anak buahnya sudah hampir selesai makan di Top Sky Restoran itu, Emily dan kakek angkatnya, beserta Iron dan pengawal pengawal elit lainnya, baru saja akan mulai makan, yang menunya juga tidak kalah mewah dari menu yang disuguhkan di restoran tempat Dion makan tersebut
Dengan ramahnya, tuan Birawa mempersilakan anak buahnya, untuk mencicipi hidangan yang telah ada di atas meja, karena dia ingin merayakan kedatangan cucu angkatnya itu
Maka jadilah acara makan tersebut, menjadi ajang kekeluargaan, untuk mempererat tali silaturahmi antara atasan dan bawahan
Tak lama kemudian, mereka pun makan dengan lahapnya, karena memang perut sedang lapar, ditambah lagi, menu yang dihidangkan di atas meja, merupakan menu mewah sehat dan lezat
Sepuluh menit setelah itu, acara makan tersebut hampir selesai. Tuan Birawa menggunakan kesempatan itu, untuk menggoda Emily dan bawahannya tersebut, dengan berucap
"Ternyata cucu angkat ku ini sangat cantik sekali. Jika kalian para pengawal elit, ataupun komandan tim tertarik padanya, harus meminta izin padaku!" Ujarnya bercanda
"Kakek!" Pekik lirih Emily dengan sikap manja dan malu malu
"Kalau kalian tidak ada yang berani melamarnya, maka aku akan menjodohkannya dengan Dion. Bagaimana?" Ucap tuan Birawa serius
"Mohon maaf tuan besar!, kalau saya lancang, dan sekedar mengingatkan. Bukankah tuan muda Dion sudah memiliki nona Ivory?" Ucap Iron memberanikan diri bertanya. Iron menganggap serius ucapan dari tuannya itu
"Apa salahnya kalau dia mempunyai lebih dari satu istri?. Bukankah dia mampu, ditunjang lagi dia sekarang bukan orang sembarangan lagi." Bantah tuan Birawa tak mau kalah
"Mohon maafkan ketidaksopanan kami ini tuan besar." Respon Iron merasa tidak enak hati. Dia kira tuan Birawa marah padanya
"Kau tidak salah Iron!. Apa yang kau katakan itu juga tidak salah. Aku hanya menggoda cucuku ini saja." Jawab tuan Birawa menyembunyikan kekecewaannya tersebut
"Awalnya aku menjodohkan Dion dengan Maya, tapi Maya dengan halus menolak dan mengundurkan diri dari perjodohan tersebut, dengan alasan yang masuk akal, dan dia hanya mau menjadi cucu angkat ku, sama seperti si Emily ini. Bagaimana menurut kalian?" Tanya tuan Birawa kepada orang orang yang hadir di jamuan makan itu
"Kami mendukung apapun yang menjadi keputusan tuan besar, karena kewajiban kami adalah untuk mematuhi segala perintah dan arahan, yang diberikan!" Jawab mereka serempak, termasuk juga iron
Emily yang menjadi bahan perdebatan tersebut, hanya tersenyum kecil malu malu. Di dalam hatinya bersorak gembira, tapi sekaligus sedih. Entah apa yang ada di dalam hati dan pikirannya tersebut
Emily pada awalnya memang menyukai Dion, tanpa memandang latar belakangnya sekarang, Emily menjadi sadar diri
Ketika kawan kawan sekampusnya dulu, menjauhi Dion, Emily malah merapat, dan tidak memperdulikan apapun yang diucapkan oleh orang orang sekampus nya itu, apalagi setelah dia diselamatkan oleh Dion, dari kejahatan segelintir mahasiswa, yang berniat kurang baik padanya waktu itu
Benih benih suka, sayang dan cinta, sudah mulai tumbuh di hati Emily, tapi dengan pandainya dia menyembunyikan perasaan tersebut, dan tidak pernah diungkapkannya kepada Dion sampai saat ini
Walaupun setiap hari, Dion dibully, dicerca dan dihina. Emily tetap tampil sebagai pembela, karena dia tidak membeda bedakan, apakah Dion itu orang kaya atau orang miskin. Baginya, semua manusia itu sama
Karena sikap baik dan lembutnya itulah, Dion menjadi bersimpati pada Emily, dalam artian bukan jatuh cinta, tetapi hanya merasa senang saja. Karena sebanyak banyak temannya di kampus, hanya Emily yang selalu memberikan motivasi dan dorongan pada Dion
Saat ini, karena merasa tidak enak menjadi bahan perbincangan di acara makan tersebut, Emily berkata. "Kakek, dan saudara semua. Sebaiknya kita selesaikan makan dulu. karena takut, makanannya nanti direbut oleh lalat!" Ucapnya sambil bercanda
Mendengar ucapan Emily yang kocak tersebut, mereka jadi tertawa lepas. hilang sudah ketegangan yang sempat terjadi beberapa saat tadi
__ADS_1
Tuan Birawa pun demikian. Entah mengapa, dia begitu antusias untuk menjodohkan Dion dengan siapa yang dia sukai
Ini bisa gawat!. Padahal Emily itu kan awalnya hanya adik angkat Dion, dan mereka juga sudah berikrar demikian. Lalu bagaimana kalau tuan Birawa menjodohkan Emi dengan Dion, kan bisa berabe ya. Walau sebenarnya bisa, tapi kita juga tidak tahu, bagaimana nanti dunia mempermainkan mereka
Jangankan yang ada di depan mata. yang jauh pun kadang kadang merapat dan mendekat. Yang dekat malah menjauh dan hilang ditiup angin
Jika seandainya Emily memang berjodoh dengan Dion, ya itu hak mereka. Dan siapa pun tidak bisa mencegahnya
Sebaliknya. andai Ivory tidak berjodoh dengan Dion, itu mungkin karena takdir. Siapapun tidak bisa memaksa agar mereka tetap bersama
Namun bagi Emily, untuk saat ini, sekali tidak tetaplah tidak!. Dia tetap menganggap Dion itu sebagai kakak angkatnya, dan orang yang sangat berjasa bagi hidupnya, dulu kini dan nanti
Walaupun di dalam hatinya ada perasaan cinta, tapi itu dulu. Setelah beberapa saat berlalu, apalagi setelah dia mengetahui, bahwa Dion itu orang kaya, dan pewaris satu satunya perusahaan Birawa Group, dan sudah punya Ivory, tentu saja, dia tidak mau memotong haluan orang. Itulah prinsip dasar
Emily
Setelah setengah jam, acara makan itupun selesai, dan perbincangan masih tetap berlanjut.
"Apapun yang aku ucapkan tadi,Jangan dianggap serius. Emily Baru saja datang bergabung di keluargaku, tentu saja dia harus belajar menyesuaikan diri." Ucap tuan Birawa, sambil mengedarkan pandangannya pada semua yang hadir disitu, kemudian beralih ke Emily
"Selama kau bekerja di perusahaan Birawa Group, di mana kau tinggal Emily?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Karena awalnya nya Emi bukan berasal dari orang kaya, maka selama bekerja di Birawa Group, Emi tinggal di di rumah warisan orang tua." Jawab nya
"Tapi setelah diterima bekerja kembali di perusahaan yang sama, dan diberi kepercayaan untuk menduduki pimpinan, maka dengan gaji yang didapatkan itu, Emi pergunakan untuk mencicil pembelian rumah, yang saat ini belum lunas juga." Sambungnya lagi
"Ternyata begitu!" Dimana lokasi rumah yang kau beli itu?" Tanya tuan Birawa ingin tahu
"Hahahaha!. Ternyata pilihanmu tepat, dan mulai saat ini, kau tidak perlu lagi mencicil rumah itu, karena perumahan tersebut adalah milik Birawa Group."
"Karena kau adalah cucuku, maka aku sebagai kakek mu, akan membebaskan pembayaran rumah itu."
"Tapi kek!"
"Tidak ada tapi tapi. Setelah Dion pulang, kakek akan membicarakan masalah ini dengannya."
"Baiklah!, karena acara makan ini telah selesai, dan jika kalian ada kesibukan lain, silakan membubarkan diri!" Ucap tuan Birawa tegas
"Baik tuan besar, kami undur diri!" Jawab mereka serempak kecuali Iron
"Bagaimana menurut pendapatmu Iron, kalau Emi ini, kita jodohkan dengan tuan muda mu?" Tanya tuan Birawa, sesaat setelah orang orangnya itu pergi
"Saya akan mengikuti semua perintah dan arahan dari tuan besar!" Jawab Iron tidak mau gegabah lagi
"Aku mau jawaban tegas, tidak bertele tele seperti itu!" Bantah tuan Birawa tidak senang
"Kakek!. Bukankah kakek sudah tahu dan mendengar, bahwa Emily ini adalah cucu kakek, dan sekaligus adik angkat daripada tuan muda Dion?. Kalau kakek menjodohkanku dengan tuan muda, apa yang akan terjadi?. Emi hanya ingin menjadi cucu saja, tapi bukan cucu menantu!" Sanggah Emily menengahi ketegangan itu
"Kalau kakek ingin agar Dion beristri lebih dari satu, maka sebaiknya kakek membujuk kembali kakak Maya itu, untuk mau menikah dengan tuan muda." Ucapnya lagi
"Kakek sudah berusaha membujuknya, bahkan Dion dan Ivory juga sudah menemuinya, tapi keputusannya tetap. Dia tidak mau menikah dengan Dion." Bantah tuan Birawa apa adanya
"Bagaimana kek, kalau Maya itu dijodohkan dengan salah seorang dari pengawal pengawal kakek itu?" Ucap Emily memberi usul
__ADS_1
"Betul juga apa yang kau katakan itu. Kakek baru terpikir, setelah kau mengucapkan usul tersebut." Jawab kakeknya senang
"Eh tunggu dulu!. Memangnya apa hak kakek, untuk mengatur agar Maya mau menikah dengan pilihan kakek, sementara dia mempunyai orang tua, dan saudara kandung sendiri!" Ucap tuan Birawa merasa bersalah
Emily terdiam, baru dia menyadari, bahwa ucapan
nya itu jelas saja salah, karena dia melupakan keberadaan orang tua Maya, dan keberadaan saudara kandung nya itu
"Oh ya!. Apakah kau sudah punya calon ?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
Emily hanya diam saja, tidak berani merespon atau menjawab, pertanyaan dari kakek angkatnya tersebut. Tapi beberapa saat kemudian dia berkata. "Sejujurnya Emily belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun kek, tapi kalau boleh jujur Emi berterus terang, bahwa orang pertama yang Emi sukai dan cintai dulu adalah tuan muda Dion, karena kami berteman sudah cukup lama." Jawab Emily berterus terang
"Kalau begitu kebetulan sekali. bagaimana kalau kau menikah dengan cucu ku saja?" Desak tuan Birawa senang
"Menikah dengan siapa kakek?" Ucap seseorang yang tiba tiba saja datang dari arah belakang
"Dion!. Kebetulan sekali kau datang. Ayo cepat kesini!" Sambut kakeknya senang
"Memangnya ada masalah apa kek?" Tanya Dion penasaran
"Kakek sedang berencana untuk mencarikan jodoh buat adik mu ini, karena usianya pun sudah pantas untuk menikah. Bagaimana menurut pendapatmu?" Jawab kakek nya terus terang
"Nah itu sangat bagus kedengarannya. Dion setuju saja kek!" Respon Dion cepat, menimpali pernyataan dari kakeknya tersebut, namun sedetik kemudian Dion berkata
"Tapi apakah kakek lupa? bahwa Emily ini walau cucu angkat kakek, tapi dia kan masih punya keluarga, kalau kakek dengan seenaknya saja menjodohkan Emi dengan orang lain, lalu bagaimana perasaan keluarganya?" Ucap Dion mengingatkan kakeknya itu
"Benar juga apa yang kau katakan!. Kenapa kakek semakin lama semakin linglung, dan terlalu bersemangat, kalau dalam masalah jodoh menjodohkan ini?" Jawab kakeknya, sambil memijit kulit keningnya yang mulai keriput itu
"Apakah di kota B ini kau mempunyai keluarga Emi?" Ujarnya
"Ada kek!, dan tuan muda sudah mengetahuinya. mereka tinggal di pinggiran kota B itu." Jawab Emily cepat
"Jangan panggil aku tuan muda, ketika kita sedang bersama dalam keluarga ini, panggil aku kakak!. Apakah kau sudah lupa Lily?" Tanya Dion mengingatkan Emily
"Ya Emi lupa kak. dan kakak juga jangan memanggil Emi dengan Lily lagi, tapi panggil dengan Emi saja." Ucap Emily turut mengingatkan Dion, dan Dion hanya mengangguk kecil saja
"Oh ya!. Tadi Emily ada menceritakan, bahwa orang pertama yang dia kenal, dan dia sukai adalah kamu Dion. Apakah selama ini kau mengetahui perasaannya?" Tanya kakek Birawa ingin tahu
Dion tidak menjawab ataupun bersuara, Dion hanya mengerutkan keningnya pertanda terkejut, dan tidak menyangka, bahwa selama ini, Emily ada menaruh hati padanya. Pantas saja sikapnya dari dulu sangat baik dan lembut pada Dion
"Dion tidak tahu masalah itu kek. yang Dion tahu, Emily ini, telah berikrar, bahwa dia hanya ingin menjadi saudara angkat ku saja!" Jawab Dion mencoba mengelak
"Jangankan saudara angkat, sepupu saja bisa menikah, kalau sama sama mau. Atau bagaimana, kalau Emily ini kakek jodohkan dengan mu saja ?" Tanya tuan Birawa tanpa berselindung lagi
"Kakek ini memang ya!. Ketemu Maya langsung dijodohkan dengan Dion, ketemu Emily dijodohkan lagi dengan Dion. Nanti ketemu dengan orang lain, dijodohkan lagi. Lalu siapa sebenarnya yang kakek inginkan?. Bukankah Dion sekarang sudah memiliki Ivory ?" Protes Dion mencoba mengingatkan kakeknya tersebut
"Benar apa yang kau katakan itu, tapi kakek ingin agar Emily ada yang melindungi." Jawab kakeknya enteng
"Apakah kakek lupa, dengan ucapan kakek sendiri. Jika Dion menikah lebih dari pada satu, maka di kemudian hari, akan menjadi fitnah, karena masing masing keturunan Dion, mungkin akan berebut harta warisan Dion. Apakah kakek lupa?" Bantah Dion tidak mau kalah
"Waduh!, Kakek benar benar lupa cucuku. Kalau begitu, kakak tarik ucapan kakek tadi, dan kau Emily, jangan diambil hati. Paham!" Jawab tuan Birawa tidak tetap pendirian
"Paham kek!" Jawab Emily sambil tersenyum manis
__ADS_1