Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Bagaimana menjelaskannya?


__ADS_3

"Maaf tuan menteri!. Apa yang dilakukan oleh anak ku itu bukan teknologi. Tapi semacam kemampuan sihir."


"Tapi yang dimiliki oleh anak ku bukankah sihir. Namun..!"


"Teruskan tuan Dion!. Kami siap mendengarkannya!" Ucap Sangkok Yap memotong penjelasan Dion sangking bersemangat sekali


Dia berpikir kalau itupun bukan teknologi, setidaknya Dragon bisa menurunkannya pada salah seorang cenayang kerajaan, atau minimal padanya


Tapi sayangnya apa yang dipikirkan oleh Sangkok Yap itu diketahui oleh Dragon. Tapi dia diam saja, Karena bukan merupakan satu ancaman atau permusuhan ke pihaknya


Sementara itu Dion masih tetap diam dan berpikir keras, bagaimana harus menjelaskannya pada orang penting negara itu


Tapi jika terus dibiarkan, akan semakin membuat penasaran. Namun Dion tetap juga tidak mendapatkan solusi


Beberapa detik kemudian, dia memandang ke arah Dragon, untuk meminta persetujuan, atau agar Dragon melakukan sesuatu. Supaya rasa


penasaran mereka terjawab atau hilang


Namun Dragon menggelengkan kepalanya tanda menolak. Dia berpikir untuk kali ini apa yang mereka lihat itu harus tetap mereka ingat, agar hati dan pikiran mereka tetap terpaut, dan rasa kagum mereka terhadap orang Indonesia semakin bertambah besar


Jadi Dragon tampil kedepan, dan menjelaskan apa adanya. kecuali ilmu Wahyu Taqwa dan Kalamurka itu


Tapi tetap saja mereka tidak paham, dan belum bisa menerima penjelasan Dragon tersebut


Untungnya Siringkot Trakea, yang sejak semula bersikap bijaksana ikut nimbrung, setelah meminta izin pada perdana menteri. Dengan berkata. "Tuan perdana menteri!. Lebih baik kita fokus pada titah Baginda!"


"Mungkin saat ini dia sedang menunggu tuan ini di istananya!"


"Jadi alangkah lebih baik jika kita membawa tuan tuan ini untuk menemuinya!" Ucap Siringkot Trakea dengan suara pelan dan terkesan berkharisma


"Benar apa yang anda katakan jenderal!. Kenapa saya sampai lupa?" Respon Sangkok Yap menyesali diri. Kemudian berkata pada Dion juga Dragon


"Tuan Dion juga tuan dewa!. Mari ikut dengan kami untuk bertemu dengan raja kami."


"Dia berpesan demikian karena ingin bertemu dengan anak tuan ini!"


"Entah mengapa sejak dari awal, Raja kami ingin bertemu. Dan sudah menganggap bahwa anak tuan ini adalah dewa, termasuk kami ini juga mengganggap demikian!"


"Maaf tuan menteri!. Anak ku ini bukan dewa, tapi manusia biasa yang kebetulan diberi kelebihan dari yang lain." Respon Dion merasa tak enak hati


"Apapun itu namanya!. Kami tetap menganggap tuan naga ini adalah dewa!" Jawab Sangkok Yap tetap ngotot


"Haduh!. Mau bagaimana lagi?. Orang sudah menganggap demikian, ya biarkan saja!" Batin Dion dalam hati


"Kalau begitu mari ikut dengan kami, menuju mobil mobil yang sudah kami siapkan!"


"Tapi maaf!, kalau tidak bisa membawa semuanya dengan mobil mobil itu!" Ujarnya merasa malu


"Terima kasih tuan menteri. Tapi bolehkah kalau kami pergi dengan cara kami?" Ucap Dion merasa tidak enak hati


"Maksud tuan. Tuan sekalian mau pergi menggunakan tekhnologi canggih itu?" Tanya Sangkok Yap penasaran


"Kurang lebih begitulah tuan menteri!" Jawab Dion membenarkan


"Kalau begitu kami juga ingin mencoba pengalaman tersebut!. Apakah bisa?" Respon dan tanya Sangkok Yap penuh pengharapan

__ADS_1


Dion tidak bisa menjawab. Dia hanya memandang anaknya, apakah mengizinkan atau tidak


Mendapat tatapan seperti itu, Dragon hanya mengangguk kecil tanda menyetujuinya


"Baiklah tuan menteri!. Kita bisa pergi dengan menggunakan teknologi itu." Jawab Dion sambil tersenyum


"Bagus!. Jawaban itu yang ingin kami dengar!" Respon Sangkok Yap senang


Setengah menit kemudian. Apa yang diinginkan oleh Sangkok Yap juga yang lain telah terkabul. Saat ini mereka sudah berada di depan istana raja, dan sampai dengan selamat


Kemunculan mereka yang tiba tiba seperti itu, tentu saja mengejutkan siapapun yang melihatnya.Terutama para penjaga istana


"Hebat!. Teknologi negara tuan memang benar benar luar biasa!"


"Baru kali ini. Kami melihat dan mengalaminya!"


"Jika yang mulia raja tahu tentang ini. Pasti dia akan sangat senang sekali!"


"Benarkan begitu panglima?" Ucap Sangkok Yap bersemangat


"Ya anda benar!. Kami saja merasa seperti berada dalam mimpi."


"Tubuh melayang, perasan tenang, dan hati tentram saat berada dalam perjalanan, dan terasa sangat singkat sekali!" Jawab Thanom Nopadon membenarkan


"Kalau begitu mari kita menghadap raja dan menceritakan pengalaman ini padanya!" Respon Sangkok Yap sangat senang


Dion dan Dragon yang mendengar itu hanya diam saja. Mereka bingung mau berkata apa pada perdana menteri juga panglima


Tidak mungkin Dragon akan berterus terang tentang semua itu, dan menjelaskan bahwa itu adakah ilmu Wahyu Taqwa. Tapi apakah mereka tahu tentang itu, walau sudah dijelaskan nanti?


Dalam kebingungan seperti itu .Terdengar suara yang cukup ramah di telinga Dion dan orang orangnya


Panglima tertinggi mengambil inisiatif untuk mengajak mereka masuk. Karena ajakan pertama belum direspon oleh Dion dan yang lain


"Mari silakan masuk tuan Dion juga tuan dewa!"


"Tapi maaf! Hanya 14 orang yang diijinkan untuk masuk duluan."


"Jadi silakan tuan memilih pengawal tuan, untuk mendampingi tuan bertemu dengan raja kami." Ucap Thanom Nopadon menjelaskan tata aturan untuk bertemu Raja mereka


"Baik terima kasih atas penjelasannya tuan panglima!"


"Cukup kami delapan orang saja yang akan masuk."


"Sedangkan sisanya akan tetap berada diluar." Jawab Dion cukup bijaksana, dan menghormati peraturan di negara orang lain


"Kalau begitu silakan masuk tuan tuan!" Respon Sangkok Yap dengan ekspresi ramah. Menimpali ucapan Dion dan Thanom Nopadon tersebut


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di aula pertemuan Istana. Tapi Raja belum terlihat ada di singgasananya


Namun beberapa saat kemudian. Raja dan permaisuri serta dua orang anaknya, satu laki laki satu perempuan yang masih kecil, muncul dari balik gerbang aula, dan segera disambut oleh beberapa orang penting istana serta negara, termasuk perdana menteri juga panglima


Mereka langsung bersimpuh atau berlutut di lantai, dengan wajah tidak berani bertatap dengan wajah rajanya


Tapi Dion, Dragon juga yang lainnya hanya berdiri diam. Mereka hanya menangkupkan dua telapak tangannya di dada, untuk memberi hormat pada raja negara Thailand itu

__ADS_1


Melihat itu raja yang sangat berkharisma tersebut hanya tersenyum saja. Kemudian menyuruh rakyatnya berdiri dan menempati kursinya masing masing


Sedangkan Dion, Dragon serta yang lainnya, belum mendapatkan tempat duduk, dan raja belum menyuruh mereka untuk itu


Lalu sepuluh detik kemudian raja itu berkata " Silakan duduk tamu agung!"


"Maaf kalau kami tidak menyambut kalian semestinya!" Ujarnya ramah


"Tidak masalah tuan raja. Justru kami merasa tersanjung karena diundang secara pribadi oleh anda!" Jawab Dragon dengan formal sekali


"Itu memang sudah semestinya!"


"Tapi kalau boleh kami tahu, siapakah nama anda?" Tanya raja itu ingin tahu


"Saya Dion Mahesa Birawa dari Indonesia!" Jawabnya tegas tapi sopan


Mendengar itu hati raja berdetak kencang, karena aura kekuatan lawan bicaranya keluar saat menjawab itu. Tapi berusaha disembunyikannya


Tak lama kemudian Raja pun berkata. "Kami merasa malu, karena tamu agung seperti kalian telah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di negara kami!"


"Semoga anda semua tidak merasa tersinggung, dan tidak jera datang ke negara Ini lagi!" Ucap raja Mongkut Rittirong dengan ekspresi tulus dan tidak enak hati


"Tidak sama sekali tuan raja!. Justru kami yang merasa tidak enak hati. karena orang orang ku telah membuat negara anda jadi sorotan!" Jawab Dion merendah


"Tidak juga!. Justru dengan adanya itu, mata kami jadi terbuka!"


"Orang yang selama ini dipercaya sebagai penguasa kota. Ternyata perilakunya sangat tidak terpuji!"


"Ditambah dengan sikap anaknya yang semena mena, menjadikan masalah itu jadi semakin runyam."


"Beruntung anak anda bisa mengatasi orang sombong itu, Dan berhasil menghentikan demo terbesar sepanjang sejarah negara kami!"


"Untuk itu saya sebagai raja, mewakili rakyat ku mengucapkan terima kasih kepada anda." Jawab Mongkut Rittirong tulus


Dion tidak bisa berkata apa apa lagi. Sebagai orang yang sudah terbiasa dihormati dan berkuasa, kecuali awal awal dulu. Menjadi paham atas niat dan tujuan raja berkata seperti itu


Dia juga sering menghadapi situasi seperti itu, bila anak buahnya melakukan sesuatu yang diluar koridor perusahaannya. Tapi demi menjaga hubungan baik antara atasan dan bawahan. maka Dion juga selalu mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana


"Oh ya tuan Dion!. Yang mana anak anda?" Ucap raja tersebut secara tiba tiba


"Saya tuan raja!" Jawab Dragon berinisiatif memperkenalkan diri sendiri pada raja itu sambil berdiri


"Hebat!. Anda sangat sangat luar biasa sekali!" Respon Mongkut Kittirong kagum


"Berkat anda. Demo yang sebesar itu jadi berhenti, dan itu belum pernah terjadi dimanapun!"


"Mungkin baru di negara kami hal itu terjadi!"


"untuk itu sekali lagi kami mengucapkan terima kasih pada anda!" Ucap raja berterus terang


"Maaf yang mulia!. Tamu tamu kita ini bukan orang biasa!"


"Mereka bisa datang dan pergi kapan dan ke manapun mereka mau, hanya dalam sekejap mata!"


"Itu semua berkat teknologi yang mereka punya. Dan kami sudah mencobanya!" Ucap Sangkok Yap berapi api. Kemudian menunduk hormat sambil menunggu reaksi dari rajanya

__ADS_1


"Benarkah itu tuan dewa?" Tanya Mongkut Kittirong merasa penasaran


__ADS_2