
Tapi Dragon yang dituju sudah tahu apa maksud dari kedatangan mereka itu. Begitu juga dengan ayahnya
Jadi mau tidak mau Dragon harus menghentikan kegiatannya, walau hanya tinggal berangkat saja
Tak lama kemudian terdengar suara lagi. "Tuan Dion!. Maafkan sikap kami yang tidak tahu balas budi terhadap anak anda itu!"
"Sungguh kami tidak berniat demikian, dan kami sangat menyesalinya!"
"Kami hanya terkejut, dan spontan merasa curiga, saat melihat raja kami jatuh pingsan seperti itu."
"Tapi sungguh kami tidak berniat demikian!"
"Oleh karena itu mohon maafkan kesalahan kami, dan sikap kami yang tak berbudi itu!" Ucap Sangkok Yap tulus
"Benar tuan dewa!. Semula saya juga demikian. Langsung mencurigai tuan karena raja kami dibuat pingsan seperti itu."
"Pengetahuan kami yang minim. Ditambah dengan ketidaktahuan kami terhadap pengobatan seperti itu. Menjadikan kami salah langkah, dan langsung mencurigai tuan, menganggap tuan akan berbuat jahat pada raja kami."
"Sungguh kami merasa buta, dan malu atas tindakan kami itu."
"Untuk itu. Sekali lagi tolong maafkan kesalahan kami. dan tidak menaruh rasa benci atau dendam kepada kami!"
"Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut!" Sambung Aroon Tanawat, kepala kepolisian negara tersebut dengan sikap tulus
Mendengar penuturan yang blak-blakan serta jujur seperti itu, membuat Dion juga Dragon menjadi tidak sampai hati untuk mengabaikannya
Segera setelahnya, Dion mengangguk ke arah Dragon, dan memberi kode agar segera mengakhiri kesalahpahaman tersebut
Hal itu harus dilakukan, karena ada rencana jangka panjang, yang akan Dion lakukan di negara itu dalam segala hal
Jadi dia meminta anaknya untuk bersuara. agar permasalahan tersebut segera berakhir
Sebenarnya sejak dari awal Dragon sudah melupakan kejadian itu, dan tidak menaruh dendam lagi pada mereka. Namun sengaja di biarkan, agar kedepannya tidak lagi terjadi peristiwa seperti itu
"Tuan menteri, panglima juga kepala polisi negara!"
"Memandang kalian adalah orang kepercayaan raja yang baik hati itu. Maka saya pribadi sudah memaafkan kesalahan kalian."
"Saya berharap, agar kedepannya tidak terjadi lagi kejadian seperti itu." Jawab Dragon tegas
"Terima kasih tuan dewa!" Ucap mereka serempak. Kemudian kembali menangkupkan tangan mereka di dada, pertanda menegaskan ketulusan mereka
Tak lama sesudah itu, Sangkok Yap berkata." Sudi kiranya tuan tuan menunda kepulangan ke negara anda. Agar kami bisa melayani tuan sebagai penebus kesalahan kami itu." Ujarnya penuh permohonan
"Maafkan kami perdana menteri!"
"Kepulangan ini sudah tidak bisa ditunda oleh apapun, kecuali maut!"
"Ada hal penting yang harus kami tangani, karena menyangkut keselamatan orang banyak!" Jawab Dion mewakili anaknya
"Kalau begitu kami tidak bisa berbuat apa apa, dan hanya bisa mendoakan agar perjalanan anda selamat, dan sampai ditempat tujuan!" Sambut Sangkok Yap dengan ekspresi kecewa
"Terima kasih!" Jawab Dion singkat. Kemudian memandang ke arah anaknya, seperti meminta sesuatu
Dragon yang dipandang seperti itu cukup mengerti. apa yang harus dilakukannya
Tak lama kemudian diapun berkata. "Perdana menteri dan kalian semua. Terima kasih atas kelulusan kalian!"
"Kami pergi dulu!. Dan selamat tinggal!" Balas Dragon tegas. Lalu..
Swing!
Blup!
Tidak ada lagi kata yang terucap. Semua orang yang ada di ruangan tersebut melongo diam. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan lagi, sebab orang yang dibujuk tadi telah hilang dari pandangan mereka
__ADS_1
Tapi tak lama kemudian, perdana menteri juga yang lainnya jadi tersadar, bahwa tidak ada gunanya lagi meratapi kepulangan mereka
Yang harus mereka lakukan sekarang adalah segera memperbaiki diri, dan menutup rapat masalah itu, agar tidak diketahui oleh raja
***
Kota emas diwaktu yang sama
Siang itu hari terlihat cerah. Secerah hati Ivory yang sedang menunggu saat kelahiran anaknya yang kedua
Entah mengapa saat ini hatinya begitu tenang. Pandangannya bebas tertuju ke laut lepas, yang terlihat jelas dari villanya itu
"Anak ku!. Menurut dokter yang memeriksa mu. Kau akan lahir besok!"
"Tapi menurut kakakmu. Kau akan datang malam ini. 10 jam lebih cepat dari yang diperkirakan." Ucap Ivory pada diri sendiri, dan seperti di tujukan pada calon anaknya itu
"Jika malam ini. Ibu takut ayah juga kakak mu belum pulang." Ucapnya lagi merasa iba
"Mama jangan khawatir!. Dragon dan ayah sudah pulang!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul di belakang Ivory
"Papa!. Draco!" Reaksi Ivory terkejut, saat melihat kemunculan suami dan anaknya yang tiba-tiba itu
"Bagaimana kondisimu sayang?. Apakah anak kita menyusahkan mu?" Tanya Dion bertindak cepat
"Tidak pa!. Dia sangat baik bahkan terlalu baik!" Jawab Ivory apa adanya
"Jadi Draco dulu menyusahkan ya ma?" Tanya Dragon pura-pura merajuk
"Tidak sayang!. Kau juga baik sama seperti adikmu yang akan lahir besok!"
"Malam ini ma!, bukan besok!" Bantah Dragon sekedar mengingatkan
"Oh ya ibu lupa!" Jawab Ivory cepat, dan sengaja merubah panggilan mama dengan panggilan ibu untuk Dragon
Dragon yang mendengar itu menjadi terpaku diam, tidak biasanya dia membahasakan diri seperti itu
"Ibu tahu kau pasti bingung anak ku!"
"Mulai hari ini, jangan panggil mama lagi. Tapi panggil ibu, agar nanti panggilan mu seragam dengan panggilan adikmu." Ucap Ivory santai saja
"Baik ma, eh ibu!" Jawab Dragon terbata-bata
"Bagaimana hasil Petualangan mu di negara orang lain, apakah sukses?" Tanya Ivory cepat, berniat menghilangkan kecanggungan dari anaknya tersebut
"Sukses bu!. Malah sangat sukses sekali!" jawab Dragon apa adanya
"Tentang apa itu?" Tanya Ivory penasaran. Kemudian memandang kepada suaminya, dan kepada para pengawalnya tersebut
"Begini bu!" Jawab Dragon bersemangat
Lalu menceritakan kejadian dari awal sampai akhir, apa saja yang dia lakukan dan alami, termasuk masalah niat raja Thailand untuk menjodohkan Dragon dengan putrinya.
Sekitar lima menit setengah Dragon membahas tentang itu. dan disampaikannya secara beraturan serta tidak terputus
Ivory yang mendengar itu terlihat antusias, terutama saat mendengar raja ingin menjodohkan anaknya dengan Draco
Dalam hatinya membatin. "Ternyata anaknya telah menarik perhatian seseorang yang memimpin suatu negara seperti Thailand itu!" Tapi menurutnya itu masih terlalu awal
Setelah Dragon selesai menceritakan semuanya, Dion pun berkata." Ada dua hal yang tidak diceritakan oleh anak mu ma!"
"Pertama tentang niatnya ingin menanam investasi di negara tersebut, berupa usaha perhotelan dan pariwisata, sesuai dengan kearifan lokal. Tapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan."
"Yang kedua tentang..!"
"Ayah!. Yang kedua tidak perlu diceritakan, karena itu dianggap tidak ada, dan semuanya telah jelas!" Ucap Dragon memotong perkataan ayahnya, karena dia tidak ingin membuat ibunya tau atau khawatir
__ADS_1
"Katakan saja!. Ibu siap mendengarnya!" Respon Ivory merasa penasaran
"Lain kali saja bu!. Dan ibu boleh menanyakan itu kepada ayah." Jawab Dragon cukup bijaksana sekali. Kemudian berkata lagi
"Karena hari sudah sore. Lebih baik ibu masuk ke dalam villa untuk istirahat."
"Tak lama lagi ada perubahan besar di atas langit kota emas kita ini." Ucapnya
"Perubahan besar apa itu anakku?" Tanya Ivory kebingungan, dan seperti sudah lupa apa yang pernah diceritakan oleh Dragon padanya
"Nanti ibu akan melihatnya sendiri." Jawab Dragon mengandung teka-teki
"Tapi ibu ingin tahu sekarang!. agar ibu bisa mempersiapkan nya!" Bantah Ivory tetap saja ngotot ingin segera tahu
"Sudah lah ma! Setelah proses kelahiran itu selesai. Papa akan menceritakan semuanya."
"Sementara fenomena aneh yang akan terjadi di kota emas. nanti setelah masuk papa akan mengatakannya pada mama. Oke?" Ucap Dion berusaha menenangkan istrinya
"Huh!. Ayah dengan anak sama saja!" Jawab Ivory uring uringan. Kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan segera meninggalkan tempat tersebut, dengan dikawal oleh beberapa orang pengawal pribadinya
Sementara Dion dan Dragon yang ditinggal seperti itu, hanya berpandang-pandangan saja, sambil tersenyum simpul
Sedangkan anak buahnya yang tadi ikut pulang bersama dengan Dragon, sudah lama pergi meninggalkan tempat itu, setelah diberi perintah oleh Dion
***
Pada malam harinya, atau tepatnya pukul 8 malam waktu setempat
Cuaca yang sore harinya cerah, dan tidak ada awan sedikitpun sampai pukul 8 malam itu. Tiba-tiba berubah menjadi mendung, dengan gumpalan awan tebal, yang terlihat jelas dari kota emas
Beberapa saat kemudian, dari awan pekat, tebal dan gelap itu. memancar sinar terang berupa kilat yang sambar menyambar. Dibarengi dengan suara petir yang memekakkan telinga, serta menakutkan siapa saja yang melihat dan mengalami peristiwa besar tersebut
Dragon yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Dua jam sebelumnya sudah memasang formasi pelindung, agar efek suara yang ditimbulkan oleh petir petir tersebut, tidak begitu menakutkan bagi orang-orang di kota emas, dan tidak menyasar bangunan-bangunan yang rentan terkena sambaran petir
Sementara itu diatas langit kota emas. Awan masih saja berkumpul. Semakin lama semakin tebal. Walaupun kondisinya gelap, tetapi bisa terlihat karena adanya cahaya kilat, yang dibarengi dengan cahaya petir, yang sangat memekakkan telinga
Slash!.
Duar!
Slash!
Duar!
"Ada apa ini?. Kenapa kilat dan petir saling bersahutan di atas kota ini?" Tanya seorang penyewa kamar hotel penasaran, dan sambil menutup mata serta telinganya, agar tidak melihat kilat kilat tersebut
"Aku juga tidak tahu!. Siang tadi cuaca masih terlihat bagus!"
"Tapi malam ini tiba-tiba saja berubah, dan sebentar lagi akan turun hujan!" Jawab temannya sesama penyewaan kamar di hotel tersebut kebingungan
Saat itu mereka sedang duduk-duduk di lobby hotel, karena mereka dilarang untuk keluar oleh penguasa kota emas. tanpa disebutkan apa alasannya
Tapi sebagian penyewa kamar hotel, dan tempat tempat lain, ada yang sudah tahu, terutama orang orang yang berada di luar hotel. Seperti pengusaha toko, pengusaha kafe dan lain lain, karena mereka sempat bertanya kepada orang yang ditugaskan oleh Dion, Untuk menginformasikan berita besar tersebut kepada mereka
Khusus untuk karyawan hotel, toko dan tempat tempat lain yang langsung dikelola oleh Birawa Group. Sebahagiannya sudah disuruh pulang, dan tetap harus tinggal di rumah, serta dilarang untuk keluar
Namun untuk karyawan hotel, masih ada beberapa yang tinggal, terutama orang yang bertugas jaga pada malam itu, termasuk beberapa orang manajernya
Walaupun mereka ada yang tidak percaya, dan menganggap itu hanya mitos. Tapi mereka tetap mematuhi larangan penguasa kota emas
Jika mereka berani melanggar, atau membangkang, maka resikonya adalah dipecat, diusir dari kota tersebut, dan dilarang untuk membuka usaha, atau mengunjungi kota tersebut lagi
Ceritanya adalah seperti ini. Setengah jam setelah Dion dan Dragon pulang. Atau tepatnya pukul 3.30 sore. Dion segera memerintahkan kepada orang-orang nya, untuk menyebarkan larangan tersebut kepada seluruh penduduk kota emas, agar tidak keluar dari dalam rumah
Khusus untuk malam itu, semua aktivitas transaksi ditiadakan, kecuali bagi yang berada di dalam di dalam hotel
__ADS_1
Sementara usaha-usaha yang berada di luar, seluruhnya telah diperintahkan untuk ditutup dan tidak boleh melakukan aktivitas apapun sampai keesokan harinya