Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Falsafah kehidupan


__ADS_3

"Apakah benar apa yang kau katakan itu anak ku?" Tanya Dion penasaran sekali


"Benar ayah!. Dan itu terjadi saat adik ku lahir nanti!" Jawab Dragon tegas saat menjelaskan apa yang akan terjadi saat adiknya lahir itu


"Kalau begitu kita perlu bersiap siap, dan mengumumkan kejadian itu pada seluruh penduduk kota emas agar tidak panik!" Respon Ivory lucu sekali


"Tidak perlu ma!.Peristiwa itu berlangsung hanya sekitar tiga menit saja. Sesudah itu tenang seperti biasa!" Respon Dragon cukup kalem sekali


"Baiklah kalau begitu!..Mama tidak akan mempersoalkan nya lagi!" Jawab Ivory sudah merasa tenang


"Tapi ngomong-ngomong, bagaimana dengan pendidikan mu di perguruan tersebut. Apakah ada kendala yang dihadapi?" Tanya Ivory ingin tahu


"Sampai saat ini, belum ada apapun yang muncul dan Draco hadapi.".


"Semuanya berjalan lancar lancar saja ma!" Jawab Dragon apa adanya


"Baguslah kalau begitu!. Mama selalu merasa khawatir dengan keadaan mu di tempat itu!" Jawab Ivory hanya sekedar berbasa basi saja


"Mama tenang saja!. Perguruan itu merupakan salah satu tempat yang paling aman!"


"Murid murid perguruan terus berjaga 24 jam secara bergantian."


"Ditambah dengan para pengawal kita yang juga ikut berjaga di sana."


"Di samping itu, Draco juga sudah memasang formasi berlapis di atas, di sekitar juga di dalam perguruan itu."


"Jadi mustahil sekali ada orang yang bisa menembusnya. Apalagi menghancurkan formasi itu!"


"Jika ada yang nekat masuk, dan ingin membuat kekacauan. Belum apa apa saja tubuh orang tersebut akan terpanggang, dan mati saat itu juga!"


"Oleh karena itu. sejak penyerangan yang terakhir kali oleh pihak musuh, tidak ada lagi yang berani mendatangi perguruan tersebut untuk mencari gara gara."


"Pokok nya perguruan itu adalah tempat yang aman untuk mencari dan memperdalam ilmu. Dan tidak perlu mengkhawatirkan apa apa lagi di sana!" Jawab Dragon apa adanya


"Apa yang dikatakan oleh anak kita itu benar sekali ma!"


"Perguruan itu merupakan tempat yang aman dan nyaman."


"Berbeda sekali waktu pertama dulu papa datang."


"Tempat nya terkesan kumuh tertinggal dan miskin!"


"Tapi sekarang sangat luar biasa!"


"Apalagi setelah berubah status dari kampung menjadi kota."


"Banyak orang orang baru datang, dan mencoba peruntungan hidup di sana dengan membuka usaha!"


"Pokoknya tempat yang dulunya miskin serta tertinggal. Sekarang telah berubah menjadi sebuah kota maju walau masih kecil."


"Nanti setelah mama melahirkan, dan usia anak kita sudah satu tahun, kita pergi ke tempat itu ya ma?" Ucap Dion mencoba menjelaskan kondisi kota kecil tempat Dragon menuntut ilmu itu


"Oke!. Mama sangat setuju, dan tertarik ingin pergi ke sana pa!" Respon Ivory bersemangat


"Tapi bagaimana dengan sekarang?. Apakah kau akan kembali ke tempat itu anak ku?"


"Atau tidur di rumah kita saja untuk malam ini?" Tanya Ivory ingin tahu


"Untuk malam ini, Draco akan tidur di sini. Karena Draco sudah menginformasikannya pada kakek guru."


"Selain itu ada hal yang ingin Draco bicarakan pada ayah juga kakek buyut nanti." Jawab Dragon mantap


"Apakah mama tidak boleh tahu apa yang akan kalian bicarakan itu anak ku?" Tanya Ivory pura pura merajuk


"Kalau mama mau silakan ikut. Tapi mama harus banyak istirahat juga kan?" Jawab Dragon cukup bijaksana sekali dan tidak terkesan penolakan


"Ya sudah!. Kalau begitu mama mau istirahat saja!" Respon Ivory cukup legawa. Kemudian meninggalkan Dion juga Dragon untuk masuk ke kamarnya

__ADS_1


***


Sepeninggal Ivory, Dion memandang ke arah Dragon dengan pandangan yang cukup serius. Karena nalurinya mengatakan, bahwa ada sesuatu hal penting yang ingin dibicarakan oleh Dragon dengannya


"Katakan apa yang ingin kau katakan anak ku!" Ucap Dion membuka pembicaraan


"Kita tunggu kakek buyut juga yang lain datang, agar semuanya bisa mendengar berita ini ayah!" Jawab Dragon cukup diplomatis sekali


"Hans!. Panggil kawan kawan mu untuk datang ke mari. Sekarang!" Ucap Dion memberi perintah


"Jangan lupa hubungi kakek ku juga!" Ucapnya lagi


"Baik tuan besar!" Jawab Hans patuh. Kemudian pergi meninggalkan Dion dan Dragon berdua di ruangan keluarga itu


Setengah jam kemudian. Orang orang yang dipanggil pun datang. termasuk tuan Birawa, yang datangnya mendahului anak buahnya yang lain


Sementara Iron, Adiwilaga Abhicandra juga yang lainnya lama merespon, karena pada saat itu mereka sedang tidak ada ditempat


Tapi begitu mereka sampai, mereka langsung meminta maaf, karena telah menjadi penyebab tuannya menunggu terlalu lama


"Duduklah!. Kalian hanya terlambat sebentar saja!"


"Anak ku Draco inilah yang ingin bertemu dengan kalian!"


"Katanya ada sesuatu yang ingin disampaikannya pada kita hari ini!" Ucap Dion pada mereka semua


"Terima kasih tuan besar!" Jawab semuanya merasa lega


"Langsung saja Draco sampaikan ini pada kalian!"


"Saat Draco sedang berbincang dengan kakek Gentala. Anak yang bernama Raga, mencoba merasai ku dengan aura kesadarannya!"


"Dia adalah Ranggas Pati. Putra dari Leonard, dan cucu dari Tejamaya, yang beberapa bulan lalu pernah berlawan dengan Draco!"


"Untuk diketahui, Tejamaya adalah murid dari Tohpati, yang sudah mati itu."


"Saat kejadian itu. Draco merasakan bahwa mereka bertiga tengah berkumpul di markas besar organisasi musuh kita itu."


"Saat itu, mereka tengah membicarakan tentang Draco juga Birawa Group. dan menyinggung hidup matinya perusahaan kita ke depan."


"Untuk itu. Pada kesempatan ini. Draco ingin mendengar pendapat kalian tentang masalah itu, terutama dari kakek buyut."


"Sikap apa yang harus kita ambil, untuk mengatasi permasalahan tersebut?" Ucap Dragon sangat berapi-api sekali


"Tunggu sebentar cucu ku!. Tadi kau mengatakan, bahwa anak yang bernama Raga itu, mencoba merasai mu dari jarak jauh!"


"Apakah kau merasa tertekan cucu ku?" Tanya tuan Birawa merasa penasaran


"Sama sekali tidak kakek buyut!. Ilmu yang digunakannya itu masih level rendah. Jadi Draco masih bisa mengatasinya dengan mudah!" Jawab Dragon apa adanya


"Lalu apa yang kau lakukan setelah itu?" Tanya tuan Birawa lagi semakin ingin tahu


"Draco hanya berusaha mengembalikan serangannya, dan menghantam pemiliknya sendiri!"


"Saat itu Draco melihat anak tersebut terluka, tapi tidak sampai mati!" Jawab Dragon berterus terang


"Ternyata begitu!. Beruntung kau mampu mengembalikan serangannya itu, dan menyerang pemiliknya sendiri!" Ucap tuan Birawa merasa lega


"Untuk masalah kekuatan, kakek tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Dragon!"


"Tidak ada satu kekuatan pun yang berasal dari manusia, yang mampu untuk melukainya!"


"Oleh karena itu!. Kakek boleh bertenang diri, dan Jangan pernah mengkhawatirkan keadaan Dragon!" Ucap Dion mencoba ingin memberi pengertian pada kakeknya tersebut


"Tapi walau bagaimanapun, sebagai manusia biasa, pasti mempunyai kelemahan!"


"Oleh karena itu kakek buyut berpesan!, agar kau tidak selalu merasa jumawa, tapi tetap merasa rendah diri, dan tidak menganggap orang lain itu lemah!" Ucap tuan Birawa menasehati Dion dan Dragon juga yang lainnya

__ADS_1


"Draco akan selalu mengingatnya kakek buyut!" Jawab Dragon sangat rendah hati sekali


"Sekarang teruskan apa yang ingin kau sampaikan cucuku!" Sambung tuan Birawa menengahi


"Waktu itu kakek Gentala memberi usul, agar Dragon langsung mencabut ilmu yang dimiliki oleh anak tersebut, supaya tidak membuat masalah dikemudian hari."


"Tapi Draco menolak usul tersebut, karena takdir anak itu, harus berlawan dengan Dragon suatu saat nanti."


"Walau kekuatannya sudah sampai level 12, dari 25 level yang harus dilalui. Tapi itu tidak akan berpengaruh ke depannya!"


"Ilmu tersebut, tidak akan pernah berkembang sampai kapanpun. Karena Draco telah memusnahkan salinan kitab yang dipelajarinya itu."


"Selain itu, Draco juga telah mengunci Meridian nya, agar tidak bisa berkembang."


"Jika hal tersebut tidak Dragon lakukan. Maka tubuh anak tersebut akan meledak!"


"Jadi Draco berusaha menyelamatkannya, walau nanti dia bertindak sebagai musuh!"


"Tapi demi kemanusiaan, Dragon harus bersikap adil pada sesama. Walau terpaksa harus membatasi kekuatannya!"


"Tapi kenapa kau harus melakukan itu anakku?"


"Bukankah jika saat ini kau menghabisinya!. maka orang yang kau katakan musuh itu tidak akan kau temui di masa yang akan datang?" Tanya Dion merasa penasaran


"Apa yang ayah katakan itu memang benar!"


"Tapi sebagai orang yang sudah memahami hakikat hidup dan penciptaan. Ada baik ada buruk. Ada kuat ada lemah. Ada pangkal ada ujung. Ada sebab dan ada akibat, maka Dragon harus bersikap arif."


"Tidak semua yang kita pandang buruk itu, sejatinya buruk dalam penilaian kita!"


"Ada kalanya, apa yang kita sangka buruk itu, belum tentu buruk pada penilaian orang lain."


"Begitu juga sebaliknya. Apa yang kita sangka baik, belum tentu baik bagi penilaian orang."


"Oleh karena itu!. Dragon harus bertindak hati-hati dalam menyikapi permasalahan tersebut!"


"Dragon tidak mau mengambil kesempatan, saat orang tidak mempunyai kekuatan


"Dalam arti kata. Orang yang sudah lemah itu, tidak sepantasnya semakin kita buat lemah!"


"Orang yang sudah miskin itu, tidak sepantasnya terus kita jadikan miskin!"


"Akan lebih baik kalau kita mencoba mengarahkannya, dengan harapan, seseorang itu bisa berubah di masa yang akan datang."


"Hidup itu terus berputar. kadang diatas kadang dibawah dan kita harus arif dalam mensikapinya."


"Oleh karena itu, Dragon tidak mau bertindak dan dinilai tidak adil pada sesama."


"Saat ini, Dragon sudah menguasai ilmu Wahyu Taqwa dan ilmu Kalamurka sampai ke puncaknya."


"Bahkan gabungan kedua ilmu tersebut, menciptakan ilmu baru yang tidak ada duanya!"


"Untuk saat ini, Dragon sudah tidak mempunyai lawan lagi."


"Yang jauh bisa didekatkan, yang dekat bisa dijauhkan!"


"Yang besar bisa dikecilkan begitu juga sebaliknya!"


"Begitulah perumpamaan akan kekuatan Dragon saat ini."


"Karena itulah Dragon masih memberi kesempatan hidup untuk anak yang bernama Ranggas Pati!"


"Tapi untuk Tejamaya serta yang lainnya. Mereka harus dimusnahkan dari muka bumi!"


"Kehadiran mereka, akan membuat orang lain susah, termasuk orang-orang kita."


"Tapi bukan sekarang waktunya!" Ucap Dragon memberi pengertian pada semua yang hadir di tempat itu agar bisa meresapi apa yang dia katakan itu

__ADS_1


__ADS_2