Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Hasil yang memuaskan


__ADS_3

"Bagaimana mereka bisa masuk ke dalam gedung, padahal semua pintu telah terkunci?" Ucap Maruko pada anak buahnya


"Saya tidak tahu dan!. mungkin mereka masuk melalui jendela rapuh di samping gudang itu!" Jawab anak buahnya asal jawab


"Kurang ajar!. Disaat genting seperti ini, kalian malah sibuk berdiskusi!"


"Cepat bantu aku menembaki musuh, siapa tahu mereka ada diantara gelapnya gas air mata ini!" Perintah Tedja kuat, di balik tutup kain baju yang menutup mulutnya itu


"Tapi bos, di depan juga di ruangan ini, ada ratusan anak buah kita yang juga sedang terjebak dalam gas air mata"


"Kalau kita menembak, aku takut akan mengenai anak buah kita sendiri!"


"Aku tidak peduli!. Tembak saja orang tak berguna seperti mereka itu!" Jawab Tedja dengan culasnya


"Lagi pula mereka sudah mati atau tertidur karena gas air mata ini!"


"Jadi tembak saja mereka!. Siapa tahu musuh juga akan ikut mati di dalamnya!" Jawab Tedja sungguh tega sekali


Tapi anak buahnya yang masih tidak tumbang itu, tidak mau mendengarkan perintah dari bosnya. Mereka malah sibuk menutupi hidung dan matanya agar tidak terhirup dan terpapar gas air mata tersebut


Malah ada yang mencoba keluar dari kungkungan asap tersebut, tapi mereka segera dihabisi oleh anak buah Barga dan Lamont dengan melemparkan belati ke arah mereka


Satu persatu anak buah Tedja berguguran, tanpa sempat melakukan perlawanan.


Mau menembak asal asalan, takut mengenai kawannya sendiri. Mau menyerang tidak tahu siapa yang harus di serang, Mau keluar jelas mereka tidak bisa


Kalau nekat pun mereka sendiri yang akan mati, karena mengira musuh masih ada di luar dan sedang menunggu mereka untuk dihabisi


Jadi mau tidak mau mereka tetap bertahan, dalam kungkungan gas asap air mata tersebut


Namun tak lama kemudian, lebih dari 96%, anak buah Tedja bertumbangan di lantai, karena tidak tahan dengan pekatnya gas air mata yang mengandung obat bius itu, termasuk juga para komandannya


Yang tinggal kini hanya Tedja dan sepuluh anak buahnya. Hampir 25 menit hal itu berlangsung, dan hasilnya sangat mencengangkan.


"Asap sudah mulai tipis, mari kita keluar dari sini dan menghirup udara segar di luar!" Ucap Tedja pada sepuluh anak buahnya yang masih tersisa


"Bos!. Komandan Maruko sudah tewas!" Ucap salah seorang anak buahnya dengan suara yang agak keras


"Ini belati dari mana dan siapa yang melemparkannya?" Respon Tedja keheranan


"Hahahaha!. Ternyata kalian cukup kuat juga!, tidak terpengaruh oleh gas air mata dan obat bius itu!" Sambut seseorang yang tiba tiba saja muncul dari balik tembok, dan masih mengenakan respirator gas mask di mulut dan hidungnya


"Siapa kau?" Tanya Tedja keheranan


"Dasar bodoh dan ingatan tumpul!. Aku adalah malaikat maut mu, yang akan mencabut nyawa busuk mu itu Tedja!" Jawab orang tersebut enteng, sambil melepaskan gas mask tersebut dari wajahnya


"Barga!" Pekik Tedja ketakutan


"Ternyata kau masih mengingat ku Tedja!. Aku kira kau sudah linglung karena gas tersebut. Eh ternyata kau masih normal normal saja!" Respon Barga dingin


"Aku tidak ada permusuhan dengan mu komandan Barga, jadi tolong lepaskan kami yang masih tersisa ini!" Ucap Tedja sudah mulai takut


Padahal selama ini dia di kenal sangat berani sekali, hingga banyak ketua gangster kota S tunduk dan takluk di tangannya


Tapi ketika melihat komandan Barga, nyalinya menjadi ciut dan takut takut


"Atas dasar apa aku harus melepaskan mu Tedja?. Kau telah banyak menyusahkan kami!"


"Gara gara kau!. komandan kepala jadi dimarahi dan di hukum oleh tuan besar dengan hukuman harus menghabisi mu, dan seluruh anak buah mu itu!"


"Jadi untuk menebus kekesalan ku ini, aku harus membunuh mu dan memberikan daging tubuh mu pada anjing jalanan!"


"Komandan Barga!. Demi persahabatan kita, tolong lepaskan aku!"


"Aku berjanji akan memberikan seluruh apa yang telah kami ambil dari perusahaan tuan mu itu, juga dari perusahaan lain."


"Asalkan kau mau melepaskan ku, aku akan memberikan kartu hitam ini untuk kau gunakan sesuka mu, dan tuan mu itu tidak akan tahu perundingan kita ini!"

__ADS_1


"Di dalamnya ada lebih dari 45 milyar, dan itu semua akan menjadi milik mu!" Ucap Tedja mencoba menyuap Barga dengan iming iming uang. padahal di sudut bibirnya menyunggingkan seringai licik ke arah Barga


"Wah tawaran menarik!. Tapi kenapa kau tidak melibatkan ku Tedja?" Tanya seseorang yang baru saja muncul dari dalam ruangan, di ikuti oleh ratusan anak buahnya dengan tatapan penuh kebencian dan niat membunuh


"Komandan Evan!" Serunya ketakutan


"Apakah kau masih mengenal ku Tedja?" Responnya cuek


Roman wajah Tedja mendadak pucat pasi, ketika melihat orang yang paling ditakutinya di kota S tersebut, tiba tiba saja muncul di hadapannya. ditambah lagi dengan kehadiran ratusan anak buahnya yang terkenal kuat itu


"Bagai mana tuan bisa ada di sini?" Tanya Tedja pura pura bersikap bodoh


"Apakah kau lupa, bahwa Barga yang kau katakan tadi sebagai sahabat mu ini, adalah anak buah ku?" Tanya Evan cuek


"Aku bukan sahabatnya komandan!. Orang itu hanya mengarang saja, dan berusaha menyuap ku dengan memberikan kartu hitam ini!" Ucap Barga membela diri


"Ya itu aku tahu komandan Barga!. Jadi kau tenang saja!" jawab Evan sambil tersenyum


"Terima kasih komandan!" Balas Barga lega


"Sekarang bagai mana Tedja?, apakah kau juga akan memberikan simpanan dari hasil jarahan mu selama ini padaku, agar aku juga mau tutup mulut?" Tanya Evan terus terang


"Saya tidak berani tuan komandan!" Jawab Tedja lemah


"Jadi aku tidak akan mendapat jatah sama seperti bawahan ku ini?"


"Empat puluh lima milyar itu bukan jumlah yang sedikit lho!. Mungkin kau masih mempunyai simpanan lain?' Tanya Evan sambil menyeringai


"Aku sudah tidak memiliki simpanan lain dalam bentuk tunai, tapi kalau dalam bentuk emas dan perhiasan lain aku punya. Tuan boleh mengambilnya nanti."


"Wah bagus itu!. Cepat kau tunjukkan di mana tempat penyimpanannya!" Respon Evan senang


"Mari ikut saya tuan!. Saya akan menunjukkan tempatnya." Jawab Tedja sudah mulai bernafas lega. Lalu berjalan ke arah dalam, dengan diikuti sepuluh anak buahnya, tapi dicegah oleh Evan dengan berkata.


"Eits!. Kalian di sini saja!. anak buah ku yang akan melayani kalian nanti!" Ucap Evan pada sepuluh bawahan Tedja tersebut


Kurang lebih artinya adalah "Bereskan manusia manusia sampah itu dan jangan ada sisa, serta jangan ada jejak sedikit pun!" Bunyi kode yang tadi di berikan oleh Evan pada anak buahnya itu


Seluruh anak buahnya memahami kode rahasia tersebut, dan langsung mengerjakannya


"Kalian adalah tamu kehormatan kami!. Oleh karena itu, silakan duduk di sofa itu, sambil menunggu bos kalian keluar." Ucap Lamont sambil tersenyum manis pada mereka


"Terima kasih bos!" Jawab mereka senang, karena berpikir mereka akan di lepaskan oleh lawan


Di bagian lain, sepuluh orang yang di muliakan itu melihat, lebih seratusan anak buah Evan, sedang berkeliling, memeriksa kondisi teman temannya


Kurang lebih 10 menit, pekerjaan itu telah selesai dan hasilnya adalah seluruh anak buah Tedja telah mati


Ada yang mati karena terkena peluru nyasar dari kawannya sendiri. Ada pula yang mati karena lemas menghirup udara beracun, dari cairan obat bius dosis tinggi yang sangat mematikan tersebut


Setelah memastikan semuanya tewas. mereka pura pura bersedih dan menemui sepuluh musuh yang masih tersisa. Lalu berkata


"Teman teman kalian itu semuanya telah mati karena peluru tajam. Apakah kalian yang melakukannya?"


"Kami tidak sengaja kawan!. Bos Tedja lah yang paling banyak melakukan penembakan itu. Sedang kami hanya sesekali saja!" Jawab salah seorang dari mereka dengan ekspresi menyesal


"Ah sudahlah!. Tak lama lagi pun kalian juga akan menyusul mereka!"


"Apa maksud mu kawan?, bukankan bos kalian telah berjanji akan melepaskan kami setelah mendapatkan apa yang diinginkannya itu


"Oh tentang itu aku kurang tahu, tapi yang aku tahu adalah ini..!


Jleb!


Crash !


Jleb!

__ADS_1


"Argh"


"Biadab!. kalian benar benar biadab!. Teriak orang yang masih bernafas, karena dia belum mendapatkan giliran penjagalan


"Kau berisik sekali!"


Crash!


Hanya dengan sekali tebas, tubuh orang tersebut terbelah dua, menimpa temannya yang duduk ketakutan, sampai terkencing-kencing sangking ngerinya


"Tolong jangan bunuh aku aku mohon!" Pintanya memelas


Jleb!


"Ugh!"


Mulut orang itu ditembus pedang cukup dalam, sampai tembus ke leher bagian belakangnya


Bukan hanya itu saja, pengawal tega itu masih menggerakkan pedangnya secara brutal, hingga mulut dan wajah orang itu terbelah menjadi dua, dan tergantung di badannya


Satu orang yang masih tersisa, tidak tahan melihat pemandangan itu, lalu tiba tiba pingsan dan tidak sadarkan diri, tapi sebelum dia tumbang, sebuah katana tipis tapi tajam menebas lehernya hingga putus


Dalam sekejap saja orang itu mati tanpa sempat berteriak. Kini pemandangan di tempat itu menjadi begitu mencekam, tapi bagi mereka hal itu biasa biasa saja


"Bereskan jasad jasad kotor ini dan siram dengan minyak!. Nanti setelah komandan kita keluar baru kita bakar tempat ini!" Perintah tegas Lamont pada anak buahnya


Tak lama kemudian, komandan Evan dan Barga serta Tedja yang di ikuti oleh 30 orang berbadan tinggi tegap, terlihat keluar dari dalam ruangan yang cukup tersembunyi tapi cukup luas di gedung itu


Bersama dengan mereka, ada lusinan kotak tidak begitu besar, tapi cukup berat, yang entah apa isinya


Setelah mereka sampai di ruangan eksekusi tersebut, sontak saja Tedja menjadi sangat terkejut, dan bertanya.


"Apa maksudnya ini tuan, kenapa mereka dibunuh?' Tanya Tedja keheranan serta takut takut


"Oh mereka mungkin rewel, jadi para pengasuhnya tidak tahan mendengar rengekannya tadi, Jadi terpaksa membunuhnya agar tidak bising!" Jawab Evan cuek


"Begitu ya?" Ujar Tedja lirih


"Ya begitulah adanya Tedja!. Jika kau rewel seperti mereka. kau juga akan mereka bunuh, karena anak buah ku itu sudah lama tidak makan daging dan minum darah manusia!" Jawab Evan enteng, dengan tujuan menakuti Tedja


"Baik aku mengerti tuan!" Jawab Tedja lega, kemudian dia berkata lagi


"Karena semua uang dan harta ku telah aku serahkan pada kalian, maka aku menuntut, agar kalian mau melepaskan juga membiarkan ku tetap hidup!" Ucap Tedja berharap


"Oh tentu saja!. Silakan!" Jawab Evan dingin


Mendapat persetujuan tersebut Tedja bergegas keluar dari dalam ruangan itu, dan segera berlari terbirit-birit menuju pintu depan


Tapi tanpa dia duga, sebuah katana tajam melayang ke arah lehernya, dan langsung menebasnya hingga putus


Tubuh tanpa kepala itu, langsung ambruk ke lantai teras bagian depan dan mati secara mengenaskan, tanpa mampu melakukan perlawanan


"Angkat tubuhnya dan masukkan kembali kedalam!. Kemudian siram seluruh ruangan ini juga jasad jasad itu dengan bensin!"


"Setelah itu pasang pemantik api, dan setel agar tiga menit setelah kita pergi, gedung ini akan terbakar!" Perintah Evan tegas pada anak buahnya


"Baik!" Jawab mereka serempak kemudian mengerjakan perintah tersebut dengan cepat


Tak lama kemudian Evan dan seluruh anak buahnya meninggalkan tempat tersebut dengan hasil yang sangat memuaskan


Dimana, Tedja dan seluruh anak buahnya telah berhasil dihabisi. dan markasnya telah dibakar, walau dalam kondisi hujan lebat tersebut


Tapi karena banyaknya material yang mudah terbakar, ditambah lagi dengan adanya genangan bensin di dalamnya, maka dalam sekejap saja setelah tiga menit, api merambat dengan cepat dan membakar habis isi didalamnya


Di samping itu, mereka juga mendapat sejumlah uang dan perhiasan serta 24 batang emas, yang jika di uang kan jumlahnya akan lebih banyak lagi


Tapi tanpa mereka sadari, ada 35 orang yang sedang mengintip dari balik bangunan tua yang sudah rusak. Mungkin mereka Adalah anak Buah Tedja, yang belum sempat kembali saat terjadi penyerangan maut itu

__ADS_1


__ADS_2