Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Diremehkan


__ADS_3

Sementara itu di negara Thailand. Dragon sedang mengunjungi pusat pusat perbelanjaan, tempat tempat wisata, juga tempat tempat yang sekiranya sangat strategis jika dijadikan tempat usaha


Tapi setelah kurang lebih dua setengah jam berkeliling. Dia tidak menemukan tempat yang cocok untuk itu


Jadi dia memutuskan untuk istirahat saja di restoran mewah tepian sungai, dengan niat ingin ngadem dan mencicipi menu istimewa di restoran mewah tersebut


Saat itu Dragon membawa pengawal tidak begitu banyak. karena mobil yang berhasil disewanya berjumlah sedikit. Mereka hanya berjumlah 32 orang saja


Mereka antara lain adalah Leon, Robin, Burgon, Awan, Langit, Bumi, Eric, Rudolf, Anjani. Tiga wanita Shanghai. Lima murid utama perguruan. Sepuluh komandan elit, dan lima pengawal elit lainnya


Sambil dia duduk menunggu pesanan nya datang. Dragon menyempatkan diri melihat lihat lalu lalang perahu juga yang lainnya di atas sungai itu


Matanya benar benar dimanjakan oleh pemandangan tersebut. Begitu juga dengan orang orang yang dibawanya itu


Namun dalam dia menikmati pemandangan apik tersebut, datang seorang pemuda yang jumlah pengawalnya jauh lebih banyak dari pengawal Dragon


Mereka rata rata berpenampilan cukup keren. Dengan jas serta celana panjang hitam khas seorang bodyguard


Di balik baju mereka, terselip pistol berkaliber tinggi. Juga ada beberapa diantaranya membawa belati pendek. juga diselipkan dibalik baju baju mereka


Pemuda itu memang sering datang kesana untuk makan sekaligus bersantai. Tapi kali ini tempatnya telah ditempati oleh orang lain, yaitu Dragon dan orang orangnya


"Kosongkan tempat ini!. Tuan muda kami ingin makan disini!" Ucap seorang bodyguard dengan suara keras, begitu mereka masuk ke restoran tersebut


Namun seruannya tidak dipedulikan oleh Dragon juga anak buahnya


Mereka malah asik berbincang sekitaran aktifitas di atas sungai tersebut, yang menurut mereka cukup unik. Padahal di negara mereka juga ada kegiatan yang seperti itu


Namun kali ini suasananya berbeda. Sikap diam mereka itu, malah membuat orang yang berteriak tadi menjadi marah


Dengan beringasnya dia mencoba menendang kaki Bumi, agar perhatiannya tertuju padanya


Tapi sayangnya aksi nekatnya itu membuat Bumi emosi. Tanpa menoleh, tinju Bumi melesat ke perut orang tersebut, dan membuatnya terpental cukup jauh, serta menabrak temannya sendiri


Melihat kejadian itu pemilik restoran buru buru datang, dan mencoba melerai kesalahpahaman tersebut


Tapi tindakannya sudah sedikit terlambat. Para bodyguard lain, segera datang membantu, dan ingin menyerang Dragon berikut orang orangnya


"Hentikan!" Teriak seseorang yang tenyata adalah tuan muda mereka


Mendadak langkah bodyguard itu terhenti, dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh tuan mudanya


"Anak kecil!. Mungkin mereka adalah orang orang mu?. Karena ku lihat mereka sangat patuh pada mu!"


"Kejadian tadi sangat menyinggung perasaan ku!"


"Tapi itu akan aku anggap selesai, jika kau dan orang orang mu pergi dari sini!"


"Namun sayangnya kau harus meninggalkan perempuan perempuan cantik itu, untuk menemani kami disini!" Ucapnya sangat merendahkan sekali


"Pemilik restoran, Kemari lah!" Ucap Dragon dingin


"Baik tuan!" Responnya ketakutan


"Kau lihat sendiri!. Bukan kami yang memulai perkelahian ini!"


"Kami datang karena ingin makan di restoran mu!"


"Tapi orang orang ini datang mengganggu!"


"Kami tidak tahu siapa mereka!"


"Jadi bila terjadi sesuatu, tolong kau hitung berapa kerugian yang akan timbul akibat salah paham ini!" Ucap Dragon pada pemilik restoran, yang tubuhnya sudah menggigil ketakutan


"Tolong jangan berkelahi disini tuan!"


"Aku takut akan melukai pengunjung lain, dan membuat restoran ku hancur!" Jawab pemilik restoran tersebut penuh permohonan


"Makanya aku memintamu menghitung kerugian yang akan timbul nanti. Paham?" Tanggapan Dragon tegas


"Ba Ba baik tuan!" Jawab pemilik restoran gugup, tapi sedikit merasa lega


Pandangannya tertuju pada seseorang, dan pikirannya menjadi kacau


Dia tahu siapa orang yang barusan datang tersebut. Orang itu adalah putra tertua dari seorang penguasa, sekaligus pengusaha besar di Thailand

__ADS_1


Tiap satu minggu sekali dia pasti datang. Tapi waktunya tidak menentu, dan sama seperti saat ini


Namun sayangnya kedatangannya itu, bersamaan dengan kedatangan Dragon, yang baru pertama kali mengunjungi restoran mewah tersebut


Dia tahu bila keinginan anak penguasa tersebut tidak dipenuhi, dan ada yang berani membantah. Maka bersiaplah untuk hancur. Dan itu pernah terjadi di restoran miliknya


Sudah dua kali dia merenovasi restorannya, dan itu disebabkan oleh putra penguasa itu juga


Hari ini dia yakin restorannya akan hancur, karena lawannya kali ini terlihat bukan orang sembarangan


Itu terlihat dengan adanya puluhan pengawal, yang mengelilinginya. Jika diperhatikan secara teliti. Mereka terdiri dari orang orang kuat. Ditambah dengan sikap tenang dari Dragon juga orang orangnya, menambah penilaian pemilik restoran tersebut menjadi semakin kuat


Tapi bagi Radanath. Karena seruannya tidak dipedulikan oleh Dragon, Membuat dia menjadi marah. Selama ini jarang ada yang berani bersikap cuek dan tenang seperti itu saat berhadapan dengannya


Tapi kali ini dia menemukannya. Dragon yang dituju tidak menanggapi seruan dari Radanath tersebut. Dia malah sibuk memperhatikan lalu lalang nya perahu di atas sungai Mekong itu, hingga membuat Radanath menjadi geram


"Anak kecil!. Beraninya kau mengacuhkan ku"


"Tak tahukah kau siapa aku?" Teriaknya emosi


"Apa peduliku anak manja!"


"Urusan mu adalah urusan mu!, dan tidak ada hubungannya dengan ku!"


"Tentang siapa engkau aku tidak perlu tahu!"


"Sekarang enyah lah dari sini, sebelum terjadi sesuatu dengan mu!" Jawab Dragon dengan ekspresi dingin


"Kurang ajar kau anak kecil!" Reaksi Rajesh, komandan bodyguard Radanath benar benar marah


"Tak tahukah kau siapa orang itu?"


"Dia putra penguasa, sekaligus pengusaha di negara ini!"


"Ku lihat kalian bukan orang sini. Tapi berani membuat masalah dengan tuan muda kami!"


"Kalau kau masih ingin hidup!. Cepat pergi dari sini dan biarkan tuan muda kami duduk!" Respon Rajesh sangat emosi


"Itu tergantung dengan mampu atau tidaknya kalian mengalahkannya!"


"Ah ha gadis manis!. Kau yang tadi diinginkan oleh tuan muda kami kan?"


"Kalau kau tidak melawan, maka tuan muda kami akan memperlakukan mu dengan baik!"


"Jadi diam lah!. Dan tunggu giliran mu untuk dinikmati!" Jawab Rajesh sangat memandang rendah Anjani


"Tuan muda!" Ucap Anjani berusaha menahan emosi


Dragon hanya mengangguk pelan, seperti memberi kode pada Anjani, untuk membuat perhitungan dengan laki laki kurang ajar tersebut


Belum juga kering mulut Dragon, Anjani sudah meluncur ke arah Rajesh, dan melancarkan serangan terbaiknya, dan telak mengenainya


Plak!


Bug!


Satu kali tamparan dan satu kali tendangan dari Anjani, sukses membuat tubuh Rajesh terlempar, dan keluar dari restoran, kemudian terjebur ke sungai


Melihat kejadian itu, anak buah nya menjadi marah. Ada yang melompat ke sungai, ada yang menyerbu ke arah Anjani


Tapi gerakannya terhenti, saat Bumi, Robin, Awan, Langit, Eric serta Rudolf menghadang, dan berdiri di depan Anjani untuk melindunginya


"Hadapi kami dulu sebelum membuat perhitungan dengannya!" Ucap Bumi cukup jumawa


"Minggir!. Kami tidak ada urusan dengan kalian!" Bentak Taklong, teman Rajesh benar benar emosi


"Tapi perempuan itu teman kami!. Masalahnya adalah masalah kami juga!"


"Jadi tidak mungkin kami akan berpangku tangan, jika teman kami akan dilukai!" Respon Bumi kalem saja


"Kalau begitu sekalian dengan kalian untuk dihabisi!" Jawab Taklong penuh ancaman


"Tunggu apa lagi!. Habisi mereka!" Ujarnya lagi


Mendapat perintah tegas itu. 76 bodyguard, langsung mengeluarkan pistol pistol mereka, dan langsung ditodongkan ke arah Bumi dan teman temannya

__ADS_1


Tapi sebelum pistol pistol itu meletus. Dragon telah bertindak cepat, dengan menarik seluruh pistol tersebut dan di lemparkan ke sungai


Padahal dia tidak bergerak sedikitpun dari kursinya. Tapi pistol pistol itu mampu ditariknya dari tangan puluhan bodyguard itu, bahkan dilemparkan kedalam sungai


Melihat itu, Radanath juga enam pengawal pribadinya menjadi terkejut, dan tidak habis pikir, bagaimana pistol yang digenggam erat itu bisa terlepas dari tangan anak buahnya


Sebaliknya bagi pengawal Dragon, itu tidak mengejutkan mereka. Bahkan pertunjukan yang lebih dahsyat sudah pernah mereka lihat. Dan itu memang keahlian dan keterampilan dari tuannya


"Bertarung lah secara jantan! jangan mengandalkan senjata!"


"Kalau mau juga, mungkin ini cukup untuk mengantar kalian ke neraka!" Ucap Dragon tenang, kemudian mengibaskan tangannya ke arah anak buahnya. Dan seketika ditangan mereka, ada senjata otomatis laras panjang dan berkaliber tinggi


"Itu baru disebut senjata!. Kalau pistol cuma mainan anak kecil bung!" Ucap Dragon dengan niat untuk menggertak saja


Kemudian dia berkata lagi, karena dilihatnya anak buah Radanath berdiri diam dan kebingungan serta tidak bereaksi, karena senjata yang diandalkannya telah hilang


"Bagaimana?. Apakah masih mau melawan anak buah ku?" Tanya Dragon pada Radanat


"Siapa kau sebenarnya anak kecil?. Dan darimana kalian berasal?" Tanya Radanath penasaran


"Itu bukan urusanmu bung!. Dan aku tidak wajib menjawab nya!" Jawab Dragon cuek saja


Radanath tidak bisa bereaksi, karena hatinya sudah merasa ciut dan gentar


Seorang anak kecil, sudah mampu membuatnya takut. Jika masalah diteruskan. Maka Radanath yakin. Dia dan seluruh anak buahnya akan kalah, bahkan mungkin mati


Menyadari akan hal itu, Radanath berpikir jernih, dan segera mendekati Dragon, serta membungkuk ke arahnya


Tindakannya itu membuat seluruh pengunjung, termasuk pemilik restoran, berikut karyawannya merasa heran, sekaligus terkejut


Bagaimana seorang Radanath, yang dikenal di negara tersebut sebagai pemuda arogan dan mau menang sendiri. menunduk kepada seorang anak kecil, dan sepertinya dia mengakui kekuatannya


Tapi itulah yang terjadi. Hari ini baru pertama kali mereka melihat, Radanath yang selalu dikelilingi oleh puluhan bahkan ratusan anak buahnya, mengaku kalah, dengan menunduk hormat ke arah Dragon


Tak lama kemudian dia berkata. "Maafkan tindakan anak buah ku tuan!"


"Sungguh aku tidak bisa mengenali orang hebat di sini!" Ucapnya terkesan tulus


Tapi sayangnya buat Dragon itu hanya sandiwara saja, dan dia sudah mengetahui apa tujuan daripada Radanath tersebut


"Siapa namamu anak muda?" Tanya Dragon dingin, malah tidak menanggapi permohonan maaf dari Radanath barusan


"Aku Radanath!, dan orang orang ini semuanya pengawal ku." Jawab Radanath berterus terang


"Ketahuilah putra penguasa!. Tidak selamanya orang akan tunduk pada mu!"


"Ada kalanya mereka akan melawan walau dalam hati!"


"Hari ini adalah contohnya!"


"Pemilik restoran ini sudah sangat jengah dengan sikap mu yang sewenang wenang itu!"


"Sudah dua kali dia merenovasi restorannya, dan itu semua karena ulah mu!"


"Tapi sedikitpun kau tidak membantu bebannya!"


"Apakah itu yang dikatakan pemimpin?" Ucap Dragon terkesan menggurui Radanath tersebut


"Maafkan aku tuan. Aku akan memberi ganti rugi padanya!" Jawab Radanath tegas tapi dalam hatinya menaruh dendam pada pemilik restoran itu


"Pemilik restoran!. Katakan berapa biaya yang telah kau keluarkan, saat merenovasi restoran mu ini sebanyak 2 kali?" Tanya Dragon menguji


"Tidak apa apa tuan!. Biaya yang paman keluarkan, tidak ada hubungannya dengan tuan muda ini!"


"Itu semua masalah ku!, karena telah berani membuka usaha di sini!" Jawab pemilik restoran itu takut takut


"Katakan saja jangan takut!. Ada kami disini!" Respon Dragon menguatkan


"Tidak tuan. Tidak perlu semua itu!. Dan terima kasih karena telah peduli dengan paman!" Jawabnya


"Pokyak! Dalam kartu ATM ini ada lima belas juta bath, Dan PIN nya ada dibelakang kartu ."


"Gunakan untuk mengganti rugi biaya yang kau keluarkan. Termasuk kerusakan baru itu!" Ucap Radanath cukup jelas


Kemudian memasukkan kartu tersebut ke saku Pokyak, pemilik restoran tersebut sambil berbisik

__ADS_1


__ADS_2