Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ivory kritis


__ADS_3

"Cepat amankan situasi, dan bersihkan tempat acara ini, agar suasana kembali normal!" Perintah Dion sesaat setelah menaklukkan Aron


Di tengah Dion sedang memberikan instruksi itu, dua orang kepala negara, pemimpin perusahaan, ketua organisasi dan tamu tamu penting lainnya, mendatangi Dion, kemudian satu persatu mengucapkan rasa keprihatinan mereka, serta mengutuk perbuatan tidak terpuji itu, dengan berkata..


"Tuan!. Kami atas nama pribadi, juga mewakili rakyat ku, mengucapkan rasa keprihatinan yang dalam, atas insiden ini. Kami doakan, agar istri tuan tidak apa apa." Ucap seorang kepala negara pada Dion dengan tulus, sambil menangkup kan kedua tangannya di dada


"Terima kasih tuan!. Maafkan jika kejadian ini telah menimbulkan preseden buruk bagi kota ini, pada penilaian anda." Balas Dion lesu


"Justru kami kagum atas penanganan yang cepat itu. Orang orang tuan dan petugas negara yang ada ditempat ini, begitu sigap dalam menangani para perusuh tersebut." Jawabnya cepat


"Hanya membutuhkan waktu tak sampai 3 menit, semua kerusuhan telah berhasil diatasi. ini prestasi yang sangat luar biasa!" Jawab kepala negara itu apa adanya, sambil matanya melirik kearah Ivory, yang saat ini sedang mendapat pertolongan pertama


"Terima kasih atas kepercayaan anda." Balas Dion tulus


"Kami juga mengucapkan rasa prihatin kami, pada musibah yang telah menimpa keluarga anda. Kami doakan, mudah mudahan istri anda bisa selamat." Ucap kepala negara lain dengan hikmat, juga melirik ke arah Ivory itu


"Terima kasih tuan!, dan maaf jika kejadian tadi, telah membuat anda mempunyai kesan buruk pada pelayanan keamanan kota ini." Sambut Dion ikhlas


"Kami berjanji, kejadian tersebut tidak akan terulang lagi dimasa yang akan datang." Sambung Dion lagi dengan tekad kuat


"Sama seperti saudara kepala negara ini, kami juga merasa kagum atas penanganan kerusuhan tersebut, dan tuntas tidak sampai 3 menit. Jujur kami katakan, Ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa." Pujinya tulus


"Terima kasih atas kepercayaan anda pada kota kami ini." respon Dion membesarkan hati pemimpin negara tersebut


"Kami mewakili pemimpin negara ini, juga ingin mengucapkan, rasa prihatin kami yang tulus, dan mendoakan agar istri anda tidak apa apa." Ucapnya juga tulus


"Kami berjanji, akan mengusut tuntas masalah ini, dan membantu mencari dalang dibalik semua kejadian itu ." Ucap wakil kepala negara tersebut dengan tegas


"Terima kasih tuan wakil, semoga doa anda bisa terkabul. Dan terimakasih atas bantuan anda, untuk membantu mencari dalang peristiwa ini." Jawab Dion tulus


Kemudian satu persatu, tamu tamu penting lainnya mendatangi Dion, untuk mengucapkan rasa prihatinnya, atas musibah yang telah menimpa Dion tersebut


Dengan ramah Dion menyambut semua ucapan keprihatinan mereka, dan mempersilakan kepada tamu tamu pentingnya itu, untuk kembali ke hotelnya masing masing

__ADS_1


Setelah itu, dion mengumpulkan para petinggi pengawalnya, termasuk juga pengawal elit, dan komandan, yang saat itu masih berada di tempat acara itu, untuk diberi pengarahan


Dalam pengarahan itu, Dion memerintahkan ke pada puluhan pengawalnya tersebut, untuk menahan semua panitia, juru masak, pelayan dan pramusaji, diluar dari orang orangnya, meminta agar dikumpulkan disuatu tempat untuk diperiksa


Entah kenapa, Dion mempunyai feeling, agar menahan semua orang yang dipekerjakan dalam acara itu, terutama yang diambil dari luar


Mungkin melalui merekalah, senjata yang digunakan oleh penusuk tersebut berhasil diselundupkan, termasuk juga 1 buah pistol yang dibawa oleh Aron tersebut, sehingga Dion berinisiatif untuk menahan mereka semua, agar tidak sempat melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti


Khusus untuk Aron, yang saat ini belum sadarkan diri, dibawa ke ruang interogasi markas besar pengawal dikota Golden City untuk di introgasi, agar mau membuka mulut, dan mengatakan, siapa orang yang telah menyuruhnya berbuat seperti itu


Petugas negara yang diminta bantuannya oleh Dion, saat ini masih berada di lokasi pesta dan lokasi kejadian tersebut


Sedangkan yang bertugas diluar tempat pesta, juga masih berada ditempatnya, menyusul perintah baru untuk memeriksa kembali orang orang yang dicurigai sebagai komplotan para penyerang itu


Lima menit kemudian, setelah Ivory mendapatkan pertolongan pertama dari Govin dan petugas medis lainnya, ditambah dengan sudah berhentinya pendarahan di perut Ivory, Dion memerintahkan kepada Govin, dan anak buahnya itu, untuk membawa Ivory ke rumah sakit, agar mendapat penanganan lanjutan, karena lukanya sangat serius sekali


Sedangkan belati yang menembus perut Ivory itu, saat ini telah dicabut, dan telah dijadikan barang bukti, oleh petugas kepolisian untuk dilakukan penyelidikan


Dengan diantar oleh Dion, Dragon, tuan Birawa, Iron, Hans dan lain lain, Ivory dibawa ke rumah sakit, dengan menggunakan mobil khusus


Tidak tanggung tanggung, Ivory langsung ditangani oleh 6 orang dokter secara bersama sama, untuk mendiagnosa segala kemungkinan yang akan terjadi kepada Ivory, juga memprediksi, bahwa Ivory saat ini sedang dalam keadaan kritis, dan perlu penanganan yang serius


Para dokter itu memutuskan, untuk melakukan operasi kecil diperut Ivory, untuk menambal, memotong atau menyambung beberapa ususnya yang tertembus oleh belati tersebut


Setelah hasil diagnosa dengan menggunakan CT Scan keluar, disepakati, Ivory memang harus dioperasi saat itu juga


Dion yang dikabari berita tersebut, hanya bisa pasrah, dan merelakan Ivory untuk dioperasi, demi untuk menyelamatkan nyawa istrinya itu


Di bawah penanganan para dokter ahli, yang kebetulan semuanya dokter perempuan, pendampingnya juga perempuan. Akhirnya setelah satu jam, perut Ivory telah selesai dioperasi dengan selamat


Tapi sampai saat ini, Ivory masih belum juga sadarkan diri, mungkin akibat pengaruh obat bius, atau memang disebabkan oleh penusukan tersebut


***

__ADS_1


Tiga jam kemudian, Ivory dipindahkan keruang khusus kelas utama, yang didalamnya hanya ada satu tempat tidur khusus perawatan bagi pasien, tapi ada tiga tempat tidur untuk keluarga pasien, yang masing masing berukuran cukup besar


Sampai saat ini, Ivory masih belum sadarkan diri juga. Detak jantungnya lemah.dibawah 60 denyut permenit. Sedangkan normalnya 60 sampai 100 denyut permenit ketika sakit. Itu terlihat dari indikator yang ada di mesin ECG atau Elektrocardiogram yang tersedia di sana


Sementara nafasnya juga lemah, juga tertera di alat Patient Monitor, yang dipasangi 6 kabel untuk mengecek kondisi tubuh Ivory saat ini


Dua kantong darah terlihat tergantung diatas tempat tidurnya, berikut dengan peralatan infus dan oksigen yang terpasang disekujur tubuhnya itu


Dion yang melihat kondisi Ivory tersebut menjadi trenyuh. Orang yang tidak biasa menangis itu, saat ini tanpa sadar telah meneteskan air mata, yang tidak bisa dibendung lagi


Tubuhnya lunglai tidak bersemangat. Anak buahnya yang berjaga ditempat itu, juga di sekitaran rumah sakit tersebut, tidak bisa berbuat apa apa untuk menghibur tuannya


Emily dan maya yang melihat keadaan kakak angkat nya itu, berinisiatif untuk menguatkan mental Dion, agar tetap sabar serta yakin, bahwa Ivory akan sembuh seperti sediakala


***


Sementara itu, Dragon, tuan Birawa, dan Tiger, sudah diantar pulang ke vila, untuk istirahat. Dikawal oleh Iron, Burgon dan Leon. Sedangkan Hans, Robin, Anjani, tiga gadis Shanghai, dan belasan komandan serta puluhan pengawal elit masih tetap berada di sekitaran rumah sakit tersebut


Langit, Awan dan Bumi, saat ini tidak berada di rumah sakit, tetapi mereka bersama dengan ratusan pengawal tingkat menengah, dan puluhan pengawal tingkat elit, sedang menyisir jalan dan tempat tempat di kota B, serta di kota Golden City tersebut, untuk mencari dan menemukan, kemungkinan adanya sisa komplotan kelompok Aron tersebut


Di bagian lain, Burgon dan Eric serta belasan pengawal elit lainnya, saat ini sedang mengintrogasi Aron, ketua komplotan yang menyerang Ivory tersebut


Dalam introgasi itu, Aron banyak mendapat siksaan batin, karena terus menerus diintimidasi oleh Burgon dan Eric itu, karena sampai satu jam lamanya, belum juga mau membuka mulut


Karena merasa geram, Robin si dewa kematian itu, dipanggil untuk membantu proses penyelidikan terhadap Aron


Sesampainya ia di tempat itu, Robin langsung berkata. "Tolong pinjamkan belati mu itu Eric, aku ingin memotong alat kebanggaannya itu, untuk digoreng, dan diberikan kepada anjing di tempat lain ucapnya dengan wajah serius


Eric mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Robin tersebut. Tanpa membuang waktu lagi, Erik langsung memberikan belatinya kepada Robin dan menunggu apa yang akan dilakukan olehnya


"Buka kedua kakinya, agar aku mudah memotong alatnya itu!" Ucap Robin sambil menyeringai buas


"A..a..apa yang akan kau lakukan.Tolong!, tolong!. Jangan kau lakukan itu, aku akan berterus terang!." Ucap Aron gagap dan ketakutan yang bukan main main

__ADS_1


"Katakan dengan jelas. Kami siap untuk mendengarnya. Tapi jika kau berbohong, maka satu telingamu akan hilang, berbohong satu kali lagi, telinga sebelah nya pula yang akan hilang. Begitu seterusnya, sampai seluruh anggota tubuhmu terpotong dan terpisah dari tempatnya." Jawab Robin sambil memainkan belati tajam untuk mengintimidasi Aron itu


__ADS_2