Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pengejaran


__ADS_3

Sementara itu, helikopter yang membawa Sangkuni, Arnold dan empat anak buahnya, terus mengudara dengan bebasnya tanpa gangguan


Tapi tak lama kemudian, satu helikopter lain, yang berisikan empat orang penumpang, termasuk pilotnya, terlihat mengudara dari arah Utara


Helikopter itu adalah milik pihak kepolisian, yang dikerahkan untuk membuntuti helikopter yang membawa Sangkuni dan anak buahnya


Selang beberapa menit kemudian, dua helikopter super puma milik Birawa Group, juga terlihat sedang membuntuti dua helikopter itu


"Terus ikuti laju terbang dua helikopter itu, dan jangan biarkan dia lepas!"


"Helikopter ini jauh lebih canggih dari dua helikopter tersebut!"


"Pepet salah satu dari mereka, dan arahkan ke tempat sepi, agar kita mudah menjatuhkannya tanpa khawatir menimpa perumahan penduduk!" Ucap Burgon pada anak buahnya


"Tembak!" Ucapnya lagi memberi perintah


Sedetik kemudian, terdengar serentetan senjata otomatis di udara, yang diarahkan pada helikopter milik Sangkuni


Tapi tembakan itu sedikit meleset, karena super puma mendadak berbelok arah dan terus melaju di udara


Penumpang helikopter milik pihak kepolisian, juga tak mau kalah. Mereka juga menembaki helikopter yang ditumpangi oleh Sangkuni. Tapi sejauh ini belum membuahkan hasil


"Sialan!. Lihai juga pilotnya!"


"Tembakan yang begini banyak, tak satupun yang mengenai mereka!" Gerutu salah seorang polisi pada rekannya


"Jaraknya terlalu jauh, sedang dua helikopter super puma itu itu juga menghalangi pandangan kita."


"Beri kode pada mereka untuk menjauh, agar kita bisa menembak jatuh helikopter itu, tanpa khawatir mengenai mereka." Jawab seorang rekannya


"Tidak bisa!. Mereka juga punya kepentingan yang sama seperti kita!"


"Mereka orang orangnya Birawa Group, dimana perusahaan tuannya akan menjadi sasaran pengrusakan dari bawahan Sangkuni."


"Wajar saja mereka marah pada Sangkuni, dan ini aku rasa meringankan tugas kita sebagai polisi!" Jawab temannya enteng


"Terserah kaulah!" Respon temannya melalui saluran interkom acuh tak acuh


Sementara itu, Kejar mengejar terus saja berlangsung di udara, antara helikopter milik Sangkuni dengan helikopter milik pihak kepolisian, ditambah lagi dengan dua helikopter milik Birawa Group


Bak di film film Hollywood dan film film lain, aksi orang orang yang ada di dalam pesawat heli itu, memukau orang orang yang ada di bawah


Sesekali mereka melihat dan mendengar, serentetan senjata otomatis, yang dilancarkan oleh kedua belah pihak, untuk saling menjatuhkan pesawat yang mereka tumpangi


"Kurang ajar!. Liat juga super puma itu!" Ucap Sangkuni jengkel


"Terus tembaki mereka!. Jangan kasi kendor!" Teriaknya kesal


Duar!. Tiba tiba saja dinding helikopter tertembus peluru, dan mengenai salah seorang anak buah Sangkuni hingga tewas saat itu juga


"Jangan panik!" Ucap pilot helikopter itu mencoba menenangkan tuannya


"Tetap tenang!, dan jangan terlalu banyak bergerak!" Ucapnya lagi


"Terus balas tembakan mereka, dan jangan kasi kendor!" Sambung Sangkuni menimpali


"Dor! dor! dor!


"Dor! dor! dor!


Balas membalas tembakan terus saja berlangsung di udara. Tapi sampai sejauh ini, cuma satu orang yang mati. Itupun anak buah Sangkuni, manusia berselimut dendam tak berkesudahan

__ADS_1


Sekitar tujuh menit, aksi kejar kejaran empat helikopter telah berlangsung di udara. Bunyi tembakan senjata otomatis terus terdengar. Tapi buruannya belum juga mau menyerah


Namun pada satu kesempatan bagus, anak buah Burgon yang sudah geram dengan sikap lawannya yang tak mau menyerah. kembali menembaki helikopter yang ada di bawah helikopternya


Dor! dor! dor!


Prang!


Sedetik kemudian, helikopter itu oleng, karena kipas bagian belakangnya tak berfungsi dengan baik


Tak cukup di situ saja, beberapa anak buah Burgon kembali memberi tembakan ke ekor bagian belakang dan lambung pesawat tersebut


Akibatnya, helikopter yang terkena sasaran mengeluarkan asap, karena mesin pesawatnya terkena tembakan cukup banyak


Sejurus kemudian, helikopter itu terlihat menukik ke tanah, dan jatuh terhempas, hingga meledak tanpa sempat meminta bantuan


Beberapa detik sebelum jatuh, Sangkuni mengeluarkan eneg eneg nya pada Arnold


"Ini semu gara gara kau orang tua bodoh!. Kalau kau tak melibatkan ku, tentu saja saat ini keadaan ku tidak seperti ini!"


"Sebentar lagi kita semua akan mati karena kebodohan mu!"


"Dor! dor! dor!


Tiba tiba saja dia merampas pistol yang selalu di pegang oleh anak buahnya, dan memuntahkan pelurunya ke arah tubuh dan kepala Arnold hingga pecah. Kemudian dia berteriak lantang


"Arwahku tidak akan tenang, sebelum bisa membalaskan dendam ku pada Birawa Group!" Teriaknya kuat kuat, dan


Bam!. Duar! duar!


Helikopter yang ditumpanginya itu, meledak begitu menyentuh tanah, dan membakar isinya tanpa kenal ampun


Tak lama kemudian, tiga helikopter yang memburu mereka pun turun, dan penumpangnya segera berhamburan keluar, untuk memeriksa buruannya


Seorang pengusaha ternama, yang menempati urutan ke tiga sekota J, dalam hal kekayaannya. kini telah mati dengan cara yang mengenaskan


"Ayo kita kembali!, dan melaporkan hasil nya pada tuan besar!" Ucap Burgon memberi perintah


"Baik!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian menaiki helikopter super puma yang tadi ditumpangi nya itu


Tak lama kemudian, helikopter milik polisi dan Birawa Group, terlihat mengudara di langit dengan gagahnya


***


Sementara itu di kota emas pada waktu yang sama


Dion, tuan birawa, dan belasan anak buahnya itu, terlihat sedang berbincang bincang di gazebo depan villanya


Terlihat Dion yang paling banyak memberikan instruksi pada anak buahnya. dengan dengan berkata


"Barusan aku mendapat pemberitahuan dari Burgon bahwa Sangkuni telah berhasil dihabisi, berikut anak buahnya."


"Dengan matinya dia, aku berharap, ancaman pembakaran gedung-gedung perusahaan ku tidak jadi terlaksana."


"Tapi walau demikian, penjagaan tetap dilaksanakan!" Ucap Dion tegas dan mantap


"Cucuku!. Apa tidak sebaiknya penjagaan diperlonggar, terutama di tempat tempat yang tidak begitu strategis?" Tanya tuan Birawa memberi usul


"Boleh juga usul kakek itu. Tapi rumah sakit, hotel, penginapan, restoran dan beberapa tempat lain, penjagaannya tetap di jaga dengan ketat, dan sedikitpun tidak diperlonggar!"


"Aku tidak mau sisa anak buah Arnold dan Sangkuni, berniat membalaskan dendam tuannya."

__ADS_1


"Jadi aku minta pada ketua iron, terutama paman Adi. Untuk menginformasikan berita ini pada anak buah kalian."


"Perketat penjagaan di tempat tempat strategis menjelang tahun baru, dan sisir sekitarnya agar tidak ada orang lain yang bisa masuk!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab senior Adi dan ketua Iron serempak


"Oh ya kek!. Rencananya, puluhan bahkan mungkin ratusan anak buah kita, akan diliburkan ke kota Teluk Berlian, satu hari sebelum pergantian tahun baru."


"Tapi melihat situasi seperti ini, libur itu terpaksa diundur, dan akan dilaksanakan setelah keadaan benar benar aman." Ucap Dion menjelaskan pada kakeknya


"Terserah kau mau bagaimana, kakek setuju saja!" Jawab kakeknya datar. Kemudian menyeruput teh kesukaannya itu


Tak lama kemudiab, Robin dan empat anak buahnya pun datang, dan segera memberi salam pada Dion serta tuan Birawa dengan sikap sopan


"Langsung saja pada intinya!. Sudah sejauh mana perkembangan penyergapan Sangkuni dan orang orangnya?" Ucap Dion memberi perintah


"Sama seperti yang dilaporkan. Sangkuni, Arnold dan empat orang petinggi kelompoknya, semuanya mati terbunuh, bersama dengan hancurnya helikopter yang ditumpanginya itu."


"Bukan hanya itu saja tuan!, mansion mewah miliknya juga telah dihancurkan."


"Seluruh anak buahnya yang ada di mansion tersebut, semuanya mati terbunuh, bahkan jasadnya habis terbakar."


"Kalaupun ada anak buahnya yang masih hidup, saya rasa mereka tidak akan berani menampakkan diri."


"Saya bisa memastikan, ancaman yang mereka tebarkan itu, tidak akan terjadi malam tahun baru ini." Ucap Burgon semangat


Sedang mereka berbincang itu, Burgon dan orang orang menyusul datang


Mereka langsung membungkuk hormat kearah Dion dan tuan Birawa, kemudian berkata.


"Salam tuan besar, tuan senior!" Ucap mereka serempak


"Apakah benar apa yang dilaporkan oleh rekan mu ini Burgon, bahwa Sangkuni dan anak buahnya telah mati terbunuh, bersama dengan hancurnya helikopter itu?" Tanya Dion langsung pada intinya


"Benar tuan besar!. Dia mati bersama dengan lima orang anak buahnya."


"Helikopter yang mereka tumpangi itu, meledak dan jatuh, setelah mesinnya kena tembak oleh mereka ini."


"Tak lama setelah meledak, helikopter itu terbakar, dan menghanguskan isinya."


"Seluruh penumpangnya mati, dan jasad mereka hangus terbakar." Jawab Burgon apa adanya


"Baguslah kalau begitu!. Aku senang mendengarnya" Respon Dion lega


"Namun walau demikian, ancaman lain, kemungkinannya masih ada."


"Jadi tempat tempat yang dianggap rawan, tetap harus dijaga 24 jam, dengan pengawasan ketat."


"Untuk itu aku perintahkan!, agar kalian saling bekerjasama, dalam mengamankan tempat tempat strategis itu."


"Dibawah komando paman Adi. Kalian akan ditempatkan pada posnya masing masing."


"Apakah penjelasan ku ini, bisa kalian pahami?" Tanya Dion tegas


"Kami mengerti dan memahaminya tuan besar!" Jawab mereka serempak


"Bagus!" Responnya senang


"Kalau begitu, sudah tidak ada lagi yang perlu disampaikan pada kalian."


"Untuk itu kalian boleh bubar!" Ucap Dion memberi perintah

__ADS_1


"Baik!" Jawab mereka kembali serempak. Lalu meninggalkan tempat tersebut dengan tekad kuat


__ADS_2