Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Muncul kembali


__ADS_3

Ternyata perkiraan kapten polisi itu tidak sesuai dengan kenyataan. Tommy dan rombongannya tidak langsung menuju ke perbatasan Belgia, karena jaraknya yang lumayan jauh. Tapi bersembunyi di Reims. Salah satu kota di daratan Perancis itu.


Rencananya setelah keadaan aman, baru mereka akan melanjutkan perjalanannya ke Belgia.


Sementara rombongan pengejarnya itu, malah mengambil jalan lain, yang menuju ke perbatasan Swiss. Jadi sampai kapan pun mereka tidak akan pernah menemukan Tommy.


Dibantu oleh kepolisian kota Troyes, rombongan itu terus saja mengejar Tommy, bahkan sampai mengerahkan dua helikopter, agar mudah menemukan rombongan mereka.


Tapi sampai hari menjelang malam, keberadaan Tommy dan rombongannya itu, tetap tidak ditemukan.


Sedangkan anak buah Robin, hanya melakukan pengejaran sampai ke wilayah Soissons, sebuah kota yang tidak begitu besar, sebelah Utara Paris dan berhenti di sana.


Sama seperti rombongan dari kepolisian, bawahan Robin pun tidak akan bertemu dengan Tommy, karena berlainan arah, Hal itu bisa terjadi karena banyaknya jalan alternatif yang ada di wilayah Perancis tersebut.


Walau sudah mengerahkan banyak intelijen dan pengawal. bawahan Robin itu tetap tidak bisa menemukan keberadaan Tommy


Bahkan Robin memerintahkan pada hacker nya, agar memindai seluruh wilayah Paris, dan berharap bisa menemukan pergerakan dari rombongan Tommy itu.


Namun sampai menjelang petang, rombongan Tommy, tetap tidak bisa ditemukan, karena banyaknya aktifitas lalu lintas di semua jalan raya yang ada di sekitaran Paris, dan semuanya kelihatan biasa biasa saja


Tapi hacker tersebut menemukan dua buah mobil yang melaju kencang di jalan raya luar kota, yang melaju ke arah barat, dan jaraknya sudah lumayan jauh dari kota Paris, seperti sedang mengarah ke kota berikutnya


Namun para hacker tersebut mengabaikan keberadaan dua buah mobil itu, karena di tol tersebut memang sudah biasa, mobil mobil melaju kencang di atasnya


Maka jadilah kedua mobil itu, lepas dari pengamatan, dan akhirnya sampai di kota berikutnya dengan aman


***


"Kita berhenti di pinggiran kota ini dulu, tunggu keadaan tenang, baru melanjutkan ke kota lain, baru ke perbatasan Belgia." Ucap Tommy pada John Pierre, dan ketujuh anak buahnya itu.


"Baik tuan!" Jawab John Pierre cepat.


"Aku bukan pemimpin organisasi lagi, tapi telah menjadi buronan negara, bahkan lintas negara. Jadi kalian tidak perlu memanggilku dengan panggilan tuan lagi." Respon Tommy Tidak enak hati.


"Jika kalian ingin pergi dan memisahkan diri dari kami, kalian boleh memutuskannya sekarang, dan tentukan hidup kalian sendiri." Sambungnya lagi.


"Kami telah memutuskan untuk tetap mengikuti tuan Tommy, kemanapun tuan dan nyonya akan pergi, karena kami sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi."


"Jika kami tetap berada di Perancis, apalagi kota Paris itu.


maka dengan mudah pihak kepolisian akan menemukan serta menangkap kami di sana."


"Oleh karena itu, kami telah sepakat akan tetap mengikuti tuan, walaupun kami tahu, tuan bukan ketua organisasi mafia itu lagi. Lagipula organisasi tersebut sudah tidak ada lagi."


"Setelah kita berhasil melewati perbatasan, dan masuk ke negara Belgia, kita bisa membuka usaha di sana, sebagai petani atau pengusaha, dan hidup sebagai orang biasa, walau dalam penyamaran sepanjang masa." Jawab John Pierre tegas.


"Terima kasih atas kesetiaan kalian. Aku berjanji akan terus mendukung apapun keputusan kalian itu." Respon Tommy senang.


"Maafkan aku Ade!. Gara gara dendam ku itu, kita sekarang jadi menderita seperti ini, bahkan menjadi buronan."

__ADS_1


"Jika waktu itu, aku tidak menuruti kata hati, mungkin kondisi kita akan baik baik saja."


"Aku harap kau tidak marah serta kecewa padaku." Ucap Tommy dengan ekspresi menyesal.


"Aku juga terlibat dalam masalah ini. karena akulah dalang utama pembunuhan tersebut. Dan kejadian selanjutnya, kita semua berperan bersama."


"Jadi masalah itu, kita sama sama salah." Ucap Adeline bijaksana.


"Tapi semua tabungan, aset perusahaan juga organisasi, kecuali uang kontan dan perhiasan yang kita simpan ditempat lain itu. Semua telah disita oleh Dion. Jadi boleh dikatakan, kita sekarang telah jatuh miskin." Jawab Tommy sedih, seperti menyalahkan diri sendiri.


"Kalau masalah itu kau tidak perlu khawatir !. Ada sebuah rahasia besar, yang baru saja aku ketahui tentang ayah ku itu. Ternyata dia selama puluhan tahun, telah menyimpan emas batangan, diruang bawah tanah, tak jauh dari tempat Austin disekap itu." Ucap Adeline apa adanya.


"Apa!. Dari mana kau tahu rahasia itu?" Tanya Tommy penasaran sekaligus terkejut.


"Secara tidak sengaja, aku masuk ketempat itu melalui kamar ayahku, yang langsung terhubung ke tempat penyimpanan emas emas batangan tersebut."


"Pintu masuknya ada di belakang lemari baju yang mudah digeser, yang tak jauh dari tempat tidur ayah ku itu."


"Karena penasaran, secara diam diam aku memasuki pintu tersebut, dan terus menyusuri lorong panjang alami, yang ada di perut bumi. dan mendapati, dalam radius kurang lebih 600 meter menurut perkiraanku. Ada tumpukan emas yang sangat banyak didalamnya."


"Jika kita bisa menguasai emas emas itu, aku yakin kita akan kembali jaya, walau bukan di Paris atau Perancis ini." Ucap Adeline berterus terang.


"Masalahnya, kita lagi dalam masa pelarian. Jadi tidak mungkin bagi kita untuk mengambil emas emas itu sekarang." Bantah Tommy pesimis, kemudian melanjutkan argumennya lagi


"Lagipula, mungkin rumah ayahmu itu, telah disita atau diambil alih oleh orang orang nya Dion, dengan alasan keamanan."


"Jadi untuk sementara, kita harus bersabar, dan melupakan tentang emas emas batangan itu."


"Saat ini, kita fokus pada pelarian kita saja, dan jangan sampai pihak kepolisian menemukan keberadaan kita." Jawab Tommy sedikit khawatir, tapi dalam hatinya timbul secercah harapan. Lalu mengarahkan pandangannya kearah John Pierre


"John!. Bagaimana anak buah mu yang lain. Apakah mereka tertangkap atau berhasil kabur?" Tanya Tommy tiba tiba.


John Pierre menjadi gelagapan, saat ditanya seperti itu, ketika dia sedang melamun. Tapi tak lama kemudian, dia berhasil menguasai diri, dan langsung menjawab pertanyaan Tommy dengan berkata.


"Mereka semua berhasil kabur, dan saat ini sedang bersembunyi disekitaran Paris. Ada juga yang sudah berada di kota lain, dan saat ini mereka sedang melakukan penyamaran." Jawab John Pierre apa adanya


"Baiklah kalau begit!. Mari kita istirahat dulu. Beberapa hari kemudian, baru melanjutkan perjalannya ke perbatasan." Ucap Tommy memberi perintah


***


Sementara itu, rombongan polisi juga bawahan Robin, tidak berhasil menemukan keberadaan Tommy dan anak buahnya itu.


Karena hari sudah malam, mereka memutuskan untuk menginap di kota yang mereka singgahi, dan memutuskan untuk kembali saja esok harinya


Sedangkan bagi Austin, sebelum dia berangkat ke kota J. Indonesia. atas perintah Dion melalui Robin, telah memindahkan ribuan batangan emas ke perusahaan eksport impor birawa Group, dengan menggunakan mobil mobil ekspedisi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut


Pihak perusahaan telah menawarkan pada Austin, agar mengambil emas emas itu seberapapun yang dia mau, tapi Austin menolaknya dengan halus, dan mengatakan, bahwa dia tidak membutuhkan emas emas itu


Yang dibutuhkan oleh nya saat ini adalah, kata maaf dan kepercayaan dari tuan Birawa serta Dion saja

__ADS_1


Keputusan Austin yang luar biasa itu, semakin menambah kepercayaan dari tuan Birawa dan Dion menjadi besar padanya


Keesokan harinya, Austin akan diberangkatkan ke Indonesia, dan akan dijemput oleh belasan orang pengawal tingkat elit di kota J, kemudian langsung diberangkatkan ke kota B, untuk menuju kota Golden City


***


Sudah 18 tahun lebih aku tidak muncul di permukaan. Mungkin dunia sudah melupakan peristiwa besar itu."


"Aku yakin, Birawa sudah tidak ingat lagi peristiwa penculikan cucunya itu..Lagipula Wolf, si biang kerok tersebut sudah mati. Jadi praktis aku aman, jika harus muncul lagi dipermukaan." Ucap seorang seorang laki laki paruh baya, sambil duduk di kursi kebesarannya


"Danendra!." Serunya lantang, memanggil seorang komandan pasukan perang nya untuk menghadap


"Siap melaksanakan perintah tuan!" Ucap Nendra sesaat setelah datang kehadapan tuannya itu


"Sudah 18 tahun kita bersembunyi. Kini saatnya bagi kita untuk tampil kembali setelah sekian lama vakum dalam dunia gangster, mafia dan perdagangan dunia."


"Aku ingin kau kumpulkan orang orang kita yang masih hidup, untuk kembali berkiprah dalam kancah percaturan dunia."


"Kalau mereka tidak mau bergabung lagi dalam kelompok kita, habisi saja!"


"Tapi bagi yang masih mau dan setia pada organisasi, termasuk anggota keluarganya yang laki laki. Rekrut dan tarik mereka, agar mau masuk ke kelompok kita." Ucap laki laki misterius tersebut cukup panjang


"Tapi bagaimana kalau mereka menolak, termasuk anak Carlos itu. Ku dengar dia sudah bergabung dengan Birawa Group, dan telah menjadi pengawal elit mereka?" Tanya Nendra meminta keputusan


"Walau dia bukan anggota tetap, tapi keberadaannya sangat penting bagi organisasi. Jadi jika dia menolak, sandera istrinya, agar dia dan anaknya mau menuruti keinginan kita."


"Kalau usaha pertama gagal, lakukan teror terus menerus pada Carlos dan keluarganya itu. Aku ingin dia tahu bahwa aku masih hidup!" Ucapnya sambil menyeringai


"Baik tuan!"Jawab Nendra sambil membungkuk kearah laki laki itu dengan sikap hormat


"Setelah Nendra pergi, laki-laki misterius itu berguman sendiri dan berkata." Dasar Wolf sialan!. Belum juga rencana mu berhasil, kau sudah keburu mati duluan."


"Padahal tinggal selangkah lagi, kau pasti bisa mendapatkan perusahaan besar itu. Dasar bodoh!" Ucapnya kesal. Sambil kembali teringat masa lalunya yang pahit, ketika masih menjadi anak buah Birawa itu


"Mulai hari ini kau dipecat!" Teriak Birawa muda sedikit keras pada Dapen Wolf, yang sedang berada di depannya itu dengan kondisi ketakutan


"Apa salah saya tuan?. Bukankah sudah saya katakan, bahwa saya tidak bersalah, dan tidak melakukan penggelapan uang perusahaan!."


"Yang melakukan itu adalah Braga!" Bantah Dapen Wolf mencoba membela diri


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu, karena semua bukti mengarah pada mu!" Sanggah Birawa dengan bentakan keras, sambil menggebrak meja kerjanya kuat kuat


"Rekaman CCTV juga menjadi bukti tuduhan itu!" Ucap Birawa tidak mempercayai apapun yang diucapkan oleh Dapen Wolf itu


"Sekuriti!. Panggil Braga kesini!" Perintah Birawa tegas


"Baik tuan!" Jawab sekuriti itu patuh


Hanya dalam waktu singkat, Braga sudah berada didepan Birawa muda. dan langsung membungkuk layaknya seorang pelayan kerajaan

__ADS_1


"Katakan!. Siapa siapa saja yang terlibat dalam penggelapan uang perusahaan itu!" Bentak Birawa muda sangat marah sekali


__ADS_2