Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
57. Akhir keserakahan Govan


__ADS_3

"Kalian jangan diam saja, cepat habisi mereka!" Teriak Govan sudah mulai putus asa


Tapi seruannya itu tidak mendapatkan respon sama sekali dari anak buahnya, 83 pengawal bayaran yang tersisa, hanya berdiri diam, dibawah ancaman yang sangat mengerikan


Begitu juga dengan lima pengawal pribadi Govan, mereka tidak menggubris perintahnya, malah dengan sengaja, 4 diantara mereka, membuang pistol yang ada di balik bajunya itu, lalu berlari menjauh dari bosnya tersebut


Kelimanya sadar walaupun mereka bersenjata api, tapi tidak akan mampu menghabisi mereka semua dengan senjata itu, Rasa takut mati, mengalahkan semuanya


Baru pertama kali inilah mereka merasa sangat takut, biasanya mereka sangat mendominasi keadaan, tapi sekarang, malah mereka yang merasa terancam dan tertekan


Walaupun sudah diperintahkan untuk bergerak dan melawan, tapi mereka tetap bungkam, antara mau menuruti perintah Govan, atau menuruti kata hati mereka untuk menyerah


Sementara Govan, yang perintahnya tidak digubris oleh pengawal bayarannya tersebut, juga pengawal pribadinya, menjadi sangat marah, kemudian memaki hamun mereka semua dengan kata kata kasar dan merendahkan


"Dasar manusia rendah, tidak berguna, badjingan!. Percuma aku membayar kalian dengan harga tinggi, tapi ternyata kalian manusia penakut!" Ucap Govan frustasi


"Kalau hal ini diketahui oleh bos kalian nantinya, maka aku yakin, kalian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat!" Sambungnya lagi mengingatkan mereka dan terkesan mengancam


Tapi apapun yang dikatakan oleh Govan, bos yang telah menyewa jasanya tersebut, sama sekali tidak dipedulikan oleh 83 pengawal itu


Mereka malah serentak, menjatuhkan senjata mereka masing masing ke arah depan, sehingga menciptakan kumpulan senjata yang lumayan banyak, karena masing masing mereka memegang 2 senjata di tangan kanan dan kirinya


Kejadian itu, tentu saja sukses membuat Govan terkejut dan tidak percaya, orang yang selama ini terkenal kuat bengis dan kejam, tapi saat ini, seperti tikus yang terkena perangkap, dan di ancam untuk dibunuh


Ciut sudah nyalinya, tidak ada lagi harapan untuk bisa memiliki tanah tersebut. Pada dasarnya, Govan adalah orang yang lemah, Dia hanya mengandalkan kekayaannya saja, untuk mencapai segala keinginannya, dengan menyewa jasa para anggota gangster atau mafia yang ada


Orang orang yang disewanya itu, adalah dari gangster yang dipimpin oleh Brandy, dan sisanya berasal dari gangster kalajengking merah, yang diketuai oleh John Scorpy


Organisasi mereka mengkhususkan diri pada misi pembunuhan, penculikan dan lain sebagainya, yang bersifat mengintimidasi lawannya


Sebenarnya bos kalajengking merah itu, adalah bekas anak buah Brandy, tapi karena dia membangkang, maka bos kalajengking merah tersebut dikeluarkan dari organisasi yang dipimpin oleh Brandy tersebut


Setelah keluar dari gangster milik Brandy, dia bertekad untuk membalaskan dendamnya kepada mantan bosnya itu, dengan membuat organisasi tandingan yang mengkhususkan diri dalam misi pembunuhan. anggota khususnya sering juga disebut dengan panggilan assassin


Dion dan orang orangnya yang melihat kejadian itu hanya tersenyum senang, karena tidak perlu usaha yang berat, pengawal yang dibawa oleh Govan, lebih memilih menyerah dari pada melawan


Kini seluruh pengawal yang di sewa oleh Govan, telah tunduk sepenuhnya pada kekuasaan Dion, kecuali 17 ninja yang saat ini sedang dikepung oleh Iron dan anak buahnya


Mereka sudah diperingatkan agar menyerah, tetapi mereka tetap tidak mau, karena bagi seorang assassin, pantang bagi mereka untuk menyerah begitu saja

__ADS_1


Sebagai assassin, mereka lebih baik mati melawan daripada menyerah begitu saja, karena bagi mereka, mati di tangan lawan, itu lebih terhormat daripada mati bunuh diri


Hans si tangan kilat, Leon si dewa perang, dan Robin si dewa kematian, merasa sangat geram sekali dengan sikap mereka


Tidak mau membuang waktu dan bertele tele menangani masalah kecil seperti itu, mereka bertiga serentak bergerak dengan kecepatan tinggi, lalu menggunakan keahlian mereka masing masing, untuk membantai para assassin, yang tetap bersikeras melawan


Maka terjadilah hal hal yang diluar nalar manusia, kejam, bengis dan tak kenal ampun


Craasss..! craasss! buk! plak!. crass! buk, buk, dess!


Pluk! pluk!


"Aaaarrrggh..! Uuughh!


Hanya suara itu yang terdengar, mengiringi pergerakan dari ketiganya, ditambah lagi dengan pergerakan Iron, yang nyaris tidak bisa dilihat dengan mata biasa


Dalam sekejap, ke 17 ninja tersebut seluruhnya mati dengan cara yang mengenaskan, ada yang terpotong leher, tangan, badan, dan ada yang dadanya Remuk, tangannya patah serta kepalanya berpaling ke segala arah


Serangan keempatnya memang benar benar sangat luar biasa. Mereka bergelar master dalam ilmu beladiri, entah kenapa di saat itu, mereka berinisiatif untuk menghabisi para ninja tersebut dengan tangan mereka sendiri


Padahal hanya menggunakan kekuatan dari anak buahnya saja, ke 17 ninja itu akan tetap mati, walaupun sedikit membutuhkan waktu yang agak lama untuk menghabisi mereka semua


Kejadian itu, tentu saja membuat seluruh pengawal yang disewa oleh Govan menjadi terkejut dan ketakutan, di dalam hatinya membatin, untunglah mereka mengambil keputusan yang tepat, dengan menyerah tanpa melakukan perlawanan


"Kerja yang bagus!. Aku senang dengan tindakan kalian itu!" Ucap Dion sambil menyeringai seperti psikopat haus darah


"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak, sambil menundukkan badan mereka ke arah Dion


Setelah itu, Dion mengalihkan pandangannya kearah Tiger dan kedua anaknya, yang sedari tadi hanya diam saja, tidak berani ikut campur ataupun bersuara


Tanpa disadari oleh siapapun, tubuh ketiganya gemetaran, begitu melihat betapa sadisnya anak buah Dion, begitu juga dengan Govan, yang saat ini hanya tinggal sendirian, tanpa ada yang bakal membelanya lagi


Tubuhnya jelas jelas gemetaran dan menggigil ketakutan, dia tahu apa yang akan menimpanya sebentar lagi


Timbul penyesalan di dalam hatinya, kalau tadi dia mendengarkan saran dari bawahannya yang lain, maka masalah penghinaan ini tidak akan pernah terjadi padanya


Tapi karena keserakahannya, dan menganggap dia sangat kuat dan berkuasa, maka Govan tetap saja ingin melaksanakan niatnya, datang ke lokasi milik Tiger itu


Tapi dia tidak menyangka, bahwa apa yang didapatinya di sana itu, diluar ekspektasinya, dia hanya mendapatkan laporan dari mata mata yang dikirim olehnya, bahwa di lokasi yang diinginkan oleh Govan, banyak sekali orang yang datang, tanpa mengatakan bahwa mereka orang orang yang kuat

__ADS_1


Tapi nasi sudah menjadi bubur, apa yang diinginkannya tidak tercapai, seluruh anak buahnya menyerah, dan 17 ninja yang sangat diandalkan nya kini telah mati


Tidak ada lagi yang bisa diharapkan nya, meminta bantuan kepada Brandy itu tidak mungkin, melawan apa lagi jadi, yang bisa dilakukannya adalah menyerah dan mengakui kekalahannya


Dia berpikir, setelah dia menyerah, maka Dion dan orang orangnya, akan melepaskannya pergi, setelah dilepaskan, maka dia akan membentuk sebuah pasukan yang kuat untuk membalaskan dendamnya nanti


Tapi sekali lagi harapannya tidak tercapai, Dion bukanya memaafkannya, tetapi malah memerintahkan kepada Hans si tangan kilat, untuk memberikan hukuman yang setimpal pada Govan


Brandy yang mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Hans kepada sepupunya, hanya diam saja, dia malah memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak mau melihat apa yang akan terjadi pada sepupu jauhnya itu


Dalam sekejap, tubuh Govan babak belur, wajahnya sudah tidak dapat dikenali lagi, lidahnya terpotong, kedua tangannya patah, begitu juga dengan kakinya


Sekarang Govan telah menjelma menjadi orang yang cacat, yang tidak akan bisa disembuhkan lagi, setelah itu Dion memerintahkan kepada orang orangnya, untuk membuang Govan ke hutan untuk menjadi santapan anjing di sana


Kini selesailah sudah keserakahan Govan itu. Niat ingin memeluk gunung, tetapi apa daya tangan tak sampai. Bukannya gunung yang di peluk, tetapi besi panas yang didapatkannya


"Iron! minta kepada anak buahmu, untuk mengantarkan tuan Tigar dan kedua anaknya ke hotel, tempat kita menginap." Titah Dion tegas


"Katakan kepada manajer hotel, bahwa ini adalah perintah dariku, jika mereka berani membantah, habisi saja mereka!" Ucap Dion dingin dan tegas


"Baik tuan. Perintah akan segera dilaksanakan." Jawab Iron hormat


Kemudian dia memerintahkan kepada 10 anak buahnya, untuk membawa Tiger dan kedua anaknya ke hotel dimaksud, sementara dia sendiri masih tetap berada di sana, untuk mendapatkan instruksi selanjutnya dari tuan muda Dion


Delapan puluh tiga anak buah kalajengking merah, saat ini masih menunggu dengan harap harap cemas, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka


Sembari memikirkan semua itu, serentak mereka berlutut di tanah, dan membungkuk dalam ke arah Dion, lalu secara serempak mereka berkata


"Ampuni kami tuan muda. Kami mengaku salah, jika tuan muda memberi kesempatan untuk kami hidup, maka kami berjanji, akan selalu setia kepada tuan muda!" Ucap mereka serempak


Dion tidak merespon permintaan mereka, dia malah melihat kepada Iron untuk meminta pendapatnya


Iron yang ditatap oleh tuannya, tentu saja mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya tersebut, kemudian dia berkata


"Sebaiknya tuan mengampuni mereka kali ini, karena pada satu saat nanti, mereka akan sangat berguna bagi tuan. Aku bisa menjaminnya." Ucap Iron hormat


"Kali ini kalian ku ampuni, dan ku beri kesempatan untuk hidup, tapi jika nanti kalian berbuat onar lagi, maka aku sendiri yang akan menghabisi kalian!" Ancam Dion tegas


"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak, lalu buru buru berlari meninggalkan lokasi tersebut dengan takut takut

__ADS_1


Sedangkan 150 buah anak Brandy, masih terpaku diam, mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Dion


Brandy yang menyadari kegelisaha mereka, juga merasa takut, dia yakin Dion akan menghukum mereka dengan keras


__ADS_2