Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dragon menjadi target


__ADS_3

"Setelah setan kecil itu pergi aku akan membunuh mu!" Bisik nya mengancam


Bam!


Bagai mendengar petir dan sengatan listrik, tubuh Pokyak menggigil ketakutan, dan belum berhenti sampai Dragon menyentuhnya. Kemudian berkata pelan


"Jangan pedulikan apa yang dia katakan!"


"Hari ini dia akan mati!. Atau hidup tapi tidak bisa berbuat apa apa!" Ucap Dragon menenangkan pemilik restoran itu. Lalu mengarahkan pandangannya pada Radanath dan berkata.


"Radanath!. Aku sudah memberi kesempatan pada mu untuk hidup. Tapi kau yang menolaknya!"


"Jangan kau kira aku tidak tahu apa yang kau bisikkan pada pemilik restoran ini!"


"Beraninya kau mengancam paman ini untuk dibunuh!"


"Selain itu kau juga mengumpat ku dengan sebutan setan kecil!"


"Apakah kau sudah bosan hidup?" Ucap dan tanya Dragon cukup menakutkan sekali


"A a ampun tuan kecil!. Aku tidak akan mengulanginya lagi!" Respon Radanath ketakutan


"Terlambat!. Dan itu sudah tidak bisa dimaafkan lagi!"


"Kesalahan mu sudah terlalu banyak!"


"Merampok, merampas, memperkosa dan membunuh orang, Tapi selalu lepas dari jerat hukum!"


"Namun kali ini kau tidak akan bisa lepas lagi. Walau aku tahu resiko apa yang akan aku tanggung sesudahnya"


"Aku ingin melihat apa yang bisa dibuat oleh ayahmu juga orang orangnya padaku!"


"Tujuan ku adalah memberi pelajaran pada mu, agar kedepannya tidak sombong lagi!"


"Tapi setelah ini, kau terutama orang tua mu tidak sadar juga. Maka aku akan memberi pelajaran padanya!"


"Jadi penguasa itu tidak serta merta boleh melakukan apa yang diinginkannya, tanpa memikirkan nasib orang lain!"


"Kau juga ayah mu sepertinya terlalu banyak musuh!. Dan kekuasaan yang dimilikinya didapatkan dengan cara tidak benar!"


"Aku datang untuk memberi hukuman pada kalian!. Orang yang selalu menyombongkan diri dengan kekuasaannya!"


"Sekarang bersiaplah kau Radanath!"


"Terimalah hukuman mu!" Jawab Dragon sangat menakutkan sekali. Dan tiba tiba..


Wus!


Aura berwarna biru terang berpendar dari tubuh Dragon, diselingi dengan warna merah, berputar di sekeliling tubuh Dragon, kemudian melebar dan melingkupi seluruh ruangan itu


Seluruh pengunjung yang ada di ruangan tersebut, tidak luput terkena aura itu, apalagi Radanath dan anak buahnya


Satu setengah menit hal itu berlangsung, dan membuat tubuh Radanath dan yang lain menjadi kesakitan, kecuali anak buah Dragon


Tak lama kemudian peristiwa itu pun berakhir. Dan memperlihatkan tubuh tubuh tidak berdaya tergeletak di lantai, termasuk juga Radanath dan anak buahnya


"Sekarang kekuatan tubuh kalian sudah aku cabut!, dan kemampuan kalian dalam bidang apapun sudah tidak ada lagi!"


"Khusus untuk Radanath!. Kau hidup tapi sebenarnya mati!. Kau mati tapi masih terlihat hidup!"


"Kau tidak akan bisa lagi mengintimidasi orang lain, dan hidupmu sekarang seperti mayat, yang tidak mempunyai keinginan apa-apa lagi!"


"Hanya yang maha kuasa yang bisa menyembuhkan penyakit mu ini!"

__ADS_1


"Jika Dia menghendaki, maka aku juga bisa mengembalikan kondisi mu itu, karena aku yang membuatnya!" Ucap Dragon cukup menakutkan sekali


"Sekarang pergilah!, dan hidup sebagaimana biasa!" Ucapnya lagi


Kemudian mengirimkan aura penyembuhan, agar kondisi mereka pulih dan bisa berjalan seperti biasa. Tapi seluruh kekuatan, ingatan dan semangat hidup mereka sudah tidak ada lagi, kecuali beberapa orang diantaranya, agar bisa menyampaikan pesan Dragon pada kedua orang tua Radanath itu


Buat pemilik restoran, karyawan serta pengunjung yang kebetulan ada di situ waktu kejadian. Seluruh ingatannya tentang kejadian barusan telah dihilangkan


Jadi bila ditanya tentang nasib Radanath dan orang orangnya. Jelas mereka tidak tahu, atau tidak ingat lagi apa yang terjadi di restoran tersebut


"Bawa pulang tuan kalian itu!. Dan sampaikan salam ku pada orangtuanya!"


"Katakan jika mereka tidak terima!, boleh mencari ku di Indonesia!"


"Atau kalau mereka tidak sabar!. Cari dan temukan aku di kota ini!" Ucap Dragon tegas


Entah linglung atau takut, Anak buah Radanath mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Dragon. Dan dalam sekejap sudah pergi dari tempat itu


Kini hanya tinggal Dragon dan orang orangnya, ditambah dengan pelanggan restoran lain yang ada di situ. Sekarang mereka sudah tidak ingat lagi apa yang terjadi belum lama ini di tempat tersebut


Pokyak juga demikian. Baginya tidak pernah terjadi apa apa, dan dia terus mengerjakan apa yang menjadi tugasnya, begitu juga dengan anak buahnya itu


Setelah berada di sana kurang lebih satu jam. Dragon memutuskan untuk kembali ke hotel. Karena rencananya besok pagi dia akan kembali ke Indonesia


Tak lama kemudian mereka sudah tidak ada lagi di restoran tersebut, dan sedang dalam perjalanan kembali ke hotel


***


Sementara itu di waktu yang sama, saat Dragon makan di restoran mewah itu


Narong Sakda, ayah dari Radanath. yang kalau dalam bahasa setempat bermakna orang yang selalu membela kebenaran, penuh kekuasaan dan orang kuat menjadi marah sekali


Waktu itu. delapan orang pengawal Radanath bercerita secara bergantian, tentang kejadian yang menimpa tuan mudanya. Dan diceritakan seperti apa adanya. Tidak dikurang ataupun ditambah


Setelah selesai menceritakan semuanya. Narong berniat membunuh delapan bodyguard itu juga yang lain, karena tidak bisa menjaga tuannya sendiri. Tapi dicegah oleh temannya


Sebagai seorang penguasa di kota Bangkok, Narong bisa berbuat apa saja, termasuk memanggil polisi atau tentara untuk membuat perhitungan dengan orang yang telah berani mencelakai anaknya. Dan itu akan dilakukan oleh Narong tidak lama lagi


"Berapa orang jumlah mereka, dan dimana mereka menginap?" Tanya Narong dengan ekspresi marah


"Mereka hanya berjumlah 32 orang saja, dan kami tidak tahu dimana mereka tinggal!" Jawab Kittirong apa adanya


"Percuma menjabat sebagai komandan tinggi, tapi otak mu tumpul!" Respon Narong menghina .Lalu tanpa di duga menendang perut Kittirong kuat sekali, dan...


Bug!


"Hugh!" Teriak tertahannya terdengar, tapi tetap ditahannya


Jelas sekali Kittirong takut untuk melawan, walau sebenarnya dia mampu.Tapi karena saat itu tuan nya bersama dengan empat orang petarung, dan dua orang polisi serta lima tentara berpangkat tinggi, maka Kittirong diam saja sambil menahan sakit


"Pergi dan cari di seluruh kota Bangkok, termasuk mendatangi hotel!, baik besar maupun kecil, dan temukan keberadaan mereka!" Ucap Narong memberi perintah


"Ba Ba baik tuan!" Jawab kittirong gugup, di sela sela menahan rasa sakitnya itu. Kemudian meninggalkan tempat itu bersama dengan tujuh orang temannya


Sepeninggal mereka Narong berkata pada dua orang polisi serta lima tentara itu. "Apa kalian tidak bisa menindak mereka?"


"Bisa tuan!. Itu masalah mudah!"


"Cuma masalahnya kita belum tahu siapa mereka dan dari negara mana mereka berasal!"


"Jika kita salah bertindak. Takutnya akan memicu perselisihan antar dua negara!"


"Kalau menurut cerita delapan orang itu. Waktu kejadian tuan Radanath sendiri yang memprovokasi orang tersebut!"

__ADS_1


"Dia hanya membela diri termasuk melindungi pemilik restoran juga orang orang yang ada di situ!"


"Lagipula tidak ada pembunuhan atau luka!"


"Tuan Radanath hanya tertekan psikis nya saja!"


"Kalau kita bisa menemukan orang tersebut dan memintanya mengobati anak tuan. mungkin hidupnya akan bisa bertahan!" Ucap seorang jendral tinggi pasukan perang negara Thailand cukup bijaksana


Narong yang mendengar itu jadi terdiam. Dan membenarkan apa yang diucapkan oleh jendral tersebut


Tapi karena hatinya penuh dengan dendam karena tidak terima dilecehkan seperti itu, tetap saja memerintahkan pada dua orang polisi berpangkat tinggi itu, untuk menyelidiki masalah tersebut


Dengan dukungan mereka Narong yakin, bahwa orang yang telah berani berurusan dengannya akan mudah dihabisi


Tapi dia lupa tindakannya itu bakal membuat reputasinya sebagai seorang pemimpin kota akan turun. Dan itu bisa dimanfaatkan oleh lawan lawan politiknya untuk menjatuhkan Narong. dan itu tidak disadari olehnya, karena terlalu dibalut dendam


Sejatinya Radanath itu sudah dan sedang dipersiapkan untuk menggantikan posisinya di bidang politik


Tapi sayangnya Radanath sendiri yang merusaknya. Mentang mentang ayahnya kaya, seorang pemimpin kota pula, sekaligus pengusaha nomor tiga terbesar di Thailand , itu yang membuatnya selalu bertindak di luar batas


Seenaknya saja dia berbuat kejahatan terorganisir. Dan itu sering dilakukannya. Tapi selalu lepas dan masih bisa dilindungi oleh kekuasaan ayahnya


Menyadari akan hal itu, malah membuat Radanath menjadi bertambah sombong, dan selalu bersikap sewenang wenang


Kemanapun dia pergi, selalu membuat hati orang yang berurusan dengannya menjadi ciut. Termasuk pemilik mall, hotel, restoran dan tempat tempat lain yang dikunjungi nya itu


Mau menerima bayaran takut akan dimasalahkan. Mau di gratiskan takut rugi .Jadi terpaksa menerima juga. Walau diliputi ketakutan


Namun sekali sekala mereka menggratiskan apa yang dimakan, dibeli dan di tinggali nya, dengan rasa tidak suka dan berpura pura ikhlas


Begitulah yang selalu dirasakan oleh penduduk kota. Mereka hidup dalam bayang bayang ketakutan akibat dari seseorang itu


Jika saat ini mereka tahu kondisi Radanath dan anak buahnya. Mungkin mereka akan bersorak gembira, dan mendoakan agar dia mati saja, serta berterima kasih pada orang yang telah membuatnya begitu


Namun sayangnya Narong ayahnya, selalu menjadi yang terdepan dalam membela Radanath, walau apapun yang dilakukannya


Oleh karena itu dia menjadi besar kepala, dan tidak kenal takut pada siapapun


Maka saat bertemu dengan Dragon yang sakti itu. Radanath bersikap arogan, dan tetap memaksakan kehendaknya. Tapi sayangnya dia malah terkena batunya


Tubuhnya dan jiwanya dibuat seperti mayat hidup. Tidak bisa bersuara, tidak bisa berpikir dan tidak punya keinginan


Oleh karena itu ketika orang tuanya melihat itu menjadi panik, dan nasehat apapun tidak didengarnya


Baginya membalas dendam itu lebih utama. Maka diperintahkan dua orang komandan polisi itu untuk menemukan serta menangkap si pembuat angkara


Sedetik setelah menerima perintah itu. Dua orang polisi tersebut langsung setuju, dan segera memerintahkan anak buahnya, untuk mencari serta menemukan orang dengan ciri ciri yang sudah disebutkan oleh Kittirong tadi


Tindakan rekan mereka itu, membuat tentara berpangkat jendral menjadi gusar. Dia menyakini bakal ada drama besar sebentar lagi. Dan itu memang terbukti benar


Puluhan mobil polisi berlalu lalang di jalanan kota Bangkok. Dengan sirine yang meraung Raung di angkasa, dan memekakkan telinga bagi yang mendengarnya. Dan itu membuat orang bertanya tanya ada apa gerangan yang terjadi


Jarang sekali mereka melihat hal yang seperti itu.Tapi saat ini mereka telah melihatnya


Bukan hanya itu saja yang terlihat. Ada belasan panser lengkap dengan senjatanya juga melewati jalanan kota Bangkok. Seperti ingin berangkat berperang


"Perhatian!. Menyebar dan temukan orang dengan ciri ciri tersebut!"


"Geledah seluruh penginapan, wisma, hotel juga rumah rumah sewa yang ada!"


"Tangkap dan bawa ke kantor!" Ucap Channarong. Kepala polisi berpangkat komisaris kepada anak buahnya tegas


Maka melaju lah mereka di seluruh jajanan kota Bangkok, untuk menemukan Dragon dan orang orangnya

__ADS_1


Peristiwa seperti Ini baru pertama kali terjadi, dimana perintah untuk menangkap turis asing di berikan dengan tuduhan penganiayaan


Tapi apakah Dragon tahu tentang itu?


__ADS_2