
Di tempat lain. Seorang laki laki berperawakan tegap serta bertato, terlihat sedang berjalan tergesa gesa, memasuki markas kelompok jalanan miliknya
Waktu itu dia baru saja kembali dari kota lain, karena mendapat kabar bahwa banyak anak buahnya tertangkap. maka dia buru buru kembali ke kota S untuk memastikan berita itu
Jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 10, 51 malam. Cuaca mendung tidak menjadi halangan baginya untuk mendatangi markasnya
Sesampainya di markas itu, dia langsung disambut oleh lima puluhan anak buahnya yang sedang tugas jaga. Kelompok tersebut di pimpin oleh seorang komandan jaga bernama Maruko
"Salam bos!" Sapa mereka serempak
"Jangan basi basi lagi! cepat jawab pertanyaan ku!"
"Apa benar seluruh anak buah kita di delapan perusahaan itu telah di tangkap dan di habisi?" Tanya seorang laki laki bertato dengan nada marah
"Benar Bos!. Bahkan Jarot yang dikenal sebagai anggota terkaya juga sudah mereka bunuh!" Jawab anak buahnya berterus terang
"Lalu siapa anggota yang masih tersisa dan belum terendus keberadaannya?" Tanya orang itu lagi
"Mereka sudah tertangkap semua. Kemungkinan sudah dihabisi oleh mereka."
"Ini aneh. Mereka sudah dilatih agar tetap diam walau disiksa sekuat apapun. Tapi kenapa bisa terbongkar penyamarannya?" Respon laki laki tersebut penasaran
"Saya juga kurang tahu bos!. Tapi kemungkinan ada diantara mereka yang telah berkhianat"
"Kurang ajar!. Sia sia saja usaha kita selama lima tahun ini, kalau akhirnya ketahuan!" Teriak orang tersebut bernada kesal, marah dan geram
"Ini pasti ada yang membocorkannya!" Teriaknya lagi semakin kuat
"Maaf bos Tedja!. Menurut mata mata kita ini, semua gara gara si Bacot bersama anak buahnya itu!."
"Ada apa dengan mereka, dan apa yang mereka lakukan?" Respon Tedja penasaran
"Dia dan anak buahnya datang ke perusahaan itu meminta jatah akhir tahun." Jawab anak buahnya berterus terang
"Bukankah waktunya masih dua minggu lagi, tapi kenapa dia berani mendahului kita?"
"Kalau untuk masalah itu saya kurang tahu bos!"
"Lalu dimana dia sekarang?"
"Mereka sudah ditangkap dan kemungkinan juga sudah dihabisi oleh pihak lawan."
"Sial! sial! sial!. Dasar orang orang bodoh!" Maki Tedja kesal
"Cepat bangunkan mereka yang sedang tertidur, dan segera kumpulkan mereka di si aula!"
"Malam ini juga kita hancurkan markas para pengawal itu!"
"Gara gara mereka, semua lumbung emas kita hilang, dan penghasilan kita telah berkurang!"
"Aku ingin mereka tahu, bahwa kelompok kita tidak bisa dibuat main main!"
"Maaf bos!. Mereka terdiri dari orang orang kuat, sedangkan kita?"
Plak!
"Argh!"
"Dasar tak berguna!. sejak kapan kau menjadi penakut seperti ini?" Bentak Tedja marah
"Tapi bos?"
Buk!"
"Sekali lagi kau membantah perkataan ku, maka aku tidak akan segan segan lagi membunuhmu!" Ucap Tedja semakin marah
__ADS_1
"Baik bos!" Jawab Maruko patuh walau dalam hatinya kesal luar biasa
"Dasar idiot!. Kekuatan baru seumuran jagung, tapi sudah berani melawan kekuatan monster kuat Birawa Group!"
"Dasar tidak tahu diri dan cari mati!" Batin Maruko dalam hati karena kesalnya itu
"Tunggu apa lagi!. Segera bangunkan mereka, dan hubungi anak buah mu yang lain, dan kumpulkan mereka semua di markas ini!'
"Perintahkan mereka untuk kembali, dan berkumpul di sini sekarang juga!'
"Tengah malam nanti, kita serang para pengawal Badjingan!" Ucap Tedja berapi api api
"Baik bos!" Jawab Maruko patuh walau terpaksa
Tapi belum sempat dia dan anak buahnya bergerak, seseorang tiba tiba saja menyeruak di kerumunan itu, lalu berkata.
"Gawat Bos!. Menurut mata mata kita. sudah ada pergerakan walau masih samar samar!' Sela seseorang yang tiba tiba saja masuk ke dalam markas itu
"Ngomong yang jelas!. Pergerakan apa?" Tanya Tedja penasaran
"Evander dan anak buahnya sedang menuju ke sini!"
"Apa?"
"Benar bos!. Itu yang dikabarkan oleh mata mata kita!"
"Itu bukan samar samar lagi goblok!. itu memang nyata!" Respon Tedja kesal
"Maruko dan kalian yang ada disini!. Cepat hubungi anak buah kita yang lain!. Katakan pada mereka untuk segera kembali ke markas!"
"Sementara yang lain, segera bangunkan babi babi pemalas itu!" Perintah Tedja dengan nada kasar dan merendahkan martabat anak buahnya sendiri
"Siap bos!" Jawab mereka serempak. Kemudian berhamburan keluar, dan masing masing menyalakan handphonenya untuk menghubungi teman temannya yang ada di tempat lain
Sedangkan sisanya masuk kedalam gedung, untuk membangunkan teman temanya yang sedang tertidur dengan pulas tersebut
Sementara itu. kelompok pengawal yang dipimpin oleh Evander, komandan utama para pengawal di Kota S, sedang melaju ke arah markas Tedja, dengan menggunakan puluhan kendaraan besar dan kecil
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11,20 malam, Kondisi sudah mulai sepi walau belum terlalu larut
Cuaca begitu dingin, dan udara sangat lembab karena hujan turun dengan derasnya. Tapi rombongan Evander sepertinya tidak terpengaruh oleh cuaca dingin dan hujan tersebut
Mereka terus saja menerobos hujan dengan menggunakan kendaraan kendaraan tersebut, dan tepat pukul 11.47 malam. rombongan Evander sudah mendekati gedung tua yang dijadikan markas kelompok Tedja, dan langsung masuk ke halamannya walau masih cukup jauh dari gedung itu
"Itu mereka bos!" Ucap salah anak buahnya dengan suara kuat
"Aku juga melihatnya goblok!" Respon Tedja kesal
"Menyebar dan buat jebakan, begitu mereka masuk langsung habisi!" Perintah Tedja tegas
"Baik bos!" Jawab mereka serempak. Kemudian melaksanakan perintah dari bosnya dan membentuk formasi penyergapan
Tapi setelah di tunggu sekian lama, orang orang yang ada di dalam kendaraan kendaraan itu masih belum juga keluar. Sementara lampu lampu nya sudah mereka matikan semua, kecuali lampu lampu empat buah bus yang ada bagian depan
"Kenapa mereka belum juga keluar?. Apakah mereka takut hujan dan kebasahan?' Ucap seorang anggota pada temannya
"Mana aku tahu!. yang jelas mereka memang ada di dalam mobil mobil itu, dan sampai sekarang masih belum keluar juga." Jawab temannya kesal
"Jangan berisik!. Nanti mereka tahu tempat persembunyian kita!" Ucap temannya yang lain mengingatkan
"Bagaimana bos?. Sudah hampir delapan menit, tapi mereka belum keluar juga!" Tanya Maruko meminta masukan
"Kita tunggu saja beberapa menit lagi, kalau mereka tidak keluar juga. kita tembaki mobil mobil itu!" Jawab Tedja cepat
"Tapi jarak mobil mobil itu cukup jauh bos, kita tidak bisa melihat penumpangnya dari sini!" Sambut Maruko pesimis
__ADS_1
"Kalau begitu kita tunggu saja sampai hujan ini reda!" Jawabnya enteng. Kemudian melanjutkan pengamatan dengan menggunakan teropong inframerah, walau tidak bekerja maksimal, karena hujan turun dengan derasnya
Sementara itu di bagian lain, lebih dari 150 orang terlihat sedang mengendap-endap menuju arah bangunan tua itu, tapi mereka tidak datang melalui arah depan, melainkan dari arah samping juga belakang gedung
"Komandan Lamont!. Bawa 50 anak buah mu untuk memutari gedung ini, dan cari pintu atau jendela untuk dibuka!"
"Setelah terbuka, masuki gedung dan buka pintu belakang ini dari dalam. Pintu ini begitu kokoh dan tidak bisa dibuka dari luar!" Perintah Barga pada komandan bawahannya
"Baik!"
"Jangan lupa!, pastikan keadaan aman, dan cari siapa tahu ada jebakan di dalam gedung ini ."
"Keselamatan anak buah kita lebih utama dari apapun!" Perintah tegas Barga pada komandan bawahannya
"Siap komandan!" Jawab Lamont patuh . Kemudian melaksanakan perintah tersebut dengan cepat
Tak lama kemudian, 51 orang itu sudah menemukan sebuah jendela berukuran lebar, yang kondisinya tidak begitu kuat, malah terlihat sudah sangat rapuh
Hanya dengan sekali dorong, jendela rapuh tersebut sudah terbuka, dan segera memperlihatkan sebuah ruangan yang cukup luas tapi gelap
"Cepat periksa ruangan ini!, dan temukan apakah ada orang di dalamnya!"
"Baik komandan!" Jawab dua orang anak buahnya patuh, Kemudian memasuki ruangan tersebut melalui jendela yang sudah terbuka lebar itu
Setelah berlangsung beberapa menit, keduanya keluar dan melaporkan bahwa ruangan itu kosong, dan hanya berfungsi sebagai gudang saja
"Cepat masuk dan buka pintunya!"
"Baik!" Jawab anak buah Lamont patuh, kemudian membuka pintu tersebut dengan mudah karena pintunya dibiarkan tidak terkunci
Setelah pintu terbuka, segera terpampang di depan mereka sebuah ruangan yang jauh lebih besar dari ruangan yang ada itu
"Cepat menyebar dan temukan penghuninya, Tapi hati hati!" Ucap Lamont memberi perintah
Dengan cara mengendapendap, lima puluh anak buahnya menyebar, dan mencari keberadaan penghuni gedung tua tersebut dengan langkah hati hati
Di ujung lorong dekat dengan pintu keluar bagian depan, terlihat dua ratusan lebih anak buah Tedja sedang bergerombol, membentuk formasi penyergapan, dengan senjata siap untuk di lemparkan atau di tembakkan
Sementara di bagian lain, juga terlihat puluhan orang yang juga sedang melakukan hal sama. dimana di tempat itu, orang orangnya terlihat kuat kuat, mungkin para pemimpin mereka
"Mumpung mereka belum menyadari keberadaan kita, Cepat kau buka pintu belakang gedung ini, dan katakan pada mereka agar masuk secara diam diam!" Ucap Lamont memberi perintah
"Baik bos!" Respon dua anak buahnya patuh, Kemudian melakukan perintah tersebut dengan cepat
Tak lama kemudian, kelompok pengawal yang di pimpin oleh Barga sudah memasuki gedung itu dengan respirator gas mask sudah terpasang di mulut juga hidung mereka
"Cepat menyebar dan sembunyi di tempat aman, agar terhindar dari tembakan mereka saat yang lain melemparkan tabung gas air mata pada mereka!"
"Baik!" Jawab mereka lirih dibawah bisingnya air hujan yang turun itu
"Kalian yang membawa gas air mata dan cairan obat bius, cepat dekati tempat mereka sembunyi itu, dan lemparkan pada mereka setelah dekat!" Instruksi Barga tegas
"Siap laksanakan!" Jawab 25 anak buahnya patuh, kemudian mendekati kelompok Tedja dengan cara mengendapendap diam. Lalu..
Prang! Klang!
Dua puluh lima tabung gas air mata dan obat bius, berjatuhan secara serentak di lantai dekat dengan kelompok Tedja itu, juga dekat ratusan kelompok lain
Tak lama sesudah itu, gas gas yang ada didalamnya berhamburan keluar dan segera memenuhi ruangan tersebut dengan cepat
"Kurang ajar!. ini gas beracun dan mengandung obat bius!' Teriak Tedja marah. lalu secara sembarangan menembakkan senjata otomatis laras panjang ke segala arah termasuk ke arah anak buahnya sendiri
"Berlindung!" Teriak Barga sedikit keras
"Keluar!. Jangan sembunyi seperti itu. Dasar penakut!" Teriaknya marah, sambil terus menumpahkan peluru tajam dari moncong senjatanya tersebut
__ADS_1
"Kurang ajar! Aku kesulitan bernafas!"